cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PELAKSANAAN TOILET TRAINING PADA ANAK DI PAUD LEMBAGA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (LPA) YAYASAN MUJAHIDIN KOTA PONTIANAK ., Dea Destiana
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.097 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26762

Abstract

Latar Belakang : Anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan sejak ia lahir sampai mencapai usiadewasa. Salah satu tugas perkembangan adalah membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan kepekaan emosipada anak. Toilet training merupakan salah satu tugas perkembangan anak pada usia toddler. Berdasarkantemuan awal secara survey di PAUD Lembaga Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (LPA) YayasanMujahidin, ditemukan bahwa ada sekitar 10 anak dari 20 orang anak di dalam satu kelas yang masihmemakai diapers dan belum bisa mengontrol rasa ingin berkemih. Dari masalah yang ada diatas perlu diadakannya penelitian terkait adakah hubungan pola asuh orang tua terhadap pelaksanaan toilet trainingpada anak di PAUD Lembaga Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (LPA) Yayasan Mujahidin.Tujuan mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap pelaksanaan toilet training pada anak diPAUD Lembaga Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (LPA) Yayasan Mujahidin. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalahanalitik observasional dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 52 responden denganProportional Stratified Random Sampling. Jumlah sampel di tiga kelas PAUD masing "“ masing yaitu,Kelompok Nisrina sebanyak 17 anak, Kelompok Aqhuwanun sebanyak 17 anak, dan Kelompok Idzuurasebanyak 18 anak. Penelitian ini menggunakan uji statistik Non Parametrik yaitu Chi Square denganp0,05. Hasil : Responden dengan pola asuh demokrasi sebanyak 25 responden, otoriter sebanyak 16 responden,permisif sebanyak 9 responden. Mayoritas responden menerapkan pola asuh yang memiliki anak dengantoilet training baik demokrasi yaitu 12 anak (42,86%), otoriter 9 anak (32,14%), permisif 7 anak (25%).Responden dengan pola asuh demokrasi yang memiliki anak dengan toilet training buruk 13 anak(54,17%), responden dengan pola asuh otoriter yang memiliki anak dengan toilet training buruk 7 anak(29,17%), responden dengan pola asuh permisif yang memiliki anak dengan toilet training buruk 4 anak(16,67%). Sehingga didapatkan nilai p sebesar 1,000 (p=0,05) melalui uji analisa data KolmogorovSmirnov.Kesimpulan tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap pelaksanaan toilet training pada anakdi PAUD Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yayasan Mujahidin. Ada faktor-faktor lain yangdapat menjadi kontributor penyebab keberhasilan toilet training anak usia toddler.Kata kunci : Toilet Training, Pola asuh orang tua, Anak, Toddler 1. Mahasiswa2. Perawat di RSUD Dr. Soedarso Pontianak3. Dosen
PENGARUH STORYTELLING DALAM PENDIDIKAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP CUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK TUNAS IGTKI-PGRI PONTIANAK ., Afrida Vianny
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.707 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.15254

Abstract

Pentingnya cuci tangan yang baik dan benar pada anak usia prasekolah harus dikenalkan sejak dini, sebagai upaya mencegah penyakit. Melalui pendidikan personal hygiene denganmetode storytelling, informasi mengenai cuci tangan yang baik dan benar dapat dengan mudah dipahami dan diikuti oleh anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruhstorytelling dalam pendidikan personal hygiene terhadap cuci tangan yang baik dan benar pada anak usia prasekolah di TK Tunas IGTKI-PGRI Pontianak, dengan metode penelitiankuantitatif Quasi Experiment, one group pretest-posttest, terhadap 30 anak menggunakan total sampling. Teknik pengambilan data dengan observasi menggunakan instrumen lembarobservasi SOP Cuci Tangan yang Baik dan Benar. Data diolah dengan uji Wilcoxonmenunjukkan bahwa ada pengaruh storytelling dalam pendidikan personal hygiene terhadapcuci tangan yang baik dan benar, baik sebelum maupun sesudah diberikan storytelling denganhasil   p = 0.000 (p) ≤ 0.05. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh storytelling dalampendidikan personal hygiene terhadap cuci tangan yang baik dan benar pada anak usiaprasekolah di TK Tunas IGTKI-PGRI Pontianak. Sehingga storytelling dapat digunakansebagai metode pendidikan personal hygiene yang dapat diberikan kepada anak usiaprasekolah agar mampu menerapkan cuci tangan yang baik dan benar untuk pencegahanpenyakit.Kata kunci: storytelling, cuci tangan, prasekolah
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP SKOR DEPRESI PADA LANJUT USIA DI PANTI JOMPO GRAHA KASIH BAPA KABUPATEN KUBU RAYA ., Firman Prastiwi
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.58 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21497

