cover
Contact Name
Annas Sumeru
Contact Email
schumeru@gmail.com
Phone
+6285215308602
Journal Mail Official
schumeru@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Keperawatan Soedirman Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED Jln. Dr. Soparno Purwokerto 53123
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing)
ISSN : 19076673     EISSN : 25799320     DOI : 10.20884
Core Subject : Health,
The Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) is a peer review and open access journal which publishes scientific works on the nursing and health science field (pISSN: 1907-6673, e- ISSN: 2579-9320). This journal was established in 2006 and developed by the Department of Nursing, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) covers all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing. JKS is published by Universitas Jenderal Soedirman.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 3 (2015)" : 8 Documents clear
Musik dan masase dapat mengurangi nyeri persalinan kala I ibu primigravida Sari, Kartika; Christiani, Ninik
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.3.625

Abstract

Nyeri sering digambarkan sebagai rasa tertekan dan penderitaan. Mengatasi nyeri persalinan patut dipertimbangkan tenaga kesehatan dalam membantu persalinan. Banyak metode untuk mengatasi nyeri baik famakologis maupun non farmakologis. Pemijatan dan music adalah metode non famakologis. Masase merupakan metode manual oleh bidan terlatih dalam meringankan nyeri. Penelitian ini adalah untuk menentukan efektifitas metode masase dan music dalam mengurangi nyeri persalinan kala. Desain cross-sectional diimplementasikan. Sejumlah 30 ibu primigravida yang melahirkan layanan kebidanan di Ungaran sepanjang bulan August 2015 direkrut sebagai sample. Sampel dibagi menjadi 15 orang dalam grup masase dan 15 orang dalam grup musik. Hasil observasi diuji dengan uji non parametrik. Hasil penelitian menunjukkan  sebelum intervensi, tujuh (47.0%) ibu mengalami tingkat lebih nyeri , dan setelah masase,  6 (40.0%) ibu mengalami sedikit nyeri saja. The median skala nyeri pengukuran awal adalah was 6.00, dan setelah masamenjadi 4.00. Pada kelompok musik, sebelum intervensi diberikan 8 (53.0%) ibu merasakan lebih nyeri. Median skala nyeri sebelum internvensi 6,0 dan setelah intervensi menjadi 4.00. Terdapat perbedaan nyeri sebelum dan setelah metode masase dan music diberikan (p 0.810). Disimpulkan bahwa masase dan musik dapat menurunkan nyeri persalinan kala I.
Evaluasi Kangaroo Mother Care (KMC) pada BBLCR di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Sulistyowati, Priyatin
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.3.640

Abstract

KMC adalah cara efektif memenuhi kebutuhan dasar kehangatan, air susu ibu, perlindungan dari infeksi, stimulasi, keselamatan dan kasih sayang pada BBLR. Peran perawat dalam developmental care, salah satunya KMC, adalah meminimalisasi efek jangka pendek dan jangka panjang akibat pengalaman hospitalisasi. Penelitian ini untuk mengevaluasi pengetahuan, sikap dan tindakan KMC oleh perawat. Penelitian ini menggunakan action research  pada tanggal 27 April 2014 sampai dengan 7 Juni 2014. Sampel total adalah 24 perawat. Paired t-test dan chi square diaplikasikan dalam analisis data. Selain itu analisis kualitatif untuk mendukung kuantitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 4 partisipan dan Diskusi Kelompok Terarah (DKT) dengan 5 partisipan. Hasil uji statistic menunjukkan perbedaan pengetahuan (p 0,005), sikap(p  0,007 ) dan tindakan (p 0,000)  KMC sebelum dan setelah intervensi. Hasil kualitatif pada penelitian ini perlu adanya promosi KMC secara lebih intensif dari perawat ke pasien karena cukup banyak pasien yang belum memahami pentingnya KMC dan perlu adanya intervensi penyegaran kembali materi KMC. Disimpulkan bahwa ada perbedaan pengetahuan, sikap dan tindakan perawat sebelum dan setelah intervensi pemberian materi.
Efek penerapan peer konselor berbasis KERIS-Net terhadap perubahan perilaku seksual remaja Dewi, Ari Pristiana; Herlina,; Taufik, Hendra
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.3.596

Abstract

Perilaku seks pra nikah pada remaja terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dapat disebabkan karena faktor biologis yaitu kematangan organ reproduksi yang ditandai dengan masa pubertas, perkembangan teknologi yaitu kemudahan akses pornografi terutama via internet, dan pengaruh teman sebaya dalam pergaulannya. Dampak nyata perilaku seks pra nikah remaja adalah kehamilan, aborsi dan putus sekolah.  Remaja banyak menghabiskan waktu dengan teman sebaya serta pengaruh teman sebaya dapat membawa akibat positif maupun negatif.  Peer konselor adalah program pemberdayaan teman sebaya untuk dapat memberikan informasi dan pengetahuan kesehatan serta konseling bagi remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas peer konselor berbasis KERIS-net terhadap perilaku seksual remaja. Desain penelitian ini quasi-experimental design dengan jumlah sampel 180 remaja yang terdiri dari 90 remaja kelompok eksperimen dan 90 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara perilaku remaja sebelum dan setelah penerapan peer konselor berbasis Keris-net (ρ<0,05). Disarankan bagi perawat Puskesmas untuk dapat mengoptimalkan promosi kesehatan tentang perilaku seksual remaja dengan memanfaatkan teknologi internet, salah satunya KERIS-Net. 
Training manajemen demam di rumah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu/pengasuh Purwandari, Haryatiningsih; Purnamasari, Meivita Dewi; Alivian, Galih Noor
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.3.597

Abstract

Demam merupakan masalah yang umum terjadi pada balita dan dapat menimbulkan masalah serius pada anak. Fakta di lapangan menunjukkan pengetahuan dan ketrampilan orangtua dalam penatalaksanaan demam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh training manajemen demam di rumah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam perawatan demam pada anak. Penelitian menggunakan desain pra eksperimen dengan pre and posttest pada satu kelompok. Sampel adalah ibu/ pengasuh balita dengan riwayat demam dan mengikuti kegiatan di Posyandu Kencanasari I, Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Sampel diambil secara purposive sampling sejumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan setelah mengikuti training manajemen demam (p=0, 00; p=0, 00). Pengetahuan responden meningkat 11.5 atau 15, 1%, dan ketrampilan meningkat sebesar  36.13 atau 137.5%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif metode pelatihan kesehatan yang dapat dipilih oleh Puskesmas atau tenaga kesehatan.
Mengatasi masalah pengeluaran ASI ibu post partum dengan pemijatan oksitosin Putri, Novia Tri Tresnani; Sumiyati,
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.3.623

Abstract

Masalah produksi dan pengeluaran ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan karena kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin, menjadi kendala dalam pemberian ASI   secara dini. Dibutuhkan  usaha  intensif   untuk membantu produksi dan pengeluaran ASI, salah satunya dengan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran  ASI  pada ibu  post  partum.  Metode  penelitian  ini menggunakan desain pre eksperimental   dengan rancangan one shoot case study. Metode pengambilan sampel dengan accidental sampling. Sampel berjumlah 12 orang ibu post partum yang dibagi dalam 4 kelompok secara acak. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis Regresi dan Anova. Hasil penelitian menunjukkan umur rata-rata ibu 20-35 tahun (75%), latar belakang pendidikan SMA (41,7%), primipara (50%) dan multipara (50%). Berdasarkan hasil analisis uji statistik Regresi dan Anova didapatkan bahwa nilai p 0,000 (p < 0,05) ada pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI secara bermakna. Kesimpulan terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum secara bermakna. Semakin lama dilakukan pijat oksitosin pada ibu post partum, maka semakin cepat waktu pengeluaran ASI.
Peran kader dalam memotivasi ibu balita berkunjung ke posyandu Subagyo, Widyo; Mukhadiono,; Wahyuningsih, Dyah
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.3.626

Abstract

Posyandu belum dimanfaatkan secara optimal oleh ibu balita. Hal ini memberikan kontribusi terhadap tingginya angka kematian balita. Untuk itu ibu balita perlu dimotivasi agar mau aktif berkunjung ke Posyandu. Upaya tersebut membutuhkan peranan aktif dari Kader Posyandu. Fokus penelitian ini diarahkan pada kebermaknaan hubungan antara peranan lader dengan motivasi ibu balita berkunjung ke Posyandu di Desa Pliken Kabupaten. Jenis penelitian adalah cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu balita yang terdata di Posyandu setempat. Kriteria inklusi sampel adalah: 1) Ibu balita yang berkunjung ke Posyandu Desa Pliken, 2) Ibu balita yang bersedia menjadi responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara peranan kader dengan motivasi ibu balita. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis chi square yang menunjukkan angka sebesar 17,344 dan nilai p sebesar 0,031 lebih kecil dari 0,05.
Hubungan antara penanganan awal dan luasnya kerusakan neurologis pasien stroke di RSUD Kupang Batubara, Sakti Oktaria; Tat, Florentianus
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.3.627

