Articles
501 Documents
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI 6-12 BULAN DI DESA SUNGAI JAGA A KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN BENGKAYANG
., Aswari Paldi
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.025 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26944
Masa emas pertumbuhan dan perkembangan terjadi pada masa bayi, dimana 75% hormon pertumbuhan dihasilkan saat bayi tidur, namun tidak semua bayi memiliki kualitas tidur yang baik. Kurangnya durasi tidur, kesulitan memulai danmempertahankan tidur adalah masalah yang paling sering ditemukan. Salah satu asuhan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan dasar bayi akan istirahat dan tidur adalah dengan intervensi pijat bayi. Pijat bayi akan meningkatkan kadar serotonin sehingga mempengaruhi kualitas tidur bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi yang berusia 612 bulan di Desa Sungai Jaga A Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang. Penelitian Kuasi eksperimen dengan kualitatif pre test and post test without control design, menggunakan analisis uji wilcoxon pada 31 bayi.Hasil analisis pada 31 bayi yang berusia 6-12 bulan di Desa Sungai Jaga A Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang, dengan uji wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi dengan nilai signifikansi p=0,001.Kata kunci: pijat bayi, kualitas tidur, bayi
ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ANTON SOEDJARWO PONTIANAK, PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT 2016
., Nurul Alami Fitriyah
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.392 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.15994
Latar Belakang: Perawat memiliki peranan penting di pelayanan rumah sakit dalam menunjang pemberianasuhan keperawatan pada pasien. Salah satu aspek yang mendukung kesembuhan pasien yaitu aspekspiritual, terpenuhinya aspek spiritual membantu meningkatkan kepuasan pelayanan keperawatan. Sehinggaperan perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klien menjadi prioritas yang tidak hanya dilakukansesekali saja, karena dapat mempercepat proses penyembuhan klien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian asuhan keperawatan spritual perawat di RumahSakit Anton Soejarwo Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif denganmenggunakan desain penelitian survei analitik, dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 44orang. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil: Ada pengaruh antara pengetahuan,kemampuan dan sikap dengan pemberian asuhan keperawatan spritual oleh perawat di Rumah Sakit AntonSoedjarwo Pontianak, untuk variabel pengetahuan (p0,05), variabel kemampuan (p0,05) dan variabelsikap (p0,05), semua variabel berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan spiritualKesimpulan: Pengetahuan, kemampuan dan sikap terbukti berpengaruh pemberian asuhan keperawatanspritual oleh perawat di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak. Sehingga asuhan kebutuhan spiritualpenting untuk dilaksanakan guna membantu mempercepat penyembuhan pasien.Kata Kunci: Pengetahuan, Kemampuan, Sikap dan Kebutuhan Spiritual
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER SERVIKS TERHADAP KEIKUTSERTAAN PEMERIKSAAN IVA (INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT) PADA WUS (WANITA USIA SUBUR) DI PUSKESMAS KARYA MULIA KOTA PONTIANAK
., Finaninda
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.057 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.20025
Latar belakang: Kanker serviks merupakan kejadian kanker tertinggi di Kota Pontianak yang terjadi pada WUS. Kurangnya pengetahuan WUS tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA menyebabkan rendahnya keikutsertaan pemeriksaan IVA. Upaya pencegahan primer untuk mencegah kanker serviks di masyarakat adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks. Puskesmas Karya Mulia merupakan puskesmas dengan jumlah WUS kedua terendah yang melakukan pemeriksaan IVA, yaitu sebesar 0,3%. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang kanker serviks terhadap keikutsertaan pemeriksaan IVA pada WUS di Puskesmas Karya Mulia Kota Pontianak. Metode: Penelitian merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest posttest non equivalent control grup, dengan sampel 100 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data di analisis menggunakan uji McNemar dan Chi Square. Hasil: Pada uji McNemar, pengetahuan pada kelompok intervensi memiliki p value 0,027 sedangkan pada kelompok kontrol 0,500. Pada uji McNemar, keikutsertaan pemeriksaan IVA pada kelompok intervensi memiliki p value 0,004 sedangkan pada kelompok kontrol 0,250. Uji Chi Square untuk perbandingan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol memiliki p value 0,021. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang kanker serviks terhadap pengetahuan dan keikutsertaan pemeriksaan IVA pada WUS. Terdapat perbedaan keikutsertaan pemeriksaan IVA antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks pada WUS.
