cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2009): September" : 7 Documents clear
ANALISIS TINDAK TUTUR PADA IKLAN Xl bebas DI TABLOID PULSA Irta Fitriana
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.53

Abstract

AbstrakMembuat iklan sama halnya dengan melakukan komunikasi kepada orang lain. Hal ini sejalan dengan prinsip Pragmatik, dimana inti dari sebuah komunikasi adalah tersampainya pesan dengan baik. Penelitian ini memilih iklan XL bebas yang diambil dari tabloid PULSA sebagai objek kajian. Iklan ini akan dianalisis dari segi speech act (Locution, Illocution, Perlocution), berdasarkan teori Austen/Searle dan analisis copywriting. Dari hasil analisis, disimpulkan bahwa pesan iklan memiliki maksud tersendiri yakni respektif respon  dari pembaca. Selain itu elemen copywriting juga sangat menentukan dalam menuliskan pesan iklan guna menarik perhatian pembaca. keywords: speech act, locution, illocution, perlocution, advertisement, copywriting,  Â Abstract Creating an ad is similar to conduct a communication. This is in line with the principle of Pragmatics that is transmitting a message. This study chose XL ads as the objects of study taken from PULSA tabloid. These ads will be analyzed in terms of Speech Act (Locution, Illocution, Perlocution), based on Austen / Searle and copywriting analysis. From the analysis, it is concluded that the ad messages have its own purpose namely respective responses from readers. In addition, elements of copywriting are also crucial to attract readers. key words: speech act, locution, illocution, perlocution, advertisement, copywriting
AN ERROR ANALYSIS ON SENTENCE STRUCTURE IN INDONESIA'S TRANSTOOL TRANSLATION INTO ENGLISH Endang Suciati
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.84

Abstract

Endang Suciati University of Pesantren Tinggi Darul’Ulum Jombang endangsuciati24@gmail.com  Abstract Translation is defined as a process of transferring a language (source language) into another language (target language). Due regard to the text, the translation must have language compatibility between the source language and target language. However, in the process, there are sometimes some words, phrases or sentences that are not translated exactly. It means that the translations are not matched to the target language. In other words there is an error in translation. This study analyzes the structure of sentences translated from Indonesian into English through computer media namely transtool translation program. key words: transtool, error analysis  Abstrak Penerjemahan diartikan sebagai suatu proses pengalihan suatu bahasa (bahasa sumber) ke bahasa lain (bahasa target). Karena berkenaan dengan teks, penerjemahan harus memiliki kesesuaian bahasa antara bahasa sumber dengan bahasa target. Namun dalam prosesnya kadang-kadang ada beberapa kata, frase atau kalimat yang tidak diterjemahkan secara tepat sesuai bahasa target. Dengan kata lain terjadi error dalam penerjemahan. Penelitian ini menganalisa struktur kalimat yang diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris melalui media computer: Trans Tool Translation Program. kata kunci: transtool, analisis kesalahan
VARIABILITAS DALAM PENERJEMAHAN Achmad Fanani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.86

Abstract

Achmad Fanani Universitas Pesantren Tinggi Darul’Ulum Jombang akufanani@gmail.com   Abstrak Variabilitas dalam terjemahan mencakup bagaimana seorang penerjemah berkomitmen menempatkan diri sebagai penerjemah yang baik. Standar sebagai penerjemah baik itu ditentukan oleh kemampuannya dalam kompetensi bahasa, kompetensi penerjemahan, kompetensi tekstual, kompetensi mata pelajaran, kompetensi budaya dan transfer kompetensi. Terjemahan yang berbeda akan terjadi jika penerjemah mengabaikan lima elemen ini. Sehingga hasil penerjemahannya akan jauh keakuratan dan memiliki tingkat keterbacaan yang rendah. kata kunci: variabilitas, penerjemahan  Abstract Variability in translation covers how an interpreter is committed to place himself as a good translator. The standard as a good translator is determined by his ability in mastering translation competences of a language, textual, subject, cultural competence and competencies of transferring languages. If a translator ignores one or all of these elements, the translation is failed. Thus, translations do not have accuracy and legibility (readability). key words: variability, translation  
ANALISIS WACANA LAGU CAMELIA KARYA EBIET G ADE: KAJIAN TEKSTUAL KONTEKS DAN SITUASI M Kurniawan
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.87

Abstract

Kurniawan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang awankurniawan@yahoo.com  Abstrak Camelia adalah lagu yang ditulis oleh Ebiet G Ade. Lagu ini sangat populer di tahun 1990an. Banyak orang menikmati lagu ini dari radio. Liriknya sangat indah dan memiliki ekspresi cinta yang sangat indah. Dalam menganalisis Lagu Ebiet G Ade yang berjudul Camelia ditemukan referensi termasuk referensi pesona, demonstratif komparatif, elipsis, substitusi dan konjungsi,. Sementara itu berdasarkan pada aspek leksikal ditemukan kolokasi pengulangan, sinonim, dan hiponim. Kata kunci: referensi demonstratif dan komparatif, tekstual konteks  Abstract Camelia is a song composed by Ebiet G Ade. This song was very popular in 1990s. Many people enjoyed this song from radio. The lyrics are very beautiful and extremely full of lovely love expression. It is found out that Ebiet G Ade’s Song, entitled Camelia, contains a reference including enchantment reference demonstrative, comparative, ellipsis, substitution, and conjunctions. While based on the lexical aspect, repetition of collocation, synonym, and hyponym are found. key words: demonstrative and comparative reference,textual context
PENERJEMAHAN DAN BUDAYA Nuning Yudhi Prasetyani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.88

Abstract

Nuning Yudhi Prasetyani Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang ningdibyo@gmail.com  Abstrak Penerjemahan tidak dapat dipisahkan dari budaya itu sendiri karena kedua hal ini memiliki hubungan yang erat. Bahasa akan membentuk budaya dan sebaliknya. Bahasa memiliki makna yang diwadahi oleh budaya sebagai tempat berkembangnya sebuah bahasa. Hal ini tidak dipungkiri bahwa penerjemah sering menemukan kesulitan dalam hal kesetaraan kata dalam menerjemahkan budaya. Jadi, seorang penerjemah harus menguasai kompetensi linguistik, kompetensi kultural, dan kompetensi strategis untuk menghindari terjemahan yang timpang (tidak sesuai dengan budaya bahasa target). kata kunci: terjemahan, budaya, kompetensi linguistik  Abstract Translation cannot be separated from the culture as it has a tight relationship. A language will form the culture and vice versa. It has the meaning that is wrapped by the culture as its place. It is not denied that a translator often finds some difficulties in finding the right equivalence in translating culture. So, a translator must master linguistic, cultural, strategic competencies. key words: translation, culture, linguistic competence
CHARLES DICKENS' VIEW OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION AS REFLECTED IN HARD TIMES Trikaloka Handayani Putri
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.89

Abstract

Trikaloka Handayani Putri University of Pesantren Tinggi Darul’ulum princess_naura@yahoo.com Abstract Literature represents the views of the author of this life, or certain ideas about life. In other words, the author was part of his work. Many authors consider the environment is likely to be used as an ingredient of literary writing. Of course, the authors include a view of social phenomena that occur in his work. Industrial Revolution is one of the major phenomena that occur in the UK that brings great change to society. Besejarah events portrayed very nicely by Charles Dickens, the novelist who also observers of social reform through his novel Hard Times. This study aims to determine the views of the Charles Dickens Industrial Revolution trough genetic structuralism approach. key words: society, view, phenomena   Abstrak Karya sastra merupakan pandangan seorang pengarang terhadap hidup ini atau ide-ide tertentu tentang kehidupan. Dengan kata lain, penulis adalah bagian dari karyanya. Banyak penulis menganggap lingkungan sangat mungkin untuk dijadikan suatu bahan penulisan karya sastra. Tentu saja, penulis menyertakan pandangan terhadap fenomena sosial yang terjadi di dalam karyanya. Revolusi Industri merupakan salah satu fenomena besar yang terjadi di Inggris yang membawa perubahan besar bagi masyarakatnya. Peristiwa besejarah digambarkan dengan sangat apik oleh Charles Dickens, seorang penulis novel yang juga pemerhati reformasi sosial melalui novelnya yang berjudul Hard Times. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Charles Dickens tentang revolusi Industri melalui pendekatan strukturalisme genetik. kata kunci: masyarakat, pandangan, fenomena
FACTORS CAUSING DIFFICULTIES IN PRACTICING COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING Uswatun Qoyyimah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.90

Abstract

Uswatun Qoyyimah University of Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang Usqyim@yahoo.com  Abstract This article discusses about the implementation of Communicative Language Teaching (CLT) approach in English as a Foreign Language (EFL) context. Some believe CLT is a suitable approach to improve student’s communication. However, this article argues that the approach is problematic for non-native English speaking teachers in EFL context. There are several factors causing Communicative Language Teaching less appropriate to implement in this situation. The problems include the facts that teachers are struggling to adapt with the English since this language is not their first or second language, and the concept of CLT remains broad, so that teachers need to have guideline for implementing it in the classroom practice. key word: communicative language teaching (CLT)   Abstrak Artikel ini membahas tentang pengajaran bahasa yang komunikatif (Communicative Language Teaching). Banyak pendapat menganggap pendekatan ini sebagai jawaban atas masalah yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi pelajar. Bagaimanapun, pengajaran komunikatif bahasa merupakan masalah bagi guru mata kuliah speaking yang bukan berlatar belakang bahasa Inggris. Mereka  berpendapat bahwa konsep tidak bisa didapat serta tidak ada kejelasan bagaimana menjalankannya. Di samping itu tantangan untuk dihadapi  ketika  kemampuan bahasa yang dikuasai rendah. Artikel ini membahas faktor- faktor yang menyebabkan Communicative Language Teaching (CLT) sulit diaplikasikan. kata kunci: communicative language teaching (CLT)

Page 1 of 1 | Total Record : 7