cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Semantik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Rancang Bangun Sistem Deteksi Dini Longsor Berbasis Fuzzy C Means Wireless Sensor Network (FCM-WSN) Sari Ayu Wulandari; I Ketut Swakarma
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.601 KB)

Abstract

Sistem deteksi dini longsor digunakan untuk mengetahui posisi pergeseran tanah di permukaan bumi. Sistem ini menjadi sangat dibutuhkan manakala pergeseran tanah tidak beraturan, atau menyebar. Semarang, merupakan sebuah kawasan perbukitan yang sangat rentan terhadap tanah longsor. Deteksi longsor telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya diantaranya adalah peneliti dari Universitas Hasanudin [1], Universitas Sumatra Utara [2], Lipi [3], Universitas Petra [4], UGM [5] dan beberapa universitas terkemuka lainnya. Kebanyakan sistem deteksi dini yang dikembangkan masih berorientasi pada sistem satu perangkat. Beberapa peneliti dari manca Negara telah melakukan penelitian tentang WSN, diantaranya adalah [6-9].WSN merupakan sebuah metode jaringan sensor  terintegrasi yang mengambil sinyal dari array sensorSistem fuzzy digunakan oleh Universitas Islam Malang(Unisma) [10], UGM [1] dan UAD, maupun manca negara [11-14]. Sistem fuzzy C-Means yang dibangun, didasarkan pada setting poin yang diambil dari data  tertinggi dan data terendah dari sistem, berikutnya dari informasi asli, dilakukan pengklasteran menggunakan PCA untuk mengetahui validitas data, apakah data telah terklaster ataukah belum. Dari hasil PCA-FCM 4 klaster TBSU(Timur-Barat-Selatan dan Utara)  dapat diambil kesimpulan bahwa data awal valid, dilihat dari repeatibilitas sensor yang direpresentasikan dalam bentk grafik spider. Tingkat pengenalan pada data pembelajaran untuk metode PCA-FCM dengan batas klaster lingkaran menghasilkan tingkat pengenalan yang kecil yaitu 87.5%, hal ini karena nilai sudut 30% dan 45% masih tercampur, berikutnya dilakuka pengujian data pembelajaran dengan menggunakan metode PCA-FCM dengan batas klaster elips menghasilkan tingkat pengenalan yang lebih besar yaitu 100%. Rekomendasi metode yang digunakan untuk melakukan deteksi longsor yang berbasis fuzzy adalah menggunakan metode eksraksi cirri PCA, dengan analisis klaster menggunakan metode FCM dengan batas klaster yang berbentuk elips.
Perancangan Enose sebagai Alat Uji Cepat Mutu Beras Aromatik Sari Wijayanti; Etika Kartikadarma; Sari Ayu Wulandari
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.139 KB)

Abstract

Telah    dibuat sistem olfaktori elektronik atau  electronic nose  (enose) sebagai instrumen elektronik handal dan cerdas untuk analisis kimia berdasarkan aroma. Sementara target dari penelitian ini adalah terkait dengan kemampuan dan kemandirian tim peneliti di Universitas Dian Nuswantoro dalam membuat komponen enose dengan bahan dan performa berkualitas tinggi untuk menekan harga yang seharusnya diimpor seperti pompa mikro dan komponen elektromekanik.Motivasi dilakukannya penelitian adalah untuk menyediakan instrumen kendali mutu dengan kemampuan sangat memadai, harga terjangkau dan dapat diterapkan pada industri kecil (UKM) sehingga meningkatkan daya saing produknya. Diharapkan bahwa enose ini dapat digunakan sebagai salah  satu instrumen uji mutu sesuai Strandar Nasional Indonesia. Enose saat ini merupakan penyempurnaan dari generasi sebelumnya yang mencakup bagian larik sensor (terdiri atas larik berbagai macam sensor gas oksida logam (metal-oxide)), sistem penanganan aroma (odor handling  dan  delivery system),  mikroSD, sistem ekstraksi ciri, sistem pengenal pola dan sistem klasifikasi. Dengan semakin banyaknya sensor yang dipakai dalam enose, maka pembentukan pola akan semakin presisi sehingga diharapkan performa sistem pengenal dan klasifikasi pola pada generasi ini juga semakin baik. Dari segi harga, enose akan sangat bersaing jika dibandingkan dengan enose komersial di pasar internasional
Pembuatan Modul Manajemen Pengguna Komunitas Ibukreatif di Facebook Sarwosri Sarwosri; Abdul Munif; Prussian Eka Pradana
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.887 KB)

