cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Gamatika
ISSN : 20876262     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PENERAPAN STRATEGI FIRE-UP UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (Studi Tindakan kelas XI TKJ.1 SMK TELKOM Darul Ulum Jombang) -, Sumargono
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penerapan Strategi  FIRE-UP berlangsung enam langkah yaitu: (1) Fondation, (2) Inteke Information, (3) Real Meaning, (4) Express Your knowledge, (5) Use available, (6) Plan of Action. Enam langkah tersebut sebagai informasi kunci untuk pencarian dan penggalian pengetahuan sebagai dasar pengetahuan secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki proses pembelajaran di kelas yang pada mulanya berpusat pada guru, akan beralih berpusat kepada siswa. Dengan penerapan strategi FIRE-UP pembelajaran  akan berlangsung PAKEM. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Untuk pelaksanaan tindakan kelas dilakukan oleh guru sendiri yang selanjutnya disebut sebagai guru matematika kelas XI TKJ.1 SMK TELKOM Darul Ulum Jombang, sedangkan peneliti bertindak sebagai pengamat, dan yang menjadi subjek dan obyek dalam penelitian ini adalah siswa. Tindakan kelas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penerapan strategi FIRE-UP pada materi pokok fungsi dan persamaan kuadrat untuk meningkatkan keaktifan belajar  siswa  secara PAKEM Data yang sudah diperoleh melalui lembar pengamatan  kemudian dianalisis, teknik analisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Kata kunci : aktifitas siswa, strategi FIRE-UP, Pembelajaran PAKEM Abstract The implementation of the Strategy is FIRE-UP lasts six steps, namely: (1), (2) Fondation Inteke (3) Information, Real Meaning, (4) Express Your knowledge, (5) Use available, (6) Plan of Action. Six steps such as key information for search and excavation of knowledge as the basis for knowledge in cognitive, affective and psychomotor. The research is expected to improve the learning process in the classroom that initially centered on the teacher, will switch to student centered. With the application of FIRE-UP strategy learning will take place. The form of this research is a research collaborative class action. For the implementation of the actions carried out by its own class teachers are hereafter referred to as teacher of mathematics class XI TKJ. 1 SMK TELKOM Darul Ulum Jombang, whereas researchers acting as observers, and the subject and object in this research are students. Class act perpetrated in this research is the application of FIRE-UP strategy on the material points of functions and quadratic equations to improve student learning in PAKEM liveliness Data is already obtained through observation sheets are then analyzed, analysis techniques using descriptive statistics analysis. Keywords: Student activities, FIRE-UP strategy, PAKEM Learning
KOMPARASI ANTARA MODEL CORE DAN PENGAJARAN LANGSUNG DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Rahmah, Nur
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Harus disadari bahwa guru bukan saja melakukan kegiatan mengajar tetapi guru juga harus berfikir bagaimana siswa memahami sebuah bahan ajar dan menguasai sepenuhnya sehingga nantinya menjadikan bekal bagi siswa dalam menghadapi kehidupannya sehari-hari. Pemilihan pembelajaran CORE untuk digunakan dalam pembelajaran matematika didasari oleh teori-teori belajar yang mengorientasikan siswa aktif dalam pembelajaran (student oriented), membangkitkan interaksi multiarah, mengembangkan keterampilan sosial serta pandangan konstruktivisme. Sedangkan implementasi model pengajaran langsung dirancang khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas model pembelajaran CORE dan model pengajaran langsung dalam pembelajaran matematika. Dengan demikian, seorang guru dan siswa harus memahami bagaimana belajar yang sesungguhnya. Kata kunci: model pembelajaran, matematika Abstract It must be realized that the teacher is not just committed to teaching but teachers also need to consider how students understand the teaching materials and to completely control that will make provision for students in dealing with their daily lives. Election CORE learning to use in teaching mathematics based on learning theories that orient students actively in learning (student oriented), evokes multidirectional interaction, develop social skills as well as the views of constructivism. While the implementation of direct teaching model is designed specifically to develop students' knowledge of procedural and declarative knowledge are well structured and can be learned step by step. This paper aims to determine differences in the effectiveness of CORE learning models and teaching models directly in the learning of mathematics. Thus, a teacher and students must understand how to learn the truth. Keywords: Model learning, Mathematic
KONSTRUKSI HOMOMORFISMA PADA GRUP BERHINGGA Suastika, I Ketut
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada tulisan ini, penulis mencoba mengkonstruksi homomorfisma grup dari grup berhingga  ( A,. ) ke grup berhingga ( Z4,+ ). Karena homomorfisma grup merupakan suatu fungsi, maka dalam mengkonstruksinya diawali dengan membentuk fungsi dari grup berhingga ( A,. ) ke grup berhingga ( Z4,+ ). Di sini jelas tidak semua fungsi yang terbentuk akan merupakan homomorfisma grup, sehingga perlu dilakukan pengecekan terhadap fungsi yang diperoleh. Adapun fungsi yang terbentuk dari  grup ( A,. ) ke grup ( Z4,+ ) sebanyak 256, dan dari jumlah itu yang terbukti merupakan homomorfisma grup sebanyak 4 fungsi. Kata kunci : grup berhingga, fungsi, homomorfisma grup   Abstract In this paper, the author tries to construct a group homomorphism of finite groups (A,.) to a finite group (Z4, +). Since the group homomorphism is a function, then the construct begins by establishing the function of a finite group (A,.) to a finite group (Z4, +). Here, clearly not all functions will be formed a group homomorphism, so it needs to be checked against the function obtained. The functions are composed of groups (A,.) Group (Z4, +) of 256, and of that amount proved to be a group homomorphism by 4 functions. Keywords: finite groups, group homomorphism
MODEL PEMBELAJARAN PAKAR YANG MENGEMBANGKAN KARAKTER BERPIKIR KRITIS DAN PEMECAHAN MASALAH -, Buhaerah
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (developmental research) yang mengacu pada modifikasi model pengembangan pendidikan dari Plomp (1997) dengan 4 fase pengembangan, yaitu Fase-1 (Investigasi Awal), Fase-2 (Perancangan), Fase-3 (Realisasi), dan Fase-4 (Pengujian, Evaluasi, dan Revisi). Pada Fase I dikaji tentang model-model pembelajaran, teori-teori pendukung model yang dikembangkan, materi, siswa, dan lingkungan belajar. Pada Fase-2 dirancang model pembelajaran PAKAR dengan 5 komponen (sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak instuksional dan dampak pengiring). Pada fase ini juga dirancang instrumen dan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran PAKAR. Pada Fase-3 direalisasikan model pembelajaran PAKAR beserta instrumen-instrumen dan perangkat-perangkat yang telah dirancang. Pada Fase-4 dilakukan kegiatan-kegiatan (1) uji kevalidan instrumen, model pembelajaran PAKAR, dan perangkat-perangkatnya, kemudian direvisi lalu divalidasi kembali, dst. sampai dipenuhi kriteria kevalidan, (2) uji kepraktisan dan keefektifan model pembelajaran PAKAR beserta perangkat-perangkatnya. Hasil-hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) hasil uji kevalidan dari para validator menunjukkan bahwa model pembelajaran PAKAR beserta instrumen-instrmen dan perangkat-perangkatnya memenuhi sifat valid, (2) hasil penilaian dari para validator menunjukkan bahwa, model pembelajaran PAKAR dinyatakan layak untuk diterapkan di kelas, dan (3) dari kegiatan uji coba I, II, dan III diperoleh hasil 4 kriteria kefektifan terpenuhi, yaitu ketuntasan klasikal, kemampuan guru mengelola pembelajaran terpenuhi, respon siswa positif serta aktivitas siswa dalam sesuai dengan yang diharapkan di model. Kata kunci
PENERAPAN METODE BELAJAR AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X IPS 1 MAN 2 MODEL PEKANBARU Solfitri, Titi; T, Nurul Yusra
Gamatika Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan hasil matematika siswa melalui penerapan metode belajar aktif tipe Group to Group Exchange (GGE) untuk siswa kelas X IPS 1 MAN 2 Model Pekanbaru, pada semester genap tahun pembelajaran 2008 / 2009 tentang subyek utama "Barisan dan deret Bilangan". Subjek penelitian ini adalah untuk siswa kelas X IPS 1 MAN 2 Model Pekanbaru dengan jumlah 33 siswa terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Siswa di kelas yang dikelompokkan secara heterogen berdasarkan tingkat akademik dan gender. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu set alat pembelajaran seperti silabus, rencana pelajaran, buku kerja, dan handout. Teknik pengumpulan data digunakan teknik uji melalui hasil uji matematika dan teknik observasi digunakan lembar observasi guru dan kegiatan siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, itu menggambarkan kegiatan guru dan siswa, hasil belajar analisis dan keberhasilan tindakan. Dari analisa data diketahui bahwa penerapan metode belajar aktif tipe Group Group Exchange (GGE) dapat meningkatkan hasil matematika siswa dan bertemu Minimum Prestasi Kriteria (KKM) pada review pertama 60,6% dan pada kedua review ditingkatkan menjadi 75,8%. Kata kunci : Kegiatan guru dan siswa, hasil matematika, metode pembelajaran aktif tipe Group to Group Exchange (GGE)   Abstract The research was intended to increase the result of student’s mathematics through the application of active learning method type Group to Group Exchange (GGE) for the students in class X IPS 1 MAN 2 Model Pekanbaru, on even semester in the learning year of 2008/2009 on the main subject “Barisan dan Deret Bilangan”. The research subject is for the students in class X IPS1 MAN 2 Model Pekanbaru with the number of 33 student’s consisting of 11 boy-student’s and 22 girl-student’s. The student’s in that class are heterogeneous considering to academic and gender. The instrument used in this research was a set of learning tools such as silabus, lesson plan, work-book, and handouts. The data collection technique applied test technique through mathematics result test and observation technique used sheet observation of teacher and student’s activities. The data analysis used is statistic analysis descriptive, it described teacher and student’s activities, the result of learning analysis and the success of action. From the data analysis it was found that the application of active learning method type Group to Group Exchange (GGE) can increase the result of student’s mathematics and met Minimum Achievement Criteria (KKM) on the first review was 60,6% and on the second review improved to be 75,8%. Keywords : The Activities of teacher and student’s, the mathematics result, the active learning method type Group to Group Exchange (GGE)  
PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA POKOK BAHASAN PEMBIASAN CAHAYA KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 SIDOARJO Ilmi, Miftakhul
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh Pembelajaran dengan Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Subpokok Bahasan Pembiasan Cahaya Kelas VIII di SMP Negeri 4 Sidoarjo. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 4 Sidoarjo. Sampel penelitian diambil secara acak, yaitu 4 kelas yaitu 3 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Di mana 3 Kelas eksperimen, yaitu kelas VIII E, F, H dan kelas kontrol, yaitu kelas VIII G. Jumlah soal yang diujicobakan dalam penelitian ini sebanyak 40 butir soal. Hasil uji validitas diperoleh 15 soal gugur dan 25 soal valid. Uji realibilitas pada penelitian ini diperoleh koefisien reliabilitas r11 sebesar 0,775 sedangkan rmoment product (r tbl 95 %) sebesar 0,312 dan dan (r tbl 99%) sebesar 0,403. Dari hasil tersebut diperoleh r hitung > r tabel menunjukkan item tersebut reliabel. Untuk uji hipotesis yang mengunakan uji t, hipotesis dapat diterima karena nilai thitung Eksperimen I = 5,98 ; thitung Eksperimen II = 3,78 ; thitung Eksperimen III = 7,58 dan ttabel = -1,98 < t t tabel dengan taraf signifikan
PARADIGMA BARU PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN APLIKASI ONLINE INTERNET PEMBELAJARAN -, Sumargono
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan kunci pembangunan Bangsa Indonesia, oleh Karen itu pendidikan harus benar – benar ditingkatkan kualitasnya untuk menghasilkan kader-kader yang bermutu. Terdapat paradigm baru pendidikan matematika dengan pendekatan pembelajaran (1) Konstruktivisme, (2) CTL (Contextual Teaching and Learning), dan (3) PMR (pendidikan Matematika Realistik). Didalam paradigm baru ini pengetahuan dan pengalaman siswa dihubungan dengan konteks menemukan makna ilmu matematika untuk pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Paradigma baru pendidikan matematika juga melahirkan gaya belajar baru yaitu, (1) Gaya belajar Visual, (2) Gaya belajar Kinesthetic dan (3) Gaya belajar Auditory learner. Dengan menerapkan gaya belajar tersebut, siswa dapat bertindak cepat, berpikir kuat dan kemampuan memecahkan masalah menjadi tinggi. Untuk menunjang paradigm baru pembelajaran matematika, maka para siswa / mahasiswa dapat menekuni materi – materi ilmiah matematika melalui internet educational seperti e-Eduacational, e-school, e-campuss, e-learning, e-univercity, e-book, e-magazine, e-library dan e-matematik. Kata Kunci : Paradigma baru Pendidikan Matematika, Pembelajaran, online internet, e-Educational. Abstract Education is key to the development of the Indonesian nation, so education should be completely upgraded to produce qualified cadres. There is a new paradigma approach to learning math education (1) constructivism, (2) CTL (Contextual Teaching and Learning), and (3) PMR (Realistic Mathematics Education). In the new paradigma of knowledge and experience of students connecting it to the context to find the meaning of mathematics problem solving in everyday life. The new paradigma of mathematics education also spawned a new style of learning, namely, (1) Visual learning style, (2) Kinesthetic learning styles, and (3) Auditory learner learning styles. By applying these learning styles, students can act fast, strong thinking and problem solving skills to be high. To support the new paradigma of learning mathematics, students can pursue the matter mathematics scientific material through the Internet, such as e-Eduacational educational, e-school, e-campuss, e-learning, e-univercity, e-book, e-magazine, e-library and e-mathematical. Keywords: New Paradigma Mathematics Education, Learning, online internet, e-Educational.
PEMAHAMAN MODEL MATEMATIKA MELALUI SISTEM KOMPARTEMEN -, Sulkim
Gamatika Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyak sekali sistem yang dikembangkan dalam bidang matematika. Salah satunya adalah sistem dinamik. Dalam sejarah perkembangannya sistem dinamik selalu dapat di kembangkan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dalam bidang tehnik, bidang ekonomi,bidang biologi dan bidang sosial lainya. Sistem kekebalan (immune) model Marchuk adalah salah satu bentuk model matematika dalam bidang biologi. Sistem kekebalan model Marchuk tersebut adalah suatu sistem yang sangat komplek dan sulit untuk bisa difahami dan diuraikan dengan matematika formal, maka untuk lebih mempermudah pemahaman dalam matematika model diperlukan bantuan pendekatan kompartemen. Kata Kunci : Immune, Sistem Model Marchuk, Kompartemen.   Abstract There are so many systems developed in the field of mathematics. One of them is a dynamic system. In the historical development of dynamical systems can always be developed in different areas of life, such as in the field of engineering, economics, biology and other social areas. The immune system (immune) model Marchuk is a form of mathematical modeling in biology. Marchuk model of the immune system is a system that is very complex and difficult to be understood and described by formal mathematics, then to further facilitate the understanding of the mathematical models needed aid compartment approach . Keywords: Immune, System Model Marchuk, Compartment.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN NILAI TEMPAT (RATUSAN, PULUHAN, DAN SATUAN) DENGAN COOPERATIVE LEARNING Zainullah, Achmad
Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProses pembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) khususnya materi pokok menentukan nilai tempat (ratusan, puluhan, satuan) umumnya siswa mengalami kesulitan karena kurang tepatnya guru menggunakan strategi pembelajaran. Persoalannya adalah bagaimana meningkatkan kemampuan menentukan nilai tempat dengan menggunakan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) pada siswa SD. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki cara belajar dan meningkatkan prestasi belajar. Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas IV SDN Tanjungrejo 02 Kecamatan Kebonsari Madiun yang jumlah siswanya 24 siswa dengan penerapan cooperative learning untuk meningkatkan motivasi dan ketuntasan belajar matematika siswa dengan
PENDEKATAN PROBLEM POSING DENGAN LATAR PEMBELAJARAN KOOPERATIF Nur Afifah, Dian Septi
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rasa ingin tahu siswa semakin menurun dan berdampak pada rendahnya motivasi belajar. Agar siswa termotivasi untuk belajar secara mandiri, maka rasa ingin tahu siswa perlu dibangkitkan dan dikembangkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pendekatan problem posing dalam pembelajaran di kelas. Pendekatan problem solving dapat melatih siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau soal-soal yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Siswa dituntun untuk mengajukan masalah atau pertanyaan sesuai minat mereka dan memikirkan cara penyelesaiannya. Soal yang diajukan secara berpasangan dapat lebih baik dibanding soal yang diajukan secara individu, dengan syarat terjadi kolaborasi di antara kedua siswa yang berpasangan tersebut. Kerjasama di antara siswa dapat memacu kreativitas serta saling melengkapi kekurangan mereka. Sehingga, dipilih pembelajaran kooperatif sebagai latar pendekatan problem posing. Kata Kunci: problem posing, pembelajaran kooperatif Abstract Curiosity of students getting lower and lower impact on motivation to learn. So that students are motivated to learn on their own, then the curiosity of students need to be raised and developed. One way to do is to use problem posing approach to learning in the classroom. Problem solving approach to train students to ask questions or problems related to the material being studied. Students are led to pose problems or questions fit their interests and think about the solution. Questions can be submitted in pairs is better than the proposed question individually, the condition occurs collaboration between the two student pairs. Cooperation among students can spur creativity and their complementary deficiencies. Thus, the selected cooperative learning approach to problem posing as a background. Keywords: problem posing, cooperative learning ÂÂ