cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Semantik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Aplikasi Mikrokontroler sebagai Pemroses Depan Pengambilan Data pada Sensor Jamak Berbasis Komputer Wydyanto Wydyanto
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dibuat sistem kontrol data yang diaplikasikan pada pengambilan data temperatur, yang terdistribusi di beberapa titik, secara simultan berbasis mikrokontroler sebagai pemroses depan yang terkoneksi dengan PC sebagai terminal data melalui transmisi serial. Untuk mengontrol sistem dibuat software yang berfungsi untuk mengontrol proses pengambilan, pengiriman dan penyimpanan data temperatur. Pemroses depan ini dapat mengambil data dari delapan sensor suhu yang terdistribusi yang telah di konversi dari sinyal analog ke  digital secara bergantian dalam selang waktu tertentu dan menyimpan serta menampilkannya di PC
Prediksi Produksi Air PDAM dengan Jaringan Syaraf Tiruan Yudha Tirto Pramonoaji; Stefanus Santosa; Ricardus Anggi Pramunendar
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.826 KB)

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum  (PDAM)  merupakan perusahaan milik daerah yang begerak di bidang  penyedia, pengolahan,dan pendistribusian air bersih.  Sebuah sistem  yang  akurat untuk  prediksi  jumlah produksi air  untuk masa depan  dibutuhkan oleh PDAM untuk menentukan kebijakan dalam bidang produksi air. Penelitian ini menghasilkan sebuah model prediksi untuktotal volume  produksi air PDAM  Kota Semarang.  Data yang diolah  adalah jumlah penduduk, jumlah pelanggan berdasarkan jenis pelanggan, total volume produksi, kontribusi daerah sumber, volume distribusi, air terjual, dan kehilangan air. Data diperoleh dari laporan  bulanan  perusahaan  selama  5  tahun terakhir yaitu  mulai tahun 2008-2012.  Pendekatan  yang digunakan untuk prediksi produksi air adalah dengan menggunakan metode  Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dengan Fungsi Aktivasi Hyperbolic Tangent. Berdasarkan hasil  penelitian, diperoleh  sebuah Model Prediksi Untuk  Total Volume Produksi Air PDAM  Kota Semarang dengan  nilai error 0.000000, MSE 0.074416,  MAE 0.102487, dan  rata-rata nilai akurasi sebesar 95,56%.
Deteksi Wajah Dari Berbagai Ras Manusia Menggunakan Warna Kulit Berbasis Ruang Warna L*A*B Yustia Hapsari; Muhammad Fikri Hidayattullah
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.715 KB)

Abstract

Deteksi  wajah  manusia  termasuk  dalam  ruang lingkup  penelitian  pengolahan  citra, visi  komputer  dan  juga memiliki peranyang penting  dalam  sistem multimedia dan  aplikasi real time.  Dalam  penelitian  ini  mengusulkan  dan  mengimplementasikandeteksi  wajah  dalam  empat  fase.  Fase  awal  metode  ini  mengkonversi ruang warna RGB ke ruang warna L*a*b. Fase kedua mencari region kulit  pada  citra.  Fase  ketiga  membahas  pengelompokan  dan  analisis  komponen yang saling  terhubung. Dan fase  terakhir  mencari area wajah  dan  menciptakan boundary pada area wajah  tersebut.  Dari hasil pengujian diperoleh nilai precision rate 92% dan recall rate  95,8%.  Hasil  deteksi  terbaik  dengan  menggunakan  metode ini  pada  citra  posisi  wajah frontal dan memakai baju tertutup.
Makna verba "deru" sebagai polisemi dalam kalimat bahasa Jepang (kajian Semantik) MOHAMAD JUANDA IRAWAN
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3.33 KB)

Abstract

Makna merupakan hubungan antara bahasa dengan bahasa luar yang disepakati bersama oleh pemakaibahasa, sehingga dapat saling dimengerti. Polisemi (Tagigo) adalah kata yang memiliki makna lebih darisatu, dan setiap makna tersebut saling bertautan. Dalam bahasa Jepang, kata “deru― memiliki maknadasar “keluar―. Namun sering kali dalam konteks kalimat, kata “deru― memiliki makna yangberbeda dari makna dasarnya. Perubahan makna ini tidak terjadi begitu saja, ada faktor yangmelatarbelakanginya. Oleh karena itu, untuk dapat mengetahui makna kata yang berpolisemi kita harusmelihat beberapa hal, diantaranya konteks kalimat, serta hubungan/ relasi makna yang terdapat diantarakalimat-kalimat tersebut. Penelitian ini menganalisa tentang kata “deru―, sebagai polisemi pada kalimatbahasa Jepang (kajian semantik).
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DOKUMEN TANGIBLE CULTURAL HERITAGE Khafiizh Hastuti; Abu Salam; Budi Handoko; Erwin Yudi Hidayat
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.076 KB)

