cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2018): April" : 6 Documents clear
Kontribusi Pragmatik dalam Penerjemahan: Peranan dan Fungsi Praktis Angga Aminullah Mansur
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 9 No. 2 (2018): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v9i2.1140

Abstract

Angga Aminullah MansurSTIBA Invada Cirebonqazkila246@gmail.com AbstrakMakalah ini memaparkan kontribusi pragmatik secara umum yang meliputi peranan dan fungsi praktis pragmatik dalam penerjemahan. Dari segi peranan, sebagai cabang ilmu linguistik, pragmatik berkontribusi besar sebagai sumber obyek kajian penerjemahan—yang salah satunya adalah tindak tutur. Dalam hal fungsi, pragmatik merupakan alat atau media yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan kendala-kendala pragmatis dalam penerjemahan serta sarana untuk mengasah kompetensi seorang penerjemah dalam menerjemahkan. Dalam makalah ini, dijelaskan pula mengenai kaitan antara pragmatik dan penerjemahan yang dijembatani oleh makna.Kata kunci: pragmatik, makna, kontribusi, penerjemahan  AbstractThis paper presents pragmatics’s contribution to translation: its role and practical function. Based on its role, as one of linguistics branches, pragmatics has immensely contributed to the provision of the abundant objects of translation studies. From its practical function, pragmatics can be employed as an artifact to solve pragmatic constraints found in translation and as a medium for improving translator’s competence in translating. This paper also explains the co-relation between pragmatics and translation that is associated by meaning as their linking-bridge.Key words: pragmatics, meaning, contribution, translation
Pengembangan Buku Teks BIPA Berbasis Multikulturalisme bagi Penutur Asing Tingkat Pemula Nia Budiana Budiana; Sri Aju Indrowaty; Retno Dewi Ambarastuti
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 9 No. 2 (2018): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v9i2.1141

Abstract

 1Nia Budiana, 2Sri Aju Indrowaty, 3Retno Dewi Ambarastuti1Universitas BrawijayaNiabudiana@yahoo.com 2Universitas Brawijayaayumirza9220@gmail.com 2Universitas Brawijaya- AbstrakPemberlakuan Era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) berdampak pada perkembangan bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA). Jumlah penutur asing untuk mempelajari bahasa Indonesia meningkat. Besarnya minat penutur asing untuk mempelajari bahasa Indonesia tidak didampingi dengan buku teks yang selaras dengan keinginan penutur asing dalam mempelajari bahasa Indonesia. Buku teks yang tersedia silabus dan kurikulum BIPA tidak mencantumkan komponen budaya Indonesia. Mengenalkan multikulturalisme Indonesia kepada penutur asing juga dapat menumbuhkembangkan sikap positif dan apresiatif penutur asing terhadap kekayaan budaya Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk nendeskripsikan kualitas Buku Teks BIPA Berbasis Multikulturalisme Bagi Penutur Asing Tingkat Pemula yang meliputi kevalidan, kepraktisan (aktivitas pembelajar, tanggapan pembelajar), serta hasil belajar pembelajar. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan 4D. Model ini terdiri atas empat tahap pengembangan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Hasil penelitian menunjukkan dampak yang baik terhadap nilai mahasiswa setelah pengembangan buku dilakukan.Kata kunci: buku teks, BIPA, multikulturalisme AbstractThe era of MEA (ASEAN Economic Community) Enactment has an impact on the development of Indonesian language for foreign speakers (BIPA). The number of foreign speakers learning Bahasa Indonesia is increasing. The high interest of foreign speakers for the Indonesian is not supported by necessary textbooks as speaker's expectation in learning Bahasa Indonesia.  The BIPA syllabus and curriculum textbooks do not include the Indonesian cultural component. Introducing Indonesian multiculturalism to learn the enrichness of Indonesian culture. The purpose of this study is to describe the quality of BIPA Textbook Multiculturalism Based for Beginner Level Speakers. This book includes validity, practices (learner activities and feedbacks), and leraner’s learning result. This research applies 4D development model. It consists of four stages of development that is define, design, develop, and disseminate. The result shows that the development of BIPA text book has a good impact.Keywords: textbook, BIPA, multiculturalism
Penerjemahan Puisi Vibry Andina Nurhidayah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 9 No. 2 (2018): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v9i2.1142

Abstract

Vibry Andina NurhidayahIAIN PontianakVibry_AN @yahoo.com AbstrakDalam menerjemahkan puisi seorang penerjemah harus mampu menyampaikan isi dan makna yang ada didalam bahasa sumber, Menerjemahkan puisi tergolong penerjemahan tersulit karena dalam prosesnya, sedapat mungkin dipertahankan suasana batin dari karya itu (mood, tone). Pada saat yang sama, penerjemah harus mencari padanan atas bentuk formal puisi itu sendiri secara tepat, misalnya jumlah baris (terutama untuk jenis sonnet), rhyme (persajakan) dan syllable (jumlah suku kata). Untuk menjaga supaya wajar, perpindahan isi dan pesan (content, message) puisi tetapharus dibawa. Semua kualifikasi ini sangat ditentukan oleh kepekaan seorang penerjemah-sastrawan.Kata kunci: karya sastra, puisi, terjemahan  AbstractOn the translation of poetry, a translator must be able to deliver content and meaning in the source language. Translating poetry classified as the hardest translation because of the process must be able to keep inner mood from its creation (mood, tone). At the same time, a translator must find the equivalent of right formal poetry, for example amount of line (especially kinds of sonnet), rhyme and amount of syllable. Besides, displacement content and message of poetry must keep it reasonable. These qualifications determined by sensitivity of a translator-writer.    Keywords: literary work, poetry, translation
Factions as Social Classes in Divergent novel by Veronica Roth (Marxism Study) Hosmawati Hosmawati; Endang Suciati
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 9 No. 2 (2018): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v9i2.1143

Abstract

Hosmawati1, Endang Suciati21Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulumhosmawati@gmail.com 2Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulumendangsuciati@fbs.unipdu.ac.id AbstractDivergent novel tells the story about human factions community. Since this novel discussed about the domination of factions in the novel as delineation in social class or social life and struggle of the factions in society, this novel was analyzed using Marxism theory. The method used was descriptive qualitative to explain the kinds of factions and the struggles of the factions considered as social classes to get the power in society. Thus, this novel was analyzed using the theory Marxism which focused on the kinds of factions the struggles the factions done. The data were in the form of utterances in Divergent novel written by veronica Roth. The result of the research showed that factions in the novel depicted the social class in society as there are powerless and powerful faction group.They are categorized as bourgeois or capitalism and proletarian. Therefore, the researcher classified the events in the novel related to factions which were similar to social classes. The faction of Abnegation and Erudite are the same as the bourgeois or capitalism because they often oppress the weak and always want to control all factions with the wealth and power they have. On the other hand, Dauntless, Amity and Candor are the same as the proletarian because they are oppressed factions which have no power in society. The factions did some efforts or struggles to maintain or to get the power in society. It can be concluded that this novel uncovered the life of social class which was represented by faction and the struggles done in terms of getting the power and surviving the life.Keywords: marxism, social class, faction, Divergent  AbstrakNovel Divergent bercerita tentang faksi dalam masyarakat. Karena novel banyak membahas tentang faksi sebagai gambaran dalam suatu kelas sosial atau kehidupan sosial dan perjuangan masing-masing faksi dalam masyarakat, maka novel ini dianalisis menggunakan teori Marxisme. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menjelaskan jenis-jenis faksi dan perjuangan faksi-faksi yang dianggap sebagai kelas sosial untuk mendapatkan kekuasaan dalam masyarakat. Dengan demikian, novel ini dianalisis menggunakan teori Marxisme yang fokus pada jenis-jenis faksi dan perjuangan yang dilakukan. Data penelitian berupa pernyataan/ujaran dalam novel Divergent yang ditulis oleh veronica Roth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faksi-faksi dalam novel tersebut menggambarkan kelas sosial dalam masyarakat karena ada kelompok faksi yang lemah dan kuat. Mereka dikategorikan sebagai borjuis atau kapitalisme dan proletar. Oleh karena itu, peneliti mengklasifikasikan peristiwa-peristiwa dalam novel yang berkaitan dengan faksi-faksi yang mirip dengan kelas-kelas sosial. Faksi Abnegation dan Erudite memiliki kesamaan dengan borjuis atau kapitalisme karena mereka sering menindas yang lemah dan selalu ingin mengendalikan semua faksi dengan kekayaan dan kekusaanyang dimiliki. Di sisi lain, Dauntless, Amity and Candor sama dengan proletar karena mereka adalah faksi tertindas yang tidak memiliki kekuasaan dan kekuatan dalam masyarakat. Faksi-faksi melakukan beberapa upaya atau perjuangan untuk mempertahankan atau mendapatkan kekuasaan di masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa novel ini mengungkap kehidupan kelas sosial yang diwakili oleh faksi dan perjuangan yang dilakukan dalam hal mendapatkan kekuasaan dan bertahan hidup.Kata kunci: marxisme, kelas social, faksi, Divergent      
A Poem Analysis of E.E. Cummings’ [I carry your heart with me (I carry it in] Grammatical and Phonological Level Pramudana Ihsan
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 9 No. 2 (2018): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v9i2.1144

Abstract

Pramudana IhsanUniversitas Muhammadiyah Surabayapramudanaihsan@fkip.um-surabaya.ac.id AbstractEdward Estlin Cummings (1894-1962) was not a person who was trifling in the literary world. His ideas of several new writing styles were publicly known and were able to inspire many poets in this world. The new ideas of writing styles including lowercase writing on a few subjects, lack of commas, full stops, spaces, and also parentheses which are placed on the wrong spots. All of those things are manifested on the one of his great poems, titled [i carry your heart with me (I carry it in]. Even though several persons called the ideas as “peculiar ideas,” but the poet, made those peculiar ideas and also the deep sentences inside as the media to analyze this poem until it was able to be understood and discussed as literary subject. The phonological level analysis used sound devices understanding and semantics analysis which recommended by Fromkin, Rodman, & Hyams (2011: 148), used figure of speech recognizing; are maximally optimized in this work in order to serve the appropriate result as it is hoped, to be one of learning media in the literary discussion.   Keywords: Edward Estlin Cummings, phonological level analysis, grammatical level  AbstractEdward Estlin Cummings (1894-1962) merupakan orang yang terkenal dalam dunia sastra. Ide-idenya tentang gaya penulisan baru telah dikenal publik dan mampu menginspirasi banyak penyair di dunia, termasuk penulisan huruf kecil pada beberapa subjek, kurangnya koma, berhenti penuh, spasi, dan juga tanda kurung yang ditempatkan di tempat yang salah. Semua hal itu atertuang dalam puisinya yang berjudul (I carry your heart with me). Meskipun beberapa orang menyebut ide sebagai "ide yang aneh," tetapi dia mampu menuangkan ide tersebut dalam bait- bait puisi yang mendalam dari segi analisis tingkat fonologis berdasarkan suara dan analisis semantik yang direkomendasikan oleh Fromkin, Rodman, & Hyams (2011: 148). Selain itu, pengenalan kata- kata kiasan digunakan secara optimal sebagai salah satu media pembelajaran dalam diskusi sastra.Kata kunci: Edward Estlin Cummings, analisis tingkat fonologi, level gramatikal  
Analisis Kritrik Strukturalis Cerpen Yabu No Naka Karya Akutagawa Ryunosuke Mohammad Faizal Fuad Aziz
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 9 No. 2 (2018): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v9i2.1413

Abstract

Abstrak Analisis struktural digunakan oleh penulis dalam menganalisis cerpen Yabu no Naka dengan jalan memisahkan unsur-unsur pembentuk cerpen yaitu: tokoh dan penokohan, alur, latar dan pelataran, tema, dan amanat. Dialog-dialog yang dilakukan antar tokoh menyebabkan perwatakan masing-masing tokoh dapat terungkap lebih jelas. Pengaluran dalam cerpen Yabu no Naka menggunakan alur flashback (regresif) dan ada konflik yang terjadi yang berhubungan dengan tokoh utama dan tokoh tambahan serta ada hubungan kausalitas antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain. Latar utama dalam cerpen Yabu no Naka ini adalah Yamashina, sebuah kota di Prefektur Kyoto. Tema utama dalam cerpen Yabu no Naka ini adalah pembunuhan dan pembenaran.Kata kunci: analisis struktural, regresif, alur  Abstract Structural analysis is used by the writer in analyzing the short story of Yabu no Naka by separating the forming elements of short stories, namely: character and characterization, plot, background and court, theme, and date. Dialogues made between characters cause the character of each character can be revealed more clearly. The distribution in the short story of Yabu no Naka uses the flashback (regressive) flow and there is a conflict that occurs related to the main character and additional characters and there is a causal relationship between one event and another. The main setting in the short story of Yabu no Naka is Yamashina, a city in Kyoto Prefecture. The main theme in this short story of Yabu no Naka is murder and justification.Keyword: structural analysis, regressive, plot

Page 1 of 1 | Total Record : 6