cover
Contact Name
Dr. Istiadah, MA
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
egalita@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
EGALITA
ISSN : 19073641     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
EGALITA merupakan Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender yang menyajikan sejumlah hasil penelitian, pemahaman dan perenungan mendalam tentang problematika gender, baik dalam bangunan intelektual maupun konstruksi sosial yang ada pada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2022): June" : 5 Documents clear
FEMISIDA DAN SANKSI HUKUM DI INDONESIA Siti Zulaichah
EGALITA Vol 17, No 1 (2022): June
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v17i1.14171

Abstract

Lemahnya perlindungan hukum, membuat keadaan perempuan semakin terpojok. Salah satunya pada permasalahan femisida, yakni dapat diartikan sebagai pembunuhan kepada perempuan yang didasari oleh beberapa faktor, diantaranya, menganggap perempuan sebagai pihak lemah, perempuan sebagai korban dari ketidak adilan, perempuan sebagai layanan pemuas seks, hingga menganggap perempuan sebagai barang komoditi bisa diperjual belikan. Berbagai faktor inilah yang menjadi dasar maraknya perempuan sebagai korban. Penelitian ini bertujuan menemukan instrument hukum guna menekan angka femisida yang semakin meningkat hingga saat ini. Fakta terbaru kasus kekerasan pada perempuan akhir-akhir ini semakin meningkat, data dalam CATAHU pada tahun 2022 terjadi peningakatan sebanyak 50% dari tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif dengan analisis hukum yang digunakan dalam penelitian ini preskriptip analisis. Dengan maraknya kasus kekerasan yang mengakibatkan kematian perempuan sudah selayaknya pemerintah mengambil sikap atas permasalahan ini.
TAFSIR KESETARAAN DALAM AL-QUR’AN: Telaah Zaitunah Subhan atas Term Nafs Wahidah Abd. Basid; Ruqayyah Miskiyah
EGALITA Vol 17, No 1 (2022): June
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v17i1.15651

Abstract

Diskusi tentang kesetaraan antara pria dan wanita dari zaman pra-Islam hingga Islam datang terus menjadi perbicangan serius. Dalam Islam, salah satu yang memantik diskusi tersebut adalah kajian atas kata nafs wahidah perihal asal usul penciptaan wanita, yang tersebut dalam QS. al-Nisa’ (4): 1, QS. al-Nisa’ (4): 41, QS. al-A’raf (7): 189, QS. al-Nahl (16): 72, QS. al-Rum (30): 21, QS. al-Zumar (39): 6, dan QS. al-Syura (42): 11. Beberapa ayat-ayat tentang nafs wahidah ini yang dalam pembahasan artikel ini disebut dengan “ayat-ayat kesetaraan” karena menjadi dalil kesetaraan gender antara pria dan wanita. Dari kata nafs wahidah, mufassir klasik cenderung memaknainya bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk pria yang pada akhirnya berimplikasi pada ketimpangan gender. Seiring berjalannya waktu, mufassir dan tokoh modern menggugat terhadap penafsiran mufassir klasik, termasuk di antaranya Zaitunah Subhan yang menjadi fokus penelitian ini. Akan hal itu, penelitian ini ingin menjawab sebuah pertanyaan; bagaimana penafsiran Zaitunah Subhan atas ayat-ayat kesetaraan dalam al-Qur’an?. sebagai langkah metodis, artikel ini menggunakan metode analisis diskriptif dengan bertumpu pada kajian pustaka (library reseach). Pada akhirnya, penelitian ini menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa Zaitunah Subhan memaknai kata nafs wahidah bukanlah Adam (pria) tapi lebih tepatnya adalah “diri yang satu” di mana Hawa (wanita) juga diciptakan darinya. Tidak ada perbedaan antara keduanya kecuali tingkat ketakwaan yang dimilikinya.
PERILAKU KONFORMITAS PADA TEMAN SEBAYA DAN PENGARUHNYA TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN DIRI SANTRI PUTRI DI SEKOLAH MULTIPESANTREN Muhammad Rizqi Aufaqi Akrom; Aprilia Mega Rosdiana
EGALITA Vol 17, No 1 (2022): June
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v17i1.15860

Abstract

Penerimaan diri merupakan proses penting yang dialami oleh setiap individu terlebih pada masa remaja, penerimaan diri pada masa remaja tentu akan sulit karena sering kali dikaitkan dengan kelompok pertemanan atau konformitas teman sebaya yang berkontribusi terhadap sikap dan perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh konformitas teman sebaya terhadap penerimaan diri santri putri kelas XII Madarash Aliyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, populasi yang terdapat dalam penelitian ini sejumlah 134 responden. Berdasarkan perhitungan rumus slovin sampel dalam penelitian ini berjumlah 57 responden. Alat pengumpulan data menggunakan skala penerimaan diri oleh Berger (1952), dan skala konformitas teman sebaya milik Sears (1991). Uji hipotesis menggunakan regresi sederhana melalui SPSS 25.00 for windows.  Hasil penelitian menunjukan konformitas teman sebaya berpengaruh terhadap penerimaan diri (P = 0.00 0,05) pengaruh yang diberikan bersifat negatif -.721 dengan sumbangan pengaruh yang diberikan sebesar 52%. Hal ini berarti semakin tinggi perilaku konformitas teman maka semakin rendah penerimaan diri. Sehingga perlu kiranya remaja putri untuk melakukan penerimaan diri, dan memahami peranan teman sebaya dalam proses penerimaan diri.
PREDIKSI PERBEDAAN PERILAKU PENGURANGAN SAMPAH DOSEN WANITA YANG MENGGUNAKAN DAN TIDAK MENGGUNAKAN ASISTEN RUMAH TANGGA Nihayatu Aslamatis Solekah
EGALITA Vol 17, No 1 (2022): June
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v17i1.15909

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menguji perbedaan perilaku pengurangan sampah dosen wanita yang menggunakan dan tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dosen wanita yang bekerja di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner online yang dikirimkan ke responden yang memenuhi kriteria sebagai dosen wanita dan memiliki jenjang pendidikan minimal S2. Dari kuisioner yang kembali didapatkan 50 responden dosen wanita tidak menggunakan jasa ART, dan 27 responden dosen wanita yang menggunakan jasa ART. Hasil kuisioner diolah dengan menggunakan uji independen sample t Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel Perceived Behavioral Control (PBC) menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sedangkan untuk variabel Attitude Toward Behaviour (ATB), Social Norm (SN), Knowledge (KN), Personal Norm (PN), Pro-environmental identity (PEI), Recycling Facilities (RF, Intention to Reduce Waste Behavior (IRWB) dan Waste Reduction Behaviour (WRB) tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pekerja wanita yang memiliki asisten rumah tangga berperilaku berbeda karena perilaku pengurangan sampah bagi mereka tidak merepotkan dan menghabiskan waktu.
THE DOMESTIC RIGHTS OF THE WIFE (Viewed from KH. Husein Muhammad's Thoughts) Arina Haque; Ahmad Izzuddin; Iffat Maimunah; Wildana Wargadinata; Suo Yan Mei
EGALITA Vol 17, No 1 (2022): June
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v17i1.15934

Abstract

As the queen of the family, the wife is a determinant of household harmony who understands every detail of her domestic realm. But in fact, several social traditions and norms under the guise of religion limit the space for wives to move in their palaces. This study aims to reveal Husein Muhammad's thoughts on domestic rights in the household and to analyze his mindset in doing istinbath. The method used is literature study in the study of thought. This descriptive qualitative research used the main data sources in the form of two books by Kyai Husein, namely: (1) Women's Fiqh: Kyai's Reflections on the Interpretation of Religious and Gender Discourses published by LKiS in 2019; and (2) Islam, Religion Friendly to Women: Defending Kyai Pesantren, published by LKiS in 2009. Data collection techniques tend to be qualitative with literature documentation techniques. Therefore, an analysis of Kyai Husein's istinbath mindset was carried out using a deductive mindset approach. The results of this study are: (1) The wife has several domestic rights in the household, including the right to support, the right to be the head of the household, the right to express an opinion, the right to mu'asyarah bi al-ma'ruf, and the right to get health services; (2) The mindset of Kyai Husein Muhammad in determining legal istinbath departs from the postulates of sharia with cultural contextualization which then gave birth to the principles of justice and human equality, the concept of sharia as a cultural reflection, and emancipatory jurisprudence.

Page 1 of 1 | Total Record : 5