cover
Contact Name
Dr. Istiadah, MA
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
egalita@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
EGALITA
ISSN : 19073641     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
EGALITA merupakan Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender yang menyajikan sejumlah hasil penelitian, pemahaman dan perenungan mendalam tentang problematika gender, baik dalam bangunan intelektual maupun konstruksi sosial yang ada pada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
Pendidikan Perspektif Gender Di Indonesia (Menimbang dan Menakar Peran Gender dalam Pendidikan) Syamsun Ni’am
EGALITA Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.181 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v10i1.4537

Abstract

The development of education in Indonesia in its growth, have shown repair symptom from time to time, but society view about gender in reality is can not be changed and altered quickly. The strength of value system and culture construction which not represent gender equality yet is have an effect to school education pattern. Participation number, graduation number, majors choices, and possibility acces to work after graduate from school express how highly awareness of society about the important of gender equality. As long as culture construction of society still differentiate the role and the position of man and woman, as long as also its influence to form and pattern of school education. Perhaps need long time to fight for gender equality and justice in education. Pembangunan pendidikan di Indonesia dalam perkembangannya, telah menampakkan gejala perbaikan dari waktu ke waktu, namun pandangan masyarakat terhadap gender ternyata tidak begitu cepat dapat berubah dan diubah. Kuatnya sistem nilai dan konstruk budaya yang belum merepresentasikan kesetaraan gender turut berpengaruh terhadap pola pendidikan persekolahan. Angka partisipasi, angka kelulusan, pilihan jurusan dan program studi, serta kemungkinan akses terhadap pekerjaan setelah tamat dari sekolah mencerminkan seberapa tinggi kesadaran masyarakat mengenai perlunya kesetaraan gender.  Sepanjang konstruk budaya masyarakat masih membedakan peran dan posisi anak laki-laki dan perempuan, sepanjang itu pula pengaruhnya terhadap bentuk dan pola pendidikan persekolahan. Barangkali butuh waktu panjang untuk memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender dalam pendidikan
Perlindungan Hukum Terhadap Hak Kesehatan Reproduksi Perempuan Dari Kekerasan Berbasis Gender Naimah Naimah
EGALITA Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.524 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v10i1.4538

Abstract

Solution of woman reproduction health is not new matter, but it still studied, because it still leave many problem for woman until today. National Commision of Anti Woman Violence (Komnas Perempuan) recorded that the number of woman violence is still high. According to the data from KPAI from 2011 until 2014, the number of woman violence is increase every year. Most of victim of physical violence are women. However, National Commission of Anti Woman Violence do the best to eliminate violation to woman. The curent law in Indonesia is still can not give the deterrent effect yet to the violence that happened to woman. added special laws on reproductive health only confirms CEDAW 1979, so not detailed yet according to the situation of indonesia society.Solusi tentang kesehatan reproduksi perempuan adalah bukan perihal baru, tetapi masih tetap dipelajari, karena banyak menyisahkan permasalahan bagi perempuan sampai hari ini. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat tahun lau jumlah kekerasan terhadap perempuan sangat tinggi. Menurut data KPAI tahun 2011 hingga 2014, jumlah kasus kekrasan seksual selalu naik tahun demi tahun. Korban kekerasan fisik kebanyakkan adalah perempuan. Meskipun demikian, Komnas Perempuan bekerja keras berjuang untuk untuk menghilangkan kekerasan. Di Indonesia hukum saat ini belum dapat memberi efek jera atas kekerasan yang terjadi pada perempuan. yang ditambahkan hukum khusus tentang kesehatan reproduksi hanya mensahkan CEDAW 1979, sehingga belum yang terperinci menurut situasi ada Indonesia.
Refleksi Keterwakilan Perempuan Dalam Parlemen Perspektif Hak Asasi Manusia Imam Sukadi
EGALITA Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.372 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v10i1.4539

