cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14124505     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit pada bulan Maret dan September setiap tahun serta nomor suplemen bila dimungkinkan. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian atau kajian analisis kritis di bidang pendidikan matematika dan atau pembelajarannya.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
Analisis Kendala Siswa Autis dalam Menyelesaikan Soal Matematika Bentuk Cerita (Kasus Low Function) Kamid, Kamid
Aksioma Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang diberikan pada semua jenjang pendidikan, baik sekolah umum maupun khusus. Pada sekolah umum keberagaman peserta didik sangat tinggi, baik kemampuan maupun karakteristiknya. Keberagaman itu juga termasuk gangguan yang disandang dalam diri peserta didik. Anak autis adalah salah satu peserta didik yang mempunyai gangguan emosi dan perilaku dan kebanyakan dari mereka mengikuti pendidikan di sekolah reguler. Penelitian ini dilakukan pada siswa autis. Subjek penelitian adalah anak autis kelas V Sekolah Dasar yang mengalami kecenderungan hambatan hampir pada semua indicator DSM-IV(kasus low function).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek sangat sulit mengkomunikasikan hasil pembelajarannya kepada orang lain dan seakan-akan hanya mengungkapkan segala yang pernah ia terima tanpa bisa mengubah atau menyusun sendiri kalimatnya. Ia cenderung hanya mampu menjawab pertanyaan yang hanya memuat satu jawaban. Jika dihadapkan pada soal cerita secara low function maka ia akan membuat soal sejenis yang pernah ia terima sebelumnya.
Adversity Quotient: Kajian Kemungkinan Pengintegrasiannya dalam Pembelajaran Matematika Bennu, Sudarman
Aksioma Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini masih banyak siswa yang mempunyai kesan negatif terhadap matematika, misalnya: matematika dianggap sebagai momok, matematika menakutkan, bahkan ada siswa yang fobia terhadap matematika. Adversity quotiont (AQ) adalah kecerdasan mengatasi kesulitan. Siswa yang memiliki AQ tinggi disebut siswa tipe climber. Siswa tipe climber gigih, ulet, dan tabah dalam menghadapi kesulitan. Mereka selalu berusaha mencari jalan keluar penyelesaian jika menghadapi kesulitan. Mereka tidak pernah membiarkan ada sesuatu yang menghalangi cita-citanya. Sehingga AQ sangat diperlukan siswa dalam belajar matematika. Adversity Quotient dapat diintegrasikan pada setiap fase pembelajaran matematika. Pada fase pendahuluan AQ disampaikan sebagai apersepsi. Pada fase inti guru dapat memanfaatkan potensi siswa climber sebagai tutor sebaya, juru bicara kelompok. Pada fase penutup siswa climber dapat membantu siswa lainnya menyimpulkan hasil diskusi dan merangkum materi pelajaran. Kata-kata kunci: Adversity Quotient,  quitter, camper, climber, dan matematika
PROFIL PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT (FI) DAN FIELD DEPENDENT (FD) Hayah, Ni; Mallo, Bakri; Murdiana, I Nyoman
Aksioma Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematika siswa kelas XI SMA Negeri 2 Dampelas dalam menyelesaikan soal pada subpokok bahasan parabola ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu siswa yang bergaya kognitif FI dan satu siswa yang bergaya kognitif FD. Hasil dari penelitian ini yaitu saat menyajikan masalah, subjek FI dan FD menuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan. Selanjutnya dalam mengklasifikasi unsur-unsur parabola, subjek FI mengelompokkan unsur-unsur parabola menurut bentuk parabolanya yaitu parabola horizontal terbuka ke kanan. Kemudian dalam memberi contoh dan non-contoh pada setiap unsur-unsur parabola, subjek FI memberikan contoh dan non-contoh dari setiap unsur-unsur parabola yang diberikan. Kemudian menyajikan masalah persamaan parabola dalam representasi matematis, subjek FI dan subjek FD menyajikan persamaan parabola kedalam bentuk persamaan umum parabola. Kemudian menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu dalam menentukan persamaan parabola, subjek FI menggunakan dan memilih persamaan umum parabola horizontal dan subjek FD menggunakan persamaan umum parabola walaupun subjek tidak mengetahui jenis persamaan umum parabola yang digunakan. Kemudian subjek FI menjelaskan kembali prosedur yang digunakan serta memberikan alasannya dengan menggunakan bahasanya sendiri dan subjek FD menjelaskan kembali prosedur yang digunakan walaupun dalam proses penyelesaiannya siswa belum memahami dengan baik langkah-langkah yang harus digunakan.Kata Kunci: Profil; Pemahaman konsep matematika; Parabola;
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT KELAS X IPA A SMA NEGERI 1 AMPIBABO Rostriana, Elin; Rizal, Muh.; Bakri, Bakri
Aksioma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Materi Persamaan Kuadrat Kelas SMA Negeri 1 Ampibabo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat di kelas X IPA A SMA Negeri 1 Ampibabo, dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) penomoran, (2) mengajukan pertanyaan atau permasalahan, (3) berpikir bersama, dan (4) menjawab.Kata kunci: Numbered Heads Together, hasil belajar, persamaan kuadrat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 20 PALU DALAM MENEMUKAN RUMUS KELILING DAN LUAS DAERAH SEGITIGA Zulfajri, Zulfajri; Anggraini, Anggraini; Sugita, Gandung
Aksioma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan model pembelajaran penemuan terbimbinguntuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VII A SMP Negeri 20 Palu yang berlangsung dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VII A SMP Negeri 20 Palu dalam menemukan rumus keliling dan luas daerah segitiga dari siklus I ke siklus II dengan enam tahap yaitu : 1) stimulasi,2)perumusan masalah,3) pengumpulan data, 4) pemrosesan data, 5) verifikasi dan 6)generalisasi. Berdasarkan indikator keberhasilan, guru telahdapat menimbulkan ketertarikan siswa untuk menemukan rumus keliling dan luas daerah segitiga, serta dapat mengajukan pertanyaan yang membuat siswa membangun sendiri pengetahuannya berdasarkan teori konstruktivisme. Siswa juga telah mencapai indikator keberhasilannya yaitu siswa sudah saling membantu untuk menemukan rumus keliling dan luas daerah segitiga pada LKS. Selain itu, siswa sudah mampu menemukan sendiri rumus keliling dan luas daerah segitiga. Secara keseluruhan proses pembelajaran dengan menggunakan model penemuan terbimbing dapat mengaktifkan siswa serta membangun cara berpikirnya sendiri. Kata kunci: penemuan terbimbing; peningkatan kemampuan; keliling segitiga; luas daerah segitiga 
Metakognisi dan Usaha Mengatasi Kesulitan dalam Memecahkan Masalah Matematika Kontekstual Anggo, Mustamin
Aksioma Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metakognisi berkaitan dengan kesadaran seseorang terhadap berpikirnya dan kemampuan mengatur berpikirnya dalam belajar atau memecahkan masalah. Beberapa kesulitan yang dialami oleh subjek penelitian dalam memecahkan masalah matematika kontekstual, ternyata berkaitan dengan ketidakmampuan dalam menerapkan metakognisi. Kurangnya penerapan metakognisi tersebut terjadi ketika: (1) menterjemahkan situasi kontekstual masalah yang dipecahkan, dan (2) penerapan prosedur matematika formal yang tidak didasari kesadaran dan pengaturan berpikir.
Pengaruh Kemampuan Trigonometri TerhadapKemampuan Fisika Dikaitkan dengan Gaya Kognitif Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako Hasbi, Muh.
Aksioma Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya: (1) Pengaruh kemampuan trigonometri terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa yang bergaya kognitif field dependent (FD), (2) Pengaruh kemampuan trigonometri terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa yang bergaya kognitif field independent (FI), dan (3) Secara umum, pengaruh kemampuan trigonometri terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat asosiatif. Populasi adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika yang memprogramkan mata kuliah Fisika Dasar I tahun akademik 2011/2012. Sampel adalah mahasiswa kelas B sejumlah 55 mahasiswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dengan tes dan wawancara. Tes digunakan untuk mengambil data tentang gaya kognitif, kemampuan trigonometri dan kemampuan fisika, sedangkan wawancara digunakan untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan jawaban mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi dan regresi. Untuk melengkapi analisis, digunakan uji perbedaan rata-rata untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan mahasiswa ditinjau dari gaya kognitifnya. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan trigonometri berpengaruh secara positif terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa yang bergaya kognitif FD, (2) Kemampuan trigonometri berpengaruh secara positif terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa yang bergaya kognitif FI, (3) Secara umum, kemampuan trigonometri berpengaruh secara positif terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa, (4) Kemampuan trigonometri mahasiswa yang bergaya kognitif FI lebih tinggi daripada kemampuan trigonometri mahasiswa yang bergaya kognitif FD, dan (5) Kemampuan fisika mahasiswa yang bergaya kognitif FI lebih tinggi daripada kemampuan fisika mahasiswa yang bergaya kognitif FD. Kata Kunci: Kemampuan Trigonometri, Kemampuan Fisika, Gaya Kognitif.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH SEGITIGA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 PALU DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Sira, Indriani; Hamid, Abd.; Awuy, Evie