Abstract

Stroke merupakan perubahan neurologis akibat gangguan aliran darah otakyang merupakan penyebab kematian ke empat di Amerika Serikat. Di Indonesia, diperkirakan 300.000 kasus baru stroke setiap tahunnya. Penanganan stroke di rumah (prehospital) menjadi penting karena dapat meminimalkan gangguan neurologis yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penanganan stroke di rumah dengan kerusakan neurologis pada pasien stroke di RSUD Prof Dr. W.Z Johannes Kupang.Penelitian analitik  ini menggunakan pendekatan cross- sectional. Total  30 pasien di ruang rawat Anggrek, Bougenville, Cempaka, Kelimutu, Komodo,  dan IGD RSUD Prof Dr. W.Z Johannes Kupang pada 26 Juni - 26 Agustus 2015 direkrut dengan total sampling.  Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 86,7 % responden mengalami stroke non hemoragik; 63,3 % responden mengalami penanganan awal stroke di rumah yang kurang baik. Kerusakan neurologis yang banyak diderita pasien yaitu tonus otot yang lemah, hilangnya sensasi rasa dan kelumpuhan. Hanya kekakuan yang berhubungan dengan penanganan awal di rumah (p= 0,042). Disarankan agar penanganan awal stroke di rumah dapat terus disosialisasikan agar dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.Stroke merupakan perubahan neurologis akibat gangguan aliran darah otakyang merupakan penyebab kematian ke empat di Amerika Serikat. Di Indonesia, diperkirakan 300.000 kasus baru stroke setiap tahunnya. Penanganan stroke di rumah (prehospital) menjadi penting karena dapat meminimalkan gangguan neurologis yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penanganan stroke di rumah dengan kerusakan neurologis pada pasien stroke di RSUD Prof Dr. W.Z Johannes Kupang.Penelitian analitik  ini menggunakan pendekatan cross- sectional. Total  30 pasien di ruang rawat Anggrek, Bougenville, Cempaka, Kelimutu, Komodo,  dan IGD RSUD Prof Dr. W.Z Johannes Kupang pada 26 Juni - 26 Agustus 2015 direkrut dengan total sampling. . Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 86,7 % responden mengalami stroke non hemoragik; 63,3 % responden mengalami penanganan awal stroke di rumah yang kurang baik. Kerusakan neurologis yang banyak diderita pasien yaitu tonus otot yang lemah, hilangnya sensasi rasa dan kelumpuhan. Hanya kekakuan yang berhubungan dengan penanganan awal di rumah (p= 0,042). Disarankan agar penanganan awal stroke di rumah dapat terus disosialisasikan agar dapat mencegah komplikasi lebih lanjut. 
Perbedaan produksi ASI pada ibu post partum setelah pemberian pijat oksitosin Setyowati, Heni; Andayani, Ari; Widayati,
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.3.624

Abstract

ASI eksklusif sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan bayi, meningkatkan jalinan kasih sayang, dan untuk memenuhi kebutuhan bayi. Pada peride awal kelahiran bayi secara fisiologis ASI belum keluar pada hari 1 dan 2 kelahiran, sedangkan bayi akan rewel sehingga orang tua dengan pengetahuan kurang akan berupaya untuk memberikan MPASI bagi bayinya. Banyak orang tua yang tidak mengetahui tentang pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan produksi ASI pada ibu post partum yang di lakukan pijat oksitosin dengan tidak dilakukan pijat oksitosin. Penelitian dilaksanakan di bidan-bidan di wilayah kerja puskesmas Ambarawa dengan melibatkan 15 orang ibu post partum yang dilakukan tindakan pijat oksitosin dan 15 orang ibu post partum tidak dilakukan tindakan pijat oksitosin. Rancangan penelitian yang dipergunakan yaitu quasi experiment design dengan rancangan posttest only design control group perbedaan yang dilakukan pijat oksitosin dengan yang tidak dilakukan pijat oksitosin. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa ibu post partum yang dilakukan pemijatan oksitosin memproduksi ASI lebih banyak jika dibandingkan dengan ibu yang tidak dilakukan pemijatan oksitosin.  Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai masukan bagi ibu post partum juga bagi penolong persalinan untuk memberikan edukasi agar dapat menerapkan beberapa teknik pemijatan untuk meningkatkan produksi ASI, khususnya pijat oksitosin.

Page 1 of 1 | Total Record : 8