Abstract

Women as nation asset who play a role in resumption process and creation of generation with high quality are require to get guarantee to accomplishment of their rights. Involvement of men and woman in political area is a part that can not be separated in democratization process. Democracy give the largest opportunity to all citizen who have fulfilled the requiremets to be able to select and selected as representative of citizen  without discrimination againt  tribe, race, religion, and gender. From some general elections which have been executed, representative of women in parliament is still in minimum number. The low of  women delegation in parliament can become indicator of the low role of woman in political party. Perempuan sebagai asset bangsa yang berperan dalam proses penerusan dan penciptaan generasi yang berkualitas perlu mendapatkan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya. Keterlibatan perempuan dan laki-laki di bidang politik adalah bagian tidak terpisahkan dalam proses demokratisasi. Demokrasi memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh warga negara yang memenuhi syarat untuk dapat memilih dan dipilih sebagai wakil rakyat tanpa adanya diskriminasi terhadap suku, ras, agama, dan gender. Dari beberapa pemilu yang sudah dilaksanakan, wakil perempuan diparlemen masih sangat minim. Rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen bisa menjadi indikator rendahnya peran perempuan di partai politik.
Pelatihan Penulisan Cerita Pendek Berkeadilan Gender Di Madrasah Aliyah Al Hidayah Kecamatan Wajak Kabupaten Malang Rohmah, Galuh Nur; Fitriani, Laily; Santi, Vita Nur
EGALITA Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this time, some experts and practitioners of education have given idea about role of belles-lettres in education of child character. Do not deny again that belles-lettres of have important role in the world of education. Short story as one of belles-lettres form in creative writing region can be made as a media to study of justice and gender equality among adolescent as well as children. Adolescent in this time have recognized fiction readings in the form of short story, continued story, novel even pictorial story or comic. Meanwhile, its can not not be denied that a work, specially a story, not get out from its writer background. This research takes location in Madrasah Aliyah Al Hidayah of Wajak, District Of Wajak, Malang. And the result of this research is there is a change at student after done guidance; 1) student have information and knowledge about gender and its aspects 2) change of patterned thinking to treat fairly and equivalent between men and woman at home, school, and environment, and 3) student can put down issues about gender equality in his/ her short story. Dewasa ini beberapa ahli dan praktisi pendidikan juga telah memberikan gagasan tentang peran karya sastra dalam pendidikan karakter anak. Tak dipungkiri lagi bahwa karya sastra memilki peran penting dalam dunia pendidikan.  Cerita pendek sebagai salah satu bentuk karya sastra dalam wilayah kepenulisan kreatif bisa dijadikan media bagi pembelajaran keadilan dan kesetaraan gender di kalangan remaja dan juga anak-anak. Remaja saat ini sudah mengenal bacaan-bacaan fiksi berupa cerita pendek, cerita bersambung, novel bahkan cerita bergambar atau komik.  Sementara itu, tidak dipungkiri bahwa sebuah karya, sebuah cerita khususnya, tidak lepas dari latar belakang penulisnya.    Penelitian ini mengambil lokasi di Madrasah Aliyah Al Hidayah Desa Wajak, Kecamatan Wajak,  Kabupaten Malang sebagai lokusnya. Dan hasil dari penelitian ini adalahterjadi perubahan pada siswa setelah dilakukan pendampingan; 1) siswa memiliki pengetahuan dan informasi tentang gender dan aspek-aspeknya, 2) perubahan pola pikir untuk memperlakukan secara adil dan setara antara laki-laki dan perempuan baik itu di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar, dan 3) siswa mampu meletakkan isu keadilan gender dalam cerita pendeknya.
Persepsi Mahasiswa Bisnis Dalam Memilih Bekerja Sebagai Wirausaha, Di Ukm Atau Perusahaan Multinasional: Investigasi Efek Moderasi Jurusan, Gender, Kepribadian Dan Program Pendidikan Yuniarti Hidayah Suyoso Putra
EGALITA Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.188 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v10i1.4541

