cover
Contact Name
Efi Nikmatu Sholihah
Contact Email
efinikmatus@gmail.com
Phone
+6285231367689
Journal Mail Official
innofarm.unisri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sumpah Pemuda No. 18 Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian
ISSN : 16930738     EISSN : 27145549     DOI : https://doi.org/10.33061/innofarm.v27i2
The article published in INNOFARM journal is the authors original work with a broad spectrum of topics. INNOFARM journal accepts original research articles, review articles, and short communications covering the following topics Agricultural and Environmental Microbiology Agricultural Socioeconomics Agroclimatology and Agricultural phenology Agronomy Plant Biotechnology Plant Breeding, Genetics, and Genomics Plant Protection Plant Physiology Soil Science and Fertility Seed Science and Technology
Articles 473 Documents
A KAJIAN PESTISIDA NABATI TERHADAP HAMA ULAT PENGGULUNG ( Lamprosema indicata) PADA TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hipogeae L.): KAJIAN PESTISIDA NABATI TERHADAP HAMA ULAT PENGGULUNG ( Lamprosema indicata) PADA TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hipogeae L.) Angga Dwi Prasetyo; Sartono Joko Santoso; Siswadi Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i2.6263

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Pestisida Nabati terhadap Hama Ulat Penggulung Daun (Lamprosema indicata) pada Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)  bertujuan untuk mengkaji pestisida nabati terhadap hama ulat penggulung daun (Lamprosema indicata) pada tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari  2021 sampai bulan  Mei 2021, di Ds. Sekarputih Kec. Widodaren Kab. Ngawi Jawa Timur, dengan ketinggian tempat 500 mdpl. Penelitian ini menggunakan metode Perancangan Dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 10 macam perlakuan dan diulang 3 kali. Adapun perlakuannya yaitu P0, P1K1, P1K2, P1K3, P2K1, P2K2, P2K3, P3K1, P3K2, P3K3. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukan gejala serangan hama ulat penggulung daun (Lamprosema indicata) muncul merata pada umur 30 hari setelah tanam. Perlakuan pestisida nabati daun pepaya 52,5 ml/L (P2K3) mampu menekan intensitas serangan hama ulat penggulung daun dengan rata-rata yaitu 18,89, sehingga memberikan hasil yang optimal. Perlakuan pestisida nabati daun pepaya 52,5 ml/L (P2K3) pada tanaman kacang tanah memberikan hasil tertinggi pada jumlah polong dengan rata-rata 21,83 buah, berat polong kering per tanaman dengan rata-rata 37,17 gr, berat polong kering per petak 140,00 gr, berat biji kering per petak 135,67 gr dan berat 100 biji dengan rata-rata 54,33 gr.
A KAJIAN INSEKTISIDA NABATI TERHADAP HAMA KUTU PUTIH (Pseudococcus citriculus) PADA TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena): KAJIAN INSEKTISIDA NABATI TERHADAP HAMA KUTU PUTIH (Pseudococcus citriculus) PADA TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena) wahyu huddin; Sartono Joko Santoso; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i2.6266

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian insektisida nabati terhadap hama kutu putih  (Pseudococcus citriculus) pada tanaman terong ungu (Solanum melongena) bertujuan untuk mengkaji insektisida nabati terhadap hama kutu putih (Pseudococcus citriculus) pada tanaman terong ungu (Solanum melongena). Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Januari 2021 sampai 11 Mei 2021, di RT 01 RW 05 Lingkungan Balong Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Perancangan Dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 10 macam perlakuan dan diulang 3 kali. Adapun perlakuannya meliputi DKO, DS1, DS2, DS3, DP1, DP2, DP3, DR1, DR2 dan DR3. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan uji Duncan pada taraf nyata 5 %, hasil penelitian menunjukan bahwa gejala serangan hama kutu putih mulai menyerang merata pada umur 45 HST pada tanaman terong ungu (Solanum melongena L.). Perlakuan ekstrak daun sirih 100 g/l dapat menekan intensitas serangan hama kutu putih pada tanaman terong ungu sebesar 35,13, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan ekstrak daun papaya 1,5 kg/l. Perlakuan ekstrak daun sirih 100 g/l juga memberikan hasil tertinggi pada jumlah buah per tanaman dengan purata 4,00, diameter buah dengan purata 7,38 cm, panjang buah dengan purata 21,17 cm dan total bobot tanaman dengan purata 3,40 kg.
A PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN BIOFARMAKA DI KABUPATEN KEDIRI: PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN BIOFARMAKA DI KABUPATEN KEDIRI Navita Maharani; Nastiti Winahyu; Uswatul Khoiriyah
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i2.6345

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenali komoditas unggulan berdasarkan komoditas basis dan non-basis biofarmaka yang ada di Kabupten kediri Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diolah dengan metode analisis Location Quotient (LQ). Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa komoditas biofarmaka yang telah dibudidayakan di Kabupaten Kediri terbagi menjadi 2 kelompok yaitu: kelompok rimpang dan bukan rimpang. Untuk kelompok rimpang terdiri dari jahe, kencur, kunyit, lengkuas, lempuyang, temuireng, dan temulawak. Sedangkan kelompok bukan rimpang terdiri dari: kapulaga, mahkota dewa, lidah buaya, dan mengkudu. Komoditas basis biofarmaka di Kbupaten Kediri berasal dari kelompok rimpang yaitu komoditas kunyit. Hal ini menunjukkan bahwa kunyit yang dihasilkan oleh Kabupaten Kediri mempunyai keunggulan komparatif. Kunyit yang dihasilkan mampu mencukupi kebutuhan dan juga permintaan wilayahnya sendiri bahkan sampai mengekspor ke luar wilayahnya. Komoditas lain selain kunyit merupakan komoditas non basis, artinya Kabupaten Kediri belum mampu mencukupi kebutuhan dan permintaan di wilayahnya, sehingga perlu mendatangkan dari luar wilayahnya.
A APLIKASI KOMPOS LIMBAH PERTANIAN PADA BUDIDAYA TOMAT (Lycopersicum esculentum MILL.): APLIKASI KOMPOS LIMBAH PERTANIAN PADA BUDIDAYA TOMAT (Lycopersicum esculentum MILL.) Gunawan Budiyanto; Maulela Ajar Ridzany; Hariyono Hariyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i2.6633

Abstract

From January to July 2016, greenhouse research named "The Effect of Diverse Agricultural Waste on the Growth and Yield of Tomato (Lycopersicum esculentum Mill.)" was done to assess the potential for various agricultural waste to be used as organic fertilizer (compost) in tomato growing. The experiment was conducted with a single factor and a Completely Randomized Design (CRD). The treatments were as follows: 200 kilograms Urea per hectare, 300 kilograms SP-36 per hectare, and 200 kilograms KCl per hectare (P0); 20 tons cow manure per hectare + 200 kilograms Urea per hectare, 300 kilograms SP-36 per hectare, and 200 kilograms KCl per hectare (P1); 6.504 tons rice-straw compost per hectare + 200 kilograms Urea per hectare, 300 kilograms SP-36 per hectare (P4). Each treatment was administered a total of twelve times. The results indicated that (1) compost made from various agricultural wastes, such as rice straw, corn litter, and cassava peel, had a significant effect on the growth and yield of tomato plants; and (2) a dose of 6,504 tons/ha Rice Straw compost + 200 kg Urea per hectare, 300 kg SP-36 per hectare, and 200 kg KCl per hectare can increase the growth and yield of tomato plants
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK HAYATI DAN PERBEDAAN JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GARUT Lidia Natalidini Putri Patola, Supriyono & Pardjanto
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati, pengaruh jenis tanah, dan pengaruh interaksi antara pupuk hayati dan jenis tanah terhadap pertumbuhan dan hasil garut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor yaitu pupuk hayati menggunakan larutan biota max yang terdiri dari 2 taraf dan jenis tanah yang terdiri atas 2 taraf. Analisis data menggunakan Analisis Ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah daun, jumlah anakan total, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, panjang umbi, dan berat umbi per rumpun dibanding tanpa pemberian pupuk hayati, 2) penanaman garut pada tanah grumosol berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan total, laju pertumbuhan relatif, indeks luas daun, dan jumlah umbi per rumpun dibanding penanaman garut pada tanah rendzina.Kata kunci : pupuk hayati, jenis tanah, garut
