cover
Contact Name
Efi Nikmatu Sholihah
Contact Email
efinikmatus@gmail.com
Phone
+6285231367689
Journal Mail Official
innofarm.unisri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sumpah Pemuda No. 18 Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian
ISSN : 16930738     EISSN : 27145549     DOI : https://doi.org/10.33061/innofarm.v27i2
The article published in INNOFARM journal is the authors original work with a broad spectrum of topics. INNOFARM journal accepts original research articles, review articles, and short communications covering the following topics Agricultural and Environmental Microbiology Agricultural Socioeconomics Agroclimatology and Agricultural phenology Agronomy Plant Biotechnology Plant Breeding, Genetics, and Genomics Plant Protection Plant Physiology Soil Science and Fertility Seed Science and Technology
Articles 486 Documents
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS DAN WAKTU APLIKASIPUPUK KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN UBI JALAR (Ipomoeae batatas L.) Yoga Panji Asmoro, Siswadi & Endang Sri Sudalmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Pengaruh Pemberian Dosis dan Waktu Aplikasi Pupuk KCl Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) telah dilaksanakan di Desa Tengklik, Nadi, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat ± 500 meter diatas permukaan air laut (mdpl). Penelitian ini dilaksanakan mulai 30 agustus 2016 sampai dengan 8 januari 2017.Penelitian ini menggunakan Perancangan Dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 10 perlakuan dan masing-masing perlakuan di ulang 3 kali. Adapun faktor-faktor tersebut adalah dosis pupuk KCl (1 ; 2 ; dan 3 gram/tanaman) serta waktu aplikasi pupuk KCl (saat tanam, 21 HST, dan 45 HST). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Perlakuan pemberian dosis dan waktu aplikasi pupuk KCl berbeda nyata terhadap parameter pengamatan jumlah cabang, berat kering brangkasan, berat umbi, dan jumlah umbi,sedangkan terhadap parameter lainnya, yaitu panjang batang, berat basah brangkasan, dan diameter umbi tidak berpengaruh nyata. (2) Perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan dosis 2 gram/tanaman dan waktu aplikasi pupuk KCl 21 HST (D2T2) tetapi berbeda tidak nyata dengan perlakuan tanpa pemupukan (D0T0).Kata kunci : Dosis, Waktu aplikasi, Pupuk KCl, Ubi jalar.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GANDUM (Triticum aestivum L.) DAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DALAM SISTEM TUMPANGSARI Joko Priyanto, Efrain Patola dan Priyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Gandum (Triticum aestivum L.) dan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Dalam Sistem Tumpangsari” telah dilaksanakan mulai tanggal 20 Maret 2017 sampai 30 Juli 2017 di Dukuh Dampit, Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang kotoran sapi, sistem tumpangsari, serta pengaruh interaksi dosis pupuk kandang kotoran sapi dengan sistem tumpagsari terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum dan kacang tanah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu Dosis pupuk kandang kotoran sapi (D) dengan3 taraf dan Sistem tumpangsari (T) dengan 3 taraf. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan (1) perlakuan dosis pupuk kandang kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan hanya pada tinggi tanaman gandum dan kacang tanah, sedangkan pada hasil tidak berpengaruh nyata, (2) perlakuan sistem tumpangsari tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, sedangkan pada hasil berpengaruh nyata hanya pada berat kering biji gandum dan berat kering biji kacang tanah, dan (3) tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk kandang kotoran sapi dan sistem tumpangsari.Kata Kunci : pupuk kandang kotoran sapi, sistem tumpangsari, pertumbuhan, hasil, gandum, kacang tanah
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEH DAN MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN SENGON (Pharaserianthes Falcataria.L) Putra Pratama, Sartono Joko Santoso dan Sri Hardiatmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang” Pengaruh pemberian ekstrak teh dan macam pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit tanaman sengon” telah dilaksanakan tanggal 17 September sampai 17 Desember 2016 di desa Sukosari Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : pengaruh pemberian ekstrak teh terhadap pertumbuhan bibit tanaman sengon, pengaruh pemberian macam pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit tanaman sengon, dan pengaruh interaksi terhadap pertumbuhan bibit tanaman sengon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial. Kedua faktor tersebut adalah : (1) Pengaruh Ekstrak teh (D) dengan 4 taraf dan (2) macam pupuk kandang (K) dengan 4 macam. Masing masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini : 1) perlakuan ekstrak teh berpengaruh terhadap parameter yang diamatai yaitu tinggi ibit, diameter batang, berat segar akar, pengaruh konsentrasi air teh terbaik pada 10g l/air 2) perlakuan macam pupuk kandang berpengaruh terhadap tinggi bibit, diameter batang, berat segar akar, berat kering akar. Pengaruh pupuk terbaik adalah pemberia pada pupuk kandang ayam, 3) pengaruh interaksi ekstrak teh dan macam pupuk kandang berpengaruh terhadap tinggi bibit, diameter batang, berat kering bibit, berat kering akar, hasil interkasi yang terbaik adalah pemberian konsentrasi air teh 10g l/air dengan pupuk kandang ayamKata kunci : Ekstrak teh, macam pupuk kandang, petumbuhan, tanaman sengon
PENGARUH KONSENTRASI AIR KELAPA MUDA TERHADAP HASIL TIGA VARIETAS UBI JALAR (Ipomoea batatas L) Sartono Joko Santosa
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam teknologi budidaya pertanian terdapat zat pengatur tumbuh yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Salah satu zat pengatur tumbuh yang alami dan mudah mendapatkannya serta banyak tersedia adalah air kelapa muda. Penelitian yang berjudul Pengaruh Komsentrasi Air Kelapa Muda terhadap hasil Tiga Varietas Ubi jalar bertujuan untuk menguji konsentrasi air kelapa muda pada hasil tiga varietas Ubi jalar di desa Plupuh, kecamatan Plupuh, kabupaten Sragen. Dengan ketinggian tempat 140 m dpl, jenis tanah grumosol. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Split Plot dengan tiga kali ulangan. Peubah yang digunakan Jumlah buah per tanaman, Diameter ubi jalar pertanaman (cm), Berat segar Ubi jalar (g), Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian konsentrasi air kelapa muda tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tiga varietas ubi jalar. Konsentrasi air kelapa muda hanya berpengaruh pada diameter ubi. Konsentrasi air kelapa muda 50 ml/l air menghasilkan diameter ubi jalar terbesar pada varietas antin 2.Kata kunci : konsentrasi, air kelapa, varietas, ubi jalar
KAJIAN TINGGI ANAKAN ALAM DAN UKURAN POLYBAG TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PUSPA (Schima wallichii (DC) Korth) Stefanus Mau Ati Efrain Patola dan Sri Hardiatmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi anakan alam, pengaruh ukuran polybag, serta pengaruh interaksi terhadap pertumbuhan bibit Puspa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu tinggi anakan alam (T) dengan 4 taraf dan ukuran polybag (U) dengan 3 taraf. Setiap kombinasi perlakuan diulang 7 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan : (1) perlakuan tinggi anakan alam berpengaruh terhadap tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun per tanaman, dan berat kering tanaman. Pengaruh terbaik adalah anakan alam dengan tinggi 31-40 cm karena dapat menghasilkan bibit tertinggi, diameter batang terbesar, jumlah daun terbanyak, berat kering tanaman terberat, (2) perlakuan ukuran polybag berpengaruh hanya terhadap tinggi bibit. Pengaruh terbaik adalah polybag dengan ukuran 20 x 20 cm karena dapat menghasilkan bibit tertinggi, (3) interaksi berpengaruh hanya terhadap nisbah pucuk – akar. Kombinasi terbaiknya adalah tinggi anakan alam 1-10 cm dan ukuran polybag 10x10 cm serta tinggi anakan 1-10 cm dan ukuran polybag 15x15 cm.Kata kunci : anakan alam, ukuran polybag, pertumbuhan, bibit puspa
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN JUMLAH MATA TUNAS STEK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KETELA POHON (Manihot esculenta Crantz.) Sutan Rizky Datheas, Y. Sartono Joko Santosa dan Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair dan Jumlah Mata Tunas Stek Terhadap Pertumbuhan Tanaman Ketela Pohon (Manihot esculenta Crantz). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan ketela pohon berdasarkan konsentrasi pupuk organik cair dan jumlah mata tunas stek. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret sampai Juli 2017, di Dusun Temuireng, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen ± 100 m dpl. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu konsentrasi pupuk organik cair “Nasa” terdiri dari 4 taraf yaitu : 0 ml/l air, 1,5 ml/l air, 3 ml/l air, dan 4,5 ml/l air dan jumlah mata tunas terdiri dari 3 macam yaitu : 3, 6, dan 9 mata tunas stek batang ketela pohon dan diperoleh 12 kombinasi perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali. Data hasil penelitian ini di analisis menggunakan Analisis Sidik Ragam, yang dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Parameter-parameter yang diamati meliputi tinggi tunas, jumlah tunas, jumlah akar, berat segar akar, berat kering akar, berat segar tunas, dan berat kering tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelakuan pengaruh konsentrasi pupuk organik cair dan jumlah mata tunas stek berbeda nyata terhadap parameter jumlah tunas, dan berbeda sangat nyata terhadap parameter jumlah akar. (2) Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair 1,5 ml/l air dan jumlah mata tunas stek 9 (K1T3) memberikan hasil terbaik pada jumlah akar yaitu 45,33 helai.Kata kunci : Pupuk Organik Cair, Mata Tunas, Pertumbuhan dan Ketela Pohon.
