cover
Contact Name
Kusairi
Contact Email
kusairi@uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
neutrino@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Neutrino : jurnal fisika dan aplikasinya
ISSN : 19796374     EISSN : 24605999     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal NEUTRINO (ISSN:1979-6374 / EISSN:2460-5999) adalah jurnal fisika yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Jurnal NEUTRINO ini menjadi media bagi para akademisi dan praktisi untuk mengembangkan bidang fisika dan aplikasinya. Disamping itu Jurnal NEUTRINO bisa dijadikan sebagai media komunikasi ilmiah antar fisikawan baik di Indonesia juga seluruh dunia. Jurnal NEUTRINO memuat kajian-kajian fisika baik kajian teoritik, hasil eksperimen dan aplikasinya seperti fisika material, instrumentasi, komputasi, biofisika, fisika medis, fisika lingkungan, fisika teori, fisika nuklir, geofisika, elektronika, optika dan energi terbarukan. Jurnal NEUTRINO terbit 2 (dua) kali dalam setahun (April dan Oktober).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2" : 10 Documents clear
PEMANFAATAN KULIT SINGKONG MENJADI PAVING BLOCK SEBAGAI UPAYA MENGURANGI TIMBULAN SAMPAH Artiyani, Anis
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.617 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1930

Abstract

:  Sampah  menjadi masalah lingkungan  yang  dipandang sebagai  buangan  yang tidak bermanfaat, yang setiap hari terus meningkat yang tidak sebanding dengan proses pengolahan yang kurang optimal.Sampah yang diolah untuk dipilah menjadi dua bagian yakni organik dan anorganik.Sampah organik diolah untuk dijadikan kompos namun kenyataan masih lemahnya pemanfaatan yang optimal .Sampah Kulit ubi kayu/singkong termasuk dalam kategori sampah organik, karena sampah ini dapat terdegradasi (membusuk/hancur) secara alami.Kulit ubi kayu/singkong sering dianggap remeh dan menjadi limbah rumah tangga padahal ada banyak manfaat yang didapat dari kulit singkong.Meningkatnya pembangunan fisik menyebabkan kebutuhan bahan bangunan juga makin meningkat.Salah satu bahan bangunan yang sering digunakan adalah paving block. Paving block digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti tempat parkir mobil di pertokoan, maupun sebagai perkerasan jalan pada komplek-komplek perumahan.Meliahat permasalahan yang ada muncul ide untuk memanfatkan sampah kulit singkong sebagai paving block sebagai upaya mengurangi timbulan sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Variasi penambahan serbuk kulit singkong yang digunakan adalah 0%, 10%, 15%, 30% dan 60% untuk mengurangi pemakaian pasir sebagai agregat halus. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa (1) sampah kulit singkong memberi pengaruh buruk pada sifat-sifat paving block. (2) Ditinjau dari uji kelayakan paving, paving block sampah kulit singkong yang memenuhi syarat adalah pada penambahan sebesar 0 % s/d 15 % (3) Ketahanan Natrium Sulfat  semua paving block yang dibuat dengan penambahan serbuk kulit singkong sampah memenuhi syarat kwalitas paving block untuk tipe I.keyword : kuat tekan, ketahanan natrium sulfat, kulit singkong, paving block
PEMETAAN POTENSI AIR-TANAH (AQUIFER) BERDASARKAN INTERPRETASI DATA RESISTIVITAS WENNER SOUNDING (Studi kasus: Pengembangan kampus II Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu) Irjan, Irjan
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.12 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1931

