cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Gamatika
ISSN : 20876262     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PERKEMBANGAN KOMUNITAS DUNIA MAYA DAN DAMPAK YANG DITIMBULKAN -, Sujarwo
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan komunitas dunia maya saat ini tidak bisa dibendung lagi, mau tidak mau kita harus melewati dan mengalaminya. Dampak yang ditimbulkan dari perkembang komunitas – komunitas yang sangat pesat sangat besar, dapat memberikan informasi yang bersifat positif dan yang bersifat negatif, tergantung penggunanya. Oleh karena itu perlu pendidikan etika, mental dan keimanan untuk memanfaatkan internet, serta pengawasan ( controlling ). Hal ini disebabkan internet dapat digunakan setiap saat, oleh siapa saja, biaya relative murah, digunakan dimana saja, informasi yang didapat cepat lengkap, tanpa adanya sensor. Bahkan sekarang dapat di manfaatkan dengan menggunakan hand phone seluler.  Termasuk didalamnya dapat digunakan untuk membuka lahan bagi usaha dan memasarkan produknya. Dampak penting yang diamati dari perkembangan Komunitas dunia maya adalah meningkatknya kesadaran untuk lebih mudah mendapatkan informasi. Masyarakat makin ingin tahu segera tentang fakta – fakta atau peristiwa – peristiwa apa yang terjadi di Indonesia bahkan diseluruh Dunia. Khususnya  orang tua tentang pemakaian pada anak – anak yang sebagaian besar menyalahgunakan komunitas ini untuk hal – hal yang negative. Kata Kunci : Internet, Informasi, Dunia Maya Abstract The development of online communities is now irreversible, like it or not we have to go through and experience. Development impacts of community is very large very fast, it can provide information that is positive and negative, depending on the users. Therefore it is necessary ethics education, mental and faith to use the internet, as well as monitoring (controlling). This is due to the Internet can be used at any time, by anyone, relatively low cost, used anywhere, quickly obtained complete information, without censorship. Even now it can be utilized by using mobile hand phone. These include can be used to clear land for business and market their products. Observed significant impacts of the development of the virtual world community is increasing awareness to more easily obtain information. Communities increasingly want to know immediately about the facts or events of what happened in Indonesia and even around the world. Especially parents about the use of the children most of abusing children is for the community  a negative thing. Keywords: Internet, Information, Virtual Worlds
INTERVAL-VALUED FUZZY SET MODELING UNTUK RELIABILITAS SISTEM -, Jumiatiningsih
Gamatika Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemodelan reliabilitas sistim dalam kaitan dengan istilah teori himpunan fuzzy adalah pada dasarnya memanfaatkan himpunan-himpunan fuzzy Type I, di mana keanggotaan fuzzy ini diasumsikan sebagai fungsi positif  menurut titik yang berkisar di [0,1]. Seperti itu adalah suatu praktek yang tidak  praktis karena sebuah keanggotaan interval-valued  boleh mencerminkan ketidakjelasan dari sistim lebih baik menurut pola pemikiran manusia. Dalam paper ini, kita akan mengeksplor dasar-dasar teori Interval-valued himpunan fuzzy dan menggambarkan aplikasinya dalam kaitan dengan  istilah sebuah contoh industri. Kata Kunci : Interval-Valued, Fuzzy Sets, reliabilitas sistem   Abstract System reliability modeling in relation to the term fuzzy set theory is basically utilizing fuzzy sets Type I, in which the fuzzy membership is assumed to be a positive function by point range in [0,1]. As it is a practice that is not practical because of an interval-valued membership should reflect the uncertainty of the system better by human thought patterns. In this paper, we will explore the basics of the theory of interval-valued fuzzy set and describe its application in relation to the terms of an industrial example.   Keywords: Interval-Valued, Fuzzy Sets, system reliability
ANALISIS GRADIENT CONJUGATE METHOD UNTUK MINIMISASI FUNGSI Jalil, Abdul
