cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Joglo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
UJI ANTAGONISME Colletofiichum truncutum (PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA KEDELAI) DENGAN MIKROBIA F ILOPLEN ANTAGONISM TEST Colletotrichum truncatum (PATOGEN ANTRACNOSE ON SOY BEAN) WITH MICROBIAL PHYLOPLANE Sumarmi, Sartono Joko Santoso &
Joglo Vol 25, No 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan kajian untuk menguji mikrobia filoplen sebagai agens pengendali hayati terhadap jamur Colletotrichum truncatum (penyebab penyakit antraknosa pada kedelai). Penyakit Antraknosa pada tanaman kedelai diketahui selalu ada pada pertanaman kedelai menjelang masak. Filoplen adalah bagian daun yang sehat dad tanaman yang terserang penyakit. Bagian tersebut sehat karena mengandung mikrobia yang dapat mempertahankan diri dari serangan mikrobia patogen Mikrobia filoplen yang diuji berasal dari daun kcdelai yang diperoleh dari pertanaman kedelai yaitu Trichoderma sp., Alternaria sp., F usarium sp., dan Bakteri fluorecense. Penelitian menggxmakan Rancangan Acak Lengkap dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua mikrobia filoplen dapat menghambat pettumbuhan jamu: Colletotrichum truncatum. Bakteii fluorecens dapat menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum truncatum 100 %Kata kunci : kedelai, mikrobia .Filoplen, jarnur antagonis, patogen, 
STUDI TENTANG PENYIKAPAN SARAPAN PAGI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN NAYU II NUSUKAN SURAKARTA Dorothea Ririn, Yustina Wuri Wulandari &
Joglo Vol 25, No 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUsia sekolah dasar termasuk golongan masyarakat yang berada pada masa perrumbuhan yang cepat dan aktif. Anak harus mendapatkan asupan gizr dalarr kuantitas dan kualitas yang cukup. Hal ini penting untuk menjadi kesadaran bersama karena anak adalah salah satu aset sumber daya manusia dan sebagai generasi penerus bangsa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kesadaran untuk pola konsumsi pangan yang baik khususnya kebiasaan sarapan pagi di SDN Nayu II Surakarta telah baik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa status gzi untuk siswa Sekolah Dasar di SDN Nayu II Surakarta mulai dari kelas satu sampai kelas enam sudah baik. Kesimpulan ini ditunjukkan dari nilai indek anropometri untuk BBru (0.58 sampai dengan 0.70) artinya status gizi baik ; TB/U (0.45 sampai dengan 1.70) artinya status gizi rurtuk pertumbuhan baik atau normalKata kunci '. gizi, sekolah dasar, dan sarapan
AKTIVTTAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR ANTOSIANIN BERAS BERWARNA YAIYG BEREDAR DI DTY DAN SEKITARNYA Akhmad Mustofa, Nanik Suhartrtih, Merkuria Karyantina &
Joglo Vol 25, No 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan survey yang telah dilakukaD, jenis beras berwama yang beredar di DIY dan sekitarnya adalah: beras merah lx sosoh, beras meratr 2x sosoh, beras merah putih, beras ketan hitam lokal, dan beras hitam. Berdasarkan uji aktivitas antioksidan, beras merah lx sosoh mempunyai aktivitas antioksidan yang paling besar, yaitu 68,30% RSA DPPH (radical scavenging activity terhadap DPPH). Sedangkan yang mempunyai kemampuan untuk menangkap radikal berupa logamberat Fe adalah beras hitam, yaitu sebesar 2,42 o/oFRAP (Fenous radical activrty power). Kadar antosianin terbesar adalah beras ketan hitam varietas Setail, yaitu sebesar 11,23 mglg sampel dengan pH larutan ekstraksi 1,0.Kata unci: antioksidan, beras berwam4 antosianin
KULIT BUAH JENGKOL (PITHECELLOBIUM JIRINGA) SEBAGAI BIOHERBISIDA GULMA PADI SAWAH D. Shieddiq, U. Nurjarnnah,P. Yudono, A.T. Suyono &
Joglo Vol 25, No 2 (2013): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKulit buah jengkol dapat digunakan sebagai bioherbisida pada pertanaman padi sawah. Penelitian ini betujuan unark menennrkan takaran kulit buah jengkol yang efektif menghambat pertumbuhan guhna padi sawah. Perilaku terdiri bebas gulma, bergulma, penyiangan umur 21 dan 42 hari setelatr tanam (hst), aplikasi kulit buah jengkol 10 dan 15 ton. ha-1. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi kulit buah jengkol 10 dan 15 ton.ha-1 dapat menggantikan penyiangan pada umur 21 dan 42 hst dan secara nyata dapat menekan pertumbuhan gulma daun lebar dan sempit pada 6 dan 9 mst bila dibandingkan dengan bergulma. Penekanan tertinggi sebesar 90% jika kulit buah jengkol diaplikasikan pada takaran 15 ton.ha'. Perilakuan bebas gulma menghasilkan bobot kering akar dan kering tajuk tertinggi (0,565 dan 18,808 g.rumpun-1) serta bobot gabah kering gilingan  tertinggi (1,194 dan 0,855 mg.g-1 daun segar).Kata kunci : kulit buah jengkol, gulma, padi sawah, bioherbisida, takaran. Perlakuan bebas gulma menghasilkan bobot kcring akar dan kering tajuk tertinggi   (0,565 dan 18,808 g.rumpun‘1) semx bobot gabah kering giling tertinggi (8,34   ton.ha'1). Aplikasi kbj 15 ton.ha'1 menghasilkan klorofil a dan b tertinggi (1,194   dan 0,855 mg.g"daun segar).   Kata kunci: kulit buah jengkol, gulma, padi sawah, bioherbisida, takaran.  
UJI KUALITATIF KANDUNGAN FORMALIN PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH DI KECAMATAN TASIKMADU KABUPATEN KARANGANYAR, JAWA TENGAH Karyantina, Merkuria -; Kurniawati, Linda -; Harimurti, Fadjar -
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTLately, we occured food product like tofu, meat ball, noodle and other junkfood for children with chemicals dangeruos, so people must be carefull toconsume that food. The food ubtainable sorrounding in schoolchild by grocer.That food was not durable, so we must add food preservative. A kind of foodpreservative is formaldehyde. Formaldehyde is a chemichal, but is’t in use forfood.This research to obtain qualitative utilization formaldehyde, on junk foodfor schoolchild on Elementary school in Tasikmadu district, Karanganyar.Sample comprised chicken nougat, meat ball, noodle, meat sausage and fish ball.Chemical for analysis are Kalium Permanganat (PK).Result shown that 45% junk food detected positive with formadehyde (forqualitative analysis), totaly sample are 60. 55% not detect negative withformaldehyde. Qualitative analysis with PK. Chicken nougat, meat ball, sausageand noodle are most junk food which sold in front of school by grocer. Main ofingredient are mixed of fluor and meat/chicken/fish for flavored. That food isdurable so that need food additive to preservative that food.Keyword : formaldehyde, junk food, schoolchild
PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DI SEKITAR RUMAH UNTUK BUDIDAYA BELUT DAN IKAN LELE YANG PROSPEKTIF -, Priyono -
Joglo Vol 21, No 2 (2009): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Belut dan lele merupakan jenis ikan yang sudah dikenal luas dan lama oleh rakyat Indonesia, karena terdapat beberapa macam varitas ikan local hidupnya di perairan teruatama air tawar di seluruh wilayah Nusantara, disamping manfaatnya yang banyak untuk peningkatan pendapatan dan gizi masyarakat melalui penjualan berbagai macam bentuk berupa ikan segar, ikan kering, tepung, makanan siap saji, bibit dan lain-lain. Walaupun demikian budidaya dan pemasaran jenis ikan tersebut belum optimal secara ekstensif maupun intensif sehingga produksinya belum mampu mencukupi kebutuhan baik dalam negeri maupun ekspor. Adapun tujuan pelaksanaan program IPTEKS ini adalah untuk mengembangkan teknologi tepat guna melalui budidaya belut dan ikan lele pada lahan sempit sekitar rumah penduduk. Kegiatan ini dilaksanakan selama 10 bulan (persiapan tempat hingga pembuatan laporan), bertempat di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah demonstrasi pada lahan sempit sekitar rumah penduduk Dusun Dagas, Mranggen, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.  Kegiatannya meliputi penjelasan teori dan praktek/pelatihan, diskusi, penugasan, pendampingan yang menyangkut budidaya belut dan ikan lele kepada peserta / anggota kelompok tani, uraiannya: 1). Penebaran benih belut sebanyak 31 kg berukuran 7-8 cm yang ditempatkan pada 4 buah kolam pembesaran dalam plastik masing-masing berukuran 3x1, 5x1 m dan 1 buah kolam pembesaran dalam bak beton masing-masing berukuran 4x2x1m,yang masing-masing kesemuanya susunan media kolam (sekaligus sebagai makanan) tebalnya dari bawah (dasar) ke atas terdiri pasir / jerami 2 cm, lumpur 10 cm, jerami 10 cm, gedebog 10 cm, pupuk kandang 10 cm, lumpur 10 cm, air 10 cm; 2). Penebaran benih lele (ukuran 4-5 cm sebanyak 500 ekor) pada 1 buah kolam pembesaran dalam bak beton berukuran 3x1, 5x1 m dengan media cukup air tawar setinggi 80 cm. Makanan tambahan belut berupa sisa-sisa daging/tulang binatang yang sehat dan sisa-sisa bahan/makanan dari dapur, sedangkan makanan lele berupa sebagian kecil pellet (awal pertumbuhan), serta sebagian sayuran kangkung mentah. Panen dilaksanakan umur 3,5 bulan untuk lele, sedangkan belut berumur 10 bulan. Hasilnya : 1). Untuk lele sebanyak 416 ekor lele (83,2% hidup) berukuran masing-masing sepanjang 28-30 cm dengan total beratnya 416x297 g = 123,562 g = 123,562 kg. Sedangkan benih yang mati 84 ekor lele (16,8%). Derajat kehidupan benih berukuran 4-5 cm = 83,2% termasuk sangat baik, karena standarnya derajat kehidupannya 70 – 80%; 2). Untuk keseluruhan belut 150,05 kg. Kata kunci : Pemanfaatan lahan sempit, budidaya belut dan lele, prospektif
MASIH RENDAHKAH PARTISIPASI WANITA INDONESIA DALAM PEMBANGUNAN NEGARA ? WHAT INDONESIA LADIES PARTICIPATED DEVELOPING THEIR COUNTRY WAS STILL LAOW ? -, Priyono -
Joglo Vol 16, No 1 (2004): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   Human right or emancipation of men and women in Indonesia is the same. But many applicatings often occur many differences. Because many problems or many factors have affected them. Those many factors i.e : gender problem, the employment, social-culture, etc. Although many womans work professional on the job, namely director of many factories, the head of district, many rectors, many vice rectors or many deans of universities, ministry or president on their country , etc. But now everyone still ask about participating many womans to develop on their country or state development ? Or think still low ? Key words : Human right or emancipation, women participating, state development
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENDAYAGUNAAN LAHAN YANG EFEKTIF DAN SISTEM AGRIBISNIS MODERN -, Priyono -
Joglo Vol 15, No 2 (2003): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Effect the population density in Indonesia to their land reduce until 0,4 ha per person. Because their land is used to develop many factories, offeces, shopping centres, houses, roads, etc. The farmers rising problem about decreasing plant production such as rice, corn, soya bean, peanut, etc. Because they are needed to solve the problem, to give their motivation and the real thing, to improve their economics and their life by using effective land use and agrobussiness modern system. The read forms are : 1) increase self respect and prestige of farmers by land use reform/agrarian reform, 2) by using narrow land in order to increase the effective and sustainable use, 3) to be expects in post harvest and processing in agriculture product, also to be good capable in marketing, 4) to give learning and taining, to conctruct in agrobussiness modern too, 5) regulate the rule trading agriculture commodities which are more benefits, 6) to provide hardware and software agriculture commodities, 7) to control stability price and care more benefits for farmers. Key word : Rise the efforts farmers, land use, and agrobussiness modern system
ANALISIS SWOT UNTUK MANAJEMEN KEGIATAN KEMAHASISWAAN -, Priyono -
Joglo Vol 16, No 2 (2004): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT In many instances, using the design approach would be unwarranted and perhaps even inappropriate. This would be particularly true in situations where a firm needs to develop its strategies through a learning process. The SWOT analysis, for example, could become a process dominated by a few individuals in a closed room, similar to a classroom case study discussion. Key Words : The analysis SWOT, strategy, learning process
PEMETAAN TANAH PERTANIAN YANG RENTAN LONGSOR DI SEKITAR PUNCAK GUNUNG LAWU -, Priyono -; -, Sarwono -
Joglo Vol 24, No 1 (2012): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian: 1).Untuk memperoleh data  lahan pertanian di sekitar puncak lereng bagian barat G. Lawu wilayah Kabupaten Karanganyar yang rentan longsor  tahun 2010  & 2011.; 2).Untuk menyediakan peta tanah pertanian yang rentan longsor. Metode yang digunakan survey study kasus lewat observasi & interview (data primer) dan study pustaka (data sekunder): tentang terjadinya tanah longsor, jumlah lahan dan luasnya longsoran, dampakn dan pengendaliannya di Karanganyar pada tahun 2010.& 2011  Analisis Data Deskriptif dan Analisis Inferensial yakni data yang diperoleh dikumpulkan dikelompokkan / diklasifikasikan, ditabulasi terus disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan peta. Lokasi di Kecamatan Tawangmangu, dan Kecamatan Ngargoyoso dan waktunya Maret s/d Juli 2011. Kesimpulannya: 1). Daerah Tawangmangu adalah daerah yang: a).relative altitudenya / ketinggian tempat (= 800-1000 m dpl) dan volumenya & hari hujan (121) lebih tinggi mengalami frekuensi kelongsoran (=10) yang lebih tinggi dibanding Ngargoyoso dengan frekuensi kelongsoran (=9,) tinggi tempat (750-1000 m dpl), volumenya & hari hujan 85 HH. Sedangkan luas lahan kritisnya Tawangmangu (714 Ha) justru lebih rendah daripada Ngargoyoso (1.294,50 Ha); b). memiliki perkembangan dan jenis tanah relative sama yakni Seputar Andosol dan Latosol; c).merupakan daerah strategis, yakni tempat arus lalu lintas bisnis terutama sembako, pariwisata, penghasil hortikultura (sayuran, buah-buahan, bunga-bungaan), perkebunan kopi, teh, pinus dan karet, catchment area, berhawa segar dan sejuk, penyangga utama G.Lawu; 2). Pada hakekatnya penyebab kerusakan tanah di sini selain disebabkan oleh longsornya tanah dan erosi lainnya, juga oleh  ulah manusia yang tidak terkendali.   Kata kunci: pemetaan tanah, tanah longsor, faktor penyebab kerusakan tanah

Page 3 of 14 | Total Record : 136