cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012" : 6 Documents clear
ANALISIS KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR MIKRO PADA DAERAH LASAN BAJA KARBONMENENGAH 0.381%C DENGAN VARIASI KUAT ARUS LISTRIK LAS SMAW Djoko Andrijono; Jumiadi Jumiadi
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4567

Abstract

Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) merupakan proses pengelasan busur listrik elektroda terumpanyang berfungsi untuk menyambung dua buah logam, dimana salah satu jenis logam yang dilas adalah bajakarbon menengah 0.381% C. Hasil dari proses pengelasan logam tersebut disebut dengan daerah lasan yangterdiri dari : logam induk, daerah pengaruh panas, dan logam lasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengujiperubahan dan struktur mikro daerah lasan. Parameter penelitian meliputi variasi kuat arus listrik (I) 60,120, 180 ampere, elektroda yang dipergunakan AWS E 6010 dengan panjang elektroda 35 mm dan diameterkawat elektroda 3,2 mm kawat elektroda termasuk baja karbon menengah yang mempunyai komposisikarbon 0.326% C, serta jenis sambungan tumpul dengan bentuk kampuh V tunggal. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa, dengan perubahan variasi kuat arus listrik, maka terjadi pula perubahan struktur mikroyaitu perubahan besar butir dan perubahan persen fasa pada daerah lasan dan daerah HAZ, serta perubahankomposisi kimia.
ANALISIS PENINGKATAN TEKNOLOGI PROSES DAN MANAJEMEN PRODUKSI BAGI WIRAUSAHA BENGKEL LAS TEKNIK Sufiyanto Sufiyanto; Darto Darto; Rudi Hariyanto
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4568

Abstract

Keterbatasan penguasaan teknologi dalam proses pengerjaan material dapat menghambat perkembanganusaha dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan oleh sebuah bengkel las teknik. Teknologi yangdigunakan oleh bengkel las teknik secara umum masih sangat sederhana dan dilakukan berdasarkanpengalaman praktis yang diperoleh secara otodidak oleh pelaku usaha tersebut. Kendala yang dihadapi adalahproses pembentukan pipa menjadi frame/kerangka lengkung dan proses pemotongan ujung pipa untukdibentuk menjadi sebuah kontur yang dapat disambungkan dengan pipa lain. Selain itu manajemen prosesyang baik belum diterapkan dalam upaya untuk meningkatkan mutu dan daya saing yang dimiliki olehbengkel las teknik tersebut. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut diatasadalah melalui peningkatan teknologi pembentukan dengan mesin roll mekanik untuk membentuk pipamenjadi frame lengkung dan teknologi pemotongan logam menggunakan mesin potong pipa untuk membuatkontur pada ujung pipa. Sedangkan peningkatan mutu dan daya saing bengkel las teknik dilakukan denganmemberikan pelatihan manajemen proses dan desain produk yang inovatif. Hasil yang diperoleh daripeningkatan teknologi pembentukan dan pemotongan logam adalah penurunan waktu proses produksi yangdibutuhkan melalui penggunaan mesin roll mekanik dan mesin potong pipa. Sedangkan dari pelatihanmanajemen proses dan desain produk dapat diperoleh efisiensi dan efektivitas untuk menekan biaya produksidan meningkatkan kualitas serta daya saing bengkel las teknik melalui pengendalian proses, pengendalianmutu, dan pengendalian biaya.
ASPEK TERMAL DAN ENERGI KELUARAN PADA RUMAH TUMBUH BERATAP MODUL SEL SURYA TERINTEGRASI Nurhamdoko B.; Fransiskus A. Widiharsa
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4575

Abstract

Rumah tumbuh merupakan salah satu solusi dari kompleksitas problem perumahan. Di dalam prosesperencanaan dan perancangannya, telah disertakan banyak faktor sebagai pertimbangan. Seiringkecenderungan penggunaan sel surya dalam bangunan, paper ini membahas spekulasi kompatibilitas integrasisel surya pada atap rumah susun. Energi listrik terkumpul dicari dengan uji lapangan. Kondisi termal interiordicari dengan simulasi menggunakan perangkat lunak computational fluid dynamics. Berkaitan dengan suhuinterior rumah tumbuh, hasil simulasi menunjukkan bahwa rancangan tahap akhir pertumbuhan rumahtumbuh (RSS-2) memerlukan revisi pada letak pintu.
KOMPARASI METODE KEKUATAN LAS TIPE BUTT JOINT BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK MIT CALC 2.0 Jalif Jalif; Darto Darto
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4576