Abstract

Komunitas IbuKreatif dibangun dalam rangka mewadahi kelompok ibu-ibu agar bisa saling berbagi ilmu. Komunitas ini juga menbantu ibu-ibu untuk memiliki keahlian-keahlian tertentu misalnya pembuatan kue, masakan, kerajinan tangan dan lain -lain. Agar ibu-ibu memiliki kreatifitas maka perlu ada pemicu dan pemantauan aktivitas oleh aplikasi. Mulai dari melihat posting yang ada, memberi komentar, mengunduh video dll. Untuk bisa aktif  maka perlu ada pemicu, mulai dari bagaiman ibu-ibu ini tertarik untuk bergabung, bagi yang sudah bergabung agar aktif untuk membuka, membalas dll. Maka perlu dibuat modul untuk memicu keaktifan pengguna ibukreatif. Keaktifan bisa muncul karena pengguna merasa diperhatikan, memberikan manfaat dll. Hasil pengujian dilakukan dengan menghitung tingkat keaktifan ibu-ibu sebelum ada modul ini dengan sesudah modul ini diterapkan. Tingkat keberhasilannya didapatkan sebesar 80%.
Strategi Menyerang Jarak Dekat Menggunakan Klasifikasi Bayesian Pada NPC (Non Player Character) Siti Asmiatun; Latius Hermawan; Tri Daryatni
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.944 KB)

Abstract

Makalah ini membahas  tentang  strategi emnyerang jarak dekat.  Dalam game komputer terutama FPS (First Person Shooter) sangat penting memperhatikan strategi NPC (Non Player Character)  untuk membuat game menjadi lebih atraktif dan realistik.Dalam penelitian ini akan membahas tentnag strategi menyerang yang dilakukan oleh NPC. Yang dimaksud strategi menyerang dalam penelitian ini adalah dengan  mengklasifikasikan cara penyerangan  NPC ketika NPC akan menyerang dalam jarak dekat. Penelitian ini menerapkan  algoritma bayesian untuk mengklasifikasikan  cara penyerangan  NPC tersebut.  Kalsifikasi tersebut untuk  diharapkan dapat  meningkatkan strategi menyerang melawan musuh. Agar dalam permainan game tersebut, NPC tidak akan mudah terkalahkan. Dalam pengklasifikasian  penyerangan    NPC akan dibagi menjadi tiga  penyerangan  yaitu  menggigit, menerkam dan mengecoh.    Sedangkan untuk variabel yang digunakan dalam  pengklasifikasian bayesian adalah  health point, defence point dan jarak dari NPC.
Pembuatan Konten Manajemen Video untuk mendukung Komunitas IbuKreatif di Facebook Abdul Munif; Diniar Nabilah Ghassani; Siti Rochimah
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.987 KB)

Abstract

Komunitas IbuKreatif dibangun dalam rangka mewadahi kelompok ibu-ibu agar bisa saling berbagi ilmu. Komunitas ini juga menbantu ibu-ibu untuk memiliki  keahlian-keahlian tertentu misalnya pembuatan kue, masakan, kerajinan tangan dan lain-lain. Seorang pengguna dalam komunitas IbuKreatif bisa mengunggah video tutorial tentang sebuah keahlian. Pengguna lain bisa mengunduh atau melihat video-video yang telah diunggah di aplikasi. Dengan semakin bertambahnya video, maka perlu ada manajemen video diantaranya pengelompokkan video dengan konten yang mirip, hal ini dilakukan untuk kemudahan menampilkan hasil pencarian video. Konten video yang ditampilkan akan dikelompokkan berdasarkan kemiripan metadata. Selain fitur pengelompokkan konten video juga akan ditampilkan grafik dan persentase nilai dari video -video yang diambil dari aktivitas-aktivitas pengguna. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa setiap fitur yang ada berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Fitur pengelompokkan sudah sesuai dengan tingkat kemiripan, juga sudah ditampilkan grafik dan presentasi dari tia p pengelompokkan konten video. Dari sini akan terlihat jenis aktivitas apa yang paling sering dilakukan oleh pengguna.
Model Driven Architecture (MDA) Untuk Customization dan Integrasi Layanan Fungsionalitas SIMRS Slamet Sudaryanto N; Fikri Budiman
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.539 KB)

