cover
Contact Name
Efi Nikmatu Sholihah
Contact Email
efinikmatus@gmail.com
Phone
+6285231367689
Journal Mail Official
innofarm.unisri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sumpah Pemuda No. 18 Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian
ISSN : 16930738     EISSN : 27145549     DOI : https://doi.org/10.33061/innofarm.v27i2
The article published in INNOFARM journal is the authors original work with a broad spectrum of topics. INNOFARM journal accepts original research articles, review articles, and short communications covering the following topics Agricultural and Environmental Microbiology Agricultural Socioeconomics Agroclimatology and Agricultural phenology Agronomy Plant Biotechnology Plant Breeding, Genetics, and Genomics Plant Protection Plant Physiology Soil Science and Fertility Seed Science and Technology
Articles 473 Documents
KAJIAN MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI MERAH ( Oryza sativa L. ) Yulyana Wulandari; Siswadi Siswadi; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  tentang  “  Kajian  Macam  Pupuk  Kandang  Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Padi Merah ( Oryza Sativa L. ) ” telah dilaksanakan mulai tanggal 17 Oktober 2018 sampai 04 Januari 2019 di Dusun Brongsongan Desa Sidorejo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Ketinggian tempat sekitar 125 mdpl dan jenis tanahnya grumosol. Penelitian ini bertujuan : untuk mengetahui pengaruh pemberian macam pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) menggunakan metode Nested Design. Perlakuan terdiri dari 4 macam faktor perlakuan, yang masing-masing diulang sebanyak 3 blok/ulangan. Adapun faktor tersebut adalah : P0 : Tanpa pemberian pupuk kandang, P1  : Pemberian pupuk kandang sapi, P2  : Pemberian pupuk kandang kambing,  dan  P3   :  Pemberian  pupuk  kandang  ayam.  Pengamatan  dilakukan dengan mengambil 5 tanaman sample pada setiap perlakuan. Data ini dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji LSD pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan (1) perlakuan macam pupuk kandang tidak berpengaruh nyata pada  pertumbuhan  tinggi  tanaman dan  panjang malai  padi merah, (2) perlakuan pemberian macam pupuk kandang berpengaruh nyata tpada pertumbuhan jumlah anakan padi dan hasil yaitu pada jumlah malai, berat 100 biji, berat kering panen dan berat kering giling tanaman padi merah. Namun dari hasil penelitian tersebut didapat pertumbuhan dan hasil yang terbaik terdapat pada P2 yaitu pemberian pupuk kandang kambing.
INVENTARISASI HAMA AKIBAT PERLAKUAN MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP TIGA JENIS PADI ( Oryza sativa L. ) Syamsul Hadi; Sartono Joko Santosa; Siswadi Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis hama dari gejala dan tanda kerusakan dari perlakuan macam pupuk kandang terhadap tiga jenis padi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 sampai dengan bulan Januari 2019, tempat penelitian di Dusun Brongsongan, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo dengan jenis tanah Grumusol dan ketinggian tempat ± 125 meter dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang di susun secara Split Plot terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu macam jenis padi  ( V ) sebagai main plot ( petak utama ) dan pupuk kandang ( P ) sebagai sub plot ( anak petak ), sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan ( 1 ) Jenis hama yang di temukan pada saat penelitian yaitu hama belalang hijau dengan intensitas serangan tertinggi pada perlakuan jenis padi hitam dan pupuk kandang kambing  ( V1P2 ) yaitu rata-rata 27.12%, hama penggerek batang putih dengan intensitas serangan tertinggi pada perlakuan jenis padi merah dan tanpa pupuk ( V2P0 ) yaitu rata-rata 26.85%, hama burung bondol jawa dengan intensitas serangan tertinggi pada perlakuan jenis padi merah dan perlakuan pupuk kandang kambing ( V2P2 ) yaitu rata-rata 32.63%, dan hama tikus sawah dengan intensitas serangan tertinggi pada semua perlakuan jenis padi putih dan pemberian macam pupuk kandang yaitu rata-rata 90.00 %. ( 2 ) Pemberian pupuk kandang ayam tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan hama terhadap tiga jenis padi. ( 3 ) Jenis padi merah dan perlakuan pupuk kandang kambing ( V2P2 ) memiliki hasil tertinggi untuk berat kering panen dan berat kering giling yaitu rata-rata 421.21 gram/m2 dan 283.70 gram/m2, serta untuk berat 100 biji yang tertinggi pada perlakuan jenis padi merah dan perlakuan pupuk kandang sapi ( V2P1 ) yaitu rata-rata  2.64 gram/m2.