Abstract

Pada jaman ini teknik las telah dipergunakan secara luas dalam penyambungan batang-batang pada kontruksibangunan baja dan kontruksi mesin. Luasnya pengguna teknologi ini disebabkan karena bagunan dan mesinyang dibuat dengan mempergunakan teknik penyambungan ini menjadi lebih ringan dan prosespembuatannya juga lebih sederhana, sehingga biaya keseluruhannya menjadi lebih murah. Seperti konstruksipada bangunan dan otomotif, dalam penyambungan rangka baja, perkapalan, jembatan, kereta api, pipasaluran dan lain sebagainya. Dalam teknologi produksi dengan menggunakan bahan baku logam, pengelasanmerupakan proses pengerjaan yang memegang peranan sangat penting. Untuk mencapai hasil pengelasanyang lebih sempurna, kini telah digunakan software/perangkat lunak untuk menghitung seberapa besarkekuatan dari pengelasan, menurut jenis pengelasan yang dikerjakan, salah satu contohnya adalah softwareMIT Calc 2.0, yang dapat menghitung besarnya kekuatan sambungan las, berdasarkan lebar dan ketebalanplat yang akan disambung, pada jenis sambungan (Butt Joint), jenis material yang disambung (JIS G3101SS330/Baja Struktur), metode yang digunakan (Basic Calculation, Conversion Coefficients, PermissibleStresses). Hasil perhitungan yang didapat dari perangkat lunak MIT Calc 2.0, dari keseluruhan metodepegujian data-data yang dimasukan ke software/perangkat lunak bisa dilihat dari hasil pengujiannya dariketiga metode tersebut yaitu tipe Basic Calculation yang hasil Safety Against Yield Point, lebih besar ataulebih aman di gunakan pada pengelasan butt joint dengan ketebalan pelat 5 mm, dan panjang pengelasan200 mm. Seiring dengan perkembagan teknologi sekarang ini, sehingga proses perhitungan menggunakanperangkat lunak yaitu dalam hal ini digunakan MIT Calc 2.0 untuk mengetahui kekuatan sambungan las tipebutt joint dengan perangkat lunak MIT Calc 2.0 sangatlah efisien waktu dan bisa lebih teliti dalamperhitungan.
ANALISA PROSES PENGEROLAN PIPA DENGAN MENGGUNAKAN MESIN ROLL Marisi, Erich Umbu Tipuk; Sufiyanto, Sufiyanto
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4577

Abstract

Proses pengerolan merupakan pemecahan masalah yang tepat bagi perbengkelan yang membutuhkan prosespembentukan frame/kerangka pipa lengkung untuk pembuatan pagar atau canopy. Dengan penelitian inidapat diketahui seberapa besar kemampuan mesin roll bending terhadap hasil proses pengerolan pipa.Pengujian yang dilakukan adalah memvariasikan jumlah tahapan proses pengerolan yang mengasilkan jarakbending yang berbeda yaitu 8 step, 7 step, 6 step. Pada jumlah step 8 dengan jarak bending 3,3 mmmemerlukan gaya bending sebesar 43,82 kg dan daya pengerolan 0,062 kw, step 7 dengan jarak bending3,7 mm memerlukan gaya bending sebesar 49,13 kg dan daya pengerolan 0,070 kw, step 6 dengan jarakbending 4,4 mm memerlukan gaya bending sebesar 58,43 kg dan daya pengerolan 0,083 kw. Sedangkanuntuk waktu proses pada satu kali tahapan tidak berpengaruh terhadap proses bending, dimana wakturata-rata hampir sama yaitu 8 step memerlukan rata-rata 57 detik, 7 step memerlukan 57 detik, 6 stepmemerlukan 58 detik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa semakin banyak jumlah step maka jarakbending yang diperlukan semakin kecil dengan gaya dan daya yang kecil sedangkan waktu yang diperlukanakan semakin lama. Sebaliknya semakin sedikit jumlah step maka jarak bending yang diperlukan semakinbesar dengan gaya dan daya yang diperlukan semakin besar dengan waktu yang singkat. Dampak lain yangterjadi pada proses roll bending adalah perubahan penampang pipa akan menjadi oval karena akibat gayabending yang diberikan sehingga dapat menimbulkan cacat perubahan penampang pipa bahkanmemungkinkan juga terjadi tekuk.
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN ALIRAN UDARA TERHADAP REAKSI GASIFIKASI KONDISI TEMPERATUR PEMBAKARAN BIOMASSA CANGKANG KELAPA PADA GASIFIER TIPE UP DRAFT Nandana Nandana; Rudi Hariyanto
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4586

Abstract

Gasifikasi adalah proses mengubah berbagai jenis biomassa menjadi syngas. Pada penelitian ini tempurungkelapa dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan bakar gas melalui proses gasifikasi jenis up draft gasifier.Kemudian kita melakukan pengambilan data dengan variasi kecepatan aliran udara yang berbeda-beda untukmengetahui kecepatan aliran udara terbaik. Hasil yang didapat dari penelitian adalah mengetahui massabahan bakar yang sudah terbakar setiap menit dan kecepatan aliran udara terbaik 10,2 m/s dengan massabahan bakar 3,5 kg mampu menghasilkan syngas mampu bakar selama 20 menit. Diperoleh pula nilai kaloryang mampu dibangkitkan dari pembakaran 3,5 kg adalah 77.000 kJ dan menghasilkan nilai kalor efektiftertinggi adalah 66.000 kJ dan memiliki efisiensi nilai kalor tertinggi 85,71%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): September (2025) Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue