cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
WIDYA TEKNIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
PENERAPAN METODE TOTAL PERFORMANCE SCORECARD UNTUK MERANCANG SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN Putri, Chauliah Fatma
WIDYA TEKNIKA Vol 19, No 2: OKTOBER 2011
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem pengukuran kinerja dengan Total Performance Scorecard (TPS) di PTPN X PG. X. TPS  merupakan penggabungan antara Balanced Scorecard, Total Quality Management, dan Competence Management. Tahap perancangan sistem pengukuran kinerja yaitu : Tahapan pertama menghasilkan perumusan visi, misi, peran kunci karyawan, faktor penentu keberhasilan, tujuan karyawan serta perumusan Organizational Balanced scorecard (OBSC), pada tahapan kedua yaitu mengkomunikasikan dan menghubungkan Balanced Scorecard,. Tahapan ke tiga merancang tindakan perbaikan yang menghasilkan 11 prioritas tindakan perbaikan, tahapan ke empat rancangan pada pengembangan kompetensi berorientasi pekerjaan menghasilkan rencana pengembangan kompetensi berorintasi pekerjaan pada karakteristik pribadi, ketrampilan khusus, pengalaman  dan pengetahuan, serta 8 usulan pelatihan dan kursus.
ANALISA PERBANDINGAN DESAIN DAN BIAYA FONDASI STRAUSS, FONDASI SUMURAN DAN FONDASI TELAPAK PADA GEDUNG STIKES WIDYAGAMA HUSADA MALANG Irawan, Dafid
WIDYA TEKNIKA Vol 19, No 2: OKTOBER 2011
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa besar biaya yang diperlukan pada Fondasi Strauss, Fondasi sumuran dan Fondasi telapak. Penelitian dilakukan pada bangunan gedung asrama STIKES Widyagama Husada Malang yang berlokasi di Kampus III Universitas Widyagama Malang. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian komparatif, yaitu penelitian yang bersifat membandingkan. Variabelnya masih sama dengan penelitian mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu, atau waktu yang berbeda. Penelitian ini membandingkan antara fondasi strauss, fondasi sumuran dan fondasi telapak dalam penggunan biaya.Biaya yang diperlukan untuk mengerjakan Fondasi strauss adalah sebesar Rp 4.152.810,16 dengan daya dukung ultimate (qu) sebesar 576.97 Ton, biaya yang diperlukan untuk mengerjakan Fondasi Sumuran adalah sebesar Rp 4.871.620,94 dengan daya dukung ultimate (qu) sebesar 576.35 Ton dan biaya yang diperlukan untuk mengerjakan Fondasi Telapak adalah sebesar Rp 3.910.742,72 dengan daya dukung ultimate (qu) sebesar 576.97 Ton. Sehingga penggunaan fondasi telapak lebih efisien dari pada dua fondasi lainnya yaitu fondasi Strauss dan fondasi sumuran.
PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI PEDOLO DENGAN SALURAN PENGELAK Nugroho, Laksono Djoko
WIDYA TEKNIKA Vol 19, No 2: OKTOBER 2011
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Pedolo merupakan sungai utama yang melintasi Kota Bima. Sungai ini memiliki luas daerah aliran sungai seluas 216,11 km2 dimana setiap musim hujan menimbulkan banjir di setiap pengalirannya terutama di Kota Bima. Hal ini mengakibatkan lumpuhnya aktivitas pemerintahan, perekonomian, dan jalur transportasi menuju Kota Bima. Oleh sebab itu perlu dilakukan pembuatan Saluran Pengelak L=1.338 m, dengan kapasitas debit 50 m3/dt. Pengendalian Banjir Sungai Pedolo dengan Saluran Pengelak, bertujuan untuk mengurangi debit banjir pada Sungai Pedolo. Dari perhitungan banjir Sungai Pedolo dengan Q5 tahunan = 233,294 m3/dt, jika direduksi dengan Q pengelak = 50 m3/dt, maka debit banjir dihilir Sungai  Pedolo menjadi 183,294 m3/dt. Dengan menggunakan Software Hec Ras terlihat bahwa dengan rencana saluran pengelak dapat mengurangi debit banjir di daerah hilir di Kota Bima, yang dampaknya bisa mengurangi Kota Bima yang tergenang dari banjir sekitar 69,55 % (185 ha), dimana sebelum adanya rencana saluran pengelak yang  tergenang banjir seluas 266 ha.