KAJIAN MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. Merr) haris asrori; Siswadi Siswadi; Sumarmi Sumarmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Kajian Macam Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Kedelai (Glycine max L.Merr)” telah dilaksanakan mulai tanggal 29 September 2018 sampai 3 Januari 2019 di Desa Hargosari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk kandang sapi, ayam dan kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas kedelai yaitu Wilis, Anjasmoro, dan Grobogan. Polybag yang digunakan berukuran 15x30 cm dan tanah masing-masing polybag 4 kg. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari dua faktor dengan jumlah kombinasi 12 perlakuan dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam, dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas maupun pupuk kandang tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah polong dan jumlah biji. Namun terjadi interaksi antara varietas dan pupuk kandang dalam parameter jumlah biji. Perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu penanaman kedelai varietas Anjasmoro, karena memiliki rata-rata tinggi tanaman 42,83 cm, jumlah daun 25,04 lembar, umur berbunga 43,62 hari, jumlah polong 13,00 buah, jumlah biji terbanyak sebesar 20,16 buah dan berat per 100 biji kedelai sebesar 12,78 g. Penggunaan pupuk kandang terbaik yaitu dengan menggunakan pupuk kandang kambing 400 g tiap polybag, karena mampu menghasilkan tanaman dengan tinggi rata-rata 48,11 cm, jumlah daun 26,22 lembar, umur berbunga 43,16 hari , jumlah polong 13,89 buah, jumlah biji terbanyak sebesar 17,66 tiap polybag dan berat per 100 biji kedelai sebesar 12,56 g.
UJI MACAM BIBIT DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KERUSAKAN UMBI HAMA BOLENG (Cylas formicarius) PADA TANAMAN UBI JALAR Arief Chandra Kusuma; Sartono Joko Santosa; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “UJI MACAM BIBIT DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KERUSAKAN UMBI HAMA BOLENG (Cylas formicarius) PADA TANAMAN UBI JALAR” telah dilaksanakan mulai tanggal 01 November 2018 sampai tanggal 15 Pebruari 2019, bertempat di Dusun Tegalrejo, Desa Kuto, Kecamatn Kerjo, Kabuaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini untuk menguji macam bibit dan dosis pupuk kandang ayam terhadap kerusakan umbi hama boleng (Cylas formicarius) pada tanaman ubi jalar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri dari 2 faktor : Faktor pertama adalah macam bibit (B), terdiri dari 2 macam, yaitu ; B1 : Bibit bagian pucuk, B2 : Bibit bagian batang. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang ayam (K),  terdiri dari 5 taraf, yaitu : K0 : 0,0  gram/tanaman, K1 : 176 gram/tanaman, K2 : 208 gram/tanaman, K3 : 240 gram/tanaman, K4 : 272 gram/tanaman Dari kedua faktor tersebut diperoleh 10 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali sehingga keseluruhan diperoleh 30 kombinasi perlakuan. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, dilanjutkan dengan Uji beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disusun kesimpulan yaitu penggunaan bibit bagian batang tidak berpengaruh nyata dalam meningkatkan kerusakan pada umbi yang disebabkan hama boleng karena bibit bagian batang mempunyai struktur yang keras berbeda dengan bibit bagian pucuk yang mempunyai struktur lunak, rata-rata hasil parameter-parameter berikut menunjukkan bahwa intensitas serangan hama terendah terdapat pada perlakuan bibit bagian batang yaitu 22,37 %, jumlah ubi boleng terendah 0,58 ubi pertanaman, berat ubi boleng terendah terdapat pada perlakuan bibit bagian pucuk yaitu 71,64gram, berat ubi sehat tertinggi terdapat pada bagian batang yaitu 608,33 gram ,jumlah ubi sehat terendah 4,75 ubi pertanaman
UJI KONSENTRASI AIR KELAPA DAN PENYIRAMAN AIR LERI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Yuni Sih Utami; Sri Hardiatmi; Siswadi Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Uji konsentrasi air kelapa dan penyiraman leri terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar (Ipomea batatas L.)” telah dilaksanakan mulai tanggal 03 Agustus 2018 sampai 03 Desember 2018 Sekip RT 06 RW 08, Kadipiro, Banjarsari, Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh dari uji konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar (Ipomoea batatas L.), (2) mengetahui pengaruh dari penyiraman air leri terhadap terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar (Ipomoea batatas L.), (3) mengetahui pengaruh terbaik dari uji konsentrasi air kelapa dan penyiraman air leri terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar (Ipomoea batatas L.) Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor, masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah : (1) konsentrasi air kelapa (K) dengan 5 (lima) taraf yaitu: konsentrasi 0% (K0), konsentrasi 25% (K1), konsentrasi 50% (K2), konsentrasi 75% (K3), konsentrasi 100% (K4), (2). Penyiraman air leri yang terdiri dari 2 taraf yaitu : penyiraman tanpa leri (L2) dan penyiraman diberi leri (L2) Kedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehinngga diperoleh 10 kombinasi perlakuan.  Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan uji konsentrasi air kelapa dan penyiraman air leri tidak berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar yaitu jumlah daun, jumlah tunas, panjang sulur, jumlah umbi, volume umbi, berat umbi, berat brangkasan basah, namun pada komponen pertumbuhan yaitu jumlah daun yang mempunyai jumlah daun terbanyak yaitu pada (K1L2), pada jumlah tunas yaitu tunas terbanyak terdapat pada perlakuan (K0L2), pada panjang sulur yang memiliki sulur tanaman terpanjang yaitu pada perlakuan (K3L2), pada komponen hasil jumlah umbi yang terbanyak yaitu pada perlakuan (K4L1), pada volume umbi yang menghasilkan umbi terbesar yaitu pada perlakuan (K0L2, pada berat umbi yang memiliki hasil terbesar yaitu pada (K0L2, pada berat brangkasan basah yang menghasilkan berat terbaik yaitu pada (K2L2).
UJI PEMOMPAAN AIR TANAH METODE STEP DRAW DOWN UNTUK MENGETAHUI DEBIT OPTIMUM KEMAMPUAN SUMUR BOR Jarwanto Jarwanto
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji pemompaan dalam kaitannya dengan kemampuan sumur terhadap akuifer dalam penyediaan air dalam tubuh formasi batuan. Pengukuran ini didapat dari respon terhadap kenaikan maupun penurunan air saat dilakukan pemompaan dengan melalui 3 tahap (step) perlakuan dengan posisi Q1, Q2 dan Q3. Posisi Q3 maksimum pompa yang digunakan, Q2 didapat dari setengah dari nilai Q3, Q1 setengah dari Q2 (paling kecil). Pemompaan selama 960 menit tanpa henti dari 3 step akan menurunkan muka air tanah dengan panjang 47,75 meter. Recovery kembali ke muka air tanah semula selama 390 menit. Dengan pendekatan tabel didapatkan nilai optimum dalam pemompaan sebesar 1,7 liter/detik dengan posisi muka air tanah stabil dan seimbang yang dihitung dari ketersediaan air dalam formasi batuan/tanah dengan pemompaan yang dilakukan terus menerus tanpa henti. Sumur bor dapat difungsikan untuk kegiatan usaha maupun rumah tangga bahkan untuk pengairan persawahan/pertanian lainnya.
INVENTARISASI HAMA AKIBAT PERLAKUAN MACAM JARAK TANAM TERHADAP TIGA VARIETAS KEDELAI Glycine max (L) Merill Lulus Fitriyani; Sartono Joko Santosa; Sumarmi Sumarmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to investory the types of pest from the symptoms and signs of damage from variouse types of planting distance on there of soybean. This research was conducted in April 2019 until Juli 2019, a research site in Gatak Hamlet, Senting Village, Sambi Subdistrict, Boyolalai Regency with Grumosol soil types and altitude ± 200 meters above sea level. This study uses a Complete Randomized Block Design (CRBD) arranged in Split Plots consisting of 2 treatment factors, namely the type of soybean (V) as the main plot an planting distance (J) as a sub plot, so 9 treatment combinations were obtained and each was repeated 3 times. The results showed (1) The types of pest found at the time of the study were green grasshopper pest with the highest attack intensity in the treatment Grobogan of varieties  with planting distance 30 cm x 40 cm (V1J3), wich was an average 0f 29.79%. Caterpillar leaves pest with the highest attack intensity in the treatment Grobogan of varieties with planting distance 30 cm x 40 cm (V1J3), wich was an average 0f 30%, Anjasmoro of varieties with planting distance 30 cm x 20 cm (V2J1), wich was an average 0f 30%, Grobogan of varieties with planting distance 30 cm x 30 cm (V2J2), wich was an average of 30%. Pod borer pest with the highest attack intensity in the treatment Anjasmoro of varieties with planting distance 30 cm x 30 cm wich was an average of 29,97% (2) The provision of spasing 30 cm x 40 cm does  significantly affect the intensity of pest attacks on three types of soybean (3) Grobogan of varieties and spasing 30 cm x 40 cm (V1J3) had the highest the number of pods yields which was an average of 88 pods, the pod weight 60,11 gram/m2, and yield of seed weight 16,95 gram/m2. And the highest the number of seeds yields had the highest on Grobogan of varieties and spasing 30 cm x 40 cm which was an average 143,56 seeds, and on Grobogan varieties  with planting distance 30 cm x 30 cm of was an average 13,60 gram/m2.
