cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2020): April" : 5 Documents clear
Monkey See, Monkey Do Otherwise: Interpolation in Maxine Hong Kingston’s Tripmaster Monkey: His Fake Book Lestari Manggong
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 11 No. 2 (2020): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v11i1.1816

Abstract

A descendant of Chinese immigrant living in San Francisco, Wittman Ah Sing—the main character in Tripmaster Monkey, the personification of a simian figure Sun Wu-k’ung from the classic  tale The Journey to the West—represents the idea of a “melting pot” gone burst. With two cultures (Chinese and American) bubbling in his veins, Wittman is chameleon-like in terms of projecting his image. Just like Sun Wu-k’ung, Wittman interposes, intervenes, and interjects a wide range of counter-discursive tactics into the dominant discourse. This essay argues that Wittman fits into the category of what postcolonial theory calls ‘interpellated subject’ (Althusser, 1970). As such, Wittman, in his reactions, interpolates (Ashcroft, 2001) or writes back the various modes of hegemonic discourse, to counter its effects by transforming them. This essay thus tackles with the problematization of Wittman’s hybridity, ranging from what this quality contributes to the narrative structure of the novel to the way it affects the complexity of how Wittman sees things. Throughout his journey in the West, Wittman only expects to see what he wants to see, the way he would like to see it. In addition, he sees things as metaphors, which is an indication of an effect of having two (or more) cultures and ideologies on each lens of his spectacles. As a result, unlike the monkey in children’s mimic game Monkey See Monkey Do, Wittman the tripmaster monkey in this instance, suffers from an inability to mimic what he sees accordingly.
Sosial budaya yang berpengaruh Terhadap Minat Membaca Mahasiswa Unmer Malang Lia Nasikhatul; Sahiruddin Sahiruddin; Ismatul Khasanah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 11 No. 2 (2020): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v11i2.1824

Abstract

 AbstractThis study analyzes socio-cultural factors on the literacy ability of reading students at the Merdeka University of Malang. The purpose of this research is to examine the socio-cultural aspects that also influence students' reading interest and reading ability. The approach in this study is qualitative. The qualitative approach is used to answer the third objective in the form of descriptive socio- cultural factors. Participants in this study were 53 students of Merdeka Malang University. Data was collected from the results of the UKBI test and reading interest questionnaire and socio-cultural factors for students. Socio-cultural factors that affect student literacy are literacy culture and reading interest developed from childhood at the family, environment, school and government institutions. The ability to read literacy must look at the whole, from the aspects that exist in the reader and outside factors. Socio-cultural factors that influence the reading literacy of students include socioeconomic factors of the family, the level of parental education, financial position, the role of the government in promoting reading literacy, supporting book supply facilities. This research shows that reading ability is related to knowledge of sentence structure. The better the students' reading skills, the better the reading test scores. However, the factors that contribute to literacy beyond the knowledge of sentence structure need to be studied in further research.Keywords: Reading Literacy, Reading Interest, Social Factors  AbstrakPenelitian ini menganalisis tentang faktor sosial budaya terhadap kemampuan literasi membaca mahasiswa Universitas Merdeka Malang. Tujuan penelitan ini adalah mengkaji aspek sosial budaya yang turut mempengaruhi minat baca dan kemampuan membaca mahasiswa. Pendekatan dalam penelitian ini bersifat kualitatif. Adapun pendekatan kualitatif digunakan untuk menjawab tujuan ketiga berupa deskriptif faktor sosial budaya. Partisipan dalam penelitian iniadalah mahasiswa Universitas Merdeka Malang yang berjumlah sebanyak 53 mahasiswa. Data dikumpulkan dari hasil test UKBI dan angket minat baca dan faktor sosial budaya untuk mahasiswa. Faktor sosial budaya yang berpengaruh pada literasi membaca mahasiswa adalah budaya literasi dan minat baca yang dikembangkan dari masa kecil di tingkat keluarga, lingkungan, sekolah dan institusi pemerintahan. Kemampuan literasi membaca haruslah melihat secara menyeluruh, dari aspek yang ada pada diri pembaca dan faktor yang diluarnya. Faktor sosial budaya yang berpengaruh pada literasi membaca mahasiswa meliputi faktor sosial ekonomi keluarga, tingkat pendidikan orangtua, posisi finansial, peran pemerintah dalam menggalakkan literasi membaca, fasilitas pasokan buku yang menunjang. Penelitian ini menunjukkan faktor yangberkontribusi terhadap literasi membaca di luar faktor pengetahuan struktur kalimat perlu dikaji lebih dalam pada penelitian selanjutnya.Kata Kunci: Literasi Membaca, Minat Baca, Faktor Sosial
Ambiguitas Struktural Pada Heading Portal Berita The Jakarta Post Dalam Pemberitaan Pemilihan Gubernur Jawa Barat Muhammad Rayhan Bustam
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 11 No. 2 (2020): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v11i2.1865

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis ambiguitas struktural dalam judul berita tentang pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 dari portal berita The Jakarta Post. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan kasus-kasus ambiguitas struktural dalam judul berita tersebut, dan untuk menganalisis penyebab pemicu kasus tersebut, serta untuk menggambarkan interpretasi makna dari objek kasus tersebut. Data dikumpulkan dalam rentang waktu November 2017 hingga Juni 2018, dan ditemukan 19 judul berita tentang pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 di portal berita tersebut. Dari total judul berita yang ditemukan, enam di antaranya terdiri dari kasus ambiguitas struktural. Dari kasus tersebut, sebagai penyebabnya, ada lima kasus ungkapan samar dan hanya satu kasus elemen tata bahasa yang hilang. Akhirnya, secara umum, media telah berusaha melakukan proses pengemasan berita dan tajuk dengan baik, tetapi masih perlu perbaikan strategi pengemasan berita untuk mendapatkan hasil yang sempurna di masa depan. Tetapi jika dibandingkan dengan perkembangan media di masa lalu, media saat ini telah jauh lebih maju dan berkembang terutama untuk teknik pengemasan berita yang akan dikeluarkan.
Pemertahanan Bahasa Madura di Lingkungan Jawa (Studi Kasus Pedagang Asal Madura di Surakarta) yopi thahara
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 11 No. 2 (2020): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v11i2.1887

Abstract

Pemertahanan merupakan upaya yang dilakukan oleh penutur agar bahasa yang dimiliki tidak hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan untuk mempertahankan bahasa oleh penutur bahasa Madura yang berada di Lingkungan penutur bahasa Jawa di Surakarta serta mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pemertahanan bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara merekam serta mencatat tuturan yang digunakan dalam bahasa Madura yang dilakukan oleh beberapa pedagang. Wawancara mendalam juga digunakan untuk memperoleh informasi yang lebih tentang pemertahanan bahasa yang dilakukan. Analisis data menggunakan teknik identifikasi data, klasifikasi data, dan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Madura dilakukan dengan cara berkomunikasi menggunakan bahasa Madura pada pembeli yang menggunakan bahasa Madura, mengajari anak-anaknya berbahasa Madura sejak kecil, berkomunikasi menggunakan bahasa Madura dengan keluarga, serta menggunakan bahasa Madura ketika berkomunikasi dengan teman di tempat kerja (tempat berdagang). 
Translation of Processes in a Popular Book “Ask Barbara: The 100 Most-Asked Questions about Love, Sex and Relationships”: A Systemic Functional Linguistics (SFL) Approach to Translation Study Jafar Sodiq; Sri Samiyati Tarjana; Mangatur Rudolf Nababan; Tri Wiratno
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 11 No. 2 (2020): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v11i2.1951

Abstract

 AbstractThe SFL approach to translation studies should provide the technical terms as the linguistic evidence to account for the equivalence in the syntactical elements of the clause. This research aims at analyzing the translation of expository texts in a popular book. The research objectives are a) identifying the processes translated in the expository texts from English into Indonesian; b) identifying the techniques which tend to be used by the translator to translate the processes in the texts from English into Indonesian; and c) identifying the impacts in the translation quality of using the techniques to translate the processes in the popular book. The researcher employs a qualitative approach and a case study method. The data are taken from a document of a popular book of Ask Barbara: The 100 Most-Asked Questions about Love, Sex and Relationships, raters and experts and analyzed by the Spradley’s model of data analysis technique which includes domain analysis, taxonomy analysis, componential analysis, and the cultural theme or values. The results of this research reveal that from 315 clauses in the target language, there are 121 Material processes (40.7%), 102 Relational Attributive (34.3%), 57 Mental (19.2%), 18 Verbal (5.7%), 6 Existential (2%), 6 Behavioral (2%) and 5 Relational Identifying (1.7%) processes. The use of some techniques such as transposition, modulation, implicitation, explicitation, literal and deletion has contributed to the shifts of types of process in the translation and has resulted in the translation with high level of accuracy, acceptability, and readability.Keywords: Process Types, Expository Text, Translation Technique, Translation Quality AbstrakDalam pendekatan SFL untuk studi terjemahan, terdapat istilah teknis untuk mengukur kesepadanan dalam elemen sintaksis klausa. Penelitian ini bertujuan menganalisis terjemahan teks ekspositori dalam sebuah buku. Tujuan penelitian adalah a) mengidentifikasi proses menerjemahkan teks ekspositori dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia; b) mengidentifikasi teknik yang cenderung digunakan oleh penerjemah untuk menerjemahkan teks dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia; dan c) mengidentifikasi dampak dalam kualitas terjemahan dilihat dari teknik yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data diambil dari dokumen buku populer Ask Barbara: Ask Barbara: The 100 Most-Asked Questions about Love, Sex and Relationships, informan dan pakar dengan  model analisis data menurut Spradley yang mencakup analisis domain, analisis taksonomi, komponen analisis, dan tema atau nilai-nilai budaya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dari 315 klausa dalam bahasa target, ada 121 proses Material (40,7%), 102 Atribut Relasional (34,3%), 57 Mental (19,2%), 18 Verbal (5,7%), 6 Eksistensial ( 2%), 6 proses Perilaku (2%) dan 5 Identifikasi Relasional (1,7%). Penggunaan beberapa teknik seperti transposisi, modulasi, implikasi, explikitasi, literal, dan penghapusan telah berkontribusi pada pergeseran jenis proses dalam terjemahan dan telah menghasilkan terjemahan dengan tingkat akurasi, penerimaan, dan keterbacaan yang tinggi.Kata kunci: Jenis Proses, Teks Ekspositori, Teknik Terjemahan, Kualitas Terjemahan

Page 1 of 1 | Total Record : 5