PENGARUH AROMATERAPI MELATI TERHADAP PERBAIKAN SKOR INSOMNIA PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 RASAU JAYA, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT 2015
., Netty Prasetya Ekawati
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (63.291 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.14456
Latar Belakang : Pada masa remaja ada penundaan dalam periode tidur sehingga remajacenderung tetap terjaga di malam hari dan tidur serta mengantuk di pagi hari. Gangguan tidur inidisebut dengan insomnia. Insomnia dapat berdampak secara tidak langsung terhadap proses belajarremaja di sekolah. Aromaterapi merupakan salah satu terapi nonfarmakologi yang diduga dapatmemperbaiki insomnia pada remaja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruharomaterapi melati terhadap perbaikan skor insomnia pada remaja di SMA Negeri 1 Rasau Jaya,Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat tahun 2015. Metodologi Penelitian : Penelitian inimenggunakan rancangan penelitian pre-experiment dengan jenis tipe one-group pretest posttestdesign terhadap 16 orang remaja di SMA Negeri 1 Rasau Jaya yang mengalami insomnia. Analisapenelitian menggunakan uji T berpasangan. Hasil : Dari analisa perubahan skor insomnia sebelumdan sesudah terapi aroma melati menunjukan nilai Significancy 0,000 (p0,05). Nilai inimenyatakan bahwa terdapat pengaruh aromaterapi melati terhadap perbaikan skor insomnia padaremaja. Kesimpulan : Aromaterapi melati berpengaruh terhadap perbaikan skor insomnia padaremaja di SMA Negeri 1 Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat tahun 2015.Direkomendasikan untuk pelayanan kesehatan terutama keperawatan agar menerapkanaromaterapi melati sebagai salah satu terapi nonfarmakologi dalam penurunan skor insomnia padaremaja.Kata Kunci : Remaja, Insomnia, Aromaterapi Melati
GAMBARAN KEBIASAAN KONSUMSI KOPI DAN TEKANAN DARAH DI JALAN GAJAH MADA KOTA PONTIANAK
., Muhamad Untung Saputra
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1099.228 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.16207
Latar belakang : Mayoritas masyarakat Pontianak memiliki kebiasaan konsumsi kopi yang berkorelasi dengan banyaknya warung kopi yang ada dikota Pontianak. Walikota Pontianak mencanangkan untuk menjadikan jalan Gajahmada menjadi Coffee Street. Beberapa hasil penelitian sebelumnya memiliki perbedaan hasil tentang kebiasaan konsumsi kopi dengan peningkatan tekanan darah, sehingga hal ini perlu diteliti lagi untuk mengetahui gambaran kebiasaan konsumsi kopi ini terhadap tekanan darah warga dikota Pontianak. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kebiasaan konsumsi kopi dan tekanan darah, sehingga bisa dijadikan ukuran dalam mengkonsumsi kopi khususnya bagi kesehatan tekanan darah. Metode : Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang mengkonsumsi kopi di 10 cafe di jalan Gajahmada kota Pontianak. Sampel dalam penelitian ini yaitu 150 orang yang dipilih secara accidental sampling dan Quota Sampling. Hasil : Rata-rata responden mengkonsumsi kopi 3 cangkir/hari, dengan rata-rata lamanya konsumsi 5-7 tahun. Responden dengan tekanan darah rendah yaitu 3 orang (2%), responden dengan tekanan darah normal yaitu 138 orang (92%), dan responden dengan tekanan darah tinggi yaitu 9 orang (6%). Selanjutnya nilai rata-rata tekanan darah responden adalah 127/77 mmHg. Kesimpulan : Setiap orang memiliki kepekaan terhadap kopi (kafein) dengan dosis yang berbeda-beda. Sehingga, dapat memiliki hasil yang berbeda-beda pula terhadap nilai tekanan darahnya. Seseorang masih dapat menambahkan sekitar 50-100 mg kafein lagi ( ±1 cangkir kopi) dalam kebiasaan konsumsi kopinya tersebut. Namun, tidak disarankan untuk mengkonsumsi kopi dengan dosis kafein lebih dari 500-600 mg dan tidak disarankan untuk anak usia dibawah 19 tahun. Kata Kunci : Tekanan darah, kebiasaan konsumsi kopi, kafein Referensi : 34 (2006-2014)