PENGARUH MACAM MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN GARUT (Marantha arundinacea L.) Dea Yulianto, Efrain Patola dan Sarwono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh macam media tanam dan dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil garut (Marantha arundinacea L.)” telah dilaksanakan pada 7 April sampai 7 Oktober 2016 di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi yang terletak di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Penelitian bertujuan : untuk mengetahui pengaruh macam media tanam, pengaruh dosis pupuk KCl, dan pengaruh interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil garut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu : (1) macam media tanam (M) dengan 4 taraf dan (2) dosis pupuk KCl (D) dengan 4 taraf. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian adalah : (1) perlakuan macam media tanam berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi dan berat umbi per rumpun. Pengaruh terbaik adalah media campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang, (2), perlakuan dosis pupuk KCl berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati. Pengaruh terbaik adalah dosis 300 kg/ha, dan (3) pengaruh interaksi tidak nyata.Kata kunci : media tanam, pupukKCl, pertumbuhan, hasil, garut
PENGARUH DOSIS URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GANDUM (Triticum aestivum L.) DAN KUBIS (Brassica oleraceae L.) DALAM SISTEM TUMPANG SARI Arif Rahman, Efrain Patola dan Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh Dosis Urine Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Gandum (Triticum aestivum L.) dan Kubis (Brassica oleraceae L.) Dalam Sistem Tumpang sari” telah dilaksanakan mulai tanggal 5 Maret 2017 sampai 5 Agustus 2017 di Dusun Pagertengah, Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis urine sapi, sistem tumpangsari, serta pengaruh interaksi dosis urine sapi dengan sistem tumpangsari terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum dan kubis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu dosis urine sapi (D) dengan 3 taraf dan Sistem tumpang sari (T) dengan 3 taraf. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan (1) perlakuan dosis urine sapi berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman kubis, jumlah daun kubis, diameter krop kubis, berat segar krop kubis per tanaman, tinggi tanaman gandum, panjang malai gandum, dan berat 1.000 biji gandum. Dosis terbaik adalah 15.000 l/ha karena dapat menghasilkan jumlah daun terbanyak, diameter krop terbesar, dan berat segar krop per tanaman terberat (2) perlakuan sistem tumpang sari berpengaruh nyata terhadap diameter krop kubis, berat segar krop kubis per tanaman, dan berat biji gandum per petak. Sistem tumpang sari terbaik pada tiga jalur kubis di antara satu jalur gandum karena dapat menghasilkan diameter krop terbesar.Kata Kunci : dosis urine sapi, sistem tumpang sari, pertumbuhan, hasil, kubis, gandum
UJI PENGGUNAAN BAHAN TANAMAN DAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN UWI ( Dioscorea alata ) Agung Setyo Nugroho, Sartono Joko Santoso dan Sri Hardiatmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Uji Penggunaan Bahan Tanam Dan Pemberian Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Tanaman Uwi (Dioscorea alata)”, telah dilaksanakan mulai 20 Desember 2016 sampai 19 Mei 2017 berlokasi di Sekip RT.6 RW.VIII, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Surakarta. Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui pengaruh macam bahan tanam terhadap pertumbuhan tanaman uwi. (2) untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan tanaman uwi. (3) untuk mengetahui interaksi antara macam bahan tanam dengan pemberian pukpuk hayati terhadap pertumbuhan tanaman uwi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial, terdiri dari 2 faktor dengan 8 kombinasi dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah :1. Macam bahan tanaman (M), dengan 4 macam, yaitu :M1 = Menggunakan umbi bawah tanah (350 g)M2 = Menggunakan umbi bawah tanah (150 g)M3 = Menggunakan umbi layang/ bulbil (100 g)M4 = Menggunakan umbi layang/ bulbil (30 g)2. Faktor pupuk hayati (B), terdiri dari 2 macam, yaitu:B1 = Tanpa pemberian pupuk hayatiB2 = Dengan pemberian pupuk hayatiData dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. (1) Hasil penelitian ini menunjukkan macam bahan perbanyakan tanam berpengaruh nyata hanya terhadap luas daun dan diameter batang. Sedangkan terhadap parameter jumlah tunas, jumlah cabang, panjang batang, dan jumlah daun tidak berpengaruh nyata. (2) Pemberian pupuk hayati tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter untuk pertumbuhan tanaman uwi. (3) Interaksi antara macam bahan tanam dan pupuk hayati hanya terjadi pada parameter jumlah daun tanaman uwi dengan rata-rata 521,33.Kata kunci : bahan tanam, pupuk hayati Biotamax, pertumbuhan uwi.
PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG (Amorphophallus Onchophillus) AKIBAT PERLAKUAN MACAM PUPUK KANDANG DAN BIOTAMAX Growth of Porang plant (Amorphophallus Onchophillus) due to kind of fertilizers and biotamax Khoirul Fatoni, Saiful Bahri dan Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul Pertumbuhan Tanaman Porang (Amorphophallus Onchophillus) Akibat Perlakuan Macam Pupuk Kandang Dan Biotamax, bertujuan untuk mendapatkan perlakuan pupuk kandang dan uji pemberian biotamax terhadap pertumbuhan tanaman porang sampai umur 140 hari. Penelitian ini dilaksanakan di green house Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi. Penelitian ini di susun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor sebagai berikut : Perlakuan macam pupuk kandang (K) terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu K1 = Pupuk kandang ayam, K2 = Pupuk kandang kambing, K3 = Pupuk kandang sapi. Perlakuan uji pemberian biotamax (B) terdiri 2 taraf perlakuan, yaitu B1 = Tanpa pemberian biotamax, B2 = Dengan pemberian biotamax. Untuk mengetahui perbedaan dilakukan uji lanjutan dengan LSD. Hasil yang diperoleh pada perlakuan macam pupuk kandang yang digunakan dan uji pemberian pupuk biotamax berpengaruh terhadap komponen pengamatan yang di amati. Tidak ada interaksi antara penggunaan perlakuan macam pupuk kandang dan pupuk biotamax. Penggunaan perlakuan pupuk kandang sapi dengan pemberian biotamax akan memberikan hasil paling baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain dalam penelitian ini.Kata kunci : Pertumbuhan, macam pupuk kandang, biotamax, tanaman porang

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 2 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 27 No 1 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 2 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 25 No 2 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 24 No 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 1 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 23, No 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 20 No. 2 (2018): INNOFARM Vol 20, No 2 (2018): INNOFARM Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM Vol 19, No 1 (2018): INNOFARM Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM Vol 18, No 2 (2017): INNOFARM Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm Vol 17, No 1 (2017): Innofarm Vol 15, No 2 (2015): innofarm Vol. 15 No. 2 (2015): innofarm Vol 14, No 1 (2015): Innofarm Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm Vol 13, No 2 (2014): Innofarm Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm Vol. 12 No. 2 (2013): Innofarm Vol 12, No 2 (2013): Innofarm Vol 11, No 1 (2013): INNOFARM Vol. 11 No. 1 (2013): INNOFARM Vol. 10 No. 1 (2011): Innofarm Vol 10, No 1 (2011): Innofarm Vol. 9 No. 2 (2010): Innofarm Vol 9, No 2 (2010): Innofarm Vol. 9 No. 1 (2010): Innofarm Vol 9, No 1 (2010): Innofarm Vol 8, No 1 (2009): Innofarm Vol. 8 No. 1 (2009): Innofarm Vol. 7 No. 1 (2008): Innofarm Vol 7, No 1 (2008): Innofarm Vol 6, No 1 (2007): Innofarm Vol. 6 No. 1 (2007): Innofarm Vol. 3 No. 1 (2004): Innofarm Vol 3, No 1 (2004): Innofarm Vol. 2 No. 2 (2003): Innofarm Vol 2, No 2 (2003): Innofarm Vol 2, No 1 (2003): Innofarm Vol. 2 No. 1 (2003): Innofarm More Issue