cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Mintakat: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14117193     EISSN : 26544059     DOI : 10.26905
Core Subject : Social, Engineering,
Mintakat: Jurnal Arsitektur (JAM) dalam versi jurnal online yang terbit di tahun 2017 ini sebenarnya adalah format baru dari penerbitan offline sejak tahun 2000. Jurnal ini diterbitkan oleh oleh Group Konservasi Arsitektur & Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang. Dalam format online JAM merencanakan akan terbit 2 (dua) kali dalam setiap volume pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2018): September 2018" : 5 Documents clear
ANALISIS PERUBAHAN INDEKS KERAPATAN VEGETASI DENGAN METODE ANALISIS NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DI KOTA BATU BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (GIS) DAN PENGINDRAAN JAUH. Balqis Nailufar
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.007 KB) | DOI: 10.26905/mintakat.v19i2.2356

Abstract

Visi Kota Batu yaitu sebagai sentra pertanian organik berbasis kepariwasataan internasional. Tetapi pada kenyataannya Kota Batu dalam pembangunannya menjadi sebuah perkotaan yang padat dan penuh elemen perkerasan terlihat lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan indeks kerapatan vegetasi dengan metode analisis normalized difference vegetation index (NDVI) pada periode 15 tahun terhitung sejak tahun 2003 hingga 2018. Hasil yang diperoleh terdapat perubahan tata guna lahan apabila dilihat dari kerapatan vegetasi dalam periode tersebut. Untuk mencapai visi Kota Batu, diperlukan perencanaan tata hijau, regulasi, dan kegiatan konservasi iklim. DOI: https://doi.org/10.26905/mintakat.v19i2.2356
POLA PERMUKIMAN DI SEKITAR SITUS BERSEJARAH GIRI KEDATON Firdha Ayu Atika
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.067 KB) | DOI: 10.26905/mj.v19i2.3020

Abstract

Situs Giri Kedaton merupakan salah objek wisata bernilai historis di Kabupaten Gresik. Akan tetapi keberadaannya kurang dikenal oleh wisatawan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya daya dukung permukiman disekitar Situs Giri Kedaton yang mampu mendukung nilai historis kawasan. Sehingga perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pola permukiman yang mempelajari rancangan dari kondisi fisiknya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Permukiman pada area studi memiliki pola ruang tersebar yang disebabkan oleh kondisi relief wilayah berkontur. Rancangan dari kondisi fisik permukiman juga berbeda dengan wilayah lainnya. Rancangan kondisi fisik dari pola permukiman yang ada di lokasi studi belum banyak mendukung Situs Giri Kedaton untuk menjadi kawasan khusus yang memiliki nilai historis. Sehingga perlu adanya pengembangan permukiman dan peran serta masyarakat dalam menunjang keberadaan Situs Giri Kedaton. DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v19i2.3020
KOMPARASI BIAYA RUTIN ANTARA BIPV, GENSET DAN PLN DAYA SETARA 900VA Nurhamdoko Bonifacius
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.62 KB) | DOI: 10.26905/mj.v19i2.3222