Abstract

The geographical position of Central Java  which  is  in  the middle of  the island of  Java,making it a “meltingpot”of cultures  as well  as the  cultural center  of Java  island.  Cultural  heritage  is dividedinto  tangible  cultural  heritage  and  intangible  cultural heritage.  Tangible  cultural heritage  is  the work of  the human  body  that  can  be moved  or  moving,  or  that  cannot  be moved  or  did not  move.Department of Culture  and    Tourism of  Central  Java has documented  manually  cultural  heritagebut very vulnerable to damage. There are also many cultural  heritages that have not been recorded. The process of data collection and recording are very difficult, since the datasources are scatteredand  not well organized.  Documentation  of cultural heritage  in Central Java  can  be used  as  a information    system  database  fora wide range of  cultura  linterests  in  Central Java.  The aim is tofacilitate  and  ease  The  Department of  Culture  and Tourism of  Central  Java  to  documents and records cultural heritage collections for the category of tangible cultural heritage. In the long-term plan, this system can be used  as a reference by another region, thus forming the  national cultural heritage documentation system.
Rancang Bangun Alat Deteksi Kebocoran Tabung Gas Elpiji Berbasis Arduino Widyanto Widyanto; Deni Erlansyah
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.629 KB)

Abstract

Sejak tahun 2005   pemerintah mencanangkan perpindahan dari minyak tanah ke  gas elpiji, masyarakat   berbondong-bondong   menggunakann tabung   gas elpiji dari pertamina sebagai pengganti minyak tanah yang selama ini mereka gunakan. Tetapi kita bisa melihat pada masa sekarang banyaknya masalah ditimbulkan oleh tabung gas ini, contohnya banyaknya tabung gas meledak yang tanpa diketahui sebab pasti meledaknya tabung gas yang tanpa diketahui sebab pasti meledaknya tabung tersebut. Apakah karena si  pemakai yang kurang mengerti cara pemakaian dan penggunaan tabung gas atau tabung gas yang didistribusikan memang kualitasnya kurang baik/rusak.  Oleh  karena  itudiperlukan suatu teknologi yang tepat guna untuk mengatasi masalah tersebut. Rancang bangun Alat yang akan penulis rancang ini adalah sebuah alat deteksi untuk mengetahui adanya kebocoran tabung gas menggunakan teknologi  sensor,  teknologi  sensor ini dibuat  sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah alat yang dinamakan alat deteksi kebocoran gas elpiji berbasisi mikrokontroler arduino.  Alat ini mampu  mendeteksi gas yang  keluar disekitarnya dengan memberikan  tanda    suatu  bunyi  dari  alarm  tersebut.  Dengan  adanya  alat  ini  tentu akan  membantu  masyarakat  dalammenghadapi  kebocoran  gas    yang  biasanya penyebab terjadinya  ledakan. Berpegang  pada   tujuan yaitu untukmengurangi dampat terjadinya kebakaran sehingga masyarakat menjadi lebih aman dalam menggunakan tabung gas untuk kegiatannya sehari-hari. .
Prototype Information Security Risk Assessment Tool Berbasis Lotus Notes Dalam Rangka Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001 Hadi Syahrial
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.078 KB)

Abstract

Makalah ini membahas  tentang  pengembangan prototype sebuah aplikasi  yang dapat digunakan untuk menyimpan dan melakukan  penilaian  risiko keamanan informasi yang diberi nama Information Security Risk Assessment Tool  yang disesuaikan dengan kebutuhan  dalam  rangka implementasi  Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI)  ISO 27001. Protoype ini dibuat dengan menggunakan  Lotus Notes  agar mudah dalam  penyimpanan, penelusuran, dan kolaborasi. Dengan sistem ini diharapkan  dapat membantu  dalam melakukan  penilaian   risiko keamanan informasi menjadi lebih efisien dan efektif.
Pengembangan Model Metode Backup Hybrid pada Prototipe Sistem Pengendalian dan Pengawasan Regulasi Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi dengan Teknologi RFID pada Surat Ijin Mengemudi (SIM) De Rosal Ignatius Moses Setiadi; Hanny Haryanto; Rindra Yusianto
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.099 KB)