KAJIAN PENANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) SEBAGAI PENAUNG DAN DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GARUT (Marantha arundinacea L.) Debora Kurniawati Djaya Saputra, Efrain Patola & Sri Hardiatmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Kajian Penanaman Jagung sebagai Penaung dan Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Garut” telah dilaksanakan tanggal 7 Febuari sampai 7 Agustus 2016 di desa Pranggong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh penanaman jagung sebagai penaung, pengaruh dosis pupuk kandang, dan pengaruh interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil garut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial. Kedua faktor tersebut adalah : (1) penanaman jagung sebagai penaung (P) dengan 3 taraf dan (2) dosis pupuk kandang (D) dengan 4 taraf. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) penanaman jagung sebagai penaung berpengaruh hanya terhadap diameter pangkal batang dan berat umbi per rumpun, (2) pengaruh naungan terbaik adalah P2 (tanaman jagung ditanam di antara 2 baris tanaman garut), (3) perlakuan dosis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan total, diameter pangkal batang, dan berat umbi per rumpun, (4) dosis terbaik adalah 400 g/tanaman, dan (5) pengaruh interaksi tidak nyata.Kata kunci : jagung, penaung, pertumbuhan, hasil, garut
PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRASI AIR KELAPA MUDA DAN KEDALAMAN STEK BATANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN UBI JALAR (Ipomoeae batatas L.) Ningtyas Dwi Rahayu, Sartono Joko Santoso & Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengaruh Pemberian Konsentrasi Air Kelapa Muda Dan Kedalaman Stek Batang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Ubi Jalar (Ipomoeae batatas L.).Dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Konsentrasi Air Kelapa Muda Dan Kedalaman Stek Batang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.). yang dilaksanakan mulai tanggal 31 Agustus 2016 sampai 8 Januari 2017, Di Dusun Tengklik, Desa Nadi, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dengan ketinggian tempat 600 (mdpl). Penelitian ini menggunakan metode Perancangan Dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial, dengan 2 faktor penrlakuan dengan 12 kombinasi perlakuan yang masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Adapun kombinasi perlakuan sebagai berikut : K0S1, K0S2, K1S2, K1S3, K2S1, K2S2, K2S3, K3S1, K3S2, K3S3, K menjelaskan konsentrasi air kelapa muda dan S menunjukkan kedalaman stek. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%, adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Konsentrasi air kelapa muda tidak memberikan pengaruh pada semua parameter pengamatan (2) Kedalaman stek tidak memberikan pengaruh pada semua parameter pengamatan tetapi memberikan pengaru pada berat umbi, (3) Kombinasi perlakuan pada konsentrasi air kelapa muda dan kedalaman stek tidak memberikan pengaruh pada semua parameter pengamatan, (4) Hasil tertinggi diperoleh pada berat umbi dengan kombinasi perlakuan pemberian konsentrasiair kelapa muda 150 ml/l dan kedalaman stek 3 ruas didalam tanah (K3S3) dengan berat 1086,667 g, tetapi tidak berbeda dengan perlakuan tanpa pemberian konsentrasi air kelapa muda dan kedalaman stek 2 ruas didalam tanah (K0S2).Kata kunci : ubi jalar, stek, air kelapa muda.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK DAUN DAN VOLUME PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans Poir) Rahmi Lailatul Sakdiah, Kharis Triyono & Priyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh konsentrasi pupuk daun dan volume penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil kankung darat (Ipomea reptans Poir). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kosentrasi pupuk daun dan volume penyiraman serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomea reptans Poir). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Produksi Tanaman dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi yang berlokasi di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Waktu penelitian dimulai pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2016. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan dan 3 ulangan yaitu : konsentrasi pupuk daun (K) dan volume penyiraman (V). Faktor pertama kosentrasi pupuk daun terdiri atas 3 taraf yaitu 0 g per liter, 4 g per liter, dan 8 g per liter. Faktor kedua volume penyiraman terdiri atas 3 taraf yaitu 200 ml per polybag, 400 ml per polybag, 600 ml per polybag. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan uji DMRT (Ducan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, panjang daun, lebar daun, berat basah dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi pupuk daun tidak berpengaruh pada semua parameter pertumbuhan dan hasil kangkung darat (Ipomea reptans Poir). Perlakuan volume penyiraman sangat berpengaruh pada parameter tinggi tanaman pertumbuhan dan hasil kangkung darat (Ipomea reptans Poir). Perlakuan terbaik volume penyiraman adalah 600 ml/polybag karena mempengaruhi peningkatan tinggi tanaman sebesar 40,55 cm. Perlakuan interaksi berpengaruh pada parameter tinggi tanaman pertumbuhan dan hasil kangkung darat. Sedangkan pada parameter lain yaitu jumlah daun, panjang akar, lebar daun, panjang daun, berat basah, dan berat kering tidak terjadi interaksi.Kata kunci: konsentrasi pupuk daun, volume penyiraman, Ipomea reptans Poir, kangkung darat
PENGARUH DOSIS PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS KETELA RAMBAT (Ipomoea batatas, L) Sukrisnadi, Y. Sartono Joko Santosa & Priyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2016 sampai 15 Februari 2017 di Desa Plupuh, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Propinsi Jawa Tengah dengan ketinggian tanah 140 mdpl, jenis tanah grumosol. Metode penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Petak utama adalah varietas Antin 2 (V1), varietas Sukuh (V2), varietas Boko (V3), dengan anak petaknya adalah pupuk hayati petrobio dosis 0 kg/ha (kontrol), dosis 15 kg/ha (D1), dosis 30 kg/ha (D2), dosis 45 kg/ha (V3). Terdapat 12 kombinasi perlakuan tiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk hayati petrobio dengan dosis 30 kg/ha pada varietas Antin 2 memberikan hasil terbaik pada jumlah umbi pert tanaman (3,14 umbi), jumlah umbi per subplot (19,00 umbi), dan berat umbi per subplot (3,58 kg)Kata kunci : dosis, pupuk hayati, varietas
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK ALAMI TERHADAP PEMBIBITAN DAN HASIL UMBI TALAS (Colocasia esculenta L). Sulistiyono, Saiful Bahri & Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Alami Terhadap Pimbibitan dan Hasil Umbi Talas (Colocasia esculenta L).bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi dan jenis ekstrak alami yang tepat terhadap pembibitan dan produksi ubi talas.Penelitian ini merupakan percobaan lapangan, disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor sebagai berikut : Perlakuan Jenis esktrak alami (E) terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu: E1 =Air Kelapa, E2= Air Cucian Beras dan E3=Ekstrak Teh. Perlakuan konsentrasi ekstrak alami (K) terdiri dari 4 taraf, yaitu K0= Konsentrasi ekstrak alami 0 ml per tanaman (kontrol), K1=Konsentrasi ekstrak alami 50 ml per tanaman, K2 =Konsentrasi ekstrak alami 100 ml per tanaman dan K3=Konsentrasi ekstrak alami 150 ml per tanaman. Untuk mengetahui perbedaan dilakukan uji lanjutan dengan DMRT.Hasil yang diperoleh pada perlakuan konsentrasi pupuk estrak alami yang digunakan berpengaruh terhadap komponen pengamatan yang diamati. Jenis pupuk ekstrak alami yang digunakan tidak berpengaruh terhadap parameter yang diamati. Tidak ada interaksi antara keduanya terhadap semua parameter yang diamati. Pupuk ekstrak alami air kelapa dengan konsentrasi 150ml/ tanaman akan memberikan hasil paling baik dibandingkan dengan pupuk air teh dan air cucian beras pada tanaman talas Jepang.Kata Kunci : Talas Jepang, estrak alami, konsentrasi

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 2 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 25 No 2 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 24 No 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 1 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 23, No 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 20 No. 2 (2018): INNOFARM Vol 20, No 2 (2018): INNOFARM Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM Vol 19, No 1 (2018): INNOFARM Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM Vol 18, No 2 (2017): INNOFARM Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm Vol 17, No 1 (2017): Innofarm Vol 15, No 2 (2015): innofarm Vol. 15 No. 2 (2015): innofarm Vol 14, No 1 (2015): Innofarm Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm Vol 13, No 2 (2014): Innofarm Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm Vol. 12 No. 2 (2013): Innofarm Vol 12, No 2 (2013): Innofarm Vol 11, No 1 (2013): INNOFARM Vol. 11 No. 1 (2013): INNOFARM Vol. 10 No. 1 (2011): Innofarm Vol 10, No 1 (2011): Innofarm Vol. 9 No. 2 (2010): Innofarm Vol 9, No 2 (2010): Innofarm Vol. 9 No. 1 (2010): Innofarm Vol 9, No 1 (2010): Innofarm Vol 8, No 1 (2009): Innofarm Vol. 8 No. 1 (2009): Innofarm Vol. 7 No. 1 (2008): Innofarm Vol 7, No 1 (2008): Innofarm Vol 6, No 1 (2007): Innofarm Vol. 6 No. 1 (2007): Innofarm Vol. 3 No. 1 (2004): Innofarm Vol 3, No 1 (2004): Innofarm Vol. 2 No. 2 (2003): Innofarm Vol 2, No 2 (2003): Innofarm Vol 2, No 1 (2003): Innofarm Vol. 2 No. 1 (2003): Innofarm More Issue