KAJIAN MACAM JARAK TANAM TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT BERCAK DAUN Cercospora Sojina ( Hara ) PADA TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. Merrill arif wicaksono aji; Sartono Joko Santosa; Siswadi Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Macam Jarak Tanam Terhadap Intesitas Penyakit Bercak Daun Pada Tiga Macam Varietas Kedelai (Glycine max L. Merrill) dengan tujuan untuk mengkaji macam jarak tanam terhadap intensitas penyakit bercak daun Cercospora Sojina pada tiga varietas kedelai (Glycine max L. Merrill) yang dilaksanakan mulai tanggal 14 April 2019 sampai 13 Juli 2019, di Dusun Ngalang-ngalangan, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dengan  ketinggian tempat 200m (dpl). Penelitian ini menggunakan metode Perancangan Dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang disusun secara Split plot yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dengan 9 kombinasi perlakuan yang masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Adapun kombinasi perlakuan sebagai berikut : V1J1, V1J2, V1J3, V2J1, V2J2, V2J3, V3J1, V3J2, V3J3, V menunjukan macam varietas kedelai dan J menjelaskan macam jarak tanam. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan uji BNT ( Beda Nyata Terkecil ) pada taraf 5 %, adapun hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Gejala serangan penyakit bercak daun tampak merata pada varietas Anjasmoro, gejala serangan penyakit mulai muncul pada umur 3 minggu setelah tanam pada varietas Grobogan. (2) Perlakuan tiga macam varietas dan jarak tanam tidak berpengaruh terhadap intensitas penyakit bercak daun. (3) Perlakuan Jarak tanam 30 x 40 cm dengan varietas Grobogan (V1J3) memberikan hasil tertingi pada jumlah polong dengan rata – rata 88,00, berat polong dengan rata – rata berat 60,11 gram, jumlah biji dengan rata – rata 143,56, dan pada berat biji dengan rata – rata berat 16,95 gram.
UJI PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR (Ipomea batatas L) Daniel Kristanto; priyono priyono; Saiful Bahri
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Uji Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Ubi Jalar (Ipomea batatas L)” telah dilaksanakan pada tanggal 8 November 2018 sampai tanggal  8 Maret 2019 di lahan sawah dengan jenis tanah grumusol, di Dusun Kalikijing, Kelurahan Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu (1) mengetahui dosis pupuk hayati Sinar Bio yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil Ubi jalar (Ipomea batatas L), (2) mengetahui dosis pupuk hayati Mikoriza yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil Ubi jalar (Ipomea batatas L), (3) mengetahui dosis pupuk hayati Natura yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil Ubi jalar (Ipomea batatas L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok  Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga kali ulangan dengan 9 kombinasi perlakuan: (P1 : Pupuk Hayati Sinar Bio dengan dosis pupuk hayati 15 kg/Ha), (P2 : Pupuk Hayati Sinar Bio dengan dosis pupuk hayati 30 kg/Ha), (P3 : Pupuk Hayati Sinar Bio dengan dosis pupuk hayati 45 kg/Ha), (P4  : Pupuk Hayati Mycogrow dengan dosis pupuk hayati 5 kg/Ha), (P5 : Pupuk Hayati Mycogrow dengan dosis pupuk hayati10 kg/Ha), (P6 : Pupuk Hayati Mycogrow dengan dosis pupuk  hayati 15 kg/Ha),  (P7 : Pupuk Hayati Natura dengan dosis pupuk hayati 50 kg/Ha), (P8 : Pupuk Hayati Natura dengan dosis pupuk hayati 75 kg/Ha), (P9 : Pupuk Hayati Natura dengan dosis pupuk hayati 100 kg/Ha). Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan macam pupuk hayati  tidak berpengaruh pada semua parameter pengamatan, yaitu  panjang batang, jumlah cabang, berat basah brangkasan, berat kering brangkasan, berat umbi, jumlah umbi, diameter umbi dan indeks panen.
