cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Joglo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
MASIH RENDAHKAH PARTISIPASI WANITA INDONESIA DALAM PEMBANGUNAN NEGARA ? WHAT INDONESIA LADIES PARTICIPATED DEVELOPING THEIR COUNTRY WAS STILL LAOW ? Priyono - -
Joglo Vol. 16 No. 1 (2004): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   Human right or emancipation of men and women in Indonesia is the same. But many applicatings often occur many differences. Because many problems or many factors have affected them. Those many factors i.e : gender problem, the employment, social-culture, etc. Although many womans work professional on the job, namely director of many factories, the head of district, many rectors, many vice rectors or many deans of universities, ministry or president on their country , etc. But now everyone still ask about participating many womans to develop on their country or state development ? Or think still low ? Key words : Human right or emancipation, women participating, state development
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENDAYAGUNAAN LAHAN YANG EFEKTIF DAN SISTEM AGRIBISNIS MODERN Priyono - -
Joglo Vol. 15 No. 2 (2003): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Effect the population density in Indonesia to their land reduce until 0,4 ha per person. Because their land is used to develop many factories, offeces, shopping centres, houses, roads, etc. The farmers rising problem about decreasing plant production such as rice, corn, soya bean, peanut, etc. Because they are needed to solve the problem, to give their motivation and the real thing, to improve their economics and their life by using effective land use and agrobussiness modern system. The read forms are : 1) increase self respect and prestige of farmers by land use reform/agrarian reform, 2) by using narrow land in order to increase the effective and sustainable use, 3) to be expects in post harvest and processing in agriculture product, also to be good capable in marketing, 4) to give learning and taining, to conctruct in agrobussiness modern too, 5) regulate the rule trading agriculture commodities which are more benefits, 6) to provide hardware and software agriculture commodities, 7) to control stability price and care more benefits for farmers. Key word : Rise the efforts farmers, land use, and agrobussiness modern system
ANALISIS SWOT UNTUK MANAJEMEN KEGIATAN KEMAHASISWAAN Priyono - -
Joglo Vol. 16 No. 2 (2004): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT In many instances, using the design approach would be unwarranted and perhaps even inappropriate. This would be particularly true in situations where a firm needs to develop its strategies through a learning process. The SWOT analysis, for example, could become a process dominated by a few individuals in a closed room, similar to a classroom case study discussion. Key Words : The analysis SWOT, strategy, learning process
PEMETAAN TANAH PERTANIAN YANG RENTAN LONGSOR DI SEKITAR PUNCAK GUNUNG LAWU Priyono - -; Sarwono - -
Joglo Vol. 24 No. 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian: 1).Untuk memperoleh data  lahan pertanian di sekitar puncak lereng bagian barat G. Lawu wilayah Kabupaten Karanganyar yang rentan longsor  tahun 2010  & 2011.; 2).Untuk menyediakan peta tanah pertanian yang rentan longsor. Metode yang digunakan survey study kasus lewat observasi & interview (data primer) dan study pustaka (data sekunder): tentang terjadinya tanah longsor, jumlah lahan dan luasnya longsoran, dampakn dan pengendaliannya di Karanganyar pada tahun 2010.& 2011  Analisis Data Deskriptif dan Analisis Inferensial yakni data yang diperoleh dikumpulkan dikelompokkan / diklasifikasikan, ditabulasi terus disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan peta. Lokasi di Kecamatan Tawangmangu, dan Kecamatan Ngargoyoso dan waktunya Maret s/d Juli 2011. Kesimpulannya: 1). Daerah Tawangmangu adalah daerah yang: a).relative altitudenya / ketinggian tempat (= 800-1000 m dpl) dan volumenya & hari hujan (121) lebih tinggi mengalami frekuensi kelongsoran (=10) yang lebih tinggi dibanding Ngargoyoso dengan frekuensi kelongsoran (=9,) tinggi tempat (750-1000 m dpl), volumenya & hari hujan 85 HH. Sedangkan luas lahan kritisnya Tawangmangu (714 Ha) justru lebih rendah daripada Ngargoyoso (1.294,50 Ha); b). memiliki perkembangan dan jenis tanah relative sama yakni Seputar Andosol dan Latosol; c).merupakan daerah strategis, yakni tempat arus lalu lintas bisnis terutama sembako, pariwisata, penghasil hortikultura (sayuran, buah-buahan, bunga-bungaan), perkebunan kopi, teh, pinus dan karet, catchment area, berhawa segar dan sejuk, penyangga utama G.Lawu; 2). Pada hakekatnya penyebab kerusakan tanah di sini selain disebabkan oleh longsornya tanah dan erosi lainnya, juga oleh  ulah manusia yang tidak terkendali.   Kata kunci: pemetaan tanah, tanah longsor, faktor penyebab kerusakan tanah
UPAYA MENGURANGI EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DALAM SISTEM BUDIDAYA PERTANIAN DENGAN PENGGUNAAN BAHAN ORGANIK Priyono - -
Joglo Vol. 24 No. 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Upaya mengurangi GRK tersebut sekaligus meningkatkan hasil tanaman dapat melalui pemberian bahan organic (pemupukan bahan organic & system pertanian organic/SPO). Di Indonesia melalui: 1).Pemberian pupuk kandang dan amelioran (tanah  laterit) pada tanah gambut di Kebun Karet Kalteng  telah menghasilkan emisi  CO2 ( 15,20 % dan 21,90 %) lebih rendah dibanding control (tanpa perlakuan); 2).penyebaran pupuk kandang di permukaan tanah akan menekan kehilangan  unsur N dan  P; 3). Pengembalian residu pertanian ke dalam tanah;  4). SPO (termasuk system padi SRI Organik); 5). Pertanian Terpadu Berbasis Sumberdaya Lokal; 6).Pengembangan system  irigasi hemat air; 7). Sistem pertanian tekno- ekologis (ramah lingkungan) sesuai kondisi (Model 1 sampai Model 5): a). Model 1 (Pola diversifikasi non integrasi, atau hubungan/ pembentukan rantai makanan tanpa teknologi baru); b). memasukkan teknologi ramah lingkungan yang selalu meningkat efektivitasnya sesuai urutan model (model 2 sampai model 5 ). Di Inggris lewat SPO telah menghasilkan: 1). 3.200.000 ton unsur C dapat diserap oleh tanah setiap tahun; 2). Kombinasi savana  dan SPO menghasilkan  unsur C mampu menekan emisi CH4 dari domba; 3). Praktek SPO secara luas dapat menyerap 11 % unsur dari total emisi GRK atau menyerap 23 % emisi C lewat penggaraman C. serta mengurangi emisi unsur C (GRK) yang besar pula sekaligus telah membuat pertanian seluruh dunia lebih tahan terhadap dampak iklim ekstrim   Kata kunci: gas rumah kaca, penggunaan bahan organik, sistem pertanian organik ABSTRACTS The effort to reduce GHG while improving crop yields can be through the provision of organic material (fertilizer and organic material organic farming system / SPO). In Indonesia through: 1). Provision of manure and amelioran (laterite soil) on peat soil in Central Kalimantan, rubber gardens have produced CO2 emissions (15.20% and 21.90%) lower than the control (no treatment), 2). spread manure on the soil surface will suppress the loss of elements of N and P, 3). Returns of agricultural residues into the soil, 4). SPO (including organic SRI rice system); 5). Local Resource-Based Integrated farming; 6). Development of water-saving irrigation system; 7). Techno-ecological farming systems (green) according to the conditions (Model 1 to Model 5): a). Model 1 (non diversified pattern of integration, or ties / formation of the food chain without new technology); b). incorporate environmentally friendly technology that is increasing its effectiveness in the order model (Model 2 to Model 5). In the UK through the SPO has resulted in: 1). 3.2 million tons of elements of C can be absorbed by the soil each year; 2). Combination of savannah and SPO generates C elements can reduce CH4 emissions from sheep, 3). SPO is widely practice can absorb 11% of total GHG emissions element or absorb 23% of emissions by salting C. C. as well as reducing emissions of elements of C (GHGs) are greater at the same time has made the whole world agriculture more resilient to the impact of extreme climate Keywords: greenhouse gases, the use of organic materials, organic farming systems
PENGARUH SKARIFIKASI DAN PERENDAMAN GA3 TERHADAP VIGOR DAN VIABILITAS PERKECAMBAHAN BENIH Acacia Mangium Willd EFFECT OF SCARIFICATION AND GA3 AGAINST IMMERSION VIGOR AND GERMINATION VIABILITY OF Acasia mangium Willd SEED Ch Tri Harwati