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK
., Astin Biyansi
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (973.798 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21332
Latar belakang : Organizational citizenship behavior (OCB) merupakan perilaku kerja perawat yang tidak tertulis dalam deskripsi kerja namun memiliki dampak positif seperti memfasilitasi pencapaian kinerja yang diharapkan rumah sakit, meningkatkan kualitas kerja, efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien. Dari beberapa penelitian sebelumnya, diketahui bahwa OCB berhubungan dengan kepuasan kerja.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kepuasan kerja dengan OCB perawat instalasi rawat inap RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. 37 perawat terpilih melalui teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data antara lain kuesioner demografi, Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) Short-Form dan kuesioner OCB.Hasil : Hasil uji Chi-Square dengan p value = 0,031 (p 0,05) menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan OCB di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Kesimpulan : Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa pihak rumah sakit dapat meningkatkan OCB perawat dengan meningkatkan kepuasan kerja perawat. Kata Kunci : Kepuasan kerja, organizational citizenship behavior, OCB, perawat
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DAN AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI
., Restu Zarastika
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.544 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26168
Hipertensi menyebabkan 9,4% kematian di dunia. Di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sambas terdapat 16.225 kejadian hipertensi dan di Kecamatan Selakau terdapat 985 kejadian pada tahun 2016. Penanganan hipertensi selain farmakologi antara lain terapi rendam kaki air hangat dan aroma terapi lavender. Air hangat dan aroma lavender dapat menyebabkan terjadinya vasodilatasi sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan pre test and post test design with two comparison treatments pada 30 responden. Uji analisis yang digunakan adalah Uji T dan Uji Wilcoxon. Hasil pada penelitian ini didapatkan rata-rata responden berusia 50,17 tahun, jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, responden terbanyak memiliki riwayat hipertensi dan tidak mengonsumsi obat-obatan antihipertensi. Hasil pre-post test terapi rendam kaki air hangat adalah p value= 0,000 untuk sistolik dan p value= 0,001 untuk diastolik. Hasil pre-post test aroma terapi lavender adalah p value= 0,000 untuk sistolik dan p value= 0,000 untuk diastolik. Hasil perbandingan kedua intervensi tersebut setelah diberikan terapi rendam kaki air hangat dan aroma terapi lavender didapatkan p value= 0,591 untuk sistolik dan p value= 0,075 untuk diastolik. Simpulan penelitian menunjukkan terapi rendam kaki air hangat dan aroma terapi lavender efektif menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua intervensi tersebut. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai terapi alternatif yang mudah diterapkan pada penderita hipertensi di lingkungan masyarakat ataupun di puskesmas.
