Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 13, No 1 (2014): Visikes"
:
10 Documents
clear
PENGARUH PENGGUNAAN BIOAKTIVATOR MOL NASI DAN MOL TAPAI TERHADAP LAMA WAKTU PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK PADA TINGKAT RUMAH TANGGA
Royaeni Royaeni
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.721 KB)
|
DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1112
The production of household waste keeps increasing due to the increases in population andactivities. The steps that should be taken for dealing this increase in waste volumes by reducingthe waste volumes from their sources. Composting is needed to reduce its volume. The place ofcomposting process might be digging soil, container or surface of soil. Bioaktivator useMikroorganisme Lokal (MOL) rice and MOL fermented cassava can accelerate composting time.MOL can be used for composting, because it can accelerate decomposition process of organicsolid waste. Changes in temperatures, pH, and the moisture of raw material were observed duringthe composting.This research uses exsperimental research, the data collecting is observation guidance andanalysis used independent t-test. Purpose of this research is to determine the effect of the usebioaktivator MOL rice and MOL fermented cassava to the length of time composting of organicwaste at the household level.From result of research, known that the average length of time composting with use bioaktivatorMOL rice are 13 days and MOL fermented cassava are 10 days. Result of this inferential researchthat there is significant differences between the length of time composting with usebioaktivator MOL rice and MOL fermented cassava with p value 0,000.Keywords : duration of composting, MOL rice and fermented cassavaProduksi sampah rumah tangga setiap hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlahpenduduk dan beraneka ragam aktifitas. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi peningkatanvolume sampah tersebut adalah dengan cara mengurangi volume sampah dari sumbernya.Pengomposan merupakan salah cara untuk mengurangi timbulan sampah. Tempat pengomposanbisa di dalam lubang tanah, menggunakan wadah atau disimpan diatas permukaan tanah.Penggunaan bioaktivator Mikroorganisme Lokal (MOL) nasi dan MOL tapai singkong dapatmempercepat waktu pengomposan. MOL dapat digunakan untuk pengomposan karena bisamempercepat proses penguraian sampah organik. Selama proses pengomposan parameter yangdiamati adalah perubahan suhu, pH dan kelembaban bahan kompos.Penelitian ini bersifat eksperimen, data diperoleh dengan melakukan pengamatan dan analisisdengan uji t independen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaanbioaktivator MOL nasi basi dan MOL tapai singkong terhadap lama waktu pengomposan sampahorganik pada tingkat rumah tangga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama waktu pengomposan dengan menggunakanbioaktivator MOL nasi basi adalah 13 hari dan MOL tapai singkong adalah 10 hari serta adaperbedaan bermakna antara lama waktu pengomposan dengan menggunakan bioaktivator MOLnasi dan MOL tapai singkong dengan p Value 0,000.Kata Kunci : Lama waktu Pengomposan, MOL nasi dan tapai singkong
PENGGUNAAN KEMASAN PLASTIK JENIS PE (POLYTHYLEN), PP (POLYPROPYLEN) DAN PLASTIK WRAP TERHADAP ANGKA KUMAN PADA DAGING AYAM
Nina Irawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.137 KB)
|
DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1114
Penanganan daging ayam selama dalam pemasaran di pasar tradisional, memiliki systempengamanan pangan yang kurang memenuhi syarat, sehingga daging ayam sangat mudahterkontaminasi oleh mikroorganisme yang mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas.Daging ayam yang dipasarkan di pasar tradisional, dijajakan secara terbuka pada suhu ruangtanpa menggunakan kemasan, sehingga memungkinkan konsumen memilih daging ayamdengan cara memegangnya. Hal tersebut menyebabkan daging ayam dapat terkontaminasidan teksturnya menjadi lebih cepat lembek, sehingga berakibat pada penurunan kualitasdaging ayam tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaanpenggunaan kemasan jenis plastik plastik jenis PE (Polyethylen), PP (Polypropylen) danplastik Wrap terhadap angka kuman pada daging ayam. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen terapan dengan survey analitik. Sampel daging ayam yang digunakandalam penelitian ini sebanyak 18 sampel dengan berat masing-masing 150 gram. Perlakuanyang diberikan adalah pengemasan dengan jenis plastic yang berbeda, yaitu PE (Polyethylen),PP (Polypropylen) dan plastik Wrap, selanjutnya sampel disimpan atau dititipkan pada penjualayam di Pasar Ciroyom Bandung selama 6 Jam. Hasil penelitian menunjukkan rata-rataangka kuman pada daging ayam dengan kemsan plastic jenis PE (Polyethylen) adalah1,9888 X 104 koloni/g, pada jenis plastic PP (Polypropylen) rata-rata angka kuman sebesar1,353 X 104 koloni/gr dan rata-rata angka kuman dengan dengan kemasan plastik Wrapadalah 1,7 X 104 . koloni/gr. Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan ujiAnova diperoleh hasil terdapat perbedaan bermakna antara penggunaan kemasan plasticjenis PE (Polyethylen), PP (Polypropylen) dan plastik Wrap terhadap rata-rata angka kumanpada daging ayam.Kata Kunci : PE (Polyethylen), PP (Polypropylen) Plastik Wrap, Angka Kuman
PENGGUNAAN PESTISIDA SEBAGAI FAKTOR RISIKO “MCI†(MILD COGNITIVE IMPAIREMENT) PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MIJEN KOTA SEMARANG
Eni Mahawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.868 KB)
|
DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1113
Pertumbuhan penduduk lanjut usia (lansia) diprediksi meningkat cepat terutama di negaranegaraberkembang termasuk Indonesia berdasarkan proyeksi 2010-2035. Masalah terbesarlansia adalah penyakit degeneratif antara lain demensia dan parkinson. Tingginya insidensipenyakit ini di daerah pedesaan juga dilaporkan oleh Lu, et. al (1995) dan hubungan antarazat pestisida juga terdapat pada Alzheimer Disease dan Parkinson. Sektor pertanian masihmenjadi tumpuan sebagian besar pekerja lansia (60,92%), kemudian jasa (28,80%) danindustri (10,28%). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan pestisida sebagai11PENDAHULUANIndonesia sebagai salah satu negaraberkembang juga akan mengalami ledakanjumlah penduduk lansia (50-64 tahun dan65+) berdasarkan proyeksi 2010-2035.Meningkatnya populasi lansia ini membuatpemerintah perlu merumuskan kebijakan danprogram agar lansia tidak menjadi beban bagimasyarakat. Peningkatan jumlah lansia diIndonesia diiringi pula peningkatanpermasalahan penyakit akibat prosespenuaan. Otak sebagai organ kompleks,pusat pengaturan sistem tubuh dan pusatkognitif, merupakan salah satu organ tubuhyang sangat rentan terhadap proses penuaanatau degeneratif. Berbagai penyakitdegeneratif di otak, seperti Demensiaalzheimer, Demensia vaskular, danParkinson, sampai saat ini pengobatannyabelum memberikan hasil yang diharapkan.Hampir semua obat tidak dapatmenghentikan proses penyakit. 1Gangguan kognitif ringan adalah suatukondisi awal perkembangan sebelumnyaterjadinya dementia. Gangguan kognitiffaktor risiko gangguan kognitif ringan (MCI) pada lansia.Jenis penelitian ini adalah survey “cross sectional†terhadap 50 lansia di wilayah kerjapuskesmas Mijen Kota Semarang yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulandata melalui wawancara dengan kuesioner serta MMSE (Mini-Mental State Examination)dan dianalisis dengan uji statistik “Chi Squareâ€.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% responden pernah mengggunakan pestisida dan78.8% responden menderita gangguan kognitif. Distribusi tingkat gangguan kognitif terdiridari 56.41% gangguan ringan dan 43.59% gangguan berat. Ada hubungan penggunaanpestisida pertanian (p value = 0.041; OR=4.455) dan pembasmi serangga (p value = 0.004;OR = 8.889) dengan gangguan kongnitif lansia. Tidak terbukti adanya hubungan antarapenggunaan obat nyamuk bakar (p value = 0.293; OR = 2.400), lotion anti nyamuk (p value =0.306; OR = 2.533) dan racun tikus (p value = 0.445; OR = 1.905) dengan gangguan kognitiflansia.Disarankan perlunya sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentangpenggunaan pestisida secara aman, dampak kesehatan, keselamatan, pemantauan danpengawasan peredaran pestisida secara rutin dan ketat serta pendampingan dan pembinaanguna meningkatkan kemandirian hidup lansia melalui posyandu lansia.Kata Kunci : Gangguan Kognitif Ringan, Lansia, Petani
PENGARUH EKSTRAK SERAI (ANDROPOGON NARDUS) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI
Nadyawatie Warganegara
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.63 KB)
|
DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1115
Demam Berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue yang ditularkan melaluigigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang sudah terinfeksi. Pada umumnya pengendaliannyamuk ini dilakukan dengan menggunakan bahan kimia sintetis yang mempunyai dampakresisten dan dampak terhadap lingkungan karena sulit terurai. Saat ini sedang digalakkanalternatif yang aman untuk membunuh larva Aedes aegypti dengan menggunakan insektisidanabati karena mudah terurai (biodegradable), salah satunya adalah menggunakan tanamanSerai (Andropogon nardus).Serai (Andropogon nardus)mengandung senyawa alamiah sepertisitral, sitronela, geraniol yang mempunyai sifat racun.Untuk mengetahui pengaruh serai (Andropogon nardus) terhadap jumlah kematian larva Aedesaegypti digunakan desain penelitian eksperimen (Pre & post test with control group). Populasidalam penelitian ini yaitu semua larva nyamuk Aedes aegypti yang berada ditempat perkembang biakan dan Sampelnya yaitu sebagian larva nyamuk Aedes aegypti instar III danIV di tempat perkembang biakan. Eksperimen dengan disain pretest-posttest with controlgroup dengan 3 perlakuan dan 6 kali pengulangan, yaitu konsentrasi ekstrak serai yangdigunakan adalah 2,9%, 3,2% dan 3,5% dengan waktu kontak 24 jam.Hasil eksperimen dari ketiga konsentrasi dengan menggunakan one way anova menunjukkanadanya perbedaan jumlah kematian larva Aedes aegypti untuk setiap konsentrasi.Kesimpulannya pada konsentrasi 3,5% mampu mematikan larva nyamuk Aedes aegyptidengan jumlah tertinggi 96% rata-rata kematian 24 ekor., Tingkat kematian larva nyamukAedes aegypti yang berbeda pada tiap-tiap perlakuan karena adanya kandungan sitronelapada ekstrak serai, semakin tinggi jumlah konsentrasi ekstrak serai maka semakin bertambahjumlah kematian larva nyamuk Aedes.Kata Kunci : Ekstrak Serai, larva Aedes aegypti.
KEPUASAN PESERTA ASURANSI KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN DOKTER KELUARGA DI KABUPATEN SEMARANG
Ardiana Indah Puspita
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.514 KB)
|
DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1116
Pelayanan dokter keluarga bertujuan untuk memperluas dan memberikan pelayanan yanglebih baik bagi peserta Asuransi Kesehatan. Program Dokter Keluarga di Kabupaten Semarangsudah dilaksanakan sejak tahun 2005. Jumlah peserta Askes yang terdaftar 39.169 dari total55.795. Survey awal terhadap peserta Askes dokter keluarga terdapat ketidakpuasan tentangfasilitas pelayanan di dokter keluarga. Tujuan Penelitian adalah mengetahui tingkat kepuasanpeserta asuransi kesehatan sosial terhadap dimensi tangible di pelayanan dokter keluarga.Penelitian ini termasuk jenis deskriptif analitik menggunakan rancangan cross sectional.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur tangible. Data dianalisamenggunakan Importance-Performance Analysis (IPA) dimasukkan dalam diagram kartesius.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pelaksanaan dimensi tangible adalah 3,69 danrata-rata kepentingan menurut pasien adalah 3,87. Dimana skor pelaksanaan terendah adalahkebersihan di lingkungan praktek dokter keluarga (359) dengan skor kepentingan 368, sehinggamasuk ke dalam kuadran A.Kata Kunci : Kepuasan Pasien, Dokter Keluarga, Asuransi Kesehatan
EFEKTIFITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DALAM MENURUNKAN KADAR “BOD†DI IPAL RUMAH SAKIT DOKTER RADEN SOETIJONO BLORA TAHUN 2013
Wisnu Handyasmara Putra
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.337 KB)
|
DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1117
Rumah Sakit dr. R. Soetijono Blora merupakan rumah sakit bertype C. Dari proses kegiatanyang dilakukan rumah sakit ini menghasilkan limbah cair yang berasal dari bangsal, dapurdan tempat cucian. Limbah cair yang dihasilkan debit rata-rata 0,4 liter/detik, rumah sakit dr.R. Soetijono Blora telah melakukan sistem pengolahan limbah cair dengan metode lumpuraktif. Berdasarkan hasil pengukuran kadar BOD pada air limbah IPAL outlet Rumah Sakit dr.R. Soetijono Blora pada bulan Maret 2013 diketahui sebesar 33,4 mg/l, nilai ini tidak sesuaidengan baku mutu menurut PERDA PROV JATENG No. 5 Tahun 2012 yaitu 30 mg/l.Untuk menganalisis Perbedaan Kadar “BOD†Sebelum dan Sesudah Pengolahan di IPALRumah Sakit Dokter Raden Soetijono BloraMenggunakan metode penelitian Observasi, dengan jumlah sampel sebanyak 28 sampellimbah yang terdiri dari 14 sampel limbah sebelum pengolahan dan 14 sampel limbah sesudahpengolahan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh limbah cair yang ada di IPAL RumahSakit Dr. R. Soetijono Blora.Hasil uji Mann-Whitney menunjukan nilai signifikan p. value adalah 0,000. Dengan ± = 0,05 yang artinya p < ±, hal ini menunjukkan ada perbedaan yang bermakna pada angka BOD diinlet dan outlet.Perlu dilakukan pemeliharaan dan perawatan terhadap blower, pada bak chlorinasi pengadukanchlorin sebaiknya diganti dengan mesin pengaduk.Kata Kunci: BOD, Pengolahan Air Limbah, Rumah Sakit
HUBUNGAN ANTARA TRIAS UKS DENGAN PELAKSANAAN PHBS PADA MURID DISEKOLAH DASAR NEGERI PLALANGAN 01 DAN SPLALANGAN 04 GUNUNGPATI SEMARANG
Lilia Indah Kusuma
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.848 KB)
|
DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1118
Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatanserta mensosialisasikan informasi/pendidikan kesehatan sekolah, memberikan akses terhadappelayanan kesehatan, serta berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Melalui program UKS diharapkan anak sekolah dapat menjadi agen pembangunan dan agenperubahan terhadap pembudayaan perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga dan sekitarnya.Tujuan penelitian ini adalaha untuk mengetahui hubungan antara Trias UKS dengan pelaksanaanPHBS pada siswa di Sekolah Dasar Negeri Palangan 01 dan 04 Gunungpati Semarang.Jenis penelitian ini adalah explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah muridkelas 5 dan 6 Sekolah Dasar Negeri Plalangan 01 dan 04 yang berjumlah 129 siswa. Teknikpengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling proporsional sebanyak56 sampel. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Analisis hubunganmenggunakan uji Chi Square dan uji Fisher Exact.Hasil analisis univariat menunjukkan pendidikan kesehatan dalam pelaksanaan PHBStermasuk kategori baik sebesar 69,6%, pelayanan kesehatan dalam pelaksanaan PHBStermasuk kategori baik sebesar 82,1%, pembinaan lingkungan sekolah sehat dalampelaksanaan PHBS termasuk kategori baik sebesar 89,3% dan pelaksanaan perilaku hidupbersih dan sehat termasuk kategori baik sebesar 62,5%. Hasil analisa bivariat menunjukkanada hubungan antara pendidikan kesehatan (p value 0,030), tidak ada hubungan antarapelayanan (p value 0,476) dan ada hubungan antara pembinaan lingkungan sekolah sehat (pvalue 0,024) dengan pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat.Penggunaan metode interaktif dalam pendidikan,mengoptimalisasi peran dokter kecil.Diharapkan dapat meningkatkan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaanlingkungan sekolah sehat serta kerjasama antara pihak terkait meliputi kepala sekolah, guruserta stakeholder di lingkungan sekolah, seperti Puskesmas, Posyandu, Rumah Sakit.Kata kunci : Trias UKS, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOYOSO SEMARANG
Niken Puji Lestari;
Lily Kresnowati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.319 KB)
|
DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1120
Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, penderita ISPA khususnya pneumoniapada usia < 1 th pada tahun 2011 ini mengalami kenaikan 152 kasus dari 1.448 menjadi1.600 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah penderita ISPA pada bayi dan balitadi Puskesmas Purwoyoso tahun 2012 (Januari – Oktober) mencapai 2088 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadianISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Purwoyoso tahun 2013.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan jenis penelitianexplanatory research dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 66responden. Teknik uji sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah consecutive sampling,uji chi square dan uji fisher exact.Hasil analisa univariat menunjukkan responden yang menderita ISPA 69,7%, dengan kategoriPneumonia 4,3%, status imunisasi lengkap 89,4%, status gizi sedang - lebih 63,7%,pemberian ASI eksklusif 12,1%. Analisa bivariat menunjukkan ada hubungan antara statusgizi (p=0,017) dan pemberian ASI eksklusif (p=0,0001) dengan kejadian ISPA pada bayi danbalita. Sedangkan faktor risiko yang tidak berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi danbalita yaitu status imunisasi (p=0,069).Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan ISPA padabayi dan balita yaitu status gizi dan pemberian ASI eksklusif. Saran bagi masyarakat adalahmemilih makanan yang memiliki nilai gizi tinggi untuk bayi dan balitanya, memberikan ASIeksklusif, pemberian makanan tambahan untuk anak > 6 bulan. Bagi Puskesmas diharapkanmeningkatkan penyuluhan tentang ASI eksklusif dan gizi pada bayi dan balita, memberikanmakanan tambahan kepada bayi dan balita untuk meningkat status gizi dan mencegahkejadian gizi buruk.Kata Kunci : ISPA, Bayi dan Balita
SELF EFFICACY SISWA SDN 6 RAJA DI PANGKALAN BUN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH TERHADAP PERILAKU BERHENTI MEROKOK
Siti Salasatun Nisa;
Nurjanah Nurjanah
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.113 KB)
|
DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1121
Self efficacy adalah belief atau keyakinan seseorang bahwa ia dapat menguasai situasi danmenghasilkan hasil (outcomes) yang positif. Beberapa faktor yang mempengaruhi self efficacyyaitu: Pengalaman keberhasilan (mastery experiences), pengalaman orang lain(vicariousexperiences), persuasi sosial (social persuation), keadaan fisiologis dan emosional(physiological andemotional states). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan self efficacysiswa SDN 6 Raja Pangkalan Bun Kalimantan Tengah terhadap perilaku berhenti merokok.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan tehnik pengumpulan dataFocus Group Discussion (FGD) terhadap 8 orang siswa sekolah dasar kelas 6 keabsahandata dilakukan melalui triangulasi sumber kepada guru, teman sebaya dan orang tua subjekpenelitian. Analisis data menggunakan content analysis.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar subyek penelitian berumur 10 tahun, uang saku Rp 5.000 per hari dan disisihkan sebagian untuk membeli rokok. Sebagian kecilpernah mencoba berhenti merokok dan hanya satu subjek penelitian saja yang berhasil berhentimerokok (pengalaman keberhasilan/Mastery experiences). Tidak ada pengalaman oranglain yang berhenti merokok (pengalaman orang lain/Vicarious experiences). Teman sebayamenasehati untuk berhenti merokok namun tidak dihiraukan (sosial persuasi/Socialpersuation). Secara fisik ketika berhenti merokok pernafasan lebih ringan dan secaraemosional ketika berhenti merokok akan membuat perasaan gelisah sehingga membuatnyakembali untuk merokok ( keadaan fisik dan emosional / Physiological and emotional states).Hendaknya pihak sekolah memfasilitasi siswa yang ingin berhenti merokok, orang tuamemberikan contoh yang baik dengan tidak merokok didepan anak, bisa mengecek kesehatansubjek penelitian ketika merokok dan ketika berhenti merokok, mengatur waktu yang tepatagar memperoleh banyak data yang khusus atau lebih privasi.Kata kunci : Self efficacy, siswa sekolah dasar, perilaku berhenti merokok
IDENTIFIKASI RISIKO BAHAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJA MEUBEL UD. MITA FURNITURE KALINYAMATAN JEPARA TAHUN 2013
Hudayana Hudayana;
MG Catur Yuantari
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.416 KB)
|
DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1119
Keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan melindungi para pekerja dan orang lain di tempatkerja, menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien sertamenjamin proses produksi berjalan lancar. UD. Mita Furniture Jepara merupakan industrimeubel dimana mengolah meubel yang masih kasar menjadi meubel yang siap pakai atausudah menjadi furniture. Selama satu tahun terakhir terjadi kecelakaan di bagian produksiantara lain jarinya terkena gergaji mesin, sedangkan dibagian pengamplasan dan finishingkakinya terjepit pada saat mengangkat barang furniture. Tujuan penelitian ini adalah untukmengidentifikasi manajemen risiko bahaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) padapekerja meubel UD. Mita Furniture Kalinyamatan Jepara. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan metode survey danpendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitianini diambil secara acak (random) dimana setiap proses diwakili 3 pekerja disetiap bagian.Hasil identifikasi menunjukkan dibagian produksi cidera yang pernah dialami oleh para pekerjayaitu jari terpotong karena terkena gergaji, luka sayat yang disebabkan jari terkena gergaji,jari terkena mesin serut, jari terkena mesin pres, tangan terkena mesin grinda, kaki tertimpakayu, kaki atau tangan tersusup kayu dan tersetrum listrik. Disamping itu para pekerja jugamengalami batuk-batuk, pusing, pendengaran terganggu, sakit punggung, kaki kesemutandan nyeri otot.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jari terpotong memiliki tingkat risiko yang tertinggidan yang memiliki risiko rendah adalah kesemutan. Saran yang dianjurkan bagi perusahaanmelakukan pemasangan penutup atau pelindung pada mesin gergaji, memberikan sarungtangan baja, serta lebih ditingkatkan lagi pengawasan dalam penggunaan APD.Kata kunci : Identifikasi Bahaya, Furniture, Pekerja Furniture, K3.