Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENENTUAN NILAI KALOR DENGAN BAHAN BAKAR KAYU SESUDAH PENGARANGAN SERTA HUBUNGANNYA DENGAN NILAI POROSITAS ZAT PADAT Ahmad Abtokhi, Khilfatin Nabawiyah,
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 3 No 1
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.566 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1625

Abstract

Arang adalah suatu bahan padat yang berpori-pori dan merupakan hasil  pembakaran yang mengandung unsur C (karbon). Sebagian pori-porinya masih tertutup  dengan hidrokarbon, dan senyawa organik lain yang komponennya terdiri dari “fixed carbon”, abu, air, nitrogen, dan sulfur. Sifat-sifat penting kayu meliputi nilai kalor,  kadar  air, berat jenis (berhubungan dengan nilai densitas). Tujuan khusus dari penelitian ini adalah mencari hubungan antara nilai kadar kalor yang terkandung di dalam arang  kayu dengan nilai densitasnya. Serta membandingkan dengan nilai kadar kalor pada kayu sebelum proses pengarangan.Hasil pengujian karakteristik arang kayu yang meliputi nilai kalor, kadar air, dan densitas adalah sebagai  berikut  : Besarnya  kadar  air  yang  terkandung pada  kayu  sono adalah 13,12  %,  kayu mahoni 13,37 %, kayu jati 14,44 %, kayu nangka 14,8 %, dan kayu waru 14,5 %. Besarnya nilai densitas yang dimiliki oleh tiap kayu yaitu pada arang kayu sono 0,86 x 103 kg/m3, arang kayu mahoni 0,23 x 103 kg/m3, arang kayu jati 0,26 x 103 kg/m3, kayu nangka 0,47 x 103 kg/m3, dan kayu waru 0,35 x 103 kg/m3. Dan besarnya nilai kalor untuk arang kayu sono 229,01 kal/gr, arang kayu mahoni 299,22 kal/gr, arang kayu jati  230,58 kal/gr, arang kayu nangka 242,9 kal/gr, dan kayu waru 242,2 kal/gr.Simpulan  dari  penelitian  ini  adalah  bahwa  nilai  densitas  kayu  bervariasi  pada  setiap  kayu. Besarnya nilai kalor  dipengaruhi oleh besarnya  kandungan air, suhu sekitar  pembakaran, nilai densitas yang dimiliki kayu serta alat dan bahan yang digunakan. Dengan massa yang sama bila semakin besar nilai densitas kayu, akan semakin kecil  ukuran volume dan semakin kecil juga energi kalor yang dihasilkan. Nilai densitas  pada  arang kayu mengalami penurunan massa awal dikarenakan terjadi proses pengarangan, sehingga tidak ada hubungan antara nilai kalor pada kayu sebelum dan sesudah pengarangan. Akan tetapi terdapat hubungan antara nilai densitas arang kayu dengan besarnya nilai kalor, yaitu bila semakin besar nilai densitas arang kayu, maka  semakin kecil nilai kalor yang dihasilkan.Kata Kunci: Kadar kalor, Kayu, Arang, Densitas
ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU dan WAKTU PADA PROSES HIDROLISIS TERHADAP KADAR GLUKOSA DALAM PEMANFAATAN Lemna minor SEBAGAI BIOETANOL Mayangsari, Vivi; Abtokhi, Ahmad
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 7, No 1
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.549 KB) | DOI: 10.18860/neu.v7i1.2635

Abstract

Energi terbarukan sangatlah diperlukan karena semakin meluasnya krisis energi sehingga memerlukan alternatif selain penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan bioethanol merupakan alternatif yang baik karena banyak kelebihanya. Lemna minor merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai bioethanol, hal ini dapat dilihat dari kandungan glukosanya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu dan suhu pada proses hidrolisis terhadap nilai kadar glukosa serta mengetahui hubungan densitas terhadap kadar etanol. Proses ekstrasi glukosa menggunakan perbandingan volume HCl dengan kosentrasi 0,1 N, berat serbuk Lemna minor dan volume aquades yaitu 1:10:100 dengan variasi waktu ekstrasi 60, 90, dan 120 menit pada variasi suhu 60, 70, 80 °C dengan ukuran serbuk 60 mesh. Hasil penelitian ekstrasi hidrolisis terbaik pada menit ke-90 didapatkan panjang gelombang tertinggi 415 nm. Semua glukosa pada ekstrasi 90 menit difermentasi menggunakan bakteri Saccharomiches cerevisiae sebanyak 10% dari volume glukosa dengan waktu 144 jam, setelah fermentasi selesai sampel didestilasi untuk menghilangkan kadar air dan dihasilkan kadar ethanol terbaik 0,47% dengan densitas 0,9345 gr/ml3pada panjang gelombang larutan glukosa 316 nm.
ANALISIS KADAR GLUKOSA PADA BIOMASSA BONGGOL PISANG MELALUI PAPARAN RADIASI MATAHARI, GELOMBANG MIKRO, DAN HIDROLISIS ASAM Barokah, Qismatul; Abtokhi, Ahmad
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 5, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.496 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.2440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air dan perubahan kadar glukosa pada biomassa bonggol pisang melalui paparan radiasi matahari, gelombang mikro, dan hidrolisis asam. Metode penelitian dilakukan dengan cara mengeringkan bonggol pisang jenis pisang kepok selama 5 hari, kemudian dihomogenkan dengan proses penghalusan, setelah itu dilakukan tiga metode penghidrolisisan pati menjadi glukosa melalui paparan radiasi matahari, paparan gelombang mikro, dan hidrolisis asam. Pada setiap perlakuan pemaparan, sampel divariasi menjadi tiga yaitu kering, penambahan air 10 ml, dan penambahan air 20  ml,  masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 (tiga) kali. Kadar glukosa dianalisis dengan metode Nelson-Somogyi dan hasilnya dianalisis menggunakan perbandingan grafik. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan adanya pengaruh penambahan air dan metode yang digunakan terhadap kadar glukosa. Hasil analisis UV-Vis melalui analisis perbandingan grafik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar glukosa yang signifikan terutama ketika sampel dipapar menggunakan gelombang mikro serta dengan penambahan air 20 ml yang menghasilkan kadar glukosa sebesar 30.89%.
ANALISIS NILAI ENERGI DARI INTENSITAS TOTAL PADA CITRA GRAYSCALE MENGGUNAKAN SOFTWARE IDL VERSI 5.0 Endah Mutiara Sari, S. Si, Ahmad Abtokhi, M. Pd,
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 1 No 1
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.68 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1599

Abstract

Energi dari intensitas total pada daerah citra korona matahari merupakan gambaran pancaran korona yang mengarah ke bumi. Struktur citra korona matahari tergantung medan magnet pada sunspot (bintik matahari). Citra korona matahari memiliki daerah yang bernilai energi tinggi dan energi rendah yang dapat ditunjukkan dengan citra grayscale yang menggambarkan daerah terang dan gelap. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) Menentukan nilai energi dari intensitas dan energi intensitas total seluruh daerah citra korona matahari; (2) Mengetahui hubungan energi dari intensitas dan energi dari intensitas total dengan bilangan sunspot; (3) Menentukan letak dan nilai daerah degradasi energi grayscale.Data citra korona ada 4 data, data ke 1,2 dan 4 berdimensi 128 x 128, sedangkan data citra korona ke 3 berdimensi 225 x 225. Analisis data citra korona matahari pada penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman IDL (Interactive Data Language), setelah citra di convert ke bentuk citra grayscale dalam format JPEG (Joint Photographic Experts Group). Hasil dari analisis penentuan intensitas total, energi daerah korona total serta pengambilan data bilangan sunspot, dapat ditunjukkan ketiganya memiliki hubungan kesebandingan. Daerah energi standar (3,86 x 10 erg) citra korona matahari ditentukan dengan mengambil titik koordinat dari tampilan hasil analisis data citra korona matahari yang setara dengan intensitas 1.  Nilai degradasi energi daerah citra korona matahari dapat ditentukan dengan mengambil nilai energi hasil analisis program pada salah satu titik yang memiliki nilai degradasi. Besar degradasi energi pada dua daerah yang berbeda ditunjukkan oleh warna cerah (255) yang memiliki energi lebih besar daripada daerah degradasi yang berwarna gelap (0). Hasil analisis pada data menunjukkan data korona ke 1 memiliki energi sebesar 4,9570 x 10 erg dengan bilangan sunspot 34,32. Data citra korona 2 memiliki energi terendah sebesar 4,3147 x 1039  erg dengan bilangan sunspot 22,46. Data citra korona 3 memiliki energi paling tinggi sebesar 21,8277 x 1039 erg dengan bilangan sunspot 113,57 sedangkan data citra korona ke 4 memiliki energi sebesar 6,4636 x 1039 erg dengan bilangan sunspot 89,86. Kata kunci: Energi Intensitas, Citra Grayscale, Korona.
PERANCANGAN ALAT PENGAMAN MOTOR DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR GETAR DAN GELOMBANG RADIO FM Ahmad Abtokhi, Burhan,
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 2 No 1
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.666 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1610

Abstract

Motorcycle is a kind of vehicle that is practical and economical. It is also used as alternative vehicle to avoid the traffic jam. However, nowadays, there are a lot robbing on motorcycle. And this phenomenon makes the user of motorcycle worried. Since the need of security system in motorcycle is increasing, it is crucial to develop the best way of preventing crime on motorcycle. This security system uses trill censor that is connected to transmitter and Capacitor Discharge Ignition (CDI) of motorcycle. This trill censor will detect the change of motorcycle position, send the signal to the receiver tool, and break off the ignition on the motorcycle. This security system uses FM radio wave as the media of its information transmission. Moreover, the trill censor of this system is connected on the series of Bistable Multivibrator as a main controller of  transmitter.  This  series  uses  Astable  Multivibrator,  with  IC  555  as  a  substitute  of  audio transmitter source. The controller of the main series in the transmitter is connected with relay that functions to activate the transmitter and break off the system of ignition on the motorcycle. This Driver Relay uses three transistors C9014 that is used for switching. This driver line is connected with the transmitter and ignition system that is moved by Bistable Multivibrator when it receives the trill. This research finds a tool that is able to detect the movement of motorcycle position from100 metre. And it functions to prevent the motorcycle robbing.Kata Kunci: Sensor, Gelombang Radio, Saklar Transistor, Driver Relay
ANALISIS DESKRIPTIF NILAI RESISTIVITAS AIR AKIBAT RADIASI MATAHARI PADA JENIS WADAH LOGAM Abtokhi, Ahmad
Jurnal Neutrino JURNAL NEUTRINO (Vol 4, No 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.099 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.1938

Abstract

Studi analisis nilai resistivitas air sangat penting untuk mengetahui bagaimana kondisi air. Sifat fisika air dapat diketahui melalui nilai hambatan air, dimana perubahan nilai hambatan air merupakan indikator terjadinya perubahan kondisi air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu air akibat radiasi matahari pada wadah/bejana tertentu terhadap nilai resistivitas air. Prinsip dalam penelitian dilakukan dengan cara mengukur nilai tegangan, kuat arus dan perubahan suhu, kemudian menghitung nilai resistivitas air pada setiap bejana. Sampel bejana yang digunakan ada 2 macam, yaitu bejana aluminium dan bejana seng. Ukuran setiap bejana yaitu 10 cm x 6 cm x 6 cm dan diisi   air masing-masing 150 ml kemudian dijemur. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, yaitu mendeskripsikan grafik hubungan suhu dan resistivitas air. Hasil persamaan regresi untuk bejana aluminium (y = -164.9 + 6.981x) dan bejana seng (y = -60.63 + 3.125x). Berdasarkan grafik hasil penelitian menunjukkan bahwa pada wadah seng diperoleh nilai resistivitas air lebih kecil dibandingkan pada wadah aluminium, hal ini disebabkan sifat konduktor dari aluminium yang lebih besar  dibandingkan seng. Selain itu sifat fisik warna yang dimiliki oleh seng yang cenderung lebih mengkilap dibandingkan aluminium, sehingga pada penelitian lanjutan perlu mempertimbangkan pewarnaan wadah pada setiap alat ujiKata Kunci: Resistivitas, Radiasi, Wadah.
ANALISIS PENGARUH VARIASI PERSENTASE RAGI (Saccharomyces cerevisiae) DAN WAKTU PADA PROSES FERMENTASI DALAM PEMANFAATAN DUCKWEED (Lemna minor) SEBAGAI BIOETANOL Khodijah, Siti; Abtokhi, Ahmad
Jurnal Neutrino Jurnal Neutrino (Vol.7 No. 2
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.149 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.2989