HUBUNGAN ANTARA STATUS MEROKOK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PRIA DI UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK KOTA
., Devi Merry Kristina Sinaga
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (760.84 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21320
Latar belakang: Nikotin merupakan kandungan rokok yang dapat mengubah regulasi sistem saraf pusat perokok melalui pelepasan berbagai kimia otak yang menekan nafsu makan dan meningkatkan metabolisme, sehingga dapat mempengaruhi status gizi seorang perokok.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara status merokok dengan indeks massa tubuh pada pria di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional epidemiologis dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pendataan menggunakan kuesioner serta pengukuran tinggi dan berat badan yang kemudian dikonversikan ke indeks massa tubuh. Teknik analisa yang dilakukan secara bivariat menggunakan dua jenis uji analitis yaitu uji chi square untuk menganalisis hubungan antara status merokok dengan indeks massa tubuh dan uji Kolmogorov-Smirnov untuk menganalisis hubungan antara derajat perokok dengan indeks massa tubuh.Hasil: Hasil uji chi square menunjukkan nilai p = 0,00067 (p 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status merokok dengan indeks massa tubuh. Sedangkan pada hasil analisa Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai p=0,812 yang berarti tidak ada hubungan antara derajat perokok dengan indeks massa tubuh.Kesimpulan: Ada hubungan antara status merokok dengan indeks massa tubuh pada pria di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota. Namun, tidak terdapat hubungan antara derajat perokok dengan indeks massa tubuh pria di UPTDPuskesmas Kecamatan Pontianak Kota. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan untuk lebih memperhatikan status gizi pada perokok demi menunjang kesehatan. Kata Kunci: Merokok, status gizi, indeks massa tubuh
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF EFFICACY PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT STROKE DI RUANG RAWAT JALAN POLI SARAF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK
., Syarifah Arsyta
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.592 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.22122
Latar Belakang : Stroke merupakan penyebab umum kematian urutan ketiga di negara maju dan paling banyak menyebabkan cacat pada kelompok usia diatas 45 tahun setelah penyakit kardiovaskular dan kanker. Banyak penderitanya yang menjadi cacat, menjadi invalid, tidak mampu lagi mencari nafkah seperti sediakala, bergantung pada orang lain, dan tidak jarang menjadi beban bagi keluarganya. Stroke bukan hanya dapat menyebabkan kematian tetapi juga menurunkan self efficacy terhadap penderitanya. Dukungan keluarga bagi pasien stroke sangat diperlukan selama pasien masih mampu memahami makna dukungan tersebut sebagai penyokong kehidupannya.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self efficacy pada pasien dengan penyakit stroke di Ruang Rawat Jalan Poli Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie kota Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 70 orang dan jumlah sampel sebanyak 41 orang pasien stroke di Ruang Rawat Rawat Jalan Poli Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak yang menjalani rawat jalan di ruang poli saraf. Pemilihan sampel dipilih dengan cara non probability sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Analisa statistik yang digunakan untuk menguji hipotesa adalah uji spearman.Hasil : Responden dengan dukungan keluarga yang baik sebanyak 21 orang dengan presentase 51.2% dan self efficacy yang baik sebanyak 23 orang dengan presentase 56.1%. Hasil uji statistik spearman didapatkan nilai signifikan p = 0.000 (p 0.05).Kesimpulan :Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan self efficacy pada pasien dengan penyakit stroke (p=0.000)
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEMAMPUAN ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MENCUCI TANGAN DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SDLB) BAGIAN C DHARMA ASIH PONTIANAK
., Arief Zumantara
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.205 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.16133
Latar Belakang : Jumlah anak dengan tunagrahita didunia sekitar 1-8% danIndonesia menempati posisi 23 dengan 3% dari total jumlah penduduk mengalamitunagrahita. Anak tunagrahita ringan (IQ70) memiliki keterbatasan kemampuanterutama kemampuan perawatan diri hal ini disebabkan karena faktor kemampuanmotorik serta gangguan kognitif yang dialaminya. Peran orang tua sangat pentinguntuk meningkatkan kemampuan anak tunagrahita tersebut, salah satunya melaluipola asuh yang diberikan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuhorang tua terhadap kemampuan anak tunagrahita ringan mencuci tangan di SDLBC Dharma Asih Pontianak.Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional danpendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 27 siswa tunagrahita ringan.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang menggunakan polaasuh otoriter sebanyak 1 orang (3,70%), demokratis 14 orang (51,85%) danpermisif 12 orang (44,45%). Sedangkan untuk kemampuan anak tunagrahitamencuci tangan dalam kategori baik sebanyak 17 anak (62,96%) dan kategori buruk10 anak (37,04%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada hubungan antarapola asuh orang tua dengan kemampuan anak tunagrahita mencuci tangan. Hal inidibuktikan dengan hasil uji statistik kolmogrov-smirnov yang didapat hasil p =0,036 (p0,05).Kesimpulan :. Ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap kemampuananak tunagrahita ringan mencuci tangan. Sehingga orang tua yang memiliki anakberkebutuhan khusus diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang tepat untukmengembangkan seluruh kemampuan anak.Kata Kunci : Pola Asuh orang tua, tunagrahita ringan, mencuci tanganReferensi : 63 (2003-2016)