cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021): Juni" : 17 Documents clear
PENGARUH PURSED LIP BREATHING EXERCISE TERHADAP INTENSITAS SESAK NAPAS PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK Khairunnisa, Khairunnisa; Fauzan, Suhaimi; Sukarni, Sukarni
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48399

Abstract

PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) sebagai penyakit yang ditandai oleh keterbatasan jalan udara yang progesif dan terasosiasi dengan respon inflamasi abnormal paru-paru terhadap partikel asing atau gas. PPOK menimbulkan berbagai tingkat gangguan antara lain sesak nafas dan perubahan pola nafas, perubahan postur tubuh. Sesak napas dapat di kurangi dengan pursed lip breathing karena dapat melatih kembali otot pernafasan berfungsi dengan baik serta mencegah disstress pernafasan, meningkatkan fungsi ventilasi pada paru. Tujuan : Mengetahui Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercise Terhadap Intensitas Sesak Napas Pada Penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di Rsud Dr. Soedarso Pontianak Metode : Penelitian kuantitatif dengan desaian quasi experiment berupa pre and post test without control. Penelitian ini menggunakan consecutive sampling dengan sampel 16 responden yang mengalami sesak napas pada penderita PPOK. Instrumen yang digunakan skala sesak napas skala BORG dan prosedur pursed lip breathing. Hasil : Sebagian besar responden berusia eldrly dengan presentase 93,8%. Laki-laki merupakan jenis kelamin tertinggi 93,8%, dan pendidikan terbanyak adalah SD 43,8%. Analisis bivariat intensitas sesak napas sebelum dan sesudah intervensi didaptkan nilai median sebelum intervensi 4,00 dan sesudah intervensi nilai median 2,00 dan nilai p = 0,000 (p 0,05) Kesimpulan : Ada Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercise Terhadap Intensitas Sesak Napas Pada Penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di Rsud Dr. Soedarso Pontianak Kata Kunci : Sesak Napas, PPOK, Pursed Lip Breathing Exercis
ADMINISTRASI OBAT OLEH PERAWAT TERHADAP RISIKO KESELAMATAN PASIEN : LITERATUR REVIEW yovita, yovita; Fauzan, Suhaimi; Hastuti, Maria Fudji
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.47532

Abstract

Latar   Belakang:   Pelaksanaan   administrasi   obat   yang   dilakukan   oleh   tenaga kesehatan   memiliki   risiko   keselamatan   pasien.   Perawat   melakukan   administrasi obat   dengan   prinsip   7   benar   dalam   memberikan   obat   akan   tetapi,   pada   saat pelaksanaannya   masih   terdapat   medikasi   error   yang   disebabkan   karena   faktor- faktor   seperti   komunikasi   dokter-perawat,   proses   farmasi,   transkip,   lingkungan sosial   atau   organisasi,   faktor   staff,   tidak   mematuhi   standar   operasional   prosedur dan   pengetahuan   terkait   obat.   Tujuan:   Mendeskripsikan   administrasi   obat   oleh perawat terhadap risiko keselamatan pasien Metode: Penelitian systematic review menggunakan   7   artikel   yang   diperoleh   dari   database   Google   Schoolar,   pubmed dan   ProQuest   dengan   teknik   SPIDER   yang   dilakukan   esktraksi   data   berdasarkan nama pengarang, tahun, negara, tujuan, responden, desain, temuan dan implikasi. Hasil: Penelitian ini mendeskripsikan administrasi obat oleh perawat   yang masih mengalami   kesalahan   dalam   pemberian   obat   seperti   kesalahan   karena   obat   yang sama, rupa yang sama, nama yang sama, kesalahan dosis, kesalahan waktu, alergi, kesalahan   teknik,   kelalaian,   kesalahan   dokumentasi   dan   kesalahan   pasien   yang akan   berdampak   pada   keselamatan   pasien   seperti   kerugian   bagi   pasien   berupa perpanjangan   hari   rawat,   ektravasasi   dan   ketidakcocokan   obat   atau   obat   yang inkompatibel   mengakibatkan   risiko   ketidakefektifan,   efek   samping   yang   fatal bahkan kematian   Kesimpulan: Administrasi obat seperti prinsip pemberian obat masih sering terjadi kesalahan dan akan berdampak pada keselamatan pasien.
LITERATURE REVIEW: KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA Asmalia, Nur; Yulanda, Nita Arisanti; Maulana, M. Ali
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.54 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.47048