Abstract

Telah dilakukan penelitian pemetaan potensi air-tanah (aquifer) di daerah pengembangan kampus II UIN Maliki Malang di desa Tlekung kecamatan Junrejo wilayah kota Batu Jawa Timur. Urgensi dari penelitian ini adalah mencari sumber air-tanah dan melakukan pemetaan potensi air-tanah di bawah permukaan ke arah vertikal pada lokasi yang diduga setelah terlebih dahulu dilakukan survei permukaan. Dalam melakukan pemetaan potensi dan sebaran air-tanah di daerah survei, penulis menggunakan metode geolistrik resistivitas. Metode ini biasanya digunakan untuk menyelidiki lapisan bawah permukaan dangkal berdasarkan tingkat resistivitas batuannya dengan air-tanah yang menempati rongga-rongga dalam lapisan geologi (tanah). Survei ini dapat memetakan potensi air-tanah baik secara vertikal maupun horizontal. Survei geolistrik vertikal (sounding) dimaksudkan untuk menduga ketebalan lapisan yang mengandung air-tanah atau aquifer. Sementara itu, untuk menduga persebaran air-tanah di bawah permukaan telah dilakukan  pengukuran  dibeberapa titik sounding pada daerah survei. Akuisisi data  metode geolistrik ini menggunakan sebuah alat Resistivity meter OYO Mc 2119. Secara prinsip pengukuran data dilakukan dengan cara menembakkan arus melalui elektroda arus (I) dan mengamati beda potensial (  V) pada setiap posisi jarak antara elektoda a, 2a, 3a, dan seterusnya. Titik sounding (titik datum) pada penelitian ini berjumlah 3 (tiga) buah dan terletak pada satu lintasan yang memanjang dari arah utara ke selatan. Untuk mengetahui posisi datum point, seperti   posisi lintang, bujur serta ketinggian dari permukaan laut digunakan GPS (Global Positioning System). Hasil pengukuran data-data lapangan, dengan menggunakan metode resistivitas wenner sounding mampu mendeteksi kehadiran lapisan zona aquifer serta mampu menduga lithologi batuan berdasarkan klasifikasi resistivitas sepanjang dinding sumur ke arah vertikal.Keyword:  Air-tanah  (aquifer),  metode  geolistrik resistivitas  wenner  sounding,  dugaan  potensi ketebalan dan persebaran air-tanah
PENENTUAN SEBARAN HIPOSENTER GUNUNGAPI MERAPI BERDASARKAN DATA GEMPA VULKANIK TAHUN 2006 Abdul Basid, Romsiyatin,
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.618 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1932

Abstract

Gunungapi  Merapi  merupakan  Gunungapi  yang  termuda  dalam  kumpulan  gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunungapi Merapi merupakan gunungapi tipe strato yang aktif hingga saat ini. Aktifitasnya diduga mulai pada masa pleistocene atas (kurang lebih 1,5 juta tahun yang  lalu). Gempa vulkanik  merupakan gempa  yang terjadi akibat  aktivitas  gunungapi. Hal ini disebabkan oleh pergerakan magma ke atas di dalam gunungapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisik gempa vulkanik Gunung Merapitahun 2006, mengetahui spectral and time frequency analysis, arrival time, dan letak hiposenter serta mengetahui mekanisme sumber gempa vulkanik Gunung Merapi tahun 2006.Prinsip dari penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data gempa vulkanik tahun 2006 yang berupa data sekunder dari data hasil rekaman (seismogram) Gunung Merapi pada 4 stasiun seismometer yaitu stasiun Pusunglondon, Klatakan, Deles, Plawangan. Data gempa yang berbentuk GCF  diolah  dengan  menggunakan  software  Seismo  Volcanalysis,  Scream  44,  Hypoellipse  dan Matlab. Data seismik tahun 2006 diketahui bahwa gejala awal letusan G. Merapi dimulai dengan munculnya gempa-gempa vulkanik (VTA maupun VTB) pada awal Maret dan puncaknya terjadi pada pertengahan April 2006. Berdasarkan hypocenter dari beberapa gempa VA dan VB yang terjadi pada tahun 2005/2006, dapat disimpulkan bahwa pusat gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 1 km dari puncak tidak berbeda dengan hypocenter gempa VA dan VB tahun-tahun sebelumnya, tetapi untuk gempa-gempa yang dangkal hypocenter-nya cenderung bergeser ke arah tenggara. Dimana pada kedalaman 1-2 km merupakan kedalaman kantung magma dan untuk dapur magma pada G. Merapi sendiri berada pada jarak 6 km dari puncak. Dimana Gempa vulkanik sendiri merupakan representasi dari proses peretakan batuan (cracking) sebagai akibat desakan magma dari dalam.Kata kunci : Gunung Merapi, Gempa Vulkanik, Spectral and Time Frequency Analysis, Arrival Time, Hypocenter.
PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH SUMBER AIR PANAS SONGGORITI KOTA BATU BERDASARKAN DATA GEOMAGNETIK Novi Avisena, Dafiqiy Ya’lu Ulin Nuha,
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.03 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1933

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan metode geomagnetik pada tanggal 26 -27 April 2011 di daerah Songgoriti Kota Batu dengan tujuan untuk mengetahui pola Anomali Magnet Total dan struktur geologi bawah permukaan. Setelah dilakukan koreksi data yang meliputi koreksi diurnal dan koreksi IGRF maka didapatkan nilai anomali magnet total serta kontinuasi ke atas dan reduksi ke kutub. Selanjutnya dilakukan interpretasi secara kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kuantitatif dilakukan dengan membaca pola kontur anomali magnet lokal dan reduksi ke kutub, sedangkan interpretasi kualitatif dilakukan dengan membuat penampang 2,5 D pada dua lintasan AB dan CD. Berdasarkan interpretasi kuantitatif pada kontur anomali  magnetik lokal didapatkan variasi nilai anomali antara -800 nT-600 nT dengan anomali tinggi terdapat pada arah timur dan barat daerah penelitian, anomali sedang terletak pada daerah tengah penelitian dan anomali rendah terdapat pada sedikit   daerah   tengah   penelitian.   Daerah   penelitian   didominasi   anomali   magnetik   sedang. Berdasarkan interpretasi kualitatif pada model penampang 2,5 D lintasan AB dan CD, didapatkan tujuh body yaitu batuan tufa, batuan tufa, batuan breksi vulkanik, batuan breksi tufaan, batuan lava, batuan basalt, dan batuan andesit. Berdasarkan sifat fisik dari tiap lapisan batuan, diduga batuan sarang dalam sistem geothermal yang berupa sumber air panas di daerah penelitian adalah batuan breksi vulkanik dengan batuan penutup (cap rock) berupa batuan tufa.Kata Kunci : Anomali Magnet, Struktur Geologi, Air Panas.
OPTIMALISASI TEGANGAN KELUARAN DARI SOLAR CELL MENGGUNAKAN LENSA PEMFOKUS CAHAYA MATAHARI Farid Samsu Hananto, Faslucky Afifudin,
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.942 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1934

Abstract

Studi  optimalisasi  tegangan  keluaran  dari  solar  sel  menggunakan  lensa  pemfokus cahaya matahari (lensa konvergen) bertujuan untuk mengetahui sebarapa besar pengaruh penggunaan lensa terhadap peningkatan nilai intensitas cahaya dan tegangan yang dihasilkan oleh solar sel, solar cell merupakan konverter energi cahaya menjadi energi listrik. Solar cell yang digunakan dalam penelitian ini adalah solar cell jenis policrystal dan amorphous.Metode penelitian dilakukan dengan cara mengukur nilai intensitas, voltase dan arus listrik dari solar cell, kemudian menghitung nilai daya dan efisiensi dari solar cell dan membandingkan nilainya antara solar cell yang menggunakan lensa konvergen dan yang tidak menggunakan lensa konvergen. Berdasarkan hasil data penelitian, lensa konvergen mempengaruhi besarnya daya dari cahaya yang digunakan, sehingga intensitas dan energi cahaya meningkat dan mempengaruhi nilai voltase dan arus listrik dari solar cell. Untuk solar cell jenis policrystal efisiensi dapat ditingkatkan sampai 35.08%. Dan untuk solar cell jenis amorphous dapat ditingkatkan sampai 31.77%.Kata Kunci: Intensitas, Konvergen, Solar Cell, Policrystal, Amorphous.
RANCANG BANGUN KONVERSI ENERGI SURYA MENJADI ENERGI LISTRIK DENGAN MODEL ELEVATED SOLAR TOWER Erika Rani, Zainul Hasan,
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.737 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1935

Abstract

Konversi energi adalah proses perubahan energi. Alat konversi energi pada penelitian ini memanfaatkan energi matahari untuk diubah menjadi energi kinetik melalui media kolektor. Unit kolektor sebagai media penangkap radiasi matahari terdiri dari beberapa bagian. Diantaranya adalah: Kaca penutup, Penyerap panas (Absorber), dan Kerangka penyangga.Dalam  penelitian  rancang  bangun  konversi  energi  surya  menjadi  energi  listrik  dengan  metode elevated solar tower terdapat 2 tahap penelitian. Yang pertama adalah tahap perancangan alat. Serta tahap yang kedua adalah tahap eksperimen (pengujian) alat. Eksperimen ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi kolektor serta untuk mengetahui efisiensi sistem alat konversi energi tersebut. Pengujian alat konversi tersebut dilakukan pada tanggal 27 oktober 2011 sampai dengan tanggal 5 November 2011, dengan 2 tahapan percobaan. Yang pertama adalah penelitian dilakukan di dalam ruangan dan yang kedua adalah penelitian dilakukan di luar ruangan. Dalam penelitian ini terdapat  beberapa  variasi  intensitas  cahaya  yang  digunakan.  Intensitas  yang  digunakan  adalah31.600Lux, 43 300 Lux, and 56,000 Lux. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa efisiensi panas pada kolektor tidak konstan. Efisiensi kolektor tertinggi mencapai 83,92% sedangkan terendah mencapai 22,55% dengan rata-rata sebesar 57%. Dan efisiensi sistem dari alat konversi tersebut tertinggi mencapai 0,01% sedangkan terendah mencapai 0,0022% dengan rata-rata efisiensi sebesar 0,0053%. Adapun daya listrik yang dihasilkan mencapai 72,469Kata Kunci : Konversi Energi, Elevated Solar Tower, Efisiensi Kolektor
PENGARUH TEMPERATUR PEMBAKARAN DAN PENAMBAHAN ABU TERHADAP KUALITAS BATU BATA Erna Hastuti, Miftakhul Huda,
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.687 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1936

Abstract

Tanah yang berasal dari desa Pagedangan kecamatan Turen banyak mengandung kaolinite  (AL2Si2O5)  dan anothite, sodian, disordered  (Ca,  Na, Si, A). Kaolinite terbentuk dari perubahan  hidrotermal  dari  mineral–mineral  aluminosilikat.  Batuan  granit  merupakan  sumber terbesar penghasil kaolinite yang bersifat tidak dapat mengabsorsi air dan  tidak mengembang pada saat kontak dengan air. Sehingga lempung desa Pagedangan kecamatan Turen berpotensi dijadikan bahan baku pembuatan keramik bermutu tinggi. Pada penelitian ini dibuat batu bata dengan variasi komposisi tanah liat dan abu dengan perbandingan 1:0, 1: ½, 1:1, 1:3 dan dipanaskan pada temperatur sintering 950°C, 1000°C dan 1020°C. Untuk mengetahui kualitas batu bata dilakukan pengujian karakteristik (Uji tekan, porositas, densitas, dan susut bakar) . Hasil karakteristik didapatkan kualitas batu bata yang memenuhi standart SNI yaitu pada variasi 1: ½ yang dipanaskan pada temperatur 1020°C dengan hasil uji tekan sebesar 11 kN atau 30.5 kg/cm2, nilai densitas 1,188.104kg/cm3, porositas 11.2%, dan nilai susut bakar 0.52%. Batu bata yang berkualitas baik menggunakan variasi 1: ½ dan dipanaskan pada temperatur 1000°C-1020°C.Kata Kunci: Batu Bata, Sintering, Uji Tekan
PEMANFAATAN REFLEKTOR TERKONTROL UNTUK PROSES PEMERCEPAT PENGERINGAN KAYU MEBELER Imam Tazi, Rickyanto,
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.185 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1937

Abstract

Proses pengeringan kayu mebeler dengan menjemur di bawah sinar matahari memerlukanwaktupengeringan  yang lama untuk mencapai massa kering maksimum. Selain itu cacat kayu yang diakibatkan oleh cuaca di lingkungan tidak bisa dihindarkan.Oleh karena itu diperlukan sebuah alat yang mampu memberi solusi masalah tersebut.pada skripsi inidirancang alat pengering kayu mebeler   yang portabel dan mobile menggunakan tenaga matahari dengan kolektor surya plat   hitam dan memanfaatkan dua cermin reflektor untuk mengoptimalkan panas dalam oven. Alat yang dirancang berbentuk balok   berkaki dengan ukuran luas balok2 m x 1 m x 0.6 m, dengan panjang kaki berukuran 0.6 m.Pengering menggunakan reflektor terkontrol dicoba untuk mengeringkan 5 sampel bahan uji (kayu) dengan massa yang berbeda. Begitu pula pada oven non reflektor dan juga pengeringan menggunakan sinar matahari langsung.Target pengeringan   dengan alat ini adalah memperoleh   hasil penguapan kadar air yang maksimum dan waktu kering maksimum yang  minimum.Dari serangkaian percobaan diperoleh hasil pengeringan yang menunjukkan bahwa alat ini lebih optimal. Waktu yang dibutuhkan untuk kering kayu maksimal lebih cepat, begitu pula prosentasi penguapan air menunjukkan nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan pengeringan yang lain.Kata kunci: Pengeringan, Energi Matahari, Oven, Reflektor, kadar air
ANALISIS DESKRIPTIF NILAI RESISTIVITAS AIR AKIBAT RADIASI MATAHARI PADA JENIS WADAH LOGAM Abtokhi, Ahmad
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.099 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1938