Abstract

Latar Belakang : Depresi merupakan gangguan mental yang paling sering ditemukan pada   lansia. Akan tetapi masalah depresi pada lansia seringkali tidak diperhatikan akibat kurangnya perhatian dari masyarakat, sehingga seringkali depresi pada lansia tidak terdeteksi, salah didiagnosis, atau tidak ditangani dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan untuk membuat kondisi rileks dan dapat mengatasi depresi adalah dengan terapi musik.  Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi musik terhadap skor depresi pada lanjut usia di   Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kabupaten Kubu Raya.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan pre eksperiment dalam kategori satu kelompok (one group pretest- posttest design) pada 16 lansia yang mengalami depresi. Beberapa instrumen musik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gemelan jawa, keroncong dan campur sari dan jenis analitis menggunakan uji wilcoxonHasil : Setelah diberikan terapi musik pada lansia menunjukan adanya penurunan skor Geriatric Depression Scale yang ditunjukan oleh uji wilcoxon yang memberikan nilai signifikan p 0,001, nilai median dari 6,00  menurun ke 3,00.Kesimpulan : Adanya pengaruh terapi musik terhadap skor depresi pada lanjut usia di Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kabupaten Kubu Raya. Sehingga direkomendasikan bahwa terapi musik dapat membantu mengurangi skor depresi lansia.
PENGARUH PERAWATAN PAYUDARA DENGAN TEKNIK MASSAGE ROLLING PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI POSTPARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK BARAT ., Windi Audia Sari
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.232 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26530

Abstract

Latar belakang: ASI merupakan nutrisi yang paling baik bagi bayi baru lahir hingga menginjak usia 2 tahun. Perawatan payudara berupa massage rolling (punggung) merangsang reflek oksitosin atau reflek let down. Pijat ini dilakukan dengan cara memijat daerah punggung sepanjang kedua sisi tulang belakang. Perawatan payudara selama kehamilan merupakan salah satu hal yang penting yang harus diperhatikan pada saat kehamilan sebagai persiapan untuk produksi kelancaran pengeluaran ASI.Tujuan: Mengetahui pengaruh perawatan payudara dengan teknik massage rolling pada ibu hamil trimester III terhadap kelancaran pengeluaran ASI postpartum di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak Barat.Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan quasy eksperimen dengan post test   only design with control grup. Metode pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Sampel berjumlah 32 responden yang dibagi menjadi 16 responden kelompok intervensi dan 16 responden kelompok kontrol. Analisa menggunakan uji T-Test Independent.Hasil : Analisa bivariat kelancaran pengeluaran ASI sesudah diberikan intervensi, didapatkan nilai p 0,000. Kelancaran pengeluaran ASI pada kelompok intervensi (87,5%) sedangkan pada kelompok kontrol (31,3%).Kesimpulan : Terdapat pengaruh perawatan payudara dengan teknik massage rolling pada ibu hamil trimester III terhadap kelancaran pengeluaran ASI postpartum di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak Barat.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN POLA PEMBERIAN MAKAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH BINA PUSKESMAS SIANTAN TENGAH PONTIANAK ., Devy Permata Sari
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.872 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.16326

Abstract

Latar belakang : Status gizi merupakan keseimbangan antara jumlah asupan zat gizi dengan kebutuhan zat gizi tubuh.Pengetahuan ibu mengenai gizi dan kesehatan sangat memengaruhi status gizi balita. Pemberian makanan pada anakdipengaruhi oleh pengetahuan, sikap ibu, dukungan keluarga dan lingkungan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pola pemberian makanterhadap status gizi balita di wilayah bina Puskesmas Siantan Tengah Pontianak.Metodologi Penelitian : penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain survey analitik dengan pendekatan surveycross sectional dengan menggunakan analisis chisquare-Fisher.Hasil : pada variabel tingkat pengetahuan didapatkan nilai p = 0,059 (00,059), maka tidak terdapat hubungan antaratingkat pengetahuan dan status gizi balita di wilayah bina Puskesmas Siantan Tengah Pontianak. pada variabel polapemberian makan didapatkan nilai p = 0,008 (p0,05), maka terdapat hubungan antara pola pemberian makan yang sehatterhadap status gizi pada balita.Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan status gizi pada balita di wilayah binaPuskesmas Siantan Tengah Pontianak. Terdapat hubungan antara pola pemberian makan dan status gizi balita diwilayah bina Puskesmas Siantan Tengah Pontianak.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BAKAU KECIL KECAMATAN MEMPAWAH TIMUR KABUPATEN MEMPAWAH ., Taufik Kurniawan
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.098 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.16200

Abstract

Latar Belakang: Salah satu upaya pemerintah dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk yaitu dengan program keluarga berencana. Alat kontrasepsi yang paling sering dipilih adalah alat kontrasepsi suntik. Pemilihan alat kontrasepsi suntik hanya direkomendasikan untuk ibu yang berusia 20-35 tahun, namun jumlah pemilih alat kontrasepsi suntik masih tinggi serta tidak sesuai dengan umur yang direkomendasikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan alat kontrasepsi suntik di wilayah kerja puskesmas Sungai Bakau Kecil Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah sebanyak 65 responden. Hasil: Hasilnya menunjukkan 26,2% akseptor tidak memilih alat kontrasepsi suntik dan 73,8% akseptor memilih alat kontrasepsi suntik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi pemilihan alat kontrasepsi suntik adalah umur (p 0,05), pengetahuan (p 0,05), dan sosial budaya (p 0,05). Sedangkan pendidikan tidak memengaruhi pemilihan alat kontrasepsi suntik (p 0,05). Kesimpulan: Faktor yang memengaruhi pemilihan alat kontrasepsi suntik di wilayah kerja puskesmas Sungai Bakau Kecil Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah adalah umur, pengetahuan dan sosial budaya sedangkan pendidikan tidak berpengaruh. Petugas pelayanan KB disarankan untuk memberikan informasi dengan lebih lengkap dan jelas agar pemilihan alat kontrasepsi bisa sesuai dengan yang direkomendasikan.   Kata kunci           : Keluarga Berencana,Faktor yang Memengaruhi pemilihan, Alat Kontrasepsi Suntik Referensi                 : 41 (2003-2016)
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN PERILAKU SULIT MAKAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK AL-IKHWAH PONTIANAK ., Ainun Najib Febrya Rahman
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.538 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21326

Abstract

Latar Belakang : Anak prasekolah adalah anak yang berusia 3 sampai 5 tahun. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah dipengaruhi oleh nutrisi, aktivitas, masalah tidur, kesehatan gigi, pencegahan cedera, serta cara orang tua dalam merawat anak. Sifat perkembangan yang khas terbentuk ini mempengaruhi pola makan anak, seperti anak menjadi terlalu pemilih Kesulitan makan yang berat dan berlangsung lama berdampak negatif pada keadaan kesehatan anak, keadaan tumbuh kembang dan aktifitas sehari-harinya. Pola asuh ibu sangat penting dalam tumbuh kembang anak dalam psikologis anak, kemampuan bersosialisasi anak, kemandirian anak, serta perilaku sulit makan pada anak.Tujuan : Mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan perilaku sulit makan pada anak usia prasekolah di TK AlIkhwah Pontianak.Metode : Metode yang digunakan yaitu kuantiatif dengan desain observasional analitik  dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu stratified random sampling dengan jumlah sampel 121 orang. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis hubungan pola asuh ibu dengan perilaku makan anak usia prasekolah di TK Al-Ikhwah Pontianak didapat nilai p=0,000 (p0,05), yang berarti terdapat hubungan antara pola asuh ibu dengan perilaku sulit makan anak usia prasekolah di TK Al-Ikhwah Pontianak.Kesimpulan :. Ada hubungan antara pola asuh ibu dengan perilaku sulit makan anak usia prasekolah di TK AlIkhwah Pontianak. Sehingga diharapkan orang tua dapat menerapkan pola asuh yang tepat pada anak usia prasekolah untuk mengembangkan seluruh kemampuannya.      Kata Kunci                                                       : Pola Asuh Ibu, Perilaku Sulit Makan Anak Usia PraSekolah
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT BERDASARKAN PERSEPSI KLIEN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KLIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA ., Denny Kurniawan
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.486 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.22253

Abstract

Latar belakang : Komunikasi merupakan hal yang penting dalam hidup bersosial. Komunikasi dalam keperawatan disebut dengan komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik adalah komuinkasi yang dilakukan pada saat melakukan asuhan keperawata atau pelayanan di suatu rumah sakit. Dalam hal ini komunikasi terapeutik memegang peranan penting dalam meningkatkan hubungan yang terapeutik antara perawat dan klien sehingga klien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat. Kepuasan klien sangat diperlukan sebagai indikator dalam meningkatkan pelayanan di rumah sakit.Tujuan : Mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat berdasarkan persepsi klien terhadap tingkat kepuasan klien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Tanjungpura.Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dengan sampel sebanyak 67 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Setiap responden diberi kuesioner tentang komunikasi terapeutik dan tingkat kepuasan. Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square.Hasil : Berdasarkan persepsi klien sebanyak 34 responden (50,7%) bahwa komunikasi terapeutik terapeutik baik,sedangkan sebanyak 33 responden (49,3%) bahwa komunikasi terapeutik buruk. Tingkat kepuasan klien dengan kepuasan tinggi sebanyak 35 responden (52,2%), kepuasan rendah sebanyak 32 responden (47,8%). Hasil uji didapat nilai p value = 0,000. Kesimpulan : Ada hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kepuasan klien. Sehingga perawat dapat selalu meningkatkan komunikasi terapeutik dalam melakukan asuhan keperawatan.  Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, persepsi, kepuasan klienReferensi : 33 (2005-2016)
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK TAHUN 2016 ., Rendra Tri Saputra
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.461 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21139

Abstract

Latar belakang : Beban kerja perawat adalah keadaan dimana perawat dihadapkan pada volume kerja yang harus diselesaikan pada waktu tertentu. Beban kerja yang terlalu banyak dapat menurunkan produktifitas perawat itu sendiri. Hal ini memungkinkan penurunan mutu pelayanan keperawatan. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara beban kerja perawat dengan mutu pelayanan keperawatan di rawat inap RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 27 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi tiga lembar kuesioner. Kuesioner A mengenai data demografi responden, kuesioner B mengenai beban kerja, dan kuesioner C mengenai mutu pelayanan keperawatan. Data dianalisa dengan menggunakan uji statistik Chi Square (p 0,05). Hasil : Mayoritas responden memiliki karakteristik umur 25-30 tahun (74,1%), pendidikan terakhir D3 (51,9%), dan lama kerja ≤ 5 tahun (66,7%). Perawat dengan beban kerja tinggi sebanyak 15 responden (55,6%) dan perawat dengan beban kerja rendah sebanyak 12 responden (44,4%). Perawat dengan mutu pelayanan keperawatan tinggi sebanyak 15 responden (55,6%) dan perawat dengan mutu pelayanan keperawatan rendah sebanyak 12 responden (44,4%). Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan nilai p = 0,009.Kesimpulan : Ada hubungan antara beban kerja perawat dengan mutu pelayanan keperawatan di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.  Kata Kunci : Beban Kerja, Mutu Pelayanan Keperawatan, Perawat
PENGARUH TERAPI MUROTAL TERHADAP KUALITAS TIDUR PENDERITA INSOMNIA PADA LANJUT USIA (LANSIA) DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA ., Faisal Mahlufi
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.106 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.22008

Abstract

Latar belakang : Insomnia merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia. Keluhan insomnia mencakup ketidakmampuan untuk tertidur, sering terbangun, ketidakmampuan untuk kembali tidur, dan terbangun pada dini hari. Terapi murottal Al-Qur"™an akan mengurangi ketegangan saraf, memberikan efek penyembuhan jasmani dan rohani, meningkatkan kekuatan iman, dan ketentraman hati.  Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Kualitas Tidur Penderita Insomnia Pada Lanjut Usia (Lansia) di Kecamatan Pontianak Tenggara Raya Tahun 2016.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperiment dengan menggunakan desain penelitianpre and post test without control. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang menderita insomnia di Kecamatan Pontianak Tenggara yang berjumlah 17 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling atau non random dengan jenis purposive sampling. Teknik pengambilan datanya dengan cara observasi dan menggunakan instrument Insomnia Severity Index (ISI). Analisa datanya dengan menggunakan uji t-dependent (paired sample t test). Hasil : Analisis bivariat menggunakan uji paired sample t test menunjukkan nilai significancy p=0,00 ≤ 0,05. Perubahan nilai mean insomnia dari 13,94 ke 9,53. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi murottal terhadap kualitas tidur lansia sesudah diberikan intervensi. Terapi murottal dapat meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Oleh karena itu, disarankan untuk menerapkan terapi murottal pada bidang keperawatan secara umum dan pada lansia yang mengalami gangguan tidur (insomnia) secara khusus.  Kata Kunci : Terapi Murotal, Insomnia, Lansia Referensi : 56 (2006-2016)