Abstract

Model Driven Architecture (MDA)  adalah arsitektur yang diperkenalkan oleh Object Management Group (OMG). MDA inimerupakan pendekatan untuk  spesifikasi sistem dan mendukung interoperabilitas berdasarkan penggunaan model -model formal. Pada model MDA ini memilika beberapa taahapan.    Platform aplikasinya dimulai  dari  tahapan    Computasion Independent Model (CIM)  yang berisi aturan formal dari proses bisnis modul aplikasi. Selanjutnya  Platform Independent Model (PIM), PIM dinyatakan dalam dalam bahasa pemodelan platform independen  seperti UML. Selanjutnya PIM diterjemahkan kedalam Platform Specific Model yang bisa diimplentasikan kedalam beberapa  platform bahasa pemrograman dengan aturan-aturan formal.  Inti dari konsep MDA adalah menggunakan standar penting  dari OMG seperti Unified Modeling Language (UML), Meta Object Facility (MOF), XML Metadata Interchange (XMI) dan Common Warehouse Metamodel (CWM).      Pada penerapan MDASIMRS (  Sistem anajemen Informasi Rumahsakit)    ini    CIM SIMRS, membuat model target yang berisi    semua aturan bisnis yang ditetapkan dalam bisnis inti SIMRS. Pada kasus CIM SIMRS ini target yang ingin dicapai adalah aturan yang diterapkan pada poli rawat jalan. Dimana poli   rawat jalan dan tindakan pada masing-masing poli bisa  di create secara dinamis dan independen. Tindakan medis bisa di distribusikan pada setiap poliklinik secara mandiri.  Selanjutnya  PIM SIMRS, membuat model target yang hanya berisi unsur data dalam menentukan model konseptual SIMRS. PIM SIMRS ini merupakan  mapping independen atara PIM dan PSM sesuai dengan aturan bisnis dari CIM SIMRS maka didapatkan platform service yang independen yaitu :  service create frame modul rawat jalan, create pelayanan medis/non medis, create integras dan distribusi pelayanan medi s/non medis serta service alokasi kelompok aplikasi pada user tertentu.
Analisa Kinerja Wireless Radius Server Pada Perangkat Access Point 802.11g (Studi Kasus di Universitas Bina Darma) Timur Dali Purwanto Harkespan; Widya Cholil
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.884 KB)

Abstract

Kinerja jaringan nirkabel terletak pada physical link dan paling berpengaruh adalah kondisi fisik seperti jarak, karena semakin lemah radio frekuensi yang dapat di terima dan menjadikan akses kejaringan lambat, selain itu penghalang berupa tembok tebal (Fresnel Zone) dan gangguan sinyal berdekatan (interferensi Co -Channel) dari komponen lain bisa juga menurunkan kualitas sinyal yang di terima enduser. Dari pemasalah-permasalahan yang terjadi yang dapat mempengaruhi kinerja keseluruhan jaringan AP adalah parameter QoS (Quality of Service) seperti delay, jitter, troughput, dan paket loss. bertujuan untuk mengetahui kinerja jaringan nirkabel yang optimal untuk memberikan kualitas jaringan yang  baik dari aspek fisik sehingga jaminan QoS yang di berikan disesuaikan dengan aplikasi yang digunakan serta efisiensi terhadap jaringanWireless LAN (Hotspot) di Universitas Bina Darma untuk setiap enduser.
Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Dengan Metode AHP Tri Handoyo, M. Kom
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.919 KB)

