cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Gamatika
ISSN : 20876262     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
APLIKASI PETRI NET PADA SISTEM PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA ASKES DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. HAULUSSY AMBON Lesnussa, Yopi Andry; Tutupary, Filiany S.
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu bentuk pelayanan dalam masyarakat adalah pelayanan kesehatan. Contoh pelayanan kesehatan dalam masyarakat adalah pelayanan rawat jalan pada rumah sakit khusus untuk pasien peserta Askes. Permasalahan antrian yang terjadi pada pelayanan pasien rawat jalan dapat dimodelkan dengan menggunakan Petri Net. Petri Net akan memodelkan antrian dalam sistem pelayanan ke dalam bentuk diskrit. Dalam tulisan ini akan dibuat model Petri Net dari antrian dalam sistem pelayanan pasien rawat jalan RSUD Dr. Haulussy Ambon untuk mendapatkan matriks representasinya. Kata Kunci : Petri Net, Antrian, Matriks Representasi Abstract One form of service in society is health care. Example health services in society is service outpatient the hospital specifically to by participants askes. Problems a queue happened to service an outpatient can modeled by using petri dish the net. Petri dish net will model a queue in service system into the form of discrete. In his will be built model petri dish net of a queue in service system an outpatient rsud dr. Haulussy ambon to get matrix representasinya. Key words : Petri Net, Queue, Matrix Representation
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X3 SMA NEGERI 8 PEKANBARU Solfitri, Titi; Rahmania, Indah
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian percobaan ini menggunakan Penerapan Pembelajaran Kooperatif. Object dari penelitian ini adalah mengidentifikasi efektifitas dari Pembelajaran Kooperatif dalam belajar Matamatika. Samle yang digunakan dalam penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran kooperatif dengan tipe Team Assisted Individualization lebih efektif dalam belajar matematika daripada metode lama. Pembelajaran kooperatif dengan tipe Team Assisted Individualization mengindikasikan bahwa siswa lebih aktif dalam belajar untuk menyelesaikan masalah akan meningkatkan kemampuan matematika mereka secara efektif. Kata Kunci : kooperatif, TAI   Abstract This trial recearch using the Application of Cooperative Learning. Object of this study is to identify the effectiveness of Cooperative Learning in learning math. Samle used in this study was a class X student of SMAN 8 Pekanbaru. The results showed that cooperative learning with Team Assisted Individualization type of learning mathematics more effectively than the old method. Cooperative learning with Team Assisted Individualization type indicates that students are more active in learning to solve problems will improve their math skills effectively. Keywords: kooperatif, TAI
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PROBLEM POSING DALAM KEGIATAN TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA S-1 PGSD -, Pramonoadi
Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam kegiatan tutorial matakuliah Pendidikan Matematika 1, mahasiswa Program Studi S-1 PGSD Kelompok Belajar Kabupaten Bojonegoro mengalami kesulitan pemahaman konsep, pemecahan masalah, dan penalaran matematika. Salah satu strategi untuk meningkatkan pemahaman konsep, pemecahan masalah, penalaran matematika adalah menerapkan implementasi pendekatan problem posing dalam kegiatan tutorial. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan
ANALISIS PEMIKIRAN MATEMATIKA DALAM PERMAINAN CONGKAKUNTUK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK Roza, Yenita; Solfitri, Titi; Siregar, Sarifah Nur
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan karakter melalui sekolah, tidak semata-mata pemberian pengetahuan, tetapi  penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur. Salah satu budaya yang berkembang di masyarakat dan sangat dekat dengan peserta didik adalah permainan (rakyat).  Biasanya permainan rakyat menggunakan alat-alat yang masih sederhana yang mudah diperoleh dan ada di sekitar masyarakat setempat. Hal ini sangat sesuai dengan pendidikan matematika realistik Indonesia yang menggagaskan bahwa pembelajaran matematika harus merupakan ‘realitas’ yang dekat dengan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pemikiran matematika dan kandungan nilai karakter pada permainan congkak yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Penelitian inidimulai dengan mengamati permainan congkak secara teliti yang dimainkan oleh peserta didik sekolah SD 018 Teluk Kenidai Kabupaten Kampar. Hasil pengamatan dijadikan dasar untuk melakukan analisis pemikiran matematika dan kandungan nilai karakter dalam permainan congkak. Hasil analisis menunjukan permainan congkak dapat digunakan untuk pengembangan karakter dalam pembelajaran matematika realistik untuk topik aritmatika di kelas 2,3 dan 4 sekolah dasar. Kata Kunci: permainan congkak, pendidikan karakter bangsa, pembelajaran matematika realistic Abstract Character education through school, not merely the provision of knowledge, but the cultivation of moral, ethical values​​, aesthetic, noble manners. One culture that developed in the community and very close to the students is the game (the people). Usually folk games using the tools that are simple, easy to obtain and there around the local community. This is in accordance with Indonesia realistic mathematics education which put forward the learning of mathematics that should be a 'reality' which is close to the learner. This study aims to analyze the mathematical thinking and gynecology conceited character values ​​in a game that can be used in teaching mathematics. Research inidimulai by observing carefully cavalier game played by 018 elementary school students Kenidai Bay Kampar regency. Observations used as the basis for mathematical thinking, and content analysis of the value of the character in the game cocky. The results of the analysis showed cavalier game can be used for the development of realistic characters in learning mathematics to arithmetic topics in class 2,3 and 4 elementary schools. Keywords: game cocky, national character education, learning mathematics realistic  
ANALISIS TENTANG GRAF PERFECT AH, Nurul Imamah
Gamatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan kemajuan teknologi maka ilmu matematika juga semakin berkembang, salah satu analisis matematika khususnya metode graf yang perlu dikembangkan adalah analisis mengenai graf perfect. Graf perfect adalah suatu graf yang memiliki bilangan chromatik  dan bilangan clique yang sama. Bilangan khromatik adalah bilangan terkecil pada pewarnaan yang diberikan pada titik-titik yang dimiliki graf G sedemikian sehingga untuk setiap dua titik yang terhubung langsung mendapatkan warna yang berbeda. Sedangkan bilangan Clique adalah order maksimum dari subgraf komplit yang dapat dibentuk dari suatu graf G dengan order dari G adalah banyaknya titik yang dimiliki oleh graf G. Berdasarkan pembahasan pada artikel ini maka diperoleh bahwa graf kosong, graf komplit, graf bipartite komplit, graf sikel genap, dan graf lintasan adalah graf perfect karena masing-masing graf tersebut memiliki bilangan chromatik  dan bilangan clique yang sama. Kata kunci: Graf, Graf Perfect, bilangan Clique, bilangan Chromatik Abstract As  technology advances  the development of mathematics  is also growing, one of mathematical analysis particularly method graph that needs to be developed is the analysis of the perfect graph. Perfect graph  is a graph  that has chromatik numbers and numbers of  the same clique . Numbers khromatik is the smallest number in  a given coloring dots owned graph G such that for every two points are  connected directly  to get  different colors. While the  number Clique  is  the maximum  order  of  a complete  subgraph which  can be formed of a graph G with the order of G is the number of dots that are owned by the graph G. Based on the discussion  in this article  is obtained  that the empty  graph,  complete  graph,  complete  bipartite  graph,  graph  sikel even, and the graph  trajectory  is a graph perfect  for each graph has chromatik  numbersand  numbers  of the same  clique . Keywords: Graf, Graf Perfect, Clique numbers, numbers Chromatik
PROFIL BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MEMECAHKAN MASALAH NILAI DAN VEKTOR EIGEN DITINJAU DARI PEMETAAN KEMAMPUAN ALJABAR Rahmatin, Dian Novita
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah ditinjau dari tingkat kemampuan aljabar. Karena itu penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berpikir kritis pada penelitian ini mengacu pada berpikir kritis dengan kriteria FRISCO. Pada penelitian ini diambil 3 subjek penelitian, yaitu satu subjek pada kemampuan aljabar tinggi rendah, dan sedang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan wawancara. Secara umum hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: T mengetahui fokus, alasan, situasi dan kejelasan dalam tiap-tiap tahap pemecahan masalah. Ia juga menjelaskan inferensinya pada setiap tahap pemecahan masalah Polya, kecuali pada tahap melaksanakan rencana. T tidak memeriksa kembali pemikirannya hanya pada tahap memahami masalah saja. S, pada langkah pemecahan masalah ia tidak melaksanaan langkah terakhir yaitu memeriksa kembali, sehingga prifil berpikir kritisnya pada langkah ini tidak dapat dideskripsikan. Sementara untuk tiga tahap pemecahan masalah sebelumnya, S mengetahui fokus, alasan, inferensi, dan kejelasannya. Namun ia tidak dapat menjelaskan situasi pada saat ia melaksanakan rencana. R mengetahui focus, alasan dan memeriksa kembali pada setiap langkah pemecahan masalah