Abstract

Studi analisis nilai resistivitas air sangat penting untuk mengetahui bagaimana kondisi air. Sifat fisika air dapat diketahui melalui nilai hambatan air, dimana perubahan nilai hambatan air merupakan indikator terjadinya perubahan kondisi air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu air akibat radiasi matahari pada wadah/bejana tertentu terhadap nilai resistivitas air. Prinsip dalam penelitian dilakukan dengan cara mengukur nilai tegangan, kuat arus dan perubahan suhu, kemudian menghitung nilai resistivitas air pada setiap bejana. Sampel bejana yang digunakan ada 2 macam, yaitu bejana aluminium dan bejana seng. Ukuran setiap bejana yaitu 10 cm x 6 cm x 6 cm dan diisi   air masing-masing 150 ml kemudian dijemur. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, yaitu mendeskripsikan grafik hubungan suhu dan resistivitas air. Hasil persamaan regresi untuk bejana aluminium (y = -164.9 + 6.981x) dan bejana seng (y = -60.63 + 3.125x). Berdasarkan grafik hasil penelitian menunjukkan bahwa pada wadah seng diperoleh nilai resistivitas air lebih kecil dibandingkan pada wadah aluminium, hal ini disebabkan sifat konduktor dari aluminium yang lebih besar  dibandingkan seng. Selain itu sifat fisik warna yang dimiliki oleh seng yang cenderung lebih mengkilap dibandingkan aluminium, sehingga pada penelitian lanjutan perlu mempertimbangkan pewarnaan wadah pada setiap alat ujiKata Kunci: Resistivitas, Radiasi, Wadah.
PEMODELAN TURBIN CROSS-FLOW UNTUK DIAPLIKASIKAN PADA SUMBER AIR DENGAN TINGGI JATUH DAN DEBIT KECIL Tirono, Mokhamad
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.098 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1939

Abstract

Telah dilakukan suatu upaya memodifikasi   dan rekayasa turbin   jenis cross-flow. Rekayasa dilakukan dengan merubah jumlah sudut dan hubungannya dengan jumlah putaran, daya turbin, dan efisiensi turbin. Rekayasa juga dilakukan terhadap bentuk saluran yang digunakan yaitu saluran terbuka berbentuk persegi, setengah lingkaran dan trapesium. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil beberapa input yang disesuaikan dengan kebanyakan yang ada di lapangan. Input yang diambil adalah kecepatan alir, tinggi jatuh, kemiringan saluran, lebar penampang saluran, jari-jari saluran, diameter luar turbin, dan lebar turbin. Sementara itu besaran yang dibuat variabel adalah jumlah sudu pada turbin cross-flow. Penampang sebagai saluran air dipakai persegi, setengah lingkaran, dan trapesium dan ketiganya dibuat terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan asumsi  lebar penampang 4 m,  tinggi jatuh 2 m, jari-jari 2 m,  kemiringan 1/√3, kecepatan aliran 2 m/s, diameter luar turbin   0,75 m, dan lebar turbin   4,3 m, maka turbin dengan jumlah sudu 12 memiliki jumlah putaran, daya turbin, dan efisiensi turbin yang paling besar. Bilamana jumlah sudu diperbanyak, maka jumlah putaran, daya turbin, dan efisiensi turbin semakin kecil. Sementara itu penelitian untuk menentukan jenis penampang saluran didapatkan bahwa jenis saluran dengan penampang trapesium dihasilkan jumlah putaran, daya turbin, dan efisiensi turbin yang paling besar disusul jenis persegi dan setengah lingkaran.Kata Kunci : Energi air, Turbin cross-flow, Jumlah sudut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10