Aksioma Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemecahan masalah segitiga siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Palu ditinjau dari gaya kognitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) profil pemecahan masalah siswa FI pada tahap memahami masalah yaitu: mengidentifikasi informasi-informasi yang diketahui dan ditanyakan. 2) Profil pemecahan masalah siswa FI pada tahap membuat rencana yaitu: mampu membuat hubungan antara informasi yang ada dengan masalah yang ditanyakan dengan mengaikatkan pengetahuan dan pengalamannya. 3) Profil pemecahan masalah subjek FI pada tahap melaksanakan rencana yaitu subjek dengan gaya kognitif FI dapat menerapkan rencana yang telah dibuat selanjutnya melaksanakan rencana dengan menggunakan konsep yang telah dipelajari sebelumnya. 4) Profil pemecahan masalah siswa FI pada tahap memeriksa kembali yaitu: subjek memeriksa kembali langkah demi langkah hasil pekerjaan 5) Profil pemecahan masalah siswa FD pada tahap memahami masalah yaitu: dengan cara membaca masalah berulang-ulang dan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam memahami masalah. 6) Profil pemecahan masalah siswa FD pada tahap membuat rencana yaitu: subjek kurang tepat dalam membuat rencana penyelesaian. 7) Profil pemecahan masalah subjek FD pada tahap melaksanakan rencana yaitu subjek mengalami kesulitan dalam menerapkan rencana yang telah dibuat sebelumnya sehingga menambahkan beberapa strategi untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. 8) Profil pemecahan masalah siswa FD pada tahap memeriksa kembali yaitu: subjek tidak melakukan pengecekan kembali hasil pekerjaan. Kata Kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Segitiga, Gaya Kognitif.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA (STUDI EKSPERIMEN PADA PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SUDUT ISTIMEWA DI KELAS X MIA 1 SMA NEGERI 3 PALU) Novianti, Heni; Nurhayadi, Nurhayadi; Murdiana, I Nyoman
Aksioma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap hasil belajar matematika pada perbandingan trigonometri sudut istimewa di kelas X MIA SMA Negeri 3 Palu. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) efektif terhadap hasil belajar matematika pada perbandingan trigonometri sudut istimewa di kelas X MIA SMA Negeri 3 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan The One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 3 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019 dan terdiri dari 7 kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Nonprobability sampling. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah kelas X MIA 1 yang berjumlah 30 siswa. Hasil analisis data dari post-test diperoleh persentase ketuntasan siswa sebanyak 80%. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan data post-test siswa diperoleh zhitung = 1,73 dan ztabel = 1,65 pada taraf signifikan 0,05, hal tersebut menunjukkan zhitung > ztabel yang artinya tolak H0 dan terima Ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) efektif terhadap hasil belajar matematika pada perbandingan trigonometri sudut istimewa di kelas X MIA SMA Negeri 3 Palu.Kata kunci: Efektivitas Pembelajaran, Realistic Mathematics Education, Hasil Belajar.
PENERAPAN STRATEGI POLYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VIIIC SMP AL-AZHAR PALU DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Anggraini, Anggraini; Sugita, Gandung; Kurniadin, Nia
Aksioma Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan SPLDV menggunakan strategi pemecahan masalah model Polya. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc Taggart dengan menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah model Polya. Berdasarkan indikator ketuntasan yang  telah dicapai oleh subjek dalam penelitian ini untuk masing-masing langkah pemecahan masalah model Polya mencakup: a) Langkah I yakni memahami masalah mencapai 96,55% pada siklus I lalu meningkat menjadi 100% pada siklus II, b) Langkah II yakni membuat perencanaan mencapai 91,38% pada siklus I lalu meningkat menjadi 98,22% pada siklus II, c) Langkah III yakni melaksanakan prencanaan mencapai 91,38% pada siklus I lalu meningkat menjadi 94,65% pada siklus II, d) Langkah IV yakni memeriksa kembali pada solusi yang lengkap  mencapai  82,93% pada siklus I lalu meningkat menjadi 85,74% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pemecahan masalah model Polya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan SPLDV di kelas VIIIc SMP Al-Azhar Palu.Kata Kunci : Meningkatkan Kemampuan, Pemecahan Masalah Model Polya, SPLDV