cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminas Competitive Advantage
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II" : 237 Documents clear
Pengembangan Pendidikan Kewirausahaan Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing Dan Karakter Bangsa Hakim, Dhikrul
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Persaingan global menuntut kesiapan bangsa Indonesia untuk meningkatkan daya saing.Pendidikan kewirausahaan  berdasarkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan salah satu aspek penting dan strategis untuk meningkatkan daya saing tersebut. Kewirausahan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya.Pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh (holistik), sebagai insan yang memiliki karakter, pemahaman dan ketrampilan sebagai wirausaha.Pendidikan kewirausahaan perlu ditanamkan dan dikembangkan lewat dunia pendidikan, dapat diimplementasikan secara terpadu dengan kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah.Makalah ini ditulis dengan tujuan untuk mereaktualisasi konsep pendidikan kewirausahaan di sekolah dengan harapan agar pelaksanaan pendidikan kewirausahaan diterapkan ke dalam kurikulum di sekolah yang dapat merealisasikan pendidikan kewirausahaan dan direalisasikan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Pendidikan Kewirausahaan,Nilai Budaya, daya Saing,Karakter bangsa.  Abstract Global competition demands the readiness of Indonesia to improve competitiveness. Entrepreneurship education based on cultural values ​​and national character is one aspect of strategic importance to enhance the competitiveness. Kewirausahan is an attitude, spirit and ability to create something new which is very valuable and useful to himself and others. Entrepreneurship is the mental attitude and spirit that is always active or creative helpless, bercipta, and unpretentious work and effort in order to increase revenue in their business activities. Entrepreneurship education aims to establish a human as a whole (holistic), as a man who has character, understanding and skills as an entrepreneur. Entrepreneurship education needs to be invested and developed through education, can be implemented in an integrated manner with educational activities in schools. The paper was written with the aim to mereaktualisasi concept of entrepreneurship education in schools with the hope that the implementation of applied entrepreneurship education into the curriculum in schools that can be realized and realized entrepreneurship education learners in everyday life. Keywords: Entrepreneurship Education, Culture, Competitiveness power, the nation's character.
Membentuk Pemikiran Lintas Sektoral Santoso, Joko Priyono
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penduduk Indonesia dengan pluralismenya dan ditandai dengan keragaman budaya adalah modal sosial, lingkungan Indonesia yang produktif adalah modal investasi, semangat juang Indonesia adalah mesin produksi, secara komulatif akan menjadi modal karakter dalam membentuk daya saing yang tinggi. Menyadarkan bahwa kesentralan pada satu potensi tidak akan mampu memiliki peluang yang tinggi, kolaborasi menjadi tumpuan penting dalam mencapai tujuan karena melalui kolaborasi akan mampu menutup setiap lini yang rawan sehingga menghasilkan pola pemikiran yang lebih holistik. Peran manajemen  menjadi penting disaat kolaborasi ini dipentaskan. Menstrukturkan kesadaran dan menyadarkan struktur kolaborasi pada masyarakat agar menjadi komunitas-komunitas unggulan menuju masyarakat unggulan. Pada akhirnya keunggulan keunggulan tersebut menjadi varian yang secara kelompok memiliki daya saing apalagi dalam bentuk organisasi masyarakat, akan semakin kokoh dalam bersaing. Menstrukturkan kesadaran dan menyadarkan struktur kolaborasi bisa berada diseluruh sendi kehidupan, mulai dari pendidikan, organisasi baik sosial formal maupun non formal dan lain-lain. Pada akhirnya setiap masyarakat memiliki kemampuan mandiri secara proporsional, bersinergi baik dalam skala lokal, regional dan nasional dan kompetitif secara internasional. Kata kunci: kolaborasi, kompetisi, unggul Abstract Indonesia with a population characterized by pluralism has been signed by cultural diversity is social capital, Indonesia's environment productiveness is an investment of capital, the fighting spirit of Indonesia is a production machine, the cumulative capital will be a character in the form of high competitiveness. Aware that one potential ego centris will not be able to have a high chance, collaboration becomes an important cornerstone in achieving the goal because it is through the collaboration will be able to shut down any line are prone to produce a more holistic pattern of thought. Management role becomes important when collaboration is staged. Structuring awareness and to make aware of structure of collaboration in the community to be superior communities to the society of the seed. In the end it became an advantage edge variant of the group has a competitive edge, especially in the form of community organization, will be increasingly strong in the competition. Structuring awareness and to make aware structure of colaborations can be exist or awaken got through the element (segment) collaboration of life, starting from education, social organization in both formal and non formal and others. In the end, each community has the ability to self-proportionately, together both on a local, regional, and national and internationally competitive.
Pendampingan Kemitraan Pengelolaan Limbah Botol Plastik Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Pada Masyarakat Desa Girimoyo Karangploso Malang Putra, Yuniarti Hidayah Suyoso; Yuliana, Indah; Rahayu, Yayuk Sri
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian dan pendampingan kemitraan ini bertujuan memberdayakan masyarakat Desa Girimoyo Karangploso Malang dengan mengelola limbah botol plastic menjadi produk bernilai ekonomis dan mengurangi dampak sampah plastic terhadap lingkungan. Metode yang digunakan adalah observasi deskriptif, Focus Discussion Group, analisis komponensial terhadap focus dalam bentuk pemetaan, transek, kalender musim, diagram venn, alur sejarah, serta bagan perubahan dan kecenderungan. Hasil nyata dari kegiatan ini adalah terbentuknya kelompok masyarakat yang  benar-benar mau dan mampu mengolah  limbah botol plastik agar bernilai ekonomis yang terdiri dari petugas kebersihan, keluarganya, dan elemen masyarakat lain, mengurangi dampak sampah bagi lingkungan,  paham akan adanya peluang ekonomi di balik sampah, prospek meningkatkan penghasilan keluarga, menjadi produk unggulan recycle bottles dan masyarakat termotivasi menerima masukan dan melakukan perbaikan terus menerus. Kata Kunci: Pendampingan, Masyarakat, Limbah Botol plastic, Recycle  Abstract This research and partnership aims to empower the society of Girimoyo Karangploso Malang through managing plastic bottles waste into economically valuable products and reducing the impact of plastic waste on the environment. The methods used descriptive observation, Focus Group Discussion, focus componential anylisis in the form of mapping, transect, seasonal calendars, Venn diagrams, timeline, and trend and changes. The results show that the activities create the groups of people who really are willing and able to process waste plastic bottles that have economic value that consists of a trash collector, his family, and other elements of society, reducing the impact of waste on the environment, aware of the existence of economic opportunities from trash, the prospect of increasing family income, a superior product from recycle bottles and the society are motivated to receive feedback and do continuous improvement. Keywords: Partnership, Society, Plastic Bottles Waste, Recycle
Pengaruh Pemberian Kompres Air Hangat terhadap Rasa Nyaman dalam Proses Persalinan Kala I Fase Aktif Yani, Dian Puspita; Khasanah, Uswatun
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemberian kompres air hangat merupakan salah satu metode pemenuhan kebutuhan rasa nyaman dengan mengurangi rasa sakit (nyeri) ibu bersalin. Ini dilakukan dengan cara menempelkan kantung berisi air hangat dilapisi kain ke bagian pinggang pasien dengan posisi miring kanan atau kiri selama 20 menit. Penelitin ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh pemberian kompres air hangat dalam menimbulkan rasa nyaman dalam proses persalinan kala I fase aktif. Penelitian dilaksankan di BPM Etty Suparti Ningsih Zubaidah  Desa Mentoro Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang pada bulan maret samapi mei 2012. Penelitian menggunakan rancangan metode Quasy Eksperimental Design dengan pendekatan Non Equivalent Control Group. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling ibu bersalin dengan menggunkan 8 responden. Data tingkatan kenyamanan pasisen di analisis menggunakan uji Mann Whitney-U. Hasil percobaan menghasilkan tingkat kenyamanan sebesar 3 pasien untuk kelompok kontrol, sementara kelompk yang mendapat perlakuan memperoleh tingkat kenyamanan sebesar  5 pasien. Hasil uji statistik Mann Whitney-U menghasilkan nilai Z-2,049 < Z tabel dengan Asymp sig : 0,04, yang menunjukkan bahwa pemberian kompres air hangat memberikan rasa nyaman dalam proses persalinan kala I fase aktif. Kata Kunci : Pemberian Kompres Air Hangat, Rasa Nyaman, Kala I Fase Aktif  Abstract Warm water compress is a common treatment to comfort women during labor reducing pain. The e treatment is done by pressing a pad of absorbent filled with warm water to the waist area of the patient laying with right or left lateral position for 20 minutes. This experiment aims to determine the effect of warm water compress treatment in stimulating comfort for the patient during the first stage of labor active phase. The experiment was conducted in BPM Etty Suparti Ningsih Zubaidah village Mentoro Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, from March to May of 2012. A Quasy Experimental Design was applied with Non Equivalent Control Group A number of 8 respondents were observed with consecutive sampling technique. The experimental resulth of 3 generatel a lefel of comfort for the patient control group, while the faction who are traeted great the comfort level of 5 patients. The experiment resulted the z – value = - 2, 049 ( Mann – Whitney test with < Z table with Asymp sig: 0.04). It can be concluded that the warm water compress treatment stimulated comfort for the patients during the first stage of labor active phase. Key words : Warm compress treatment, Comfort level, First Active Phase
EFEK PEMBERIAN JUS MENTIMUN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH Kusnul, Zauhani; Munir, Zainal
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit degeneratif  yang menjadi masalah utama di masyarakat. Hipertensi berhubungan erat dengan berbagai resiko komplikasi. Mentimun adalah jenis sayur yang biasa dikonsumsi masyarakat untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian adalah untuk menguji adanya pengaruh pemberian jus mentimun terhadap tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain one group pre-post test design, dilaksanakan di  UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Jombang, pada sebanyak 20 lansia sebagai dengan hipertensi tanpa penyakit penyerta. Penelitian dilakukan selama enam hari, hari pertama tekanan darah lansia diukur untuk mendapatkan tekanan darah rata-rata sebelum perlakukan, selanjutnya  selama lima  hari setiap lansia diberi perlakuan berupa jus mentimun sebanyak 100 gram dan diukur tekanan darahnya pada 2 jam, 6 jam, dan 9 jam setelah perlakuan, Hasil penelitian ini  menunjukkan ada pengaruh bermakna dari pemberian jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah, penurunan terbesar terjadi pada 2 jam dan setelah perlakuan hari 4 dan 5 setelah perlakuan pemberian jus mentimun. Hasil ini diharapkan merupakan salah satu solusi bagi perawatan penderita hipertensi.   Kata kunci: hipertensi, lansia, jus mentimun   Abstract Hypertension is a degenerative disease that became a major problem in society. Hypertension is closely linked to various risks of complications. Cucumber is a vegetable species commonly consumed by people to decrease  blood pressure. The aim of this study  was to test the effect of giving the cucumber juice on blood pressure. This study is an experimental research design with one group pre-post test design, implemented in the Unit of Social Services Elderly Jombang, on as many as 20 older adults with hypertension. The study was conducted for six days, at the first day the elderly blood pressure was measured to obtain an average blood pressure before treatment, then for five days later each elderly be treated as much as 100 grams of cucumber juice and blood pressure measured at 2 hours, 6 hours, and 9 hours after treatment. The results showed that there was  significant effect of cucumber juice on blood pressure reduction, the largest decline occurred at 2 hours dan after treatment at 4 dan 5 days after treatment with cucumber juice. This result is expected as one solution for the treatment of patients with hypertension. Key words: hypertension, the elderly, cucumber juice
PENGEMBANGAN SOFT SKILL DAN HARD SKILL DALAM PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN MERANCANG PROSPEK USAHA (STUDI KASUS ALUMNI TAHUN 2011 SMK TELKOM DARUL ULUM J0MBANG) ., Sumargono
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh pengembangan soft skill dan hard skill dalam pembelajaran kewirausahaan  terhadap kemampuan merancang prospek usaha. Metode yang digunakan meneliti adalah analisis regresi berganda, untuk menentukan ada atau tidaknya pengaruh antara dua variabel atau lebih dan seberapa besar pengaruhnya. Peneliti menetapkan variabel bebas soft skill (X1) dan hard skill (X2), serta variabel terikat kemampuan merancang prospek usaha (Y). Pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket), data yang terkumpul dianalisis dengan regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas  X1 dan X2 dengan variabel terikat (Y). Dari populasi 295 orang, telah ditetapkan sampel sebanyak 100 orang alumni tahun 2011 SMK Telkom Darul Ulum Jombang. Hasil penelitian didapat F hitung (7.486) > F tabel (1.39) dengan taraf segnifikansi 5%, yang berarti ada pengaruh positif antara pengembangan soft skill dan hard skill dalam pembelajaran kewirausahaan  terhadap kemampuan merancang prospek usaha. Berdasarkan hasil uji t terbukti bahwa variabel (X2) hard skill memiliki pengaruh dominan terhadap variabel (Y) kemampuan merancang prospek usaha, dengan kontribusi sebesar 0,266 atau 26.6 %. Sedangkan variabel (X1) soft skill memiliki pengaruh terhadap variabel (Y) kemampuan merancang prospek usaha sebesar 0,192 dengan kontribusi 19,2 %   Kata kunci : Soft Skill,  Hard Skill, Merancang Prospek Usaha  ABSTRACT This study aims to determine the magnitude of the effect the development of soft skills and hard skills in teaching entrepreneurship to the ability to design a business prospect. Examine the method used is multiple regression analysis, to determine the presence or absence of influence between two or more variables and how much influence. Researcher’s soft skill set of independent variables (X1) and hard skills (X2), as well as the dependent variable ability to design business prospects (Y). Data collection using questionnaires (questionnaires), data collected were analyzed with multiple regression is used to determine the effect of independent variables X1 and X2 with the dependent variable (Y). Of the population of 295 people, has established a sample of 100 alumni of 2011 SMK Darul’Ulum Jombang Telkom. The results obtained calculating F (7486)> F table (1:39) with a degree significance 5%, which means there is a positive influence on the development of soft skills and hard skills in teaching entrepreneurship to the ability to design a business prospect. Based on test results proved that the variable t (X2) hard skill to have a dominant influence on the variable (Y) the ability to design a business prospect, with contributions of $ 0.266 or 26.6%. While the variable (X1) has an influence on the soft skills variable (Y) the ability to design the business prospects of 0.192 with a contribution of 19.2%. Keywords: Soft Skills, Hard Skills, Designing Business Prospects
MODEL PENDEKATAN MODAL SOSIAL KELOMPOK PEMINJAM UNTUK OPTIMALISASI REPAYMENT RATE PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO-SWADAYA MASYARAKAT (SOCIAL CAPITAL APPROACHING MODEL OF THE LENDING GROUP FOR REPAYMENT RATE OPTIMIZATION ON COMMUNITY’S MICROFINANCE INSTITUTI) VIPHINDRARTIN, SEBASTIANA
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kredit macet yang tinggi (non performing loan) dan tingkat pengembalian (repayment rate) dana bergulir yang rendah pada kelompok peminjam di wilayah tapal Kuda Jawa Timur pada program Lembaga Keuangan Mikro Swadaya Masyarakat (LKM-SM) disebabkan pelaksanaan program pinjaman dana bergulir program Lembaga Keuangan Mikro Swadaya Masyarakat masih berdasarkan pada tataran proyek bukan tataran program yang berarti aspek pemberdayaan serta partisipasi masyarakat, yang menjadi prioritas utama tujuan program pinjaman dana bergulir, sering kali terabaikan akibat tuntutan proyek yang harus dipenuhi. Padahal tingkat pengembalian pinjaman kelompok peminjam  dipengaruhi secara langsung oleh institusi-institusi informal, yaitu peraturan adat (norma dan sanksi sosial), kohesi sosial dan penggunaan mekanisme sosial dalam menyeleksi pelamar kredit dan menegakkan pelunasan melalui keterlibatan tokoh masyarakat yang berperan penting dalam menegakkan kemauan nasabah mengembalikan pinjaman. Karena dalam hal pembentukan kelompok peminjam seringkali didasari kesamaan budaya dan latar belakang masing-masing anggota kelompok. Alternatif solusi dari permasalahan di atas adalah dengan menggunakan pendekatan modal sosial. Menganalisis berbagai kegagalan pendekatan dalam memecahkan persoalan pengembalian pinjaman, Modal Sosial dinilai efektif dalam memberikan dorongan keberhasilan bagi berbagai kebijakan, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh pihak swasta. Keyakinan ini didasarkan pada kekuatan yang dimilikinya guna merangsang masyarakat membangun secara swadaya yang hasilnya akan memaksimalkan pencapaian dari setiap kebijakan pembangunan yang dibuat oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang ditunjang dengan data-data kualitatif, model yang dipakai adalah model kausalitas yang menggunakan Model Persamaan Struktural (structural equation modelling-SEM) berbasis component atau variance dengan Partial Least Square (PLS). Sementara, untuk menguatkan analisis penelitian juga dilakukan interpretasi data kualitatif. Dari hasil pembahasan didapatkan bahwa hubungan sosial dalam lingkup kelompok peminjam  dapat mempengaruhi interaksi para anggota dalam kelompok tersebut. Jika dilihat dari kecenderungannya, maka secara umum ketiga basis budaya masyarakat yaitu Mataraman, Arek dan Madura hubungan sosialnya dapat terbangun karena kekerabatan,kesamaan kepercayaan, kesamaan wilayah dan kesamaan aktivitas keseharian. Masyarakat berbasis budaya Mataraman lebih mudah melakukan hubungan sosialnya atas dasar kekerabatan dan kesamaan kepercayaan. Sedangkan masyarakat berbudaya Arek berkecenderungan hubungan sosialnya terbangun karena kesamaan wilayah, kekerabatan dan kesamaan aktivitas keseharian. Sementara itu, masyarakat berbudaya Madura secara prinsip hubungan sosialnya terbangun atas dasar kekerabatan, kesamaan kepercayaan dan aktivitas keseharian. Namun, kecocokan perilaku, pendapat, pandangan dan pendirian juga menjadi dasar yang kuat dalam membangun relasi sosialnya. Hal itu tergambar dari ungkapan budaya oreng dhaddhi taretan, taretan dhaddhi oreng, (orang lain bisa menjadi/dianggap sebagai saudara sendiri, sedangkan saudara sendiri bisa menjadi/dianggap sebagai orang lain). Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana relasi sosial yang tercermin dari masing-masing kelompok budaya tersebut menjadi dasar pembentukan KSM , memperkuat interaksi di dalam kelompok serta dapat menstimulus peningkatan repayment rate dan efektivitas program. Disimpulkan bahwa karakteristik budaya dan modal sosial pada masyarakat tertentu berpengaruh positif terhadap perilaku masyarakat penerima manfaat dalam melakukan pengembalian pinjaman dan mencerminkan efektif atau tidaknya sebuah program penanggulangan kemiskinan bagi  masyarakat walaupun tidak secara signifikan. Kata Kunci: Optimalisasi Repayment Rate, LKM-SM, Kelompok Peminjam, Modal Sosial.  ABSTRACT High rate of non-performing loans and low rate of return  revolving fund (repayment rate) in the lending group in the region of East Java’s horse poultice on Community’s Microfinance Institutions program is caused by implementation program of revolving fund loan program by Community’s Micro Finance Institutions are still based on the project level rather than program level that means the aspects of empowerment and community participation, which became the main priority objectives revolving fund loan programs, often overlooked due to the demands of the project that must be met. Though the return on the lending group directly affected by informal institutions, namely customary rules (norms and social sanctions), social cohesion and the use of social mechanisms in selecting applicants and enforce repayment of loans through the involvement of community leaders who was instrumental in establishing the customer wishes to return loan. Because in terms of forming the lending group are often based on cultural similarity and background of each member of the group. Alternative solutions of the above problems is the use of social capital approach. Analyzing various approaching failure in solving the problem of loan repayment, Social Capital is assessed effective in providing the impetus for the success of various policies, whether committed by government or by private parties. This belief is based on its strengths in order to stimulate communities on self-help building which will result of maximizing the achievement of any development policy made by the government. This study uses quantitative methods which are supported by qualitative data, the used model is a causal model using Structural Equation Model (SEM)-based component or variance with Partial Least Square (PLS). Meanwhile, to strengthen the research analysis was also conducted qualitative data interpretation. From the discussion, it can be concluded that by using more specific social capital on the lending group of Arek/coastal and Mataraman culture-based  affect the achievement of repayment rate and program effectiveness (sustainability). In contrast to the group of Madurese culture-based lending group, repayment rates do not affect the performance and program effectiveness (sustainability). The role of government, in the Mataraman and Arek culture based lending group does not affect the achievement of repayment rate, contrary to the Madurese culture based lending group, the role of government proved influential on the outcomes of repayment rate. In all three cultural based lending groups, repayment rates proved influence the achievement of the program effectiveness (sustainability), otherwise the role of government in all three cultural based lending groups, does not affect the program effectiveness (sustainability). Keywords: repayment rate optimization, MFI, the lending group, social capital.
Implementasi Program Iptek bagi Kewirausahaan di Universitas Sriwijaya Tahun 2012 ., Parwiyanti; ., Ermanovida; Ammar, Muhammad
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lulusan perguruan tinggi sebagian besar masih mendambakan bekerja sebagai PNS atau pegawai swasta ketimbang menjadi seorang wirausaha. Padahal peluang untuk menjadi PNS sangat kecil bila dibandingkan jumlah lulusan perguruan tinggi tiap tahunnya, sehingga jumlah pengangguran lulusan perguruan tinggi masih menduduki tempat tertinggi dibanding lulusan pendidikan lainnya. Program Iptek bagi kewirausahaan (IbK) di Unsri diharapkan mampu menghasilkan wirausaha mandiri pada tahun 2012. Kajian ini bertujuan mengamati implementasi program IbK di UNSRI. Desain penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, kuesioner dan pemeriksaan dokumen. Analisis data dengan cara reduksi data dan analisis SWOT. Temuan yang didapat dalam penelitian ini: motivasi mahasiswa untuk berwirausaha masih perlu ditingkatkan, metode jemput bola terbukti efektif sebagai sosialisasi dan seleksi program IbK, metode Coaching NLP terbukti berhasil meningkatkan usaha mahasiswa menjadi wirausaha mandiri. Dari 26 orang peserta IbK , 6 peserta telah berhasil menjadi wirausaha baru yang siap berkompetisi di masyarakat. Kata kunci: IbK, jemput bola, Coaching NLP,   Abstract The purpose of the research is to observe the implementation of the IbK program in UNSRI,the factors supparting dan inhibiting program, and found improvement strategy implementation IbK program. Design descriptive qualitative and quantitative research. Data collection by way of in-depth interviews, questionnarires and desk study. While the process of data analysis through data reduction and SWOT analysis. The implementation of IbK in 2012 UNSRI already running but is not optimal, mainly because of the student motivation to entrepreneurship still need to be improved, the method proved effective pick up the ball as sosialization and selection program, NLP coaching method proved successful in increasing student effort become independent entrepreneurs. Keywords: IbK, pick up the ball, NLP Coaching.
The Influence Of Playing Therapy And Music Therapy (Listening Al-Qur’an : Juz Amma) To Anxiety Respond At Toddler Ghofar, Abdul; Ningsih, Lutfiyah
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Child feels uncomfortable feeling, such as affraid, worry, painful, when treated at the hospital. It makes crisis, caused by many things, that are child development age, experiences of past disease, farewel or hospital treatment, support system and how dangerous the disease, also treatment threatening. Most effective media to express the feeling and can work along with officer of health during treatment is activity of gameor listening to the music.   The result of the research shows that there are influences of both playing and listening music therapies. Before both therapies are given, anxiety respond shows all 15 get maladaptive (100%). After playing therapies was given for 3 days 10 children show adaptive (66,7%), as well for listening to music therapy get, 4 children that show adaptive signing. Based from t-test result with significant level =0,012. Its means, there was influences of giving playing therapy and music therapy (listening to Al-Qur’an : Juz Amma) to decrease of anxiety respond at toddler children age.   Playing therapy has better influences than music therapy, because when the therapy is being done, the children have more interact with the nurse. Parent support as well as nurses are needed as motivator for them in giving these therapies. Givin sicialization at the child and parent before entering the hospital, by orientation at treatment room, camber friend, giving both playing and listening to music therapies are very important to decrease anxiety response of child age of toddler.   Keyword: Anxiety response of toddler, music therapy, playingtherapy.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS MINYAK LEGUNDI (Vitex trifolia L) SEBAGAI SEDIAAN ANTI NYAMUK Widiani, Ni Putu Pitri; ., Kartini
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sediaan anti nyamuk merupakan sediaan kesehatan rumah tangga berupa larutan yang digunakan untuk mencegah serangan nyamuk. Biasanya digunakan pada bagian luar tubuh manusia, misalnya pada tangan dan kaki. Sediaan anti nyamuk tidak harus menggunakan bahan aktif yang terbuat dari bahan kimia saja, tetapi bisa juga menggunakan bahan aktif dari bahan alami. Misalnya menggunakan minyak Legundi karena didalam minyak tersebut mengandung Camphene dan Pinene. Yang dapat mengeluarkan bau khas yang menyengat sehingga membuat nyamuk menghindar. Maka, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan minyak atsiri legundi sebagai anti nyamuk serta untuk membuat formulasi yang tepat dari sediaan obat nyamuk semprot tersebut. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Farmakognosi dan Farmasetika Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang mulai bulan April – Juni 2011. Penelitian dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu ; pertama, tahap persiapan yang meliputi persiapan sampel daun Legundi yang telah dideterminasi dan persiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian. Kedua, tahap pelaksanaan yang meliputi pemilihan daun Legundi yang berwarna hijau, kemudian ditimbang. Selanjutnya daun disuling dengan menggunakan proses destilasi uap selama 8 jam. Ketiga, tahap akhir yang meliputi hasil minyak Legundi diuji secara organoleptis, berat jenis, indeks bias, kemudian minyak yang telah diuji kemurniannya digunakan sebagai bahan aktif pembuatan sediaan anti nyamuk dengan konsentrasi 13%, 15%, dan 17%. Untuk mengetahui manfaat minyak legundi maka sediaan diuji efektifitasnya terhadap nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi minyak Legundi 17% yang efektif sebagai sediaan anti nyamuk, hal ini ditunjukkan dengan sediaan yang disemprotkan pada kain dihinggapi lima ekor nyamuk pada pengamatan selama 60 menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengujian aktivitas minyak Legundi sebagai sediaan anti nyamuk alami dengan menggunakan ruangan yang lebih luas sebagai pengamatan. Selain itu, diharapkan inovasi sediaan antinyamuk lain dari minyak Legundi ini seperti dalam bentuk gel ataupun lotion. Kata Kunci : uji aktivitas, minyak Legundi (Vitex trifolia L), sediaan anti nyamuk.  ABSTRACT Anti mosquito preparations are household health preparations solution used to prevent mosquito attack. Typically used in outside the human body, such as the hands and feet. Anti-mosquito preparations do not have to use the active ingredient made ​​from chemicals, but can also uses active ingredients from natural ingredients. For example, using Legundi oil because its Camphene and pinene compound which have an characteristic odor that makes the mosquito avoided. Thus, the study was done in order to find out legundi effectiveness of essential oils as an anti-mosquito and to make the right formulation of the spray insect repellent preparations. The research was conducted at the Laboratory of Microbiology, Pharmacognocy, and Pharmaceutical Laboratory of Pharmacy Academy Putra Indonesia Malang began from April to June 2011. The experiment was conducted in three stages, namely: first, the preparation phase which includes the preparation of determinated Legundi leaf samples and tools and materials preparation which used in the study. Second, the implementation phase which includes the selection of a green colored Legundi leaf, and then weighed. Further refined by using the leaf steam distillation for 8 hours. Third, the final stage is organoleptic, density, refractive index test of Legundi oil, then the purity tested oil will be used as the active ingredient in the manufacture of anti-mosquito preparations concentration of 13%, 15%, and 17%. The efficacy of legundi oil preparation can be known by test its effectiveness against mosquitoes. The results showed that Legundi oil concentration 17% is effective as anti-mosquito preparations, as shown by the preparation sprayed on the cloth were seized five mosquitoes in observation for 60 minutes.       Based on this research, more research about the activity testing of Legundi oil as a natural mosquito repellent preparations can be suggested by using a wider room for observation. In addition, another innovation such as gel or lotion anti-mosquito preparation should be done. Key word : Test Activities, Legundi  Oil  (Vitex Trifoli Linn) , Anti Mosquito Preparations