KAJIAN MACAM KERAPATAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill ) Diana Diah Utami; sumarmi sumarmi; Siswadi Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Kajian Macam Kerapatan Tanam Terhadap Pertumbuhan  dan   Hasil  Tiga  Varietas  Kedelai  (Glycine  max   (L.) Merrill )” telah  dilaksanakan mulai  13 April sampai 13 Juli 2019  di Desa Ngalang-ngalangan Kelurahan  Senting  Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung pertumbuhan dan  hasil tiga  varietas kedelai  dengan perlakuan tiga macam kerapatan tanam. Dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) factorial yang  terdiri dari  2 faktor  masing–masing diulang  3 kali sehingga diperoleh 27 kombinasi.  Macam Varietas  Kedelai  (V) : V1 : Grobogan,  V2 : Anjasmoro, V3 : Malika. Macam Kerapatan Tanam (K): K1 : 30 cm x 20 cm, K2 : 30 cm x 30 cm, K3 : 30 cm x 40 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Varietas Grobogan memiliki hasil tertinggi untuk jumlah daun, jumlah polong   bernas, jumlah  polong hampa,  berat buah  polong  kedelai  basah, berat biji kedelai kering, berat 100 biji kedelai. Tinggi tanaman rata-rata tertinggi terdapat pada varietas Anjasmoro. Umur  berbunga terlama pada varietas Malika yaitu 47,22. (2) Kerapatan  tanam 30cm x 20cm (K1) memiliki hasil tertinggi untuk tinggi  tanaman, berat buah polong kedelai basah, berat biji kedelai  kering dan berat 100 biji kedelai. Umur berbunga rata-rata tertinggi pada 30cm x 30cm (K2). Kerapatan tanam 30cm x 40cm   memiliki hasil tertinggi untuk jumlah daun, jumlah polong hampa, jumlah polong hampa. (3) Tidak terjadi interaksi antara macam   kerapatan tanam dan tiga varietas terhadap semua parameter yang  diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah polong bernas, jumlah polong hampa, berat buah polong  kedelai basah, berat biji kedelai kering, dan berat 100 biji kedelai.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 2 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 25 No 2 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 24 No 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 1 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian Vol 23, No 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 20, No 2 (2018): INNOFARM Vol. 20 No. 2 (2018): INNOFARM Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM Vol 19, No 1 (2018): INNOFARM Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM Vol 18, No 2 (2017): INNOFARM Vol 17, No 1 (2017): Innofarm Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm Vol 15, No 2 (2015): innofarm Vol. 15 No. 2 (2015): innofarm Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm Vol 14, No 1 (2015): Innofarm Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm Vol 13, No 2 (2014): Innofarm Vol 12, No 2 (2013): Innofarm Vol. 12 No. 2 (2013): Innofarm Vol. 11 No. 1 (2013): INNOFARM Vol 11, No 1 (2013): INNOFARM Vol 10, No 1 (2011): Innofarm Vol. 10 No. 1 (2011): Innofarm Vol. 9 No. 2 (2010): Innofarm Vol 9, No 2 (2010): Innofarm Vol. 9 No. 1 (2010): Innofarm Vol 9, No 1 (2010): Innofarm Vol. 8 No. 1 (2009): Innofarm Vol 8, No 1 (2009): Innofarm Vol 7, No 1 (2008): Innofarm Vol. 7 No. 1 (2008): Innofarm Vol. 6 No. 1 (2007): Innofarm Vol 6, No 1 (2007): Innofarm Vol. 3 No. 1 (2004): Innofarm Vol 3, No 1 (2004): Innofarm Vol 2, No 2 (2003): Innofarm Vol. 2 No. 2 (2003): Innofarm Vol. 2 No. 1 (2003): Innofarm Vol 2, No 1 (2003): Innofarm More Issue