Abstract

Seseorang dengan asma akan mengalami penurunan kondisi fisik diakibatkan gejala asma yang sering datang, perubahan emosional seperti frustasi, ketakutan, gelisah, cemas, perubahan aktivitas seperti sering terbangun dimalam hari, ketidakhadiran dalam bekerja atau sekolah, faktor lingkungan seperti udara dingin dan kering dapat memicu atau memperburuk gejala sehingga memengaruhi kualitas hidup pasien asma. Metode: Jenis penelitian Narrative review dengan teknik analisa isi data, artikel diperoleh dari database Google Schoolar, ProQuest, sciendirect, ResearchGate dan Ebsco. Hasil: Dari 7 artikel yang dianalisis diperoleh domain gejala-gejala merupakan domain yang sangat memengaruhi kualitas hidup daripada domain lainnya, sedangkan domain rangsangan lingkungan merupakan domain yang sedikit memengaruhi kualitas hidup daripada domain lainnya. Kesimpulan: Domain gejala-gejala dan domain rangsangan lingkungan merupakan domain yang memengaruhi kualitas hidup pasien asma. Kata Kunci: kualitas hidup, asma
THE QUALITY OF LIFE CHILDREN WITH STUNTING AGE 2-4 YEARS AT PARIT MAYOR HEALTH CENTER, EAST PONTIANAK Jannah, Fisqiyatul
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48768

Abstract

Background: Stunting is a form of malnutrition defined as low height-for-age, it is the result of chronic or recurrent undernutrition. Based on WHO in 2019, globally 21.3% or 144 million children under the age of 5 years of age were stunted. In 2019, for West Kalimantan at Pontianak City, East Pontianak has the highest prevalence of stunting at 20.62% with an estimated 1610 children. Stunted children experience a decrease in quality of life, especially in physiological conditions such as cognitive development and also decreased emotions. Purpose: To know the quality of life children with stunting age 2-4 years at Parit Mayor Health Center, East Pontinak. Method: This was an observational descriptive quantitative study. A sample of 50 children under five was selected for this study by total sampling. Result: the study describe children under five   who suffered stunting of life using the measurement of PedsQl questionnaire. The result of analysed, from 50 children under five who answered 18 items question show 33 children (66%) having the quality of their life at risk and 11 children under five who answered the 21 items questions show 7 children (63.6%) were also quality of life at risk.   Conclusion: In this study could describe that most of children who is suffered stunting have the quality of their life at risk. At health center.
PENINGKATAN KEPUASAN KERJA PERAWAT PADA PELAKSANAAN MAKP METODE TIM DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Mohlisin, Mohlisin; Mita, Mita; Pramana, Yoga
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48223

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan kerja perawat menjadi elemen penting dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Setiap rumah sakit memiliki sistem asuhan keperawatan untuk menjaga kualitas pelayanannya. Sistem yang telah diterapkan di rumah sakit salah satunya yaitu model asuhan keperawatan profesional dengan metode yang banyak digunakan yaitu metode tim. Metode: Jenis penelitian literatur review dengan kerangka kerja menggunakan SPIDER. Database yang digunakan yaitu Google Scholar, PubMed, Online Library Wiley, Semantic Scholar, dan Science Direct dengan artikel penelitian diterbitkan mulai tahun 2015-2020. Hasil: Hasil penelusuran 1.303 artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi didapatkan 1.226 lalu diskrining didapatkan 38 artikel kemudian diseleksi sesuai kriteria ekslusi didapatkan 7 artikel. 2 artikel menggunakan desain   eksperimental, 2 artikel menggunakan desain quasi eksperimen, 2 artikel menggunakan desain korelasi dan 1 artikel menggunakan desain ethnography. Keseluruhan artikel didapat menjelaskan penggunaan metode tim meningkatkan kepuasan kerja perawat karena mempengaruhi koordinasi, pengawasan, delegasi, komunikasi dan kepemimpinan. Kesimpulan: 7 artikel menjelaskan penerapan metode tim dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan yang menjadi pertimbangan penggunaan metode tim untuk pelaksanaan asuhan keperawatan di rumah sakit.
PENERAPAN METODE SERVICE EXELLENT DAN SERVICE QUALITY UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Agustian, Ardi; Mita, Mita; Yulanda, Nita Arisanti
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48056