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fungsi persamaan linier panjang Ax = y dengan A dan y adalah matriks merupakan fungsi yang mudah untuk dipecahkan jika nilai dari variabel x nya diketahui. Namun lain halnya jika nilai dari variabel x pada fungsi tersebut tidak diketahui, maka akan menarik jika kita dapat menyelesaikan masalah tersebut karena pemecahannya akan cukup rumit, sehingga dibutuhkan suatu metode yang cukup mudah untuk menyelesaikan fungsi tersebut. Permasalahan yang demikian ini dapat diselesaikan dengan cara minimisasi fungsi. Salah satu cara untuk minimisasi fungsi adalah dengan menggunakan metode gradien konjugat. Oleh karena itu dalam artikel ini penulis membahas tentang Gradient Conjugate Method atau metode grdien konjugat untuk minimisasi fungsi. Dalam penyelesaiannya meode gradien konjugat meggunakan langkah pemecahan iterasi dari fungsi persamaan linier Ax = y dengan matriks A adalah matriks simetris dan matriks positif definit. Adapun hasil yang didapatkan terbukti bahwa  metode gradien konjugat merupakan metode iterasi yang cukup mudah yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan Ax=y dengan nilai dari variabel x yang tidak diketahui. Kata Kunci : Minimisasi fungsi, metode Gradient conjugate, matriks Abstract Functions of linear equations Ax = y with length A and y is a matrix is a function that is easy to solve if the value of the variable x in his mind. Yet another case when the value of the variable x in the function is not known, it will be interesting if we can solve these problems because the solution will be quite complicated, so it needs a method that is fairly easy to accomplish these functions. Such problems can be resolved by means of minimization of functions. One way to minimization of functions is to use the method of Conjugate gradient. Therefore, in this article the author discusses the Conjugate Gradient Method or grdien method for conjugate function minimization. Conjugate gradient solution in meode meggunakan step problem solving function equation of linear iterations of Ax = y with A symmetric matrix is a matrix and matrix of positive definit. As for the results that are obtained by Conjugate gradient methods proved that is a fairly easy iteration method that can be used to solve the equation Ax = y to the value of variable x is unknown. Keywords: minimization of functions, methods, conjugate Gradient matrix
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP -, Buhaerah
Gamatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pembelajaran konvensional matematika, umumnya peserta didik tidak diberi kesempatan yang cukup untuk mengembangkan kemampuan penalaran mereka, karena guru lebih berkonsentrasi pada kegiatan matematika yang algoritmik dan mekanik sementara kemampuan dalam memecahkan masalah secara kritis dan kreatif dan berkomunikasi adalah penting bagi peserta didik untuk mengetahui di awal seperti era informasi global sebagai yang saat ini terjadi. Pembelajaran berbasis masalah (PBL) dilakukan dalam penelitian di artikel ini, yaitu tentang salah satu pendekatan untuk memfasilitasi pembelajaran matematika peserta didik dalam belajar melalui kegiatan pemecahan masalah. Subyek penelitian adalah empat puluh enam siswa kelas 2B di SMP Negeri 2 Parepare sebuah sekolah tinggi negeri. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes yang mempertanyakan kemampuan penalaran dari lembar observasi buku harian siswa / jurnal dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan penalaran siswa. Sebagai tambahan, tanggapan siswa untuk PBL pada umumnya cukup positif. Kata Kunci : Pembelajaran berbasis masalah, Penalaran matematika Abstract In conventional teaching of mathematics, most students are not given enough opportunities to develop their reasoning ability, because teachers more  concentrate on the algorithmic  mathematical activities  and mechanical while ability to solve problems critically and creatively and to communicate is important for students to know at the outset such as the era of global information that is currently happening. Problem-based learning (or PBL for abbreviations) conducted the research in this article, which is about one approach to facilitate the learning of students in learning mathematics through problem-solving activities. Subjects  this research were forty-six students of class 2B in SMP Negeri 2 Parepare a state high school. The instrument used in this study is a test that questioned the reasoning abilities of observation sheet student diaries / journals and interviews. The results of research show  that the applied learning model is effective in improving student’s  reasoning abilities. In addition, the response of students to PBL are generally quite positive. Keywords: problem-based learning, mathematical reasoning
