cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
PERMANA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2014): Februari" : 16 Documents clear
PERUSAHAAN HARUS TERAPKAN K3 Subroto, Setyowati
PERMANA Vol 5, No 2 (2014): Februari
Publisher : PERMANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.588 KB)

Abstract

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi meluncurkan slogan anti kecelakaan kerja dengan tagline “Saya Pilih Selamat”, pada tanggal 16 Oktober 2012, yang bertujuan untuk mengkampanyekan pelaksanaan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan-perusahaan dalam rangka mengurangi jumlah kecelakaan kerja di Indonesia. Selain itu, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu aspek penting yang harus disiapkan oleh negara-negara anggota Asean dalam menghadapi diberlakukannya Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economy Community/AEC) pada tahun 2015Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja
PENGHIMPUNAN DANA ZAKAT NASIONAL (Potensi, Realisasi dan Peran Penting Organisasi Pengelola Zakat) Mubarok, Abdulloh; Fanani, Baihaqi
PERMANA Vol 5, No 2 (2014): Februari
Publisher : PERMANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.617 KB)

Abstract

Kinerja penghimpunan dana zakat nasional mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dari tahun 2008 sampai tahun 2012, misalnya, jumlah dana zakat yang mampu dihimpun naik signifikan dari 930 milyar menjadi 2,2 triliun atau mengalami kenaikan lebih dari 100%. Meningkatnya penghimpunan dana zakat tidak lepas dari peran organisasi pengelola zakat (OPZ). Ada dua jenis OPZ, yaitu Badan amil zakat (BAZ)yang dibentuk oleh pemerintah dan lembaga amil zakat (LAZ) yang sepenuhnya dibentuk oleh masyarakat. Sebagaimana dana zakat, LAZ juga tumbuh pesat. Perkembangan ini terutama terjadi setelah kehadiran UU No. 38/1999 tentang Pengelolaan Zakat. Sampai tahun 2011, PEBS-FEUI mencatat terdapat 481 OPZ di Indonesia. Sedangkan sampai tahun 2012 sudah ada 19 OPZ nasional yang memiliki ijin resmi dari pemerintah. Namun demikian kalau dikaitkan dengan potensinya, realisasi kinerja perhimpunan dana zakat sebagaimana disebutkan di atas sangat jauh dari potensinya. Riset yang dilakukan pada awal 2011 oleh BAZNAS dan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB memperkirakan potensi zakat secara nasional dari sektor rumah tangga, industri, dan tabungan berturut mencapai angka Rp82,7 triliun, Rp114,89 triliun, dan Rp17 triliun. Ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi rendahnya realisasi penghimpunan dana zakat nasional. Faktor-faktor tersebut antara masyarakat belum sepenuhnya percaya terhadap lembaga amil zakat, kemudian masih banyak di antara kaum muslimin yang belum mengerti cara menghitung zakat, dan kepada siapa zakatnya dipercayakan untuk disalurkan. Berikutnya adalah lemahnya kerangka aturan dan institusional zakat. Terakhir masih rendahnya efisiensi dan efektivitas pendayagunaan dana zakat.Kata Kunci: Zakat, Organisasi Pengelola Zakat (OPZ), Badan Amil Zakat (BAZ), Lembaga Amil Zakat (LAZ)
PENYUSUNAN MODEL GREEN ACCOUNTING UNTUK PERUSAHAAN MELALUI PERHATIAN, KETERLIBATAN, PELAPORAN AKUNTANSI LINGKUNGAN DAN AUDITNYA Susilo, Joko; Astuti, Neni
PERMANA Vol 5, No 2 (2014): Februari
Publisher : PERMANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.293 KB)