Joglo Vol. 24 No. 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan perkecambahan secara maksimal pada Skarifikasi dan  waktu perendaman GA3 benih Acacia mangium Willd Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal  20 Mei 2011  sampai Tanggal 6 September 2011 di Laboratorium Benih Fakultas  Pertanian Universitas Slamet  Riyadi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan di lanjutkan dengan uji  SPSS dengan taraf  5 % Kesimpulan penelitian (i) Perlakuan skarifikasi P2 berpengaruh meningkatkan  daya kecambah benih, index vigor, viabilitas potensial dan kesempakan tumbuh kecambah benih Akasia mangium.secara maksimal Tetapi tidak dapat berpengaruh meningkatkan terhadap tinggi bibit dan jumlah daun (ii) Perlakuan perendaman GA3 100 ppm selama  60 menit ( T3) berpengaruh meningkatkan  daya kecambah benih,  index  vigor, viabilitas potensial dan kesempakan tumbuh kecambah benih Akasia mangium secara maksimal.. tetapi tidak dapat berpengaruh meningkatkan terhadap tinggi bibit dan jumlah daun Akasia mangium. (iii) Kontrol tidak berpengaruh pada perkecambahan benih juga tinggi tanaman dan jumlah daun pada pembibitan. Kata kunci : skarifikasi ,  GA3 , benih  acacia mangium willd . ABSTRACTS The objective of the research was to  increasing the maximum germination on scarification and GA3 soaking time of Acacia mangium Willd seeds Research is.. Carried out starting on  May 20, 2011 until September 6, 2011 at the Seed Laboratory of   Agriculture Faculty, Slamet Riyadi University. Research used Completely Randomized Design (CRD) is composed of two factors and three replications in the SPSS to proceed with a test level of 5% Conclusions of research (i) P2 scarification treatment increased the seed germination power, vigor index,  viability potential, and grow simultanneous Acacia seeds grow germination mangium, maxsimal., but can not improve effect on seedling height and number of leaves (ii) Treatment of Immersion GA3 100 ppm during 60 minutes (T3) increased the seed germination power, vigor index, and the viability potential, simultanneous  Acacia mangium seedlings grown  in maxsimal. But can not increase  effect of the higher seeds and number of leaves Acacia mangium.  (iii) Control did not affect the   seedlings too higher plants and number  of leaves at the nursery. Key word: scarification,  ga3,   seeds acacia mangium will.
SELECTION AND IMMOBILIZATION OF ISOLATED ACETIC ACID BACTERIA ON THE EFFICIENCY OF PRODUCING ACID IN INDONESIA Kapti Rahayu Kuswanto; Sri Luwihana Djokorijanto; Hisakazu - Lino
Joglo Vol. 26 No. 1 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Screening of AAB(Acetic acid bacteria) isolates from cane sugar juice in Indonesia for acid and alcohol tolerance was performed. Among the isolates tested, strain INT-7 was observed to grow to as high as 9% acetic acid and 15% alcohol. Based on the screening study, INT-7 is belong to Acetobacter pasteurianus were chosen for vinegar fermentation. The pure culture of strain INT-7 on unpasteurized coconut sap was found to have high acidity (5.42%) compared to pasteurized sap (3.42%). Strain INT-7 exhibited higher acid production of 62.7g/L in 5% ethanol under static condition compared to reference strains JCM 7640 Acetobacter aceti and JCM 7641 A. pasteurianus with 52.3g/L and 30.8g/L acid, respectively. On other study, results revealed the efficiency (2X) of using fermentor for acid formation compared to samples fermented with shaking. In addition, the crude metabolites of INT-7 suggest inhibitory effect against the growth of E.coli and Salmonella sp. but not against S. aureus, while strain of INT-17 metabolites inhibited the growth of all pathogenic bacteria tested. The immobilization of A.pasteurianus strain INT-7 for improving the ethanol resistance was done in the alginate gel. The result showed that optimum condition of A. pasteurianus INT-7 cell entrapped (107CFU/mL) on 3% alginate and the ratio of cell number and alginate solution was 1:3 v/v. The optimum condition of acetic acid fermentation by immobilized cells were initial pH 6.0, ethanol concentration 7.5% (v/v), temperature at 30o C for 7 days produced acetic acid (35.81 g/L) is higher than free cells (16.29 g/L). The efficiency of fermentation by immobilized cells and free cells were 36.73% and 16.71%, respectively.   Keywords: Acetic acid bacteria, selection, immobilization, producing higher acid.
KETAHANAN EKONOMI PETANI DALAM RANGKA MENGATASI GAGAL PANEN PADI DI DESA SIDOHARJO KECAMATAN SIDOHARJO KABUPATEN SRAGEN Endang Sri Sudalmi; JM Sri Hardiatmi
Joglo Vol. 26 No. 1 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inti dari permasalahan dalam penelitian ini adalah ola tanam yang dilakukan petani Sidoharjo, penyebab gagal panen padi dan usaha-usaha yang dilakukan petani untuk memenuhi kebutuhan keluarga pada waktu gagal panen padi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui : (1) Pola tanam ; (2) Penyebab gagal panen padi dan luas garapan yang gagal panen ; dan (3) Usaha-usaha yang dilakukan petani waktu gagal panen padi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Lokasi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Pengambilan data dengan wawancara dan pencatatan. Analisis data dengan tabulasi dan dianalisis. Hasil yang diperoleh dari penelitian : Pola tanam di Desa Sidoharjo pada tahun 2010-2011 : padi-padi-padi.Penyebab gagal panen padi pada umumnya karena adanya serangan hama wereng coklat, tikus, gulma dan kekurangan air. Luas garapan yang terserang ada yang 10 – 15 % bahkan ada yang sampai 50 % dari luas garapan.Usaha-usaha yang dilakukan petani pada waktu gagal panen untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu dengan : berdagang, buruh serabutan, buruh pabrik bahkan ada yang hutang.   Kata Kunci : Ketahanan Ekonomi Petani, Gagal Panen Padi
PENGARUH SUHU PEMANASAN DAN UKURAN MESH DALAM EKSTRAKSI SENYAWA ANTOSIANIN KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) Wulandari W.Y - -; Suhartatik - -
Joglo Vol. 26 No. 1 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.), dikenal masyarakat sebagai tanaman yang dimanfaatkan untuk teh dan berpotensi sebagai pewarna alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan dan ukuran mesh rendemen ekstrasi senyawa antosianin. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi sampel yaitu sudah dikeringkan dengan kadar air mencapai 10,25 % dan dibuat bubuk dengan ukuran mesh 40,60, dan 80. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kodisi optimal proses ekstraksi senyawa antosianin kelopak bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L) yaitu pada suhu 85°C dengan ukuran mesh 60 dan lama pemanasan 9 jam, dengan nilai rendemen 221,3067 ppm.   Kata Kunci : Rosella (Hibiscus sabdariffa L.), antosianin, suhu dan mesh
PERBANYAKAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) DENGAN JUMLAH MATA TUNAS PADA VARIETAS UNGGUL MEKAR MANIK DAN LOKAL Saiful - Bahri; Sartono Joko Santoso
Joglo Vol. 26 No. 1 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul Perbanyakan Tanaman Ubi Kayu  (Manihot esculenta Crantz) Dengan Jumlah Mata Tunas Pada Varietas Unggul dan Lokal bertujuan untuk mengetahui jumlah mata tunas yang digunakan untuk bibit yang berpotensi menghasilkan pertumbuhan tanaman ubi kayu yang baik pada varietas unggul Mekar Manik dan lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012 hingga Maret 2013 di Green House Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi, Surakarta. Metode Penelitiannya adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan faktor I (V) adalah Macam Varietas (Mekar Manik dan Lokal), dan faktor II (T) adalah Jumlah Mata Tunas Stek. Adapun hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut : Perlakuan jumlah mata tunas pada varietas lokal menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman relatif berbeda antar jumlah mata tunas 1,2 dengan jumlah mata tunas 3,4,5. Demikian juga pada varietas unggul Mekar Manik yang menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman relatif berbeda antara jumlah mata tunas 1,2 dengan jumlah mata tunas 3,4,5. Dengan demikian pertumbuhan tinggi tanaman tidak tergantung pada jenis varietasnya tetapi tergantung pada jumlah mata tunas yang ditanam. Perbedaan tinggi tanaman disebabkan oleh perbedaan potensi pertumbuhan kedua varietas itu sendiri.Perlakuan jumlah mata tunas pada varietas lokal dan unggul Mekar Manik menghasilkan pertumbuhan jumlah daun yang berbeda antara jumlah mata tunas 1,2 dengan jumlah mata tunas 3,4.  Potensi jumlah daun kedua varietas relatif lebih homogen.Perlakuan jumlah mata tunas pada varietas lokal dan unggul Mekar Manik menghasilkan pertumbuhan jumlah tunas atau batang yang tumbuh yang berbeda antara jumlah mata tunas 1,2 dengan jumlah mata tunas 3,4, 5.  Potensi jumlah batang yang dapat tumbuh hingga umur 3 bulan kedua varietas relatif lebih homogen.  Pada perlakuan jumlah mata tunas 3-5 menghasilkan jumlah batang yang tumbuh sekitar 2 batang. Kata Kunci  : jumlah mata tunas ubi kayu