cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Joglo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
Perubahan pola tanam akibat perubahan cuaca berdampak terhadap pendapatan petani Tri - Handayani; Lidia - Natalidini; Diyan - Isbiantoro; Efrain - Patola
Joglo Vol. 24 No. 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini, adalah untuk mengetahui: (1) bentuk pola tanam yang diterapkan di Kabupaten Karanganyar, (2) dampak perubahan pola tanam yang diterapkan terhadap produktivitas tanaman akibat perubahan cuaca, dan (3) pendapatan dari masing – masing pola tanam. Penelitian menggunakan metode eksplorasi dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Instrumen pengumpulan data pola tanam dan produktivitas tanaman adalah kuesioner (daftar pertanyaan) sedangkan untuk pengumpulan data iklim adalah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) semua petani di empat desa dalam tiga kecamatan yang diteliti melakukan perubahan pola tanam pada saat terjadi perubahan cuaca, (2) perubahan pola tanam berdampak positif terhadap pendapatan petani di desa Karanglo dan Jenawi, oleh karena itu para petani tetap mempertahankannya sampai sekarang. Kata kunci: pola tanam, perubahan iklim, pendapatan petani
Pengaruh dosis pupuk NPK dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) Inung Dewi Kartikasari; Riyo - Samekto
Joglo Vol. 24 No. 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kombinasi pupuk dosis urea, pupuk phonska dan pupuk hayati costum bio yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian lapangan disusun secara faktorial menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 level perlakuan dan 11 ulangan. Adapun level tersebut (A=Tanpa pupuk Urea dan Phonska, menggunakan Costum Bio 4 tablet/ha, B= Pupuk Urea 125 kg/ha, Phonska 100 kg/ha, Costum Bio 4 tablet/ha, Costum Bio 4 tablet/ha C= pupuk Urea 250 kg/ha, Phonska 200 kg/ha, Costum Bio 4 tablet/ha. perlakuan tanpa pupuk urea dan Phonska, menggunakan Costum bio 4 tablet/ha mempunyai berat daun yang dikonsumsi tertinggi, sedangkan berat daun yang dikonsumsi terendah diperoleh pada perlakuan pupuk urea 250 kg/ha, Phonska 200kg/ha, costum bio 4 tablet/ha. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa perlakuan tanpa pupuk urea dan phonska, menggunakan costum bio 4 tablet/ha merupakan kombinasi dosis pupuk yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) Kata Kunci : pupuk hayati, costum bio, urea, phonska
RESPON TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica Juncea L.) TERHADAP KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN MACAM MEDIA TANAM Efrain Patola & Hadi Ariyantoro
Joglo Vol. 25 No. 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan respon terbaik dari tanaman sawi hijau terhadap : (1) konsentrasi pupuk organik cair (POC), (2) macam media tanam, dan (3) konsentrasi POC dan macam media tanam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi pupuk organik cair (K) yang terdiri atas 4 taraf dan macam media tanam (M) yang terdiri atas 3 taraf., ,Masing-massing kombinasi perlakuan diulang 4 kali. Analisis data menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan I (1) respon terbaik terhadap konsentrasi POC teijadi pada konsentrasi 10 cc/1 air, (2) respon terbaik terhadap macam media tanam teijadi pada media tanam M1 (campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 6 : 2- I 1), dan (3) respon terbaik pada taraf media tanam M1 teijadi pada pemberian POC dengan konsentrasi 10 cc/1 air. Sedangkan respon terbaik pada taraf konsentrasi POC yaitu 5, 10, dan 15 cc/1 air terjadi pada penggunaan media tanam M1.Kata Kunci : Pupuk organik cair, media tanam, sawi hijau *Dosen Fakultas Pertanian UNISRI  
PENGARUH KONSENTRASI AIR KEMIH DAN WAKTU ROMPESAN DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN MATA ENTRES PADA OKULASI DURIAN (Duria zibethinus Murr) Ribut Djijono & Hadi Ariyanto
Joglo Vol. 25 No. 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUntuk mengetahui pengaruh konsentrasi air kemih dan waktu rompeszm daun terhadap pertumbuhan mata entres pada okulasi durian, telah dilaksanakan pada tanggal 23 Juli sampai dengan 15 Nopember 2011, di Balai Benih Hortikultura Mojogedang, Karanganyar, dengan ketinggian tempat 350 meter dpl. Metode percobaan yang digunakan adalah faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dua faktor perlakua, yaitu : konsentrasi air kemih (K) yang terdiri atas tiga tarafper1akua.n(K| = 12,5%, K; = 25,0% dan K; = 37,5%) dan waktu perompesan daun (W) yang terdiri atas tiga macarn perlakuan (W1 = 5 hari,W; = 10 hari dan W3 = 15 hari).Hasi1 penelitian dapat disimpulkan bahwa, perlakuan konsentrasi air kemih berpengaruh terhadap prosentase keberhasilan okulasi, saat pecah mata entres okulasi, saat pemunculan daun pertama, panjang tunas okulasi, jumlah daun dan proscntase bibit hidup; perlakuan waktu perompesan daun berpengaruh terhadap prosentase keberhasilan okulasi, saat pecah mata entres okulasi, saat pernunculan daun pertama, panjang tunas okulasi, jumlah daun dan prosemase bibit hidup; tidak ada interaksi antara perlakuan konsentrasi air kemih dan waktu perompesan daun terhadap semua parameter pengamatan; prosentase bibit hidup tertinggi 100%, diperoleh pada perlakuan konsentrasi air kemih 25 ,0% dan waktu perompesan daun 15 hari, konsentrasi air kemih 37,5% dan waktu perompesan daun 10 hari dan konsentrasi air kemih 37,5% dan waktu perornpesan daun 15 hari. Prosentase bibit hidup terendah 55,56%, diperoleh pada perlakuan konsentrasi air kemih 12,5% dan waktu perompesan daun 5 hari.Kata kunci : konsentrasi, air kcmih, waktu rompesan daun, pertumbuhan, mata entries, okulasi, durian. 
UJI ANTAGONISME Colletofiichum truncutum (PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA KEDELAI) DENGAN MIKROBIA F ILOPLEN ANTAGONISM TEST Colletotrichum truncatum (PATOGEN ANTRACNOSE ON SOY BEAN) WITH MICROBIAL PHYLOPLANE Sartono Joko Santoso & Sumarmi
Joglo Vol. 25 No. 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan kajian untuk menguji mikrobia filoplen sebagai agens pengendali hayati terhadap jamur Colletotrichum truncatum (penyebab penyakit antraknosa pada kedelai). Penyakit Antraknosa pada tanaman kedelai diketahui selalu ada pada pertanaman kedelai menjelang masak. Filoplen adalah bagian daun yang sehat dad tanaman yang terserang penyakit. Bagian tersebut sehat karena mengandung mikrobia yang dapat mempertahankan diri dari serangan mikrobia patogen Mikrobia filoplen yang diuji berasal dari daun kcdelai yang diperoleh dari pertanaman kedelai yaitu Trichoderma sp., Alternaria sp., F usarium sp., dan Bakteri fluorecense. Penelitian menggxmakan Rancangan Acak Lengkap dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua mikrobia filoplen dapat menghambat pettumbuhan jamu: Colletotrichum truncatum. Bakteii fluorecens dapat menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum truncatum 100 %Kata kunci : kedelai, mikrobia .Filoplen, jarnur antagonis, patogen, 
STUDI TENTANG PENYIKAPAN SARAPAN PAGI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN NAYU II NUSUKAN SURAKARTA Yustina Wuri Wulandari & Dorothea Ririn