Abstract

Salah satu alternatif  dalam  mendukung ketersediaan sumber daya energi terbarukan adalah dengan memanfaatkan sumber dari non fosil seperti bioetanol. Bioetanol  merupakan  etanol yang dibuat dari biomass yang mengandung komponen pati (karbohidrat) atau selulosa yang selanjutnya di fermentasi menggunakan bantuan mikroorganisme (Sacharomyces cerevisiae). Karbohidrat yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Lemna minor (Duckweed). Penelitian ini bertujuan membuat bioetanol dari Lemna minor dengan variasi penambahan  ragi dan lamanya waktu fermentasi terhadap nilai kadar etanol dan nilai densitas, serta mengetahui hubungan densitas dengan kadar etanol. Produksi bioetanol dari tanaman yang mengandung pati (karbohidrat), dilakukan melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) dengan hidrolisis asam (HCl), hidrolisat yang diperoleh selanjutnya dilakukan fermentasi dengan menambahkan yeast atau ragi sehingga diperoleh bioetanol. Variabel yang digunakan adalah  perubahan massa ragi 5%,15%, dan 25% serta lama fermentasi 5, 6, dan 7 hari . Hasil penelitian menunjukkan lama fermentasi dan persentase ragi mempengaruhi kadar etanol. Nilai kadar etanol optimum  diperoleh presentase ragi 25% dengan lama fermentasi 7 hari sebesar 3.81% dengan density optimum sebesar 0.9438 gr/cm3, Hubungan nilai densitas berbanding terbalik dengan peningkatan kadar etanol.
THE ADDITION EFFECT OF (NaOH AND KOH) TO THE BIOGAS PURIFICATION Fahmayanti, Yuninda; Abtokhi, Ahmad
Jurnal Neutrino Vol 10, No 2 (2018): April
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.359 KB) | DOI: 10.18860/neu.v10i2.4410

Abstract

Biogas is a gas produced by the decomposition of organic materials involving microorganisms in the anaerobic state. The research focused on obtaining good quality biogas through NaOH and KOH purification by reducing H2S and CO2 levels. The purification of biogass proceeded in a variation of absorbent concentrations 0,05M, 0,1M, 0,15M  NaOH and KOH solution.  Gas chromatography chose for biogas characterization. Based on TCD detector in gas chromatography, it represented concentration area in percentage (%). The content of biogas for control was 2.14% CO2 and 0% H2S. The Addition of 0.05; 0,1M; 0,15M NaOH produced  1,57%, 1,56% and 2,98% CO2 respectively. Moreover, the addition of 0.05 M; 0,1M; 0,15M KOH yielded 0.81%, 0,30% and 1,03% CO2. The highest of the burning calories was the NaOH 0,15M amount of 66,528 kcal and the lowest of the burning calories was the 0,1M KOH amount of 38,976 kcal.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP LARVA UDANG Artemia salina Leach DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Jazilah, Nur; Fasya, Ahmad Ghanaim; Ningsih, Rachmawati; Abtokhi, Ahmad
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.637 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i1.2909

Abstract

Daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) adalah bagian dari tanaman obat potensial yang dapat mengatasi berbagai jenis penyakit termasuk sebagai obat antikanker. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) Mengetahui tingkat toksisitas masing-masing ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) dalam tiap pelarut n-heksana, etil asetat dan etanol terhadap tingkat mortalitas larva udang Artemia salina Leach. (2) Mengetahui golongan senyawa yang terdapat dalam ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) dengan toksisitas yang terbaik.Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi sampel dengan pelarut n-heksana yang dilanjutkan dengan pelarut etil asetat dan etanol. Ekstrak pekat yang diperoleh digunakan untuk uji toksisitas terhadap larva udang BSLT dan uji fitokimia dengan reagen. Data kematian Artemia salina dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50.Hasil dari penelitian menunjukkan pada masing-masing ekstrak daun binahong (Anredera cordifiola (Ten) Steenis) memiliki tingkat toksisitas terhadap larva udang Artemia salina Leach, ditunjukkan dengan nilai LC50 1000 ppm. Tingkat toksisitas ekstrak etanol, ekstrak etil asetat dan ekstrak n-heksana yaitu dengan nilai LC50 sebesar 7,35702 ppm, 106,992 ppm dan 175,800 ppm. Pada ekstrak etanol dilakukan uji fitokimia denga reagen yaitu adanya golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, triterpenoid/steroid dan saponin. Golongan senyawa-senyawa tersebut yang menunjukkan adanya potensi bioaktivitas terhadap larva udang Artemia salina Leach. 
PERAN IBU DALAM KEGIATAN PENDAMPINGAN BELAJAR ANAK MELALUI PRINSIP INDIVIDUAL LEARNING-CENTERED Abtokhi, Ahmad
EGALITA EGALITA (Vol 4, No 2
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.097 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v0i0.1993

Abstract

This research describing the role of the mother that very central in assisting children’s learning activities through the concept of mentoring that focuses on the uniqueness of each individual. This concept is termed a Learning- Centered Individuals who see uniquely child has potential, interests and dy- namics of each problem, so that the practical assistance should be focused on managing the potential and uniqueness of each individual dynamics prob- lems to deliver the right learning attitude, without forgetting the reaching academic achievement.Keywords: Ibu, pendampingan, belajar, Individual Learning-Centered