cover
Contact Name
Kiki Teguh
Contact Email
harpodonborneo@borneo.ac.id
Phone
+6281350529175
Journal Mail Official
harpodonborneo@borneo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 1 Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara harpodonborneo@borneo.ac.id
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Harpodon Borneo
ISSN : 2087121x     EISSN : 25416294     DOI : https://doi.org/10.35334/harpodon.v16i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal HARPODON BORNEO merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu – Ilmu Perikanan dan kelautan, yang diterbitkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat lingkungan pesisir) Jurnal Harpodon Borneo menerima naskah yang merupakan hasil penelitian (research), catatan penelitian (notes), ulas balik artikel (review or mini review article) dan ulasan / kajian pustaka (feature books), dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang belum pernah atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan/dipublikasikan pada penerbitan jurnal / bulletin / majalah ilmiah lainya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024" : 5 Documents clear
PENGARUH SALINITAS TERHADAP PERTUMBUHAN SEL, KONSENTRASI FENOLIK DAN FLAVONOID SPIRULINA PADA MEDIA KULTUR MODIFIKASI WALNE DAN AIR LIMBAH BUDIDAYA IKAN Anggraeni, Anggraeni; Gus Mahardika, Robby; Utami, Eva
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i1.5551

Abstract

Spirulina merupakan mikroalga potensial untuk dikultur karena mengandung bahan aktif pada pangan fungsional, seperti pigmen fikosianin, fenolik dan senyawa flavonoid. Pertumbuhan dan produksi senyawa aktif Spirulina optimal apabila dikultur pada media yang mengandung nutrisi yang cukup, terutama nitrogen. Penyerapan nitrogen dipengaruhi oleh salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis salinitas optimum yang mampu meningkatkan pertumbuhan sel dan senyawa aktif Spirulina. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratoris. Perlakuan salinitas digunakan 6 taraf konsentrasi, yaitu 0, 10, 15, 20, 25, dan 30 ppt. Media kultur dimodifikasi dengan penambahan nutrisi walne dan air limbah budidaya ikan dengan perbandingan 1:1. Parameter yang diamati berupa laju pertumbuhan sel, konsentrasi senyawa fenolik dan flavonoid secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan salinitas yang berbeda berpengaruh terhadap laju pertumbuhan, sintesis senyawa fenolik dan flavonoid. Salinitas 30 ppt menghasilkan pertumbuhan sel Spirulina tertinggi dengan jumlah 34.575 unit/mL. Konsentrasi fenolik dan flavonoid yang diberi perlakuan salinitas memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan tanpa perlakuan salinitas. Peningkatan salinitas memberikan reaksi positif terhadap peningkatan kadar flavonoid, namun menunjukkan reaksi negatif pada kadar fenolik.
KULTUR BAKTERI PROBIOTIK DENGAN MEDIA PREBIOTIK BERBEDA SEBAGAI AGEN BIOKONTROL BUDIDAYA UDANG Hamzah, Azis; Iromo, Heppi; Jabarsyah, Abdul; Amien, Muhammad
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i1.5113

Abstract

Probiotik bermanfaat dalam mengatur keseimbangan mikroba pada proses metabolisme terutama di saluran pencernaan serta menghambat perkembangan mikroba patogen di usus serta membantu proses sekresi enzim pada proses pencernaan makanan pada udang.  Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan formulasi media prebiotik yang terbaik untuk perkembangan bakteri probiotik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan A : Ekstrak Kecambah Kacang Hijau + Tepung Ikan + Molase + Air Kelapa + Gula Merah ; Perlakuan B : Ekstrak Kecambah Kacang Hijau + Tepung Ikan + Molase + Gula Merah ; Perlakuan C : Ekstrak Kecambah Kacang Hijau + Tepung Ikan + Molase + Air Kelapa ; Perlakuan D : Tepung Ikan + Molase + Air Kelapa + Gula Merah.  Perkembangan bakteri probiotik diukur menggunakan alat spektofotometer dengan melihat nilai absorbansinya. Perlakuan A menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil sampai hari ke 25, dan paling efektif digunakan dalam kultur bakteri probiotik.  Probiotik hasil kultur dapat diaplikasikan pada budidaya udang di tambak.
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR UDANG INDONESIA DI PASAR AMERIKA SERIKAT saragih, nea amanda; egista, famelia; ramadhan, rainer; wikansari, rinandita
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i1.4805

Abstract

Perdagangan internasional, khususnya ekspor, memegang peranan sentral dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Fokus pada sektor perikanan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar mengandalkan kekayaan lautnya terutama udang sebagai komoditas ekspor unggulan. Amerika, sebagai salah satu pengimpor udang terbesar, memiliki permintaan tinggi untuk produk ini. Meskipun gambaran perdagangan antara Amerika dan Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2019, ekspor udang Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2020 dan 2021, mencapai nilai US$2,23 miliar pada tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder, termasuk trade map, jurnal, dan sumber resmi pemerintah. Analisis daya saing ