cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Joglo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
PENETAPAN STANDARD KOMPETENSI PERFORMANCE STANDARD SETTING Hartini, Sri
Joglo Vol 21, No 1 (2009): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTstandard is meant the answer of "how god is enough". In the filed of education (teaching and learning). passing point or cut score is a common terminology/concept. It is used as a standard to determine one's achievement (success). Standard is devided into academic content standard and performance standard. The former means what is supposed to know and to do by students. Where as the latter concorns how far students master knowledge and skills. There are three methods of setting performance standard(1) Nedelsky,(2) Angoff, (3) Ebel. The three methods are based on the fact that there is a group of students that belongs to border line. Based on the above explanation, it is concluded as follows : (1)passing point (cut score) is needed to determine student's competence for the sake of certification :(2) The standard is based on border-line student:(3) There is no best method. Method is determined by appropriatness due to certain/specific condition required.keyword : Performance and Standard Setting
PERBANDINAGN TES BERBASIS KOMPUTER DAN TES KERTAS PENSIL DALAM PENDIDIKAN Hartini, Sri
Joglo Vol 23, No 1 (2011): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The test is one of import functions of educational system. It is used to give many information for students, teachers, parents and decision makers. Based on that information they make many decisions better. In one hand, it can help them to make decision about everything are related learning and education as to decide a good class for the student, possibility to continue on learning and the other hand to give many feedback about effectively learning and educational process. Now, test paper pencil are based on Behaviorism Theory. Students are responded to stimulation from environment but really they need test more than just can make to relate stimulus and respon (9S-R Bond ). They need to improve how can make cognitive structure, how can use their knowledge to applied and how can do to solve many problems that they’re faund. We need Cognitive Theory beside Behaviorism Theory. Test based on computer ( TBoC ) are improved by the Cognitive Theory. It give a new perspective to the teacher and the student. It has values added more than test based on paper-pencil (TBoPP). There are many indicators of values added of TBoC: 1. To make a good feeling of the testee.2. Mean Score of Adaptif Test is Higher more than Paper-Pencil Test.3. Score accuration with computer is higher more than human manual procedures.4. Computer can make complicated tasks to simple tasks. Test Based on Computer has limited too beside values added, therefore we have to remember many condition for successing. The conditions we need are : Computer knowledge, We can’t effectively on applied Test based on Computer if without three conditions above, Keywords : Comparations, Test Based on Computer, Test based on Paper Pencil, Behaviorism Theory, Cognitive Theory.
UJI KERAPATAN TANAM DAN DOSIS POLARIS DENGAN SISTEM TOT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) Triyono, Kharis -
Joglo Vol 14, No 1: Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The research is intended to know the effect of plant density and Polaris herbicide dosage applied in no tillage system on the growth and the yield of corn (Zea mays L). The highest weight of grains per plot (3153,54 g) per plot is achieved by the combination of plant density of 75 x 20 cm and Polaris dosage of 4 l/ha, and the lowest (1844,16 g) per plot is obstained by the combination of plant density of 75 x 30 cm and Polaris dosage of 2 l/ha Key word : plant density, Polaris herbicide, no tillage, corn
UJI EFEKTIFITAS UNSUR MAGNESIUM DALAM PUPUK DAUN TERHADAP SERANGAN PENYAKIT TIKKA DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Santosa, Sartono Joko; Triyono, Kharis -
Joglo Vol 14, No 1: Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The research was aimed to know the effective of Magnesium in foliar fertilizer to over come the attack of tikka disease on groundhut. The method was arranged in Randomized Completely Block Design (RCBD) done on regosol type of soil. The groundnut of “Gajah” variety was treated by Supermes plus 0,5% magnesium, Supermes plus 1% magnesium, Supermes plus 1,5% magnesium, Gandasil, and Tress. Each treatment was replicated three times and in each treatment, ten samples were picked up. The significant data were analyzed with Duncan’s Multiple Range Test 5%. The research indicates that foliar fertilizer application showed significant effect to the intensity of tikka disease, the number of filled pods, the weight of filled pods, the number of empty pods, the fresh weight of biomass and the dry weight of biomass. Supermes plus 1% of Mg shows the lowest intensity of tikka disease (30% on 45 days after sowing and 34 % on 66 days after sowing). It leads to being able to provide the best growth on the dry weight of biomass of 15,887 g and the highest on weight of filled pods of 20,801 g. Key words : Magnesium, foliar fertilizer, tikka disease, groundnut
BEBERAPA HAL TENTANG HUKUM PIDANA LINGKUNGAN -, Supriyanta -
Joglo Vol 18, No 1 (2006): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe environmental law may be enforced by administrative instrument, civilinstrument, and criminal law instrument. All of them are of the same importance.The enforcement of environmental law requires understanding and cooperationbetween the administrative authority, the police and the public prosecutor.Keywords : The environmental law
Fortifikasi Tepung Jagung Dengan Tepung Tempe Untuk Mengatasi Masalah Gizi Pada Balita Dan Ibu Hamil Timur w, Anton -
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Angka kematian Balita serta ibu melahirkan di Indonesia masih tinggi, salah satunya disebabkan keadaan gizi yang buruk. Beberapa sebab terjadinya kasus gizi kurang (malnutrition) adalah konsumsi pangan masih di dominasi karbohidrat dan kurang berkembangnya pemanfaatan pangan lokal sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Jagung merupakan bahan pangan local yang memberikan sumbangan energi tinggi dan mudah dicerna sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar pangan alternatif untuk anak dan ibu hamil. Untuk memenuhi standar kualitas makanan khususnya dalam penyediaan protein, vitamin dan mineral, perlu dilakukan peningkatan mutu gizinya dengan cara foemulasi tepung komposit antara tepung jagung dengan tepung sumber protein. Tepung tempe sebagai sumber protein dengan bioavakibilitas tinggi dan komposisi asam amino lengkap dapat digunakan sebagai komposit pada makanan berbasis tepung jagung. Fortifikasi tepung jagung dan tepung tempe dapat dijadikan sebagai pilihan sebagai makanan pendamping ASI dalam bentuk biskuit untuk anak balita. Ketiadaan Gluten pada tepung jagung menjadikan formulasi ini mempunyai kelebihan tersendiri, yakni tidak menimbulkan alergi pada balita dan menjadikan jagung cocok dikonsumsi terutama oleh penderita autis. Komposisi campuran tepung tempe tidak lebih dari 15% dari total berat dan sebagai bahan makanan bagi balita, tepung komposit harus melalui ayakan 100 mesh Kata kunci: tepung jagung, tepung tempe, malnutrisi
Perubahan pola tanam akibat perubahan cuaca berdampak terhadap pendapatan petani Handayani, Tri -; Natalidini, Lidia -; Isbiantoro, Diyan -; Patola, Efrain -
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini, adalah untuk mengetahui: (1) bentuk pola tanam yang diterapkan di Kabupaten Karanganyar, (2) dampak perubahan pola tanam yang diterapkan terhadap produktivitas tanaman akibat perubahan cuaca, dan (3) pendapatan dari masing – masing pola tanam. Penelitian menggunakan metode eksplorasi dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Instrumen pengumpulan data pola tanam dan produktivitas tanaman adalah kuesioner (daftar pertanyaan) sedangkan untuk pengumpulan data iklim adalah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) semua petani di empat desa dalam tiga kecamatan yang diteliti melakukan perubahan pola tanam pada saat terjadi perubahan cuaca, (2) perubahan pola tanam berdampak positif terhadap pendapatan petani di desa Karanglo dan Jenawi, oleh karena itu para petani tetap mempertahankannya sampai sekarang. Kata kunci: pola tanam, perubahan iklim, pendapatan petani
Pengaruh dosis pupuk NPK dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) Kartikasari, Inung Dewi; Samekto, Riyo -
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kombinasi pupuk dosis urea, pupuk phonska dan pupuk hayati costum bio yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian lapangan disusun secara faktorial menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 level perlakuan dan 11 ulangan. Adapun level tersebut (A=Tanpa pupuk Urea dan Phonska, menggunakan Costum Bio 4 tablet/ha, B= Pupuk Urea 125 kg/ha, Phonska 100 kg/ha, Costum Bio 4 tablet/ha, Costum Bio 4 tablet/ha C= pupuk Urea 250 kg/ha, Phonska 200 kg/ha, Costum Bio 4 tablet/ha. perlakuan tanpa pupuk urea dan Phonska, menggunakan Costum bio 4 tablet/ha mempunyai berat daun yang dikonsumsi tertinggi, sedangkan berat daun yang dikonsumsi terendah diperoleh pada perlakuan pupuk urea 250 kg/ha, Phonska 200kg/ha, costum bio 4 tablet/ha. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa perlakuan tanpa pupuk urea dan phonska, menggunakan costum bio 4 tablet/ha merupakan kombinasi dosis pupuk yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) Kata Kunci : pupuk hayati, costum bio, urea, phonska
RESPON TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica Juncea L.) TERHADAP KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN MACAM MEDIA TANAM Hadi Ariyantoro, Efrain Patola &
Joglo Vol 25, No 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan respon terbaik dari tanaman sawi hijau terhadap : (1) konsentrasi pupuk organik cair (POC), (2) macam media tanam, dan (3) konsentrasi POC dan macam media tanam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi pupuk organik cair (K) yang terdiri atas 4 taraf dan macam media tanam (M) yang terdiri atas 3 taraf., ,Masing-massing kombinasi perlakuan diulang 4 kali. Analisis data menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan I (1) respon terbaik terhadap konsentrasi POC teijadi pada konsentrasi 10 cc/1 air, (2) respon terbaik terhadap macam media tanam teijadi pada media tanam M1 (campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 6 : 2- I 1), dan (3) respon terbaik pada taraf media tanam M1 teijadi pada pemberian POC dengan konsentrasi 10 cc/1 air. Sedangkan respon terbaik pada taraf konsentrasi POC yaitu 5, 10, dan 15 cc/1 air terjadi pada penggunaan media tanam M1.Kata Kunci : Pupuk organik cair, media tanam, sawi hijau *Dosen Fakultas Pertanian UNISRI  
PENGARUH KONSENTRASI AIR KEMIH DAN WAKTU ROMPESAN DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN MATA ENTRES PADA OKULASI DURIAN (Duria zibethinus Murr) Hadi Ariyanto, Ribut Djijono &
Joglo Vol 25, No 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUntuk mengetahui pengaruh konsentrasi air kemih dan waktu rompeszm daun terhadap pertumbuhan mata entres pada okulasi durian, telah dilaksanakan pada tanggal 23 Juli sampai dengan 15 Nopember 2011, di Balai Benih Hortikultura Mojogedang, Karanganyar, dengan ketinggian tempat 350 meter dpl. Metode percobaan yang digunakan adalah faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dua faktor perlakua, yaitu : konsentrasi air kemih (K) yang terdiri atas tiga tarafper1akua.n(K| = 12,5%, K; = 25,0% dan K; = 37,5%) dan waktu perompesan daun (W) yang terdiri atas tiga macarn perlakuan (W1 = 5 hari,W; = 10 hari dan W3 = 15 hari).Hasi1 penelitian dapat disimpulkan bahwa, perlakuan konsentrasi air kemih berpengaruh terhadap prosentase keberhasilan okulasi, saat pecah mata entres okulasi, saat pemunculan daun pertama, panjang tunas okulasi, jumlah daun dan proscntase bibit hidup; perlakuan waktu perompesan daun berpengaruh terhadap prosentase keberhasilan okulasi, saat pecah mata entres okulasi, saat pernunculan daun pertama, panjang tunas okulasi, jumlah daun dan prosemase bibit hidup; tidak ada interaksi antara perlakuan konsentrasi air kemih dan waktu perompesan daun terhadap semua parameter pengamatan; prosentase bibit hidup tertinggi 100%, diperoleh pada perlakuan konsentrasi air kemih 25 ,0% dan waktu perompesan daun 15 hari, konsentrasi air kemih 37,5% dan waktu perompesan daun 10 hari dan konsentrasi air kemih 37,5% dan waktu perornpesan daun 15 hari. Prosentase bibit hidup terendah 55,56%, diperoleh pada perlakuan konsentrasi air kemih 12,5% dan waktu perompesan daun 5 hari.Kata kunci : konsentrasi, air kcmih, waktu rompesan daun, pertumbuhan, mata entries, okulasi, durian. 

Page 2 of 14 | Total Record : 136