Abstract

Pelayanan keperawatan yang berkualitas menjadi salah faktor penentu tingkat kepuasan pasien. Pelayanan keperawatan yang diberikan semakin baik maka akan meningkatkan kepuasan pasien. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literatur review dengan metode pencarian artikel menggunakan SPIDER. Database yang digunakan yaitu PubMed, Science Direct, Neliti, Portal Garuda dan Google Scholar dengan artikel penelitian yang diterbitkan mulai dari tahun 2014 - 2020. Hasil: Tujuh artikel dipakai dalam review. Seluruhnya menunjukkan hasil yang efektif di sebagian besar rumah sakit penerapan metode service excellent dan service quality untuk meningkatkan kepuasan pasien terhapat pelayanan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit. Kesimpulan: Pelayanan prima atau Service Exellent dan pelayanan jasa atau Service Quality adalah pelayanan yang sangat baik dan melampaui harapan pasien. Bagi rumah sakit terutama di pelayanan keperawatan, Service Exellent dan Service Quality penting untuk mempertahankan tingkat kepuasan pasien dan dapat membantu perkembangan rumah sakit sehingga pasien akan loyalitas terhadap rumah sakit karena pelayanan yang diberikan sangat baik. Kata Kunci: Kepuasan pasien, mutu pelayanan kesehatan, pelayanan prima, pelayanan jasa.
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK Wahdania, Nunung
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48005

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi ginjal yang tidak dapat pulih kembali dan bersifat progresif serta irrveversibel, tubuh tidak mampu memelihara metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolitnya akan berakibat pada peningkatan ureum. Penyebab utama terjadinya gagal ginjal kronik yaitu diabetes mellitus dan hipertensi. Masalah yang sering terjadi pada pasien gagal ginjal kronik yaitu kepatuhan pasien. Penyakit ini sangat fatal jika tidak segera ditangani dengan cara yang baik misalnya dengan mematuhi diet karena jika pasien tidak patuh maka menyebabkan kenaikan berat badan 5%, edema, ronchi basah diparu-paru, sesak napas karena kelebihan cairan. Kepatuhan diet harus didukung oleh orang lain serta kesadaran sendiri atau penerimaan diri dengan perubahan saat ini. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik non probability sampling dengan jumlah sampel 57 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner penerimaan diri dan kuesioner kepatuhan diet. Uji statistic yang digunakan adalah uji spearman. Hasil: Berdasarkan uji spearman menunjukkan bahwa tingkat penerimaan diri terhadap kepatuhan diet, P value 0,244 (0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan penerimaan diri dengan kepatuhan diet pasien gagal ginjal kronik yang menajlani hemodialisis.Kata Kunci: Gagal ginjal kronik, penerimaan diri, kepatuhan diet.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI REMINDER TERHADAP KEPATUHAN DIET DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Gusdiani, Indah
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48012

Abstract

Latar Belakang: Diet diabetes merupakan salah satu faktor yang dapat membantu pengendalian kadar gula darah yang tidak terkontrol. Penerapan media edukasi berupa aplikasi reminder yang berbasis android, dapat membantu dalam mempertahankan kepatuhan diet dan pengolahan kadar gula darah pasien diabetes melitus (DM) tipe II. Aplikasi ini juga dapat menyediakan informasi terkait diet DM yang dapat membantu pasien dalam melakukan perawatan secara mandiri dan berkelanjutan melalui media elektronik. Metode: Desain quasi eksperimen dengan jenis penelitian pre and post-test without control dengan menggunakan teknik non-probability purposive sampling yang menghasilkan jumlah sampel sebanyak 10 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran nilai kepatuhan diet dan kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa aplikasi reminder. Uji statistik yang digunakan adalah uji paired t-test. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah penggunaan aplikasi reminder pada kepatuhan diet (p=0,000) dan kadar gula darah puasa (p=0,015). Kesimpulan: Aplikasi reminder memberikan umpan positif yang mendorong pengguna untuk setiap hari melakukan program diet dan kontrol darah secara rutin. Penggunaan media aplikasi reminder ini berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan diet penderita serta terdapat perubahan nilai GDP yang mengalami penurunan dari sebelumnya.Kata Kunci: Aplikasi Reminder, Kepatuhan Diet, Kadar Gula Darah Puasa
TINGGI BADAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA: LITERATURE REVIEW Winda, Stella Agrifa
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48107

Abstract

Stunting adalah keadaan tubuh yang pendek atau sangat pendek yang terjadi karena kondisi tumbuh dan kembang. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah tinggi badan ibu. Tinggi badan ibu berhubungan dengan pertumbuhan fisik anak. Ibu yang pendek merupakan salah satu satu faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Tujuan : mengidentifikasi hubungan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Metode : Jenis penelitian ini adalah literature review. Literature review dilakukan dengan cara pengidentifikasian dari narasumber dan sumber daya terakreditasi yang relevan dengan tema pembahasan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan kerangka SPIDER. Pemilihan narasumber dan sumber dilakukan dengan menggunakan kriterian inklusi dan eksklusi. Sumber yang terpilih kemudian dilakukan review. Hasil : Tinggi badan ibu mempunyai pengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Genetik pendek pada ibu, akan mempengaruhi tinggi badan balita. Karakteristik ibu yang memiliki tinggi badan pendek membawa faktor genetika yang menyebabkan stunted, karena gen pembawa kromosom pendek kemungkinan besar akan menurunkan sifat pendek tersebut terhadap anaknya. Tinggi badan merupakan salah satu bentuk dari ekspresi genetik, dan merupakan faktor yang diturunkan kepada anak serta berkaitan dengan kejadian stunting. Kesimpulan : Tinggi badan ibu berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Secara genetik orang tua memiliki gen pewaris dalam kromosom dengan tinggi badan pendek akan menurunkan sifat pendek kepada anaknya, karena genetik seseorang diwariskan dari orang tua melalui gen. Kata Kunci : tinggi badan ibu, stunting, balita
TERAPI BERMAIN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH YANG MENGALAMI HOSPITALISASI : A LITERATURE REVIEW Daniel, Daniel
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48661

Abstract

ABSTRACTBackground : Hospitalization can cause anxiety in some children. The level of anxiety due to hospitalization in most preschool children is severe anxiety. Play therapy is a therapy that can reduce the anxiety level of preschool children. Objectives: To identify the literature on the effect of play therapy on the anxiety of preschool children who experienced hospitalization and to determine the decrease in anxiety levels before and after being given play therapy. Methods: This is aresearch  literature review, the article comes from Google scholar with 13,702 searches, Garuda portal 4 searches and Researchgate with 90 searches, a total of 13,796 searches. Then it wasscreened and read according to the inclusion criteria, 13,788 articles were issued and then 8 main articles were obtained. Results : Plasticine therapy, coloring pictures, lego, origami and super bubbles got 0.000 results so it is very effective in reducing children's anxiety levels. In addition, constructive play therapy with a result of 0.0001 provides very effective results for children's anxiety, storytelling therapy showed a significant effect on children's anxiety levels with a result of 0.003 and puzzle play therapy got a result of 0.005 indicating that puzzle playing therapy had an effect on decreasing the level of anxiety. child anxiety. Conclusion: Play therapy such as plasticine therapy, coloring pictures, lego, origami, bubbles, constructive, storytelling and puzzles are very effective in reducing the anxiety level of children who are undergoing hospitalization.Keywords : Anxiety, Hospitalization, Play therapy, Preschool children.  ABSTRAK  Latar belakang : Hospitalisasi dapat menimbulkan kecemasan pada sebagian anak. Tingkat kecemasan  akibat hospitalisasi pada sebagian besar anak prasekolah adalah kecemasan berat . Terapi bermain adalah terapi yang dapat menurunkan tingkat kecemasan anak prasekolah. Tujuan : Mengidentifikasi literatur mengenai pengaruh terapi bermain terhadap kecemasan anak prasekolah yang mengalami hospitalisasi dan mengetahui penurunan pada tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah literatur riview, artikel jurnal berasal dari Google scholar dengan hasil 13.702 penelusuran, portal Garuda 4 penelusuran dan Researchgate dengan hasil 90 penelusuran, total seluruhnya 13.796 penelusuran. Kemudian discreening dan dibaca sesuai dengan kriteria inklusi, artikel yang dikeluarkan sebanyak 13.788 dan di dapatkan 8 artikel utama. Hasil : Terapi plastisin, mewarnai gambar, lego, origami dan gelembung super mendapatkan hasil 0,000 sehingga sangat efektif menurunkan tingkat kecemasan anak. Selain itu terapi bermain konstruktif dengan hasil 0,0001 memberikan hasil yang sangat efektif untuk kecemasan anak, terapi bercerita menunjukkan adanya efek signifikan pada tingkat kecemasan anak dengan hasil 0,003 dan terapi bermain puzzle mendapatkan hasil 0,005 menunjukkan bahwa terapi bermain puzzle memberikan pengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan anak. Kesimpulan : Terapi bermain seperti terapi plastisin, mewarnai gambar, lego, origami, gelembung, konstruktif, bercerita dan puzzle  efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan anak yang sedang mengalami hospitalisasi.Kata Kunci : Anak prasekolah, Hospitalisasi, Kecemasan, Terapi bermain

Page 1 of 2 | Total Record : 17