Abstract

Tujuan Umum - Penelitian ini bermaksud mengeksplorasi perkembangan akuntansi lingkungan di Indonesia mencakup faktor apa yang menjadi sebab utama oleh pengambil kebijakan manajemen perusahaan terkait dengan perhatian mereka terhadap permasalahan kondisi lingkungan hidup di sekitarnya, seberapa besar perbedaan perhatian, keterlibatan manajemen dan pelaporan akuntansi lingkungan terhadap permasalahan lingkungan hidup. Tujuan Khusus – Tujuan khusus dari penelitian ini adalah dapat menyusunkan suatu model berupa kebijakan green accounting yang di dalamnya mengandung konsep; mempertegas pola hubungan dan memperjelas praktik akuntansi lingkungan (diwujudkan dalam panduan kebijakan), meningkatkan potensi akuntansi lingkungan melalui pendidikan (diwujudkan dalam bahan ajar), dan pengembangan berkelanjutan dari penelitian akuntansi lingkungan itu sendiri yang nantinya dapat diintegrasikan dalam akuntansi sosial (diwujudkan dalam publikasi ilmiah). Desain/Metodologi/Pendekatan – Penelitian ini didesain dalam suatu ekplorasi yang meneliti persepsi manajemen terhadap akuntansi lingkungan mencakup kondisi yang mempengaruhi, perhatian, keterlibatan dan pelaporan akuntansi lingkungannya. Dari hasil uji statistik ini kemudian perusahaan diposisikan dalam matrik green company yang kemudian kebijakan green accounting ini dibuat didasarkan kondisi tersebut.Temuan – Dari hasil pengujian di atas, dapat disimpulkan beberapa hal terkait dengan tujuan penyusunan model kebijakan green accounting melalui perhatian, keterlibatan, pelaporan akuntansi lingkungan dan audit lingkungan. Hasil uji rata-rata membuktikan bahwa memang perusahaanperusahaandi dua daerah ini memiliki perbedaan strategi terkait dengan kebijakan lingkungan hidupnya. Hasil uji rata-rata menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Sleman terkait dengan green corporate strategy-nya berada pada matrik defensife green sedang perusahaan-perusahaan di Bantul berada di matrik extreme green. Meskipun dalam matrik yang berbeda, namun dari sisi kebijakan green accounting, keduanya dapat diberlakukan model yang sama dimana perusahaan bisa saja diwajibkan membuat laporan akuntansi lingkungan yang bersifat tidak saja deskriptif tetapi juga bersifat kuantitatif dalam bentuk laporan terpisah/tersendiri.Originalitas – Penelitian sejenis ini belum banyak dilakukan di Indonesia setidaknya dalam bentuk publikasi, dan kebijakan terkait dengan green accounting juga belum dibuat secara khusus yang mengatur ataupun memberikan arahan kepada manajemen perusahaan untuk ikut bertanggungjawab terhadap keselamatan lingkungan hidup.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN JASA SIMPAN PINJAM PADA KUD SUMBER MAKMUR KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN BREBES Rahayu, Sri; Handayani, Sri Ratih
PERMANA Vol 5, No 2 (2014): Februari
Publisher : PERMANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.545 KB)

Abstract

This research is about influence of quality of service to decision of client to use saving and loan service [at] KUD Sumber Makmur Sub-Province of Brebes. Target of research to know influence of quality of service to decision of client to use saving and loan service and to know how big influence of quality of service to decision of client to use saving and loan service [at] KUD Sumber Makmur Sub-Province of Brebes. Pursuant to result of calculation of correlation coefficient [among/between] quality of service and decision of client obtained [by] correlation coefficient equal to 0,912. Matter this means that [relation/link] [among/between] quality of service with decision of client [is] positive and big because level of correlation coefficient [is] to come near 1 (one). Strength and positive of quality of service and decision of client can be proved with simple correlation coefficient significance test [at] trust storey;level 95 [gratuity/ %] and degree of freedom (100-2) obtained [by] ttabel equal to 1,6609 and thitung equal to 22,011. Because thitung > ttabel hence Ho refused and [Is] Ha accepted with the meaning that there are correlation which [is] signifikan [among/between] quality of service with decision of client. While equation of simple regresi the obtained [is] Y=-0,486+1,009X, meaning that decision of client to use saving and loan service [in] KUD Sumber Makmur will be downhill if given service [do] not with quality conversely decision of excelsior client to use saving and loan service [in] KUD Sumber Makmur given service with quality or there [is] make-up of the quality of service.
IDENTIFIKASI BERBAGAI PERMASALAHAN YANG DIHADAPI OLEH UKM DAN PENINJAUAN KEMBALI REGULASI UKM SEBAGAI LANGKAH AWAL REVITALISASI UKM Hapsari, Ira Maya
PERMANA Vol 5, No 2 (2014): Februari
Publisher : PERMANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.294 KB)

Abstract

Movement of SME sector so important to create growth and jobs opportunity. SMEs is quite flexible and can easily adapt to the tides and the direction of the market demand. They also create jobs opportunity faster than other sectors, and they are also quite diversified and provide an important contribution in the export and trade. Therefore SMEs is an important aspect in the development of a competitive economy. The existence of a wide variety of definitions of SMEs in the determination of the above brings strategic consequences. Definition of a consensus on the SME entities as the basis of policy formulation that will be taken, so that at least, there are two clear definition of SMEs, namely the first, two settings for administrative purposes; and second, the goal for coachingKeywords: SMEs, regulation, revitalization
ELASTISITAS JUMLAH TABUNGAN TERHADAP SISA HASIL USAHA PADA KUD SUMBER MAKMUR KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN BREBES Rahayu, Sri
PERMANA Vol 5, No 2 (2014): Februari
Publisher : PERMANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.128 KB)

Abstract

Elasticity storey;level of[is amount of saving to highest SHU in the year 2008 that is equal to 34,40% while lowered in the year 2009 that is - 32,64% ( reaching the condition of inelastis). So that as a whole if seen from mean can be expressed that storey;level sensitivity of saving amount to net income not yet elastic ( inelastis).
ANALISIS KINERJA PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PERBANKAN SYARIAH PASCA BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG “PENGHAPUSAN PAJAK BERGANDA” Utami, Yuni; Mubarok, Abdulloh
PERMANA Vol 5, No 2 (2014): Februari
Publisher : PERMANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.495 KB)

Abstract

This study aims to obtain empirical findings regarding: 1. performance growth of Murabaha financing in Islamic banking after the enactment of UU No. 42 tahun 2009. 2. Whether there is a significant difference between the performance of Murabaha financing on Islamic banking before and after the enactment of UU No. 42 tahun 2009. 3. Effectiveness of the implementation of UU No. 42 tahun 2009, especially related to financial performance improvement of Islamic banking. The type of the data is secondary data that is of value (rupiah) Murabaha financing in Islamic banking in each month during the period April 2007 to March 2010 and the period April 2010 to March 2013. 1 April 2010 is the dividing line between the two variables because that date is the date of the enactment of UU No. 42 tahun 2009 on the Third Amendment UU No. 8 tahun 1983 on Value Added Tax on Goods and Services and Sales Tax on Luxury Goods. To test the hypothesis, the research use the statistical test Paired sample t-test. This is because the sample will be compared to the mean is paired samples (paired). The results of this study concluded that there are significant differences between the performance of murabaha financing in Islamic banking before and after the enactment of UU No. 42 tahun 2009. It also shows that the implementation of UU No. 42 tahun 2009 effective enough to improve the performance of Islamic banking, particularly with respect to the performance of murabaha financing.Keywords: Murabaha Financing, UU No. 42 tahun 2009, Islamic Banking, Double Taxation
PENGARUH ALOKASI DANA ZAKAT TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH ,, Amirah; Raharjo, Teguh Budi
PERMANA Vol 5, No 2 (2014): Februari
Publisher : PERMANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.019 KB)

Abstract

The purpose of this research is to examine the effect of the allocation of zakat funds on the financial performance of Islamic banking 2009-2012. The choosing of the samples done by purposive sampling with the requirement all the companies publishing their sources and uses of funds statement of zakat, in order to obtain four banks, namely Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, BRI syariah, and Bank Mega Syariah. Testing conducted using Partial Least Squares ( PLS ) mediation effect, ie entering Dana Pihak Ketiga as an intervening variable. Results of this study indicate that the zakat significant effect on the financial performance of Islamic banking to Dana Pihak Ketiga as mediating variable. These results indicate that Islamic banks have implemented effective marketing strategies through distribution of zakat is performed simultaneously in the framework of Corporate Social Responsibility (CSR) in attracting investors to invest their funds in Islamic banks.Keywords : zakat , dana pihak ketiga , islamic banking financial performance, corporate socialresponsibility (CSR)
PERUSAHAAN HARUS TERAPKAN K3 Subroto, Setyowati
PERMANA Vol 5, No 2 (2014): Februari
Publisher : PERMANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.588 KB)

Abstract

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi meluncurkan slogan anti kecelakaan kerja dengan tagline ?Saya Pilih Selamat?, pada tanggal 16 Oktober 2012, yang bertujuan untuk mengkampanyekan pelaksanaan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan-perusahaan dalam rangka mengurangi jumlah kecelakaan kerja di Indonesia. Selain itu, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu aspek penting yang harus disiapkan oleh negara-negara anggota Asean dalam menghadapi diberlakukannya Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economy Community/AEC) pada tahun 2015Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja
PENGHIMPUNAN DANA ZAKAT NASIONAL (Potensi, Realisasi dan Peran Penting Organisasi Pengelola Zakat) Mubarok, Abdulloh; Fanani, Baihaqi
PERMANA Vol 5, No 2 (2014): Februari
Publisher : PERMANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.617 KB)

Abstract

Kinerja penghimpunan dana zakat nasional mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dari tahun 2008 sampai tahun 2012, misalnya, jumlah dana zakat yang mampu dihimpun naik signifikan dari 930 milyar menjadi 2,2 triliun atau mengalami kenaikan lebih dari 100%. Meningkatnya penghimpunan dana zakat tidak lepas dari peran organisasi pengelola zakat (OPZ). Ada dua jenis OPZ, yaitu Badan amil zakat (BAZ)yang dibentuk oleh pemerintah dan lembaga amil zakat (LAZ) yang sepenuhnya dibentuk oleh masyarakat. Sebagaimana dana zakat, LAZ juga tumbuh pesat. Perkembangan ini terutama terjadi setelah kehadiran UU No. 38/1999 tentang Pengelolaan Zakat. Sampai tahun 2011, PEBS-FEUI mencatat terdapat 481 OPZ di Indonesia. Sedangkan sampai tahun 2012 sudah ada 19 OPZ nasional yang memiliki ijin resmi dari pemerintah. Namun demikian kalau dikaitkan dengan potensinya, realisasi kinerja perhimpunan dana zakat sebagaimana disebutkan di atas sangat jauh dari potensinya. Riset yang dilakukan pada awal 2011 oleh BAZNAS dan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB memperkirakan potensi zakat secara nasional dari sektor rumah tangga, industri, dan tabungan berturut mencapai angka Rp82,7 triliun, Rp114,89 triliun, dan Rp17 triliun. Ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi rendahnya realisasi penghimpunan dana zakat nasional. Faktor-faktor tersebut antara masyarakat belum sepenuhnya percaya terhadap lembaga amil zakat, kemudian masih banyak di antara kaum muslimin yang belum mengerti cara menghitung zakat, dan kepada siapa zakatnya dipercayakan untuk disalurkan. Berikutnya adalah lemahnya kerangka aturan dan institusional zakat. Terakhir masih rendahnya efisiensi dan efektivitas pendayagunaan dana zakat.Kata Kunci: Zakat, Organisasi Pengelola Zakat (OPZ), Badan Amil Zakat (BAZ), Lembaga Amil Zakat (LAZ)

Page 1 of 2 | Total Record : 16