Abstract

PV merujuk pada pembangkitan energi listrik yang tidak berpolusi namun percepatan penggunaannya tidak secepat yang diharapkan. Paper ini adalah hasil simulasi yang bertujuan untuk membandingkan sejumlah faktor, keuntungan dan kerugian dari 3 macam sumber energi listrik untuk gedung (rumah tinggal sebagai contoh) pada dua lokasi yang berbeda (lokasi tersedia grid PLN dan lokasi tidak tersedia). Pembangkit listrik surya (PV) yang pengadaannya masih relatif mahal, perlu diberi solusi dengan pinjaman perbankan dengan skema ritel atau KPR. Angsuran setiap bulannya dianggap sebagai pengeluaran biaya operasional. Simulasi menghasilkan angka-angka yang menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan per bulan (angsuran) untuk pembangkit listrik surya (PV) masih lebih mahal (Rp1.274.679,-) dari tagihan bulanan listrik PLN (Rp. 904.368,-), namun masih jauh lebih murah daripada menggunakan genset (Rp. 16.524.000,-). Penggunaan genset juga menimbulkan polusi udara dan suara. Pembayaran angsuran berhenti setelah 15 tahun dan untuk selanjutnya secara teoritik tidak ada pengeluaran. Disamping itu pembangkit listrik surya tidak berpolusi sehingga lebih ramah lingkungan. DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v19i2.3222 PV merujuk pada pembangkitan energi listrik yang tidak berpolusi namun percepatan penggunaannya tidak secepat yang diharapkan. Paper ini adalah hasil simulasi yang bertujuan untuk membandingkan sejumlah faktor, keuntungan dan kerugian dari 3 macam sumber energi listrik untuk gedung (rumah tinggal sebagai contoh) pada dua lokasi yang berbeda (lokasi tersedia grid PLN dan lokasi tidak tersedia). Pembangkit listrik surya (PV) yang pengadaannya masih relatif mahal, perlu diberi solusi dengan pinjaman perbankan dengan skema ritel atau KPR. Angsuran setiap bulannya dianggap sebagai pengeluaran biaya operasional. Simulasi menghasilkan angka-angka yang menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan per bulan (angsuran) untuk pembangkit listrik surya (PV) masih lebih mahal (Rp1.274.679,-) dari tagihan bulanan listrik PLN (Rp. 904.368,-), namun masih jauh lebih murah daripada menggunakan genset (Rp. 16.524.000,-). Penggunaan genset juga menimbulkan polusi udara dan suara. Pembayaran angsuran berhenti setelah 15 tahun dan untuk selanjutnya secara teoritik tidak ada pengeluaran. Disamping itu pembangkit listrik surya tidak berpolusi sehingga lebih ramah lingkungan.
RUANG INTERAKTIF DALAM FASILITAS KESEHATAN ANAK Razqyan Mas Bimatyugra Jati
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.534 KB) | DOI: 10.26905/mj.v19i2.3463

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan bagaimana aspek perilaku pasien anak perlu diwadahi dalam membentuk ruang-ruang di dalam perancangan fasilitas kesehatan anak. Dengan mewadahi perilaku pasien yang diimplementasikan ke dalam elemen arsitektural dapat membantu proses penyembuhan pasien selama berada di dalam fasilitas kesehatan anak. Penelitian menggunakan dua sifat penelitian yaitu deduktif dan induktif, dengan menggunakan metode penelitian literature review dan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan angket kepada responden di Darmo Children Clinic (DCC) Surabaya. Metode analisis data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan dengan meningkatkan interaksi pasien dengan lingkungannya dapat memberikan pengaruh positif bagi proses penyembuhan pasien. Sehingga konsep interaktif diperlukan dalam merancang ruang berbasis perilaku pasien anak. Implementasi konsep dengan pendekatan interaktif tersebut pada elemen arsitektural dapat diwujudkan dengan merancang ruang interaktif dengan strategi ruang sosiopetal dan keragaman elemen arsitektural pada fasilitas kesehatan anak. DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v19i2.3463
INTEGRASI KONEKTIVITAS UNTUK ANAK AUTISTIK DENGAN KARAKTERISTIK HIPERSENSITIF DAN HIPOSENSITIF Safrilia, Adisti
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.763 KB) | DOI: 10.26905/mj.v19i2.3486

Abstract

Anak-anak autistik memiliki karakteristik khusus dalam indera penglihatan mereka yang digunakan untuk membantu mereka merespons stimulasi sensorik tertentu. Untuk membantu mereka berbaur dalam lingkungan yang sama, beberapa hal diperlukan untuk merangsang indra mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan sensorik untuk merancang pusat rehabilitasi untuk anak-anak dengan autisme. Dalam pusat rehabilitasi ini diperlukan ruang untuk mengakomodasi 2 karakter autisme: 1) hipersensitif dan hiposensitif di satu tempat, salah satunya adalah menghadirkan ruang pertemuan untuk mereka dengan menggunakan taman sensorik sebagai elemen pencahayaan alami, tempat sosial, dan sebagai lingkungan penyembuhan yang mampu menyediakan ruang untuk perbaikan anak. Karakter ini diperlukan untuk menentukan proses terapi, psikologis, dan sensorik yang akan diterima dengan baik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis sebagai pembahasan utama. Diperoleh dari yang diharapkan dapatkan deskripsi sedekat mungkin dengan pengalaman autisme individu. Desain elemen bangunan akan membahas desain sensorik dan perilaku anak autis, desain gerakan massa, bentuk, ruang, penggunaan bahan menjadi pertimbangan utama dalam percakapan. DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v19i2.3486  

Page 1 of 1 | Total Record : 5