Abstract

Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai    merupakan  suatu sistem yang mampu  meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen, meningkatkan kecepatan dan validitas pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kegiatan operasional, dan meningkatkan kualitas SDM calon pegawai. Kecepatan dan validitas dalam mengolah informasi tersebut di atas merupakan syarat utama untuk mendukung keputusan pengangkatan pegawai, sehingga sistem pendukung keputusan yang digunakan juga harus  memiliki perencanaan  secara  komprehensif danterpadu   untuk   mengecilkan   tingkat   resiko   kegagalan   pengembangan   dan pemilihan keputusan, untuk itu digunakanlah metode Analytic Hierrarchy Process (AHP) yang mengkomposisi suatu masalah kompleks dan multikriteria kedalam suatu tatanan hierarki, yang mana dalam setiap tingkatan diisi dengan elemen tertentu.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian rekayasa perangkat Lunak (software engineering) ,yaitu dengan metode Systems Development Life Cycle yaitu siklu s hidup pengembangan system yang dimulai dari satu tahapan sampai tahapan akhir dan kembali lagi ketahapan awal membentuk siklus atau daur hidup dalam penyelesaian ataupun pembuatan pengembangan suatu system informasiHasil penelitian yang dilakukan penulis tidak hanya terfokus pada hasil perhitungan AHP tetapi juga memberikan perbandingan hasil dari perhitungan AHP dan hasil tes psikologi, hal ini memberikan gambaran personal peserta seleksi pegawai kepada pengambil keputusan membuat keputusan secara tepat.
Interoperabilitas Data pada SIM Kepegawaian dan SIM Akademik untuk Pemutakhiran Data Dosen: Studi Kasus di ITS Umi Laili Yuhana; Ahmad Budi Kurniawan; Suyadi Suyadi
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.39 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang interoperabilitas data dosen pada SIM kepegawaian dan SIM Akademik untuk pemutakhiran data dosen. Mekanisme dan proses ini diusulkan karena sebelumnya proses pemutakhiran data dosen dilakukan di kedua SIM. Pemutakhiran di SIM Akademik tidak mempengaruhi data di SIM Kepegawaian dan sebaliknya. Kondisi ini menyebabkan kebingungan bagi dosen  karena seolah-olah datanya selalu tidak mutakhir. Proses pemutakhiran di kedua SIM dianggap tidak efektif karena dosen biasanya memutakhirkan data melalui SIM Kepegawaian. Sementar pemanfaatanya lebih banyak pada SIM Akademik. Interoperabilitas data dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan data pada kedua SIM, kemudian mengubah struktur data di SIM Kepegawaian dan menambahkan modul program di SIM Akademik. Dengan proses ini, proses pemutakhiran data cukup dilakukan di salah satu SIM, yakni SIM Kepegawaian. Hal ini sangat membantu pemakai kedua SIM dalam hal proses pemutakhiran data dosen.
Pembangkit Listrik Terbarui Hybrid Convertible Tenaga Angin Matahari untuk Lampu Penerangan yang Tidak Terganggu Kondisi Listrik Byar-Pet Dari PLN Wijaya Widjanarka N
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.63 KB)

Abstract

Di  kota  Magelang,  sebagian  daerahnya  adalah dataran rendah,  dataran tinggi dan bukit, yang kadang-kadang mengalami pemadaman bergilir, meskipun dalam waktu yang singkat dan tak tentu atau kondisi byar-pet, dari jaringan listrik PLN.  Di sisi lain,  kota Magelang memiliki berbagai macam potensi kekayaan alam yang melimpah, misalnya sepeti hembusan angin yang cukup kuat dan terus-menerus dan limpahan sinar matahari yang hampir selalu bersinar sepanjang hari. Sistem pembangkit listrik hybrid ini, dibuat sebagai pemecahan masalah. Sistem pembangkit    dalam hal ini pembangkit listrik tenaga angin dan matahari, bersifat mandiri atau berdiri sendiri (stand alone). Dalam penelitian ini  digunakan solar cel (sel fotovoltaik) jenis monocrystalin  20 W/12V, dengan efiensi daya 15%  . Kincir anginnya dibuat, menggunakan 12 blade, tiap blade sepanjang 1 meter, terbuat dari bahan aluminiumi. Diameter luas daerah putaran A sebesar 2,30 meter. Generatornya jenis arus bolak-balik 12 VA. Batere penyimpan adalah accu basah timbal Pb 12 Volt / 45 Ah. Tinggi menara 10 meter. Pembangkit ini dilengkapi dengan penyearah (rectifier), inverter, Sistem pengaturan tegangan dan pengaman.Energi listrik yang dihasilkan  adalah sebesar 220 Volt AC/50/60Hz (sama dengan PLN). Tidak pernah terputus, meskipun kincir tidak berputar dan langit mendung.