Abstract

Tight work rivalry demand every student to prepare himself as well as possible. Especially business student who get enterpreneur subject. The interesting thing in this research is to compare perception of business student about work choices as businessman, work in Small and Medium Industy (UKM) or in Multinational Company (MNC) according to their major, gender, personality and education program. The result of this research show that interest to work  in company in scale of UKM and Multinational or MNC is bigger than interest to be businessman. Moderating variable that consist of major, gender, personality and education program had an effect on loading factors validity level over standard 0,5 to the perception of student in choose their work as businessman, in UKM. or MNC. Persaingan kerja yang sangat ketat menuntut setiap mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Terutama mahasiswa bisnis yang telah mendapatkan materi kewirausahaan. Hal yang menarik dalam penelitian ini adalah membandingkan persepsi mahasiswa bisnis mengenai pilihan bekerja sebagai wirausaha, bekerja di Usaha Kecil dan Menengah (UKM) atau di perusahaan multinasional (MNC) berdasarkan jurusan, jenis kelamin (gender), kepribadian dan program pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat untuk bekerja di perusahaan baik itu skala UKM dan multinational atau MNC lebih besar bila dibandingkan dengan keinginan untuk berwirausaha. Variable moderating yang terdiri dari jurusan, gender, kepribadian,dan program pendidikan berpengaruh dengan tingkat validitas loading factors diatas standar 0,5 terhadap persepsi mahasiswa dalam memilih pekerjaan sebagai wirausaha, di UKM atau MNC.
Sinkronisasi Maqosid As Syariah Dan Konsep Kesetaraan Gender Dalam Konsep Iddah Dwi Hidayatul Firdaus
EGALITA Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.216 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v10i1.4542

Abstract

Gender is construction and social order about various differences between two sexes which related to social relationships between men and women, or a characteristic which has been specified socially and culture. To understand concept of justice and gender equaity it need correct understanding. And for every Muslim ought to understand this gender concept which is related to Islamic law, should be able to synchronize gender concept with the purpose and intention of Islamic law (al-Maqasid al-Syar'iyyah) in the form of the benefit to human being, it have to comprehend widely especially in the problem of iddah. The meaning of islamic law basically will realize kindliness of real life to human being, either through individually or socially. Beside aims to form good person, Islamic law also aims to uphold mashlahah and social justice. Gender adalah   konstruksi   dan   tatanan   sosial   mengenai   berbagai perbedaan antara jenis kelamin yang mengacu kepada relasi-relasi  sosial antara perempuan  dan  laki-laki,  atau  suatu  sifat  yang  telah  ditetapkan  secara  sosial maupun budaya. Memang untuk memahami konsep keadilan dan kesetaraan gender diperlukan pemahaman yang benar. Dan bagi setiap muslim seharusnya memahami konsep gender ini yang bersinggungan dengan hukum Islam, harus bisa mensinkronkan gender tersebut dengan maksud dan tujuan dari hukum Islam (maqasid as-Syar’iyyah) yang berupa kemashlahatan bagi manusia ini harus dipahami secara luas terkhusus masalah iddah. Dalam arti hukum Islam pada dasarnya hendak mewujudkan kebaikan hidup yang hakiki bagi manusia, baik secara individual maupun social. Di samping bertujuan untuk membentuk pribadi yang baik, hukum Islam juga bertujuan untuk menegakkan kemashlahatan dan keadilan social.
PELATIHAN PENULISAN CERITA PENDEK BERKEADILAN GENDER DI MADRASAH ALIYAH AL HIDAYAH KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG Galuh Nur Rohmah; Laily Fitriani; Vita Nur Santi
EGALITA Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.67 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v10i1.8940

Abstract

Dewasa ini beberapa ahli dan praktisi pendidikan juga telah memberikan gagasan tentang peran karya sastra dalam pendidikan karakter anak. Tak dipungkiri lagi bahwa karya sastra memilki peran penting dalam dunia pendidikan.  Cerita pendek sebagai salah satu bentuk karya sastra dalam wilayah kepenulisan kreatif bisa dijadikan media bagi pembelajaran keadilan dan kesetaraan gender di kalangan remaja dan juga anak-anak. Remaja saat ini sudah mengenal bacaan-bacaan fiksi berupa cerita pendek, cerita bersambung, novel bahkan cerita bergambar atau komik. Sementara itu, tidak dipungkiri bahwa sebuah karya, sebuah cerita khususnya, tidak lepas dari latar belakang penulisnya.    Penelitian ini mengambil lokasi di Madrasah Aliyah Al Hidayah Desa Wajak, Kecamatan Wajak,  Kabupaten Malang sebagai lokusnya. Dan hasil dari penelitian ini adalahterjadi perubahan pada siswa setelah dilakukan pendampingan; 1) siswa memiliki pengetahuan dan informasi tentang gender dan aspek-aspeknya, 2) perubahan pola pikir untuk memperlakukan secara adil dan setara antara laki-laki dan perempuan baik itu di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar, dan 3) siswa mampu meletakkan isu keadilan gender dalam cerita pendeknya.Kata Kunci: cerita pendek, berkeadilan gender, pendidikan

Page 1 of 1 | Total Record : 7