Polya. Namun inferensi hanya mampu ia jelaskan pada tahap melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, kejelasan hanya diberikan pada saat membuat rencana dan memeriksa kembali. Sementara situasi dijelaskan pada setiap langkah pemecahan masalah, kecuali pada langkahmelaksanakan rencana. Kata kunci : Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah dan Kemampuan Aljabar. Abstract The purpose of this study is to describe critical thinking profile of students in the problem solving in terms of ability algebraic. Therefore, this study included a descriptive study with a qualitative approachment. Critical thinking in this study refers to the critical thinking FRISCO criteria. In this study, 3 subjects taken, ie one subject to the ability of high-algebra, low, and medium. Data was collected by way of tests and interviews. In general, the results obtained from this study are: T know the focus, reason, and clarity of the situation in each stage of problem solving. It also describes the inference at each stage of Polya problem solving, but at this stage of implementing the plan. T did not check back on stage thinking only understand the problem alone. S, the troubleshooting steps he was not carrying out the last step is to re-examine, so prifil critical thinking on this step can not be described. As for the previous three stages of problem solving, S knows the focus, reason, inference, and clarity. But he could not explain the situation when he was carrying out the plan. R determine focus, reason and check back at every step Polya problem solving. But the inference is only able to explain the stages of carrying out his plans and check again, clarity is given only at the time of making a plan and check back. While the situation described in each problem-solving step, except on langkahmelaksanakan plan. Key Word : Critical Thinking, Solving, IQ Problem
PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Asriningsih, Tafsillatul Mufida
Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakObservasi dan wawancaradi kelas VII H SMPN 11 Malang menunjukkan bahwakemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII H sangat rendah. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah pembelajaran problem posing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII H SMPN 11 Malang. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran Problem Posing yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII H SMPN 11 Malang.Kriteria kemampuan berpikir kreatif dalam penelitian ini meliputi keterampilan berpikir lancar, keterampilan berpikir luwes, dan keterampilan berpikir orisinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran problem posing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif ditunjukkan dengan persentase kemampuan berpikir kreatif siswa secara klasikal pada akhir siklus I adalah 73% sedangkan pada akhir siklus II meningkat menjadi 83%.
MODEL SPASIAL SURVIVAL WEIBULL–3P DENGAN PENDEKATAN BAYESSIAN DAN APLIKASINYA PADA WINBUGS Aksioma, Diaz Fitra
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

    Abstrak Model survival merupakan suatu pendekatan statistika yang seringkali diaplikasikan dalam berbagai bidang, misalnya bidang kesehatan, biologi dan bahkan dalam bidang politik. Model tersebut tidak hanya digunakan untuk menentukan faktor-faktor apa saja yang dominan mempengaruhi terjadinya suatu peristiwa/event akan tetapi juga mampu mengidentifikasi factor resiko berdasarkan perubahannya terhadap waktu. Seringkali, terjadinya suatu event juga dipengaruhi oleh lokasi dimana event tersebut terjadi. Prior CAR selanjutnya digunakan untuk memunculkan autokorelasi spasial pada efek random/frailty pada model survival tersebut. Distribusi eksponensial dan weibull-2p seringkali muncul sebagai distribusi dari waktu survival pada beberapa penelitian. Penelitian ini membahas tentang bagaimana distribusi weibull-3p digunakan sebagai distribusi dari waktu survival dalam model spasial survival beserta code programnya dalam opensource WinBUGS. Kata kunci: model survival, event, prior CAR, frailty, weibull-3p, spasial survival dan WinBUGS. Abstract Survival model is a statistical approach that is often applied in many fields, such as health, biology and even in politics. The model is not only used to determine what factors influence the predominant occurrence of an event but will also be able to identify the risk factors based on changes through time. Often, the occurrence of an event is also influenced by the location where the event occurred. Prior CAR then used to bring the effects of spatial autocorrelation in random / frailty in the survival models. Exponential distribution and Weibull-2p often occur as the distribution of survival time in some studies. This study discusses how Weibull-3p distribution is used as the distribution of the survival time and their survival in the spatial model code opensource program in WinBUGS. Keywords: models of survival, event, prior CAR, frailty, Weibull-3p, spatial survival and WinBUGS
SIMULASI LAJU PERTUMBUHAN PENJUALAN AUTOMOTIF DENGAN METODE EKSPONENSIAL DAN GUI MATLAB DI JAWA TIMUR Lesnussa, Yopi Andry
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Laju pertumbuhan penjualan Automotif di daerah Jawa Timur mempengaruhi tingkat kepadatan dan kemacetan lalu lintas serta berdampak pada polusi udara akibat pembuangan gas emisi. Untuk mengetahui laju pertumbuhan penjualan automotif digunakan model matematika dengan fungsi eksponensial, dan metode yang digunakan untuk membangkitkan bilangan random yaitu Mixed Concruential dan Distribusi Uniform. Sehingga dapat diprediksi laju pertumbuhan penjualan automotif dalam kurun waktu tertentu berdasarkan grafik hasil simulasinya. Kata kunci : Laju pertumbuhan penjualan automotif, Fungsi eksponensial. Abstract The Automotive sales growth rate in the East Java, affects the density and traffic congestion and also has impacts on air pollution caused by exhaust emissions. To find automotive sales growth rate using an exponential function of mathematical models, and methods that used to generate random numbers ie Mixed Concruential Method and Uniform Distribution Method. Then, the automotive sales growth rate could be predictable within a certain time on a graph the results of simulation Keywords : The Automotive sales growth rate, Exponential function
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA MATERI STATISTIKA DI KELAS IX SMP -, Buhaerah
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Produk yang dikehendaki dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran berdasarkan masalah yang memenuhi kriteria sahih, praktis, dan efektif. Produk tersebut terdiri dari lima komponen, yaitu: rencana pelaksanaan pembelajaran, buku siswa, lembar kerja siswa, buku petunjuk guru dan tes hasil belajar. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar kesahihan perangkat, lembar pengamatan aktivitas siswa, lembar pengamatan kemampuan guru mengelola pembelajaran, angket respon siswa, lembar pengamatan keterlaksanaan perangkat dan instrumen tes hasil belajar. Proses pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model four-D yang meliputi 4 tahap, yaitu: (1) tahap pendefenisian, (2) tahap perancangan, (3) tahap pengembangan, (4) tahap penyebaran. Pada penelitian ini uji coba dilakukan sebanyak satu kali. Uji coba dilakukan pada kelas IX4 SMPN 3 Parepare. Hasil yang diperoleh pada uji coba tersebut, yaitu: (1) perangkat pembelajaran berdasarkan masalah sudah praktis, tetapi masih terdapat saran pengamat yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kepraktisan perangkat pembelajaran tersebut, (2) perangkat pembelajaran berdasarkan masalah sudah efektif karena telah memenuhi 3 dari 4 indikator keefektifan, yaitu: ketuntasan klasikal hasil belajar telah tercapai, kemampuan guru mengelola pembelajaran berada pada kategori tinggi dan respon siswa berada pada kategori positif. Dengan mengikuti tahap pengembangan tersebut, diperoleh perangkat pembelajaran berdasarkan masalah yang memenuhi kriteria sahih, praktis, efektif. Kata Kunci: Perangkat pembelajaran berdasarkan masalahan yang memenuhi kriteria sahih, praktis dan efektif.   Abstract This research is developmental research. Desired product of this research is problem based learning tools that meet the criteria of valid, practical, and effective. The product consists of five components: learning implementation plan, the student books, student worksheet, teacher guide and achievement test. The instruments used in this research is the validity of the sheet, student activity sheets observation, observation sheet teacher's ability to manage learning, students questionnaire responses, observations sheets materializing devices and instruments achievement test. The process of developing learning tools using four-D models that include 4 stages, namely: (1) phase defining, (2) the design phase, (3) the development stage, (4) phase of deployment. In research trials conducted once. Tests performed on class IX4 SMPN 3 Parepare. The results obtained in these trials, namely: (1) problem-based learning tools are practical, but there are suggestions that need to be observers to enhance the practicality of learning devices, (2) problem-based learning tools have been effective because it has met 3 of 4 effectiveness indicators, namely: classical completeness learning outcomes have been achieved, the ability to manage learning teacher at the high category and the students' responses are positive in the category. By following the development phase, obtained by the problem-based learning that meets the criteria of valid, practical, effective. Keywords: problem based learning tools that meet  the criteria of valid, practical and effective