Joglo Vol. 25 No. 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUsia sekolah dasar termasuk golongan masyarakat yang berada pada masa perrumbuhan yang cepat dan aktif. Anak harus mendapatkan asupan gizr dalarr kuantitas dan kualitas yang cukup. Hal ini penting untuk menjadi kesadaran bersama karena anak adalah salah satu aset sumber daya manusia dan sebagai generasi penerus bangsa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kesadaran untuk pola konsumsi pangan yang baik khususnya kebiasaan sarapan pagi di SDN Nayu II Surakarta telah baik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa status gzi untuk siswa Sekolah Dasar di SDN Nayu II Surakarta mulai dari kelas satu sampai kelas enam sudah baik. Kesimpulan ini ditunjukkan dari nilai indek anropometri untuk BBru (0.58 sampai dengan 0.70) artinya status gizi baik ; TB/U (0.45 sampai dengan 1.70) artinya status gizi rurtuk pertumbuhan baik atau normalKata kunci '. gizi, sekolah dasar, dan sarapan
AKTIVTTAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR ANTOSIANIN BERAS BERWARNA YAIYG BEREDAR DI DTY DAN SEKITARNYA Nanik Suhartrtih, Merkuria Karyantina & Akhmad Mustofa
Joglo Vol. 25 No. 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan survey yang telah dilakukaD, jenis beras berwama yang beredar di DIY dan sekitarnya adalah: beras merah lx sosoh, beras meratr 2x sosoh, beras merah putih, beras ketan hitam lokal, dan beras hitam. Berdasarkan uji aktivitas antioksidan, beras merah lx sosoh mempunyai aktivitas antioksidan yang paling besar, yaitu 68,30% RSA DPPH (radical scavenging activity terhadap DPPH). Sedangkan yang mempunyai kemampuan untuk menangkap radikal berupa logamberat Fe adalah beras hitam, yaitu sebesar 2,42 o/oFRAP (Fenous radical activrty power). Kadar antosianin terbesar adalah beras ketan hitam varietas Setail, yaitu sebesar 11,23 mglg sampel dengan pH larutan ekstraksi 1,0.Kata unci: antioksidan, beras berwam4 antosianin
KULIT BUAH JENGKOL (PITHECELLOBIUM JIRINGA) SEBAGAI BIOHERBISIDA GULMA PADI SAWAH U. Nurjarnnah,P. Yudono, A.T. Suyono & D. Shieddiq
Joglo Vol. 25 No. 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKulit buah jengkol dapat digunakan sebagai bioherbisida pada pertanaman padi sawah. Penelitian ini betujuan unark menennrkan takaran kulit buah jengkol yang efektif menghambat pertumbuhan guhna padi sawah. Perilaku terdiri bebas gulma, bergulma, penyiangan umur 21 dan 42 hari setelatr tanam (hst), aplikasi kulit buah jengkol 10 dan 15 ton. ha-1. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi kulit buah jengkol 10 dan 15 ton.ha-1 dapat menggantikan penyiangan pada umur 21 dan 42 hst dan secara nyata dapat menekan pertumbuhan gulma daun lebar dan sempit pada 6 dan 9 mst bila dibandingkan dengan bergulma. Penekanan tertinggi sebesar 90% jika kulit buah jengkol diaplikasikan pada takaran 15 ton.ha'. Perilakuan bebas gulma menghasilkan bobot kering akar dan kering tajuk tertinggi (0,565 dan 18,808 g.rumpun-1) serta bobot gabah kering gilingan  tertinggi (1,194 dan 0,855 mg.g-1 daun segar).Kata kunci : kulit buah jengkol, gulma, padi sawah, bioherbisida, takaran. Perlakuan bebas gulma menghasilkan bobot kcring akar dan kering tajuk tertinggi   (0,565 dan 18,808 g.rumpun‘1) semx bobot gabah kering giling tertinggi (8,34   ton.ha'1). Aplikasi kbj 15 ton.ha'1 menghasilkan klorofil a dan b tertinggi (1,194   dan 0,855 mg.g"daun segar).   Kata kunci: kulit buah jengkol, gulma, padi sawah, bioherbisida, takaran.  
UJI KUALITATIF KANDUNGAN FORMALIN PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH DI KECAMATAN TASIKMADU KABUPATEN KARANGANYAR, JAWA TENGAH Merkuria - Karyantina; Linda - Kurniawati; Fadjar - Harimurti
Joglo Vol. 24 No. 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTLately, we occured food product like tofu, meat ball, noodle and other junkfood for children with chemicals dangeruos, so people must be carefull toconsume that food. The food ubtainable sorrounding in schoolchild by grocer.That food was not durable, so we must add food preservative. A kind of foodpreservative is formaldehyde. Formaldehyde is a chemichal, but is’t in use forfood.This research to obtain qualitative utilization formaldehyde, on junk foodfor schoolchild on Elementary school in Tasikmadu district, Karanganyar.Sample comprised chicken nougat, meat ball, noodle, meat sausage and fish ball.Chemical for analysis are Kalium Permanganat (PK).Result shown that 45% junk food detected positive with formadehyde (forqualitative analysis), totaly sample are 60. 55% not detect negative withformaldehyde. Qualitative analysis with PK. Chicken nougat, meat ball, sausageand noodle are most junk food which sold in front of school by grocer. Main ofingredient are mixed of fluor and meat/chicken/fish for flavored. That food isdurable so that need food additive to preservative that food.Keyword : formaldehyde, junk food, schoolchild
PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DI SEKITAR RUMAH UNTUK BUDIDAYA BELUT DAN IKAN LELE YANG PROSPEKTIF Priyono - -
Joglo Vol. 21 No. 2 (2009): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Belut dan lele merupakan jenis ikan yang sudah dikenal luas dan lama oleh rakyat Indonesia, karena terdapat beberapa macam varitas ikan local hidupnya di perairan teruatama air tawar di seluruh wilayah Nusantara, disamping manfaatnya yang banyak untuk peningkatan pendapatan dan gizi masyarakat melalui penjualan berbagai macam bentuk berupa ikan segar, ikan kering, tepung, makanan siap saji, bibit dan lain-lain. Walaupun demikian budidaya dan pemasaran jenis ikan tersebut belum optimal secara ekstensif maupun intensif sehingga produksinya belum mampu mencukupi kebutuhan baik dalam negeri maupun ekspor. Adapun tujuan pelaksanaan program IPTEKS ini adalah untuk mengembangkan teknologi tepat guna melalui budidaya belut dan ikan lele pada lahan sempit sekitar rumah penduduk. Kegiatan ini dilaksanakan selama 10 bulan (persiapan tempat hingga pembuatan laporan), bertempat di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah demonstrasi pada lahan sempit sekitar rumah penduduk Dusun Dagas, Mranggen, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.  Kegiatannya meliputi penjelasan teori dan praktek/pelatihan, diskusi, penugasan, pendampingan yang menyangkut budidaya belut dan ikan lele kepada peserta / anggota kelompok tani, uraiannya: 1). Penebaran benih belut sebanyak 31 kg berukuran 7-8 cm yang ditempatkan pada 4 buah kolam pembesaran dalam plastik masing-masing berukuran 3x1, 5x1 m dan 1 buah kolam pembesaran dalam bak beton masing-masing berukuran 4x2x1m,yang masing-masing kesemuanya susunan media kolam (sekaligus sebagai makanan) tebalnya dari bawah (dasar) ke atas terdiri pasir / jerami 2 cm, lumpur 10 cm, jerami 10 cm, gedebog 10 cm, pupuk kandang 10 cm, lumpur 10 cm, air 10 cm; 2). Penebaran benih lele (ukuran 4-5 cm sebanyak 500 ekor) pada 1 buah kolam pembesaran dalam bak beton berukuran 3x1, 5x1 m dengan media cukup air tawar setinggi 80 cm. Makanan tambahan belut berupa sisa-sisa daging/tulang binatang yang sehat dan sisa-sisa bahan/makanan dari dapur, sedangkan makanan lele berupa sebagian kecil pellet (awal pertumbuhan), serta sebagian sayuran kangkung mentah. Panen dilaksanakan umur 3,5 bulan untuk lele, sedangkan belut berumur 10 bulan. Hasilnya : 1). Untuk lele sebanyak 416 ekor lele (83,2% hidup) berukuran masing-masing sepanjang 28-30 cm dengan total beratnya 416x297 g = 123,562 g = 123,562 kg. Sedangkan benih yang mati 84 ekor lele (16,8%). Derajat kehidupan benih berukuran 4-5 cm = 83,2% termasuk sangat baik, karena standarnya derajat kehidupannya 70 – 80%; 2). Untuk keseluruhan belut 150,05 kg. Kata kunci : Pemanfaatan lahan sempit, budidaya belut dan lele, prospektif

Page 11 of 14 | Total Record : 136