cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI MINYAK KENANGA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA SEBUBUS KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS ., Dwi Shaleha
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.242 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.18832

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan keadaan dimana peningkatan tekanan darah lebih dari batas normal. Penanganan hipertensi bisa dilakukan dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Salah   satu penanganan dengan cara nonfarmakologi berupa pemberian aromaterapi minyak kenanga karena kandungan linalool dalam kenanga memberikan efek relaksasi sehingga bisa menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi minyak kenanga terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi   di Desa Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain pre-eksperimen dengan rancangan one group pre test "“ post test design, jumlah sampel 17 responden. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisa menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai p 0,005. Hasil: Responden penelitian jenis kelamin 82,4% perempuan dan 17,6% laki-laki. Umur middle age 52,9%, elderly 47,1%. Rata-rata tekanan darah sebelum dilakukan pemberian aromaterapi sistol 160,59 standar deviasi 15,601, diastol 101,47 standar deviasi 6,559. Rata-rata tekanan darah sesudah dilakukan pemberian aromaterapi tekanan darah sistolik 146,35 standar deviasi 17,934, tekanan darah diastolic 92.94 standa rdeviasi 7,717. Hasil uji Wilcoxon untuk tekanan darah sistolik dengan nilai p=0,000 sedangkan untuk tekanan darah diastolik nilai p=0,001 Kesimpulan: Pemberian aromaterapi minyak kenanga terbukti berpengaruh dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas sehingga aromaterapi minyak kenanga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
PENGARUH MADU TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI KELAS X YANG MENGALAMI ANEMIA DI SMKN 01 MEMPAWAH HILIR ., Nur Islamiyah
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.513 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21502

Abstract

Latar Belakang: Pemenuhan nutrisi mempengaruhi status kesehatan remaja. Kekurangan komponen nutrien di dalam tubuh dapat mengakibatkan penurunan   kadar hemoglobin, sehingga menyebabkan terjadinya anemia. Anemia yang tidak ditangani dengan baik mengakibatkan remaja putri sulit berkonsentrasi, disamping itu remaja putri akan tampak pucat, sering lelah, lemas, serta terjadi penurunan daya tahan tubuh. Salah satu pemenuhan nutrisi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin adalah dengan mengkonsumsi madu, sehingga penting untuk memperbaiki nutrisi remaja yang mengalami anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu terhadap kadar hemoglobin remaja putri kelas X yang mengalami anemia di SMKN 01 MempawahHilir Metode: Penelitian quasy eksperiment dengan pendekatan   one group pre test-post test design, pada 22 orang responden remaja putri kelas X, sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Uji analisis yang digunakan adalah uji T berpasangan.   Hasil: Hasil analisis uji T berpasangan diperoleh hasil p value sebesar 0,002 (p0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh madu terhadap kadar hemoglobin remaja putri kelas X yang mengalami anemia di SMKN 01 Mempawah Hilir. Sehingga dapat diedukasikan kandungan madu sebagai pemenuhan nutrisi terhadap remaja yang mengalami penurunan kadar hemoglobin.
PENGALAMAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM BERORGANISASI DAN PERSEPSI TENTANG KEPEMIMPINAN PROFESIONAL DI LINGKUNGAN KERJA ., Tri Wahyu Wibowo
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.92 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.14164

Abstract

atar belakang: Organisasi manajemen dan kepemimpinan khususnya dalamkeperawatan yang dirintis sejak perkuliahan hingga lingkungan kerja. Saat inipersaingan antar pelayanan kesehatan semakin marak terjadi untuk memberikanpelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal itu tidak terlepas dari organisasi danmanajerial yang teraplikasi dengan baik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persepsi dari mahasiswayang mengikuti organisasi terhadap pemimpin yang profesional.Metodologi Penelitian: Menggunakan metode penelitian kulitatif denganpendekatan fenomenologi, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secaramendalam menggunakan metode Milles and Huberman. Jumlah sample 6 orangyang diterdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan. Wawancara dilakukan sebanyak 2kali 20 menit dengan melakukan sesuai dengan pedoman wawancara.Hasil: Didapatkan 3 tema hasil yaitu: latar belakang dalam berorganisasimahasiswa di himpunan mahasiswa keperawatan, gambaran karakteristikpemimpin profesional di himpunan mahasiswa keperawatan UniversitasTanjungpura, pengalaman dalam berorganisasi dihimpunan mahasiswakeperawatan.Kesimpulan: Bagaimana Alasan pertama mahasiswa mengikuti organisasi adalahuntuk mendapatkan manfaat yaitu pengalaman baru, membuat beberapa jaringankerja yang luas. Faktor komunikasi yang kurang baik merupakan faktor utamadalam membangun suatu organisasi, sehingga sulit untuk membentukkeharmonisan dalam suatu organisasi.Kurangnya motivasinya mahasiswa untuk mengikuti organisasi diakibatkanmahasiswa belum sadar akan manfaat dari organisasi. Serta mengabaikan bakatdan minat mereka untuk dikembangkan di saat masa perkuliahanKata Kunci : Persepsi, Organisasi, Pemimpin Profesional
PENGARUH TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP TINGKAT DISMENORE PADA KARYAWATI BIMBINGAN BELAJAR QUANTUM KIDS PONTIANAK 2016 ., Dwi Nanda Yani
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1446.264 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.16206

Abstract

Latar Belakang: Teknik relaksasi napas dalam merupakan intervensi keperawatan secara mandiri untuk menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. Relaksasi otot skeletal dipercaya dapat menurunkan nyeri dengan merileksikan tegangan otot yang menunjang nyeri, terapi relaksasi napas dalam digunakan untuk mengatasi masalah dismenore. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat dismenore pada karyawati Quantum Kids Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan the one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Jumlah responden 20 orang. Uji statistik yang digunakan paired-sample t test. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan ada pengaruh terapi relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat dismenore (p = 0,000). Simpulan: Simpulan penelitian ini, ada pengaruh terapi relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat dismenore pada karyawati bimbingan belajar quantum kids pontianak.   Kata Kunci: Terapi relaksasi napas dalam, dismenore. Referensi: 46 (2000-2013)
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS L.) TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA GOUT DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS RASAU JAYA ., Ika Prasetya
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1538.305 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21330

Abstract

Gout sering dialami oleh orang dewasa disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi purin. Air rebusan seledri yang mengandung apiin dan apigenin dipercaya dapat menurunkan kadar asam urat secara alami tanpa menimbulkan efek samping. Kemudahan dalam mendapatkan dan mengaplikasikan seledri menjadikan seledri obat alternatif tradisional dalam penurunan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan seledri (Apium graveolens L.) terhadap kadar asam urat pada penderita gout di wilayah kerja UPK puskesmas Rasau Jaya. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy eksperimen dengan pre test and post test without control group. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling berjumlah 12 responden. Analisa menggunakan uji Wilcoxon. Karakteristik responden dengan rata-rata usia 46,67 tahun, jenis kelamin perempuan sebesar 58,3%, tingkat pendidikan SMA 41,7% dan pekerjaan petani sebesar 41,7%. Analisa bivariat kadar asam urat sebelum dan sesudah intervensi, didapatkan nilai p 0,002. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian air rebusan seledri (Apium graveolens L.) terhadap kadar asam urat pada penderita gout di wilayah kerja UPK Puskesmas Rasau Jaya, sehingga pemberian air rebusan seledri (apium graveolens L.) ini dapat diaplikasikan sebagai intervensi mandiri keperawatan dalam menangani masalah asam urat.  Kata Kunci : Seledri, kadar asam urat, gout.
HUBUNGAN MEDIA SOSIALISASI DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR (WUS) DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI PUSKESMAS ALIANYANG KOTA PONTIANAK ., Putri Azura
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.465 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.23939

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya kesadaran WUS dalam memeriksakan diri melalui deteksi dini kanker serviks mengakibatkan tingginya prevalensi kasus kanker serviks. WUS yang memiliki faktor resiko tinggi terkena kanker serviks seharusnya sadar akan potensinya dan mau memeriksakan diri melalui skrining kanker serviks. Informasi yang diperoleh melalui media sosialisasi dirasa cukup sebagai sumber pengetahuan tentang kanker serviks dan deteksi dininya. Serta dapat membentuk sikap dan perilaku deteksi dini kanker serviks yang baik.Tujuan: Penelitian untuk mengetahui hubungan media sosialisasi dan sikap WUS dengan perilaku deteksi dini kanker serviks di UPK Puskesmas Alianyang Kota Pontianak.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 80 sampel. Menggunakan uji analisis chi square untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil: Berdasarkan uji analisis didapatkan p value hubungan media sosialisasi dengan perilaku deteksi dini yaitu 0,620 (p0,05), dan p value hubungan sikap dengan perilaku deteksi dini yaitu 0,391 (p0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara media sosialisasi dan sikap WUS dengan perilaku deteksi dini kanker serviks, sehingga diperlukannya inovasi baru yang dapat dilakukan perawat dalam pendidikan kesehatan untuk menjamin privasi selama pemeriksaan, mengurangi kecemasan WUS untuk melakukan pemeriksaan, dan dapat mengubah persepsi WUS tentang pemeriksaan deteksi dini kanker serviks.Kata kunci: Deteksi kanker serviks, media sosialisasi, perilaku, WUS.Referensi: 38 (2009-2016)
PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP TEKANAN DARAH PARA PEKERJA DI PABRIK MINYAK SAWIT PTPN XIII GUNUNG MELIAU ., Regina Herdiningtyas
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.701 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21318

Abstract

Latar belakang: Proses pengolahan buah kelapa sawit di PT. Perkebunan Nusantara XIII Gunung Meliau menggunakan mesin-mesin maupun peralatan-peralatan besar yang dapat menimbulkan kebisingan dan berdampak pada kesehatan. Paparan kebisingan dalam waktu yang lama menyebabkan peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan penyakit hipertensi.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh intensitas kebisingan terhadap tekanan darah para pekerja di pabrik minyak sawit PTPN XIII Gunung Meliau.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional. Jumlah sampel 86 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran intensitas kebisingan di lingkungan kerja dan pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah bekerja. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Tingkat kebisingan di seluruh area unit produksi melebihi nilai ambang batas (lebih 85 dBA).Tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah terpapar kebisingan didapatkan nilai p yaitu 0,0004 dan 0,0007 (p0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara intensitas kebisingan terhadap peningkatan tekanan darah para pekerja di pabrik minyak sawit PTPN XIII Gunung Meliau.Kata Kunci: Intensitas kebisingan, Tekanan darah, Pabrik minyak sawit.
PERBEDAAN TINGKAT NYERI HAID SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN SENAM DISMENORE PRIMER PADA SISWI KELAS X DI SMK NEGERI 5 SINGKAWANG ., Dana Chrisdayanti
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.881 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.16132

Abstract

Background: The major complaint which is often felt by many women, who are in their menstrual cycles, is menstrual pain (dysmenorrhea). In Indonesia, it is estimated as many as 55% of women in their productive age experience  dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea is common in ages 12 to 25 and often occurs about 2 to 3 years after menarche. In general, 50-60% of women would rather use analgesics to manage dysmenorrhea than using nonpharmacology approaches. Intervention with pharmacological approaches can cause a dangerous side effect and dependence if taken for a long time. To avoid this, it would be much better if the young women use a nonpharmacology intervention for menstrual pain. One of many nonpharmacology therapies they can try is primary dysmenorrhea exercise. Objective: To identify the difference of menstrual pain level before and after primary dysmenorrhea exercise on tenth graders in SMK Negeri 5 Singkawang. Methodology: This is a quantitative study, uses quasi experimental design with pre and post-test design without control. The sampling technique uses purposive sampling with total sample 26 respondents. Assessment of the level menstrual pain using a verbal descriptive scale for comparing the level of menstrual pain before and after primary dysmenorrhea exercise. For statistic test, this study uses the Wilcoxon test because data distribution is not normal. Results: The mean level of menstrual pain pretest is 1.77 and the mean level of menstrual pain posttest is 0.73. The statistical test of Wilcoxon results p value = 0.000 (p 0.005). Conclusion: There are differences in the level of menstrual pain before and after exercise primary dysmenorrhea on tenth graders in SMK Negeri 5 Singkawang.   Keywords: teenage girl, menstrual pain level, primary dysmenorrhea exercise References: 62 (2001-2015)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) + NaCl TERHADAP KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA TIKUS GALUR WISTAR ., Rista Yuli Alitya
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.188 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.20889

Abstract

Latar Belakang: Luka bakar merupakan salah satu dari luka yang mengakibatkan angka kejadian dan kematian yang tinggi. Oleh sebab itu perlu pengamatan luka bakar secara komperatif, salah satunya adalah dengan perawatan luka bakar. Masyarakat dibeberapa daerah menggunakan daun binahong sebagai obat tradisional untuk menangani kasus luka bakar. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) + NaCl terhadap kecepatan penyembuhan luka bakar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan post test only control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 32 ekor tikus, 16 ekor pada kelompok intervensi, dan 16 ekor pada kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2016 dengan menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji mann-whitney. Hasil: Kelompok intervensi memiliki rata-rata lama waktu penyembuhan luka bakar adalah 5,25 hari. Sedangkan kelompok kontrol memiliki rata-rata lama waktu penyembuhan luka bakar 7,88 hari. Hasil analisis uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,000 0,05 Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun binahong+NaCl terhadap kecepatan penyembuhan luka bakar pada tikus galur Wistar. Kata kunci : Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), NaCl, Luka bakar, Penyembuhan Luka Referensi         :   47 (2000-2015)  
PENGARUH JUS BUAH PEPAYA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEMPAWAH HILIR ., Angga Pratama
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.142 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.22002

Abstract

Hipertensi adalah suatu masalah yang sering terjadi pada lanjut usia (usia 60 tahun). Angka kejadian hipertensi di Kalimantan Barat sebanyak 35726 kasus, sedangkan di Kabupaten Mempawah sebanyak 2712 kasus pada tahun 2016. Penanganan komprehensif pada hipertensi dapat dilakukan dengan bahan alamiah. Penanganan dengan bahan alamiah dapat berupa pemberian jus buah pepaya yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus buah pepaya terhadap perubahan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mempawah Hilir. Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan quasi eksperiment dengan rancangan non-equivalent pre-test and posttest control group design pada 36 lansia yang mengalami hipertensi dengan masing-masing 18 lansia setiap kelompok. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan MannWhitney. Hasil tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi didapatkan masing-masing p value = 0,0001 dan p value =0,0001, sedangkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok kontrol didapatkan masing-masing p value =0,180 dan p value =0,021. Hasil uji MannWithney tekanan darah sistolik dan diastolik pada kedua kelompok didapatkan masing-masing p value =0,667 dan p value=0,013. Ada pengaruh jus buah pepaya   terhadap tekanan darah pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Mempawah Hilir, tetapi tidak terdapat perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.    Kata Kunci : Hipertensi, pepaya, lansia