Abstract

Defisit Anggaran Belanja Negara (APBN) saat ini sudah berada di level yang mengkhawatirkan. Hal ini juga dipengaruhi konsumsi Bahan Bakar  Minyak (BBM) yang mencapai 1,4 juta barel per  hari sementara Indonesia hanya memproduksi 560 ribu barel per  hari, sehingga harus mengimpor sekitar 900 ribu barel per  hari. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat tiap tahunnya juga semakin memperparah keadaan. Hal tersebut memaksa pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi per tanggal 22 Juni 2013 lalu. Akan tetapi kenaikan harga BBM subsidi akan kembali terjadi apabila tidak ada langkah riil untuk membatasi dan mengawasi regulasi BBM subsidi. Pada penelitian ini akan mengembangkan konsep sistem pengendali dan pengawasan regulasi BBM bersubsidi yang lebih praktis dan aman menggunakan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Pada hasil penelitian  sebelumnya  masih terdapat kekurangan fasilitas backup data. Karena semua data disimpan secara offline pada SIM maka dikhawatirkan jika SIM rusak atau hilang. Metode backup yang akan digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengunakan metode hybrid (online/offline). Pada metode ini data disimpan pada SIM sekaligus pada database online terpusat yang akan dilakukan sinkronisasi pada jangka waktu tertentu dari beberapa databa se offline. Sehingga diharapkan data tidak hilang ketika SIM tersebut rusak atau hilang.
Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Untuk Mengidentifikasi Pemanfaatan Internet Usaha Kecil dan Menengah Sumatera Selatan Wiwin Agustian; Rusmin Syafari
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.081 KB)

Abstract

Usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia secara umum telah mampu membuktikan diri menjadi salah satu pilar perekonomian nasional. Beberapa perusahaan penyedia layanan internet kelas dunia bahkan telah berani untuk memberikan jasa mereka membantu UKM Indonesia agar dapat melakukan penetrasi pasar yang lebih besar bagi produk UKM. Google sebagai salah satu penyedia layanan internet bagi UKM Indonesia, pada tahun 2012 telah meluncurkan program “Bi snis Lokal Go On-Line” dengan menyediakan domain dan  hosting  gratis selama setahun, dan mencapai target hingga 100.000 bisnis Indonesia yang sudah online. Kajian untuk menghasilkan data yang spesifik mengenai pemanfaatan internet oleh pelaku UKM Sumatera selatan, dan untuk memperbarui data permasalahan yang dihadapai UKM Sumatera Selatan, serta untuk mengetahui kemampuan UKM Sumatera Selatan dalam mengadopsi  teknologi berbasis internet merupakan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini. Untuk itu, peneliti akan mengadopsi pendekatan  Technology Acceptance Model  (TAM) dengan uji statistik menggunakan teknik  Structural Equation Modeling  (SEM).  Dalam pengumpulan data dilakukan dengan teknik sampling pada tiga lokasi yaitu Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Kota Prabumulih dengan sasaran pada UKM yang menghasilkan komoditi unggulan daerah masing-masing.  Dengan adanya hasil kajian tersebut, pemerintah Sumatera Selatan dan institusi ataupun lembaga yang terkait serta perusahaan besar yang memperdulikan keberadaan UKM Indonesia, akan dapat memetakan strategi yang tepat bagi peningkatan pendapatan UKM khususnya di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Penentuan Variabel Lokasi Jarak Ritel Modern dengan Pasar Tradisional Menggunakan Metoda Agile Berbasis Geographics Information System (GIS) Ayu Pertiwi
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.506 KB)

Abstract

Hampir di setiap jalan utama akan dijumpai gelar ritel modern. penduduk atau masyarakat setempat hal tersebut sangat terbantu dengan hadirnya ritel modern tersebut untuk membeli  barang kebutuhan sehari-harinya. Ketersediaan barang yang memadai, kualitas barang yang terjaga, harga yang bersaing, dan kenyamanan tempatnya akan menjadi pilihan pengunjung dibandingkan mereka membeli di toko kelontong atau di pasar tradisional. Di lain  pihak, para pengusaha atau pemilik toko domestik (kelontong) mereka merasa terancam ekonominya. Dari barang yang tidak cepat laku, tampilan barang menjadi lebih kusam, dan harganya tidak lebih baik dibandingkan yang ditawarkan oleh ritel modern menjadikan  pasar tradisional dan toko kelontong menjadi bukan pilihan utama bagi pembeli khususnya barang kebutuhan sehari -hari non fresh. Dengan penelitian Penentuan variabel faktor lokasi jarak pasar ritel modern dan pasar tradisonal ini, dan dengan dukungan MetodeAgile dan Metode Delphi diharapkan dapat membantu pembuat kebijakan dalam menentukan arah pertumbuhan ekonomi lokal dan pemerataan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Juga penelitian ini diharapkan dapat mempermudah pembuat kebijakan dalam proses perijinan yang lebih transparan, dan terukur untuk pendirian dan penentuan jarak antara ritel modern dan pasar tradisional maupun toko domestik atau toko kelontong.