PETA KONSEP (MIND MAPPING) DALAM PEMBELAJARAN STRUKTUR ALJABAR Yuniati, Suci
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Tulisan ini merupakan hasil dari kajian teori mengenai penggunaan peta konsep dalam pembelajaran struktur aljabar. Penggunaan peta konsep merupakan salah satu strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa seluas-luasnya untuk mengembangkan diri. Peran guru/dosen sebagai pemberi ilmu, berubah menjadi fasilitator yang mengfasilitasi mahasiswa untuk belajar dan membangun pengetahuannya sendiri. Mahasiswa sendirilah yang harus membentuk pengetahuan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya bukan sekedar memperoleh dengan jalan menghafal. Selain itu, peta konsep merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan oleh guru/dosen untuk membimbing mahasiswa menyusun konsep-konsep yang telah dipelajari agar terlihat keterkaitannya satu sama lainnya. Ada beberapa langkah yang harus diikuti dalam menyusun peta konsep pada mata kuliah struktur aljabar yaitu: 1) mengambil salah satu materi-materi yang ada dalam mata kuliah struktur aljabar yaitu materi grup, 2) menentukan konsep-konsep yang relevan pada materi grup yaitu struktur aljabar, himpunan, grupoid, semigrup, monoid, grupdan grup abelian, 3) mengurutkan konsep-konsep dari yang paling inklusif ke yang paling tidak inklusif yaitu urutan konsepnya himpunan-Struktur aljabar-Grupoid-Semigrup-Monoid-Grup-Grup Abelian, 4) menyusun konsep-konsep yang didapat di atas kertas, mulai dengan konsep yang paling inklusif di puncak ke konsep yang paling tidak inklusif. dan 5) menghubungkan konsep-konsep di atas dengan kata-kata penghubung. Kata Kunci: pembelajaran, peta konsep, struktur aljabar Abstract This paper is the result of a theoretical study on the use of concept maps in learning algebra structure. Using concept maps is one of the learning strategies that provide opportunities for students as far as possible to develop themselves. The role of teachers/lecturers as the giver of knowledge, the role of facilitator is facilitating students to learn and construct their own knowledge. Students must establish knowledge based on prior knowledge, not just from memorization. In addition, the concept map is one of the strategies that can be used by teacher / lecturers to guide the students to formulate the concepts they have learned by considering relations to each other. There are several steps that must be followed in preparing a concept map on the algebra structure,they are: 1) take one of the materials in the algebra structure materiasl group, 2) define the concepts that are relevant to the materials of the structure algebra group: set, group, semi group, monoid, group and group abelian, 3) sort the concepts from the most inclusive to the least inclusive concept that sequence-structure set-semi group- Groupoid-Monoid-Group-Grup Abelian, 4) develop concepts obtained on paper, starting with the most inclusive concepts at the top to least inclusive concepts, and 5) connect the concepts above with connecting words. Keywords: learning, concept maps, and algebraic structures
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN STRATEGI FIRE-UP SISWA KELAS XA3 MA DAREL HIKMAH PEKANBARU -, Maimunah
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesuksesan siswa dalam belajar disebabakan oleh kualitas proses belajar dan siswa disiapkan untuk belajar. Guru diharapkan dapat mengatur proses belajar yang dapat memberi stimulasi kepada siswa, jadi mereka ingin belajar karena mereka subyek utama dalam belajar. Penelitian ini menerapkan aplikasi Strategi FIRE-Up untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa kelas XA3 MADarel Hikmah Pekanbaru. Strategi FIRE-Up adalah strategi yang dapat meningkatkan belajar siswa dalam mempelajari pelajaran sebelum aktifitas belajar dimulai. Materi awal sebagai pengetahuan pertama untuk siswa. Pemberian materi awal untuk mendorong siswa lebih aktif untuk mempelajari pelajaran sebelum pelajaran tersebut diajarkan,dengan tidak adanya informasi pencarian dan penggalian sebagai dasar pengetahuan mereka. Kata kunci : aktifitas, strategi FIRE-UP, materi awal Abstract The success of students in learning are due to the quality of the learning process and students are prepared to learn. Teachers are expected to set the learning process that can provide stimulation to the students, so they want to learn because they are the main subject in the study. This study applied applications FIRE-Up Strategy to improve student learning activities XA3 class MADarel Hikmah Pekanbaru. FIRE-up strategy is a strategy that can enhance student learning in learning the lessons learned before the activity begins. Early as the first knowledge of the material to students. The provision of early material to more actively encourage students to learn lessons before the lesson is taught, in the absence of information as the basis for searching and extracting knowledge. Keywords: activity, FIRE-Up Strategy, initial material
INTERAKTIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PMR DI SMK NEGERI SUMBERREJO BOJONEGORO -, Sriatun
Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan melihat kenyataan bahwa di dalam kurikulum 2013, menuntut siswa untuk aktif dan bekerjasama dengan siswa lain.Dalam pelaksanaan pembelajaran menunjukkan adanya kekurangan, salah satunya masih jarang siswa bertanya, dan kalau ditanya oleh guru kelihatan siswa ragu dan takut untuk menjawab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikaninteraktivitas siswa pada pembelajaran matematika dengan pendekatan PMR. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di kelas X SMKN Sumberrejo-Bojonegoro. Subjek
PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF Ningsih, Puji Rahayu
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGaya kognitif dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu a) reflektif; b) impulsif; c) fast-accurate dan d) slow-inaccurate. Untuk mendapatkan kelompok gaya kognitif tersebut dilakukan tes MFFT (Matching Familiar Figure Test), kemudian pada masing–masing kelompok dipilih 1 siswa sebagai subjek penelitian. Dari keempat subjek tersebut diberikan soal pemecahan masalah matematika dengan tujuan untuk mengetahui profil dari masing- masing kelompok gaya kognitif. Hasil yang diperoleh adalah 1) siswa reflektif menceritakan permasalahan pada soal dengan baik, setiap keputusan maupun kesimpulan disertai dengan alasan yang relevan, penarikan kesimpulan yang tepat, dapat menjelaskan  kesimpulan yang dibuat dengan baik serta melakukan overview setelah selesai mengerjakan, namun dalam keseluruhan kegiatan cenderung lama. 2) Siswa fast accurate hampir keseluruhan sama dengan siswa reflektif namun dalam pengerjaan keseluruhan cenderung cepat. 3) Siswa Impulsif mampu menceritakan permasalah yang terdapat pada soal, setiap langkah disertai alasan namun ada beberapa alasan yang tidak relevan sehingga penarikan kesimpulan yang dilakukan kurang tepat, dan siswa impulsif tidak melakukan overview, dan 4) Siswa Slow Inaccurate tidak dapat menceritakan permasalahan dengan baik, alasan yang digunakan cenderung tidak relevan, siswa ini juga belum dapat membuat kesimpulan dikarekan belum selesai dalam mengerjakan dan tidak melakukan overview. Kata Kunci: Berpikir Kritis, Gaya Kognitif, MFFT AbstractCognitive Styles can be grouped into four, namely a) reflective; b) impulsive; c) fast-accurate and d) slow-inaccurate. To get a group of cognitive style are performed MFFT (Matching Familiar Figures Test), then in each of the chosen Group 1 of students as subjects of research. Of the four subjects are given a matter of mathematical problem solving in order to know the profile of each group of cognitive style. A result for the study is 1) tells the students about issues reflective properly, every decision or conclusion is accompanied by relevant reasons, withdrawal of the right conclusion, can explain the conclusions made well and when you're done working out, overview, however in the overall activities tend to be long. 2) fast accurate almost all Students together with students of the work as a whole, however, reflective tend to be fast. 3) Students were able to recount problem Impulsive contained on the matter, every step is accompanied reasons but there are several reasons which are not relevant so that the withdrawal of the conclusions made less precise, and impulsive students don't do and 4) overview, Students cannot recount Inaccurate Slow problems properly, the reason being used tend to be irrelevant, these students also has yet to be made keimpulan dikarekan not done yet in doing and not doing the overview. Keywords: Critical Thinking, Cognitive Style, MFFT
THE REARRANGEMENT INEQUALITY Afifah, Dian Septi Nur
Gamatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu penelitian yang mengkaji kepustakaan, khususnya tentang the rearrangement Inequality  dengan tujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam material seperti buku-buku dan dokumen yang ada. Adapun permasalahan dalam penulisan ini adalah bagaimana hubungan antara ketaksamaan Rataan Kuadrat, Aritmatika, Geometri, Harmonik dan bagaimana membuktikan Rearrangement Inequality dari pertidaksamaan Rataan Kuadrat, Aritmatika, Geometri, Harmonik. Hasil pembahasan menunjukkan dengan masing-masing ketaksamaan memiliki hubungan, sehingga Rearrangement Inequality dapat diturunkan atau dibuktikan dari ketaksamaan-ketaksamaan tersebut. Kata kunci: Rearrangement Inequality, ketaksamaan Abstract This research is a  descriptive-qualitative  research methods literature  (Library Research)  research that examines  the literature, especially  concerning  the  rearrangement  Inequality  in order to gather data and  information with the help of a variety of materials such as books and documents. The problem in this paper is how the relationship  between  inequality  Mean  Squares, Arithmetic, Geometry, Harmonics and how to prove Rearrangement  inequality Inequality of Mean Squares, Arithmetic, Geometry, Harmonics. The results show discussion with each inequality have a relationship, so Rearrangement  Inequality  can be derived  or evidenced  from  the inequality-inequality. Keywords: Rearrangement Inequality, Inequality
Pengembangan Bahan Ajar Struktur Aljabar Berbasis Tugas Resitasi Untuk Mahasiswa Universitas Islam Negeri Suska Riau Yuniati, Suci
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dimotivasi oleh kurangnya pemahaman siswa dalam memahami konsep struktur aljabar. Hal ini karena sifat khusus dari struktur aljabar yang abstrak. Hal ini menyebabkan metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tetapi kurang interaktif dan menarik. Dosen hampir tidak pernah memberikan tugas kepada siswa sehingga siswa tidak mengulangi dan membaca kembali materi yang telah disampaikan. Mengingat permasalahan di atas, dipandang perlu untuk merumuskan bahan pengajaran yang sesuai, sebuah pembelajaran yang memberikan tugas hafalan. Kemudian, yang pengembangan bahan ajar tugas struktur aljabar berbasis bacaan akan cocok untuk mahasiswa dari semester V pendidikan matematika dari Universitas Islam Negeri Riau Suska? Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan pendidikan. Bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan prosedur, yang meliputi langkah) untuk merancang produk yang merupakan produk awal LKT, b) evaluasi bahan ajar didasarkan pada tugas bacaan oleh review pakar, c) uji coba terbatas, namun uji coba lapangan belum dilaksanakan. Penggunaan bahan ajar termasuk dalam kategori baik, berdasarkan hasil dari kategori skor validasi "sangat baik". Penelitian ini dapat dikembangkan untuk bahan lebih lanjut dari struktur aljabar. Kata kunci: Bahan Pengajaran, Tugas Zikir dan Mahasiswa Abstract This study was