PENGARUH SOSIO EKONOMI WARGA PERUMAHAN TIDAR TERHADAP BANGKITAN PERJALANAN Cakrawala, M
WIDYA TEKNIKA Vol 19, No 2: OKTOBER 2011
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemodelan bangkitan perjalanan dengan mempertimbangkan aspek sosio ekonomi. Aspek sosio-ekonomi yang dimaksud adalah terkait dengan kepemilikan kendaraan, pendapatan jumlah anggota keluarga, dan aktivitas. Metode analisis digunakan regresi berganda dengan melihat hasil uji F apakah suatu model tersebut signifikan atau tidak. Persamaan Pemodelan diperoleh hasil sebagai berikut: Y=2,821+0,814x1+0,871x2+0,076+0,847.  Aspek sosial ekonomi rumah tangga yang terdiri atas pendapatan, jumlah penghuni, jenis aktivitas/pekerjaan dan kepemilikan kendaraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap bangkitan pergerakan lalulintas. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan bahwa kepemilikan kendaraan merupakan variabel bebas yang paling dominan berpengaruh terhadap bangkitan pergerakan lalulintas.
EVALUASI SISTEM DRAINASE PERKOTAAN DI KAWASAN KOTA METROPOLIS SURABAYA Riman, -
WIDYA TEKNIKA Vol 19, No 2: OKTOBER 2011
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya is centre of many activities such as governmental, political, economical, social and cultural and many others. This has made rapid growth of the people of Surabaya. To give sufficient public services, it needs utilities such as clean water, waste water, streets, transportations, drainages, etc. Lacking of drainage has caused flood in Surabaya every year. In order to solve that problem, an integrated development planning of drainage is needed. The planning involves activities such as doing identification, processing, evalution and analysis of the problem occurs in each district. The output can be used as a guidance to plan development of city utilities in Surabaya.
PENERAPAN MARKETING MIX PADA MINUMAN RINGAN Silviana, -
WIDYA TEKNIKA Vol 19, No 2: OKTOBER 2011
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coca-Cola adalah salah satu perusahan soft drink yang terbesar di dunia. Perusahaan ini menjalankan bisnis yang tak lain adalah menghadirkan saat-saat menyegarkan yang unik dan memuaskan konsumen yang berupa air minum. Banyak produk yang sudah dihasilkan di antaranya yaitu Coca-Cola, Fanta dan Sprite, juga memroduksi jenis minuman Mineral Water dengan label Bonaqa serta jenis minuman Tea in Bottle dengan label Hi-C Tea, dan masih banyak produk lainya yang mengikuti selera konsumen. Marketing Mix (Bauran pemasaran) adalah kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu Produk, Harga, Promosi dan Saluran Distribusi. Dalam penelitian ini Penetapan Harga Coca-Cola menggunakan Cost-Plus Pricing Methode yaitu penjual/produsen menetapkan harga jual untuk Satu unit barang = jumlah biaya per unit + suatu jumlah untuk menutup laba yang diinginkan (Marjin) pada unit tersebut. Hal itu disebabkan oleh produksi yang terus-menerus untuk memenuhi keinginan konsumen. Untuk Saluran Distribusinya, Coca-cola menggunakan Stock man, yang bertugas menentukan jumlah persediaan bagi para dister/langganan yang dilayaninya dengan usaha-usaha merchandising. Merchandising adalah kegiatan salesman untuk membantu dister menjual lebih banyak produk perusahaan (Producer - Distributor - Wholeseller - Sub-Wholeseller - Dister - Comsumer). Kegiatan promosi yang dilakukan PT Tirta Cola Bottling Company antara lain Billboard, Custom sign, Iklan sign.
UPAYA PENINGKATAN KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH BATAKO DENGAN PENAMBAHAN SERBUK KAYU Halim, Abdul
WIDYA TEKNIKA Vol 19, No 1: MARET 2011
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian batako sebagai bahan bangunan mempunyai keuntungan seperti lebih hemat dari segi waktu dan ongkos pemasangan, bentuk yang sama, sehingga untuk pendirian bangunan yang memerlukan waktu cepat, batako sering digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan dan tarik belah pada batako dengan penambahan serbuk kayu.  Penambahan serbuk kayu sebagai upaya pemanfaatan dan pengurangan pemakaian pasir dalam pembuatan batako, masih belum  memberikan  hasil yang baik. Terjadi penurunan kekuatan tekan rata-rata sebesar       27, 41 % pada usia 14 hari dan 36, 19 % pada usia 28 hari, sedangkan pada pengujian kuat tarik telah terjadi penurunan rata-rata sebesar 25,37 % pada usia 14 hari dan  30, 78 % pada usia 28 hari. Penurunan kekuatan ini diakibatkan terjadinya rongga-rongga pada batako seiring dengan hilangnya air pada serbuk kayu.
ANALISIS SELA KRITIS (CRITICAL GAP) ARUS LALU LINTAS PADA SIMPANG TAK BERSINYAL Suraji, Aji
WIDYA TEKNIKA Vol 19, No 1: MARET 2011
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lalu lintas pada simpang tak bersinyal mengharuskan pengendara untuk dapat menentukan sela yang cukup aman sehingga mampu melakukan penyilangan arus (crossing) dengan sela tertentu. Namun demikian setiap pengendara mempunyai tingkat keberanian mengambil sela yang berbeda beda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pemodelan sela baik yang menyagkut sela tolak (grap rejection) maupun sela terima (gap acceptance) serta menentukan sela kritis (critical gap). Pengambilan data lalu lintas di simpang digunakan kamera perekam yang kemudian dilakukan tayang ulang di laboratorium. Pemodelan sela digunakan kurva kuadratik dengan pengujian parameter statistik yang meliputi R 2 dan analisis ragam. Hasil pemodelan diperoleh y=47,786-11,690x+0,738x2 untuk sela tolak dan y=3,964-2,155x+0,607x2 untuk sela terima, di mana y adalah frekuensi dan x adalah sela. Sedangkan titik sela kritis yang terjadi pada simpang tak bersinyal adalah sebesar 5,0 detik.
MANAJEMEN BANDWIDTH JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN METODE HIERARCHICAL TOKEN BUCKET (HTB) PADA PC ROUTER BERBASIS LINUX Qustoniah, Anis
WIDYA TEKNIKA Vol 19, No 1: MARET 2011
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perkembangan teknologi jaringan komputer dewasa ini router menjadi  suatu alternatif dalam pengaturan bandwidth , selain fungsinya sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Berdasarkan kebutuhan akan manajemen bandwidth yang baik maka dirancanglah manajemen bandwidth jaringan komputer dengan menerapkan  disiplin antrian Hierarchical Token Bucket (HTB) pada pc router berbasis linux. Berdasarkan hasil perencanaan, setiap user dapat kita alokasikan bandwidth yang berbeda agar tidak terjadi penggunaan bandwidth yang besar oleh satu user. Berdasarkan hasil analisa, implementasi HTB dapat mengontrol throughput dari masing-masing klien, setiap klien dapat menggunakan bandwidth yang tidak sedang digunakan (idle) dan juga dapat digunakan untuk mengalokasikan bandwidth , dimana bandwidth 1 Mbps dapat bagi menjadi 384 kbps, 512 kbps, 192 kbps dan 64 kbps serta menghasilkan transfer rate rata-rata 125 KB/s.
PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DAN SIX SIGMA Putri, Chauliah Fatma
WIDYA TEKNIKA Vol 19, No 1: MARET 2011
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan domestik dan global mengharuskan perusahaan menaruh perhatian pada penciptaan dan pemeliharaan keunggulan bersaing melalui penyampaian produk dan layanan yang lebih baik pada konsumen. Untuk dapat menjamin suatu organisasi berlangsung dengan baik, maka organisasi perlu mengadakan evaluasi terhadap kinerjanya. Sebagai sebuah perusahaan yang memproduksi shuttle cock, adalah sangat penting bagi perusahaan  untuk juga memperhatikan pada kualitas produksnya agar mampu bersaing. Dengan menggunakan metode Six Sigma dan Balanced Scorecard ini penelitian bertujuan mengukur kinerja perusahaan dan melakukan peningkatkan kualitas produk terutama pada perspektif bisnis internal secara dramatik menuju tingkat kegagalan nol (Zero Defect). Hasil pengukuran dan penilaian kinerja PT. TR Total Indeks pencapaian kinerja keseluruhan = 5,148 yang berarti kinerja perusahaan masih perlu peningkatan. Secara rinci perspektif finansial memiliki tingkat pencapaian tertinggi, diikuti oleh perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, kemudian perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, dengan indeks pencapaian berturut-turut = 2,320; 1,151; 1,036; dan 0,642.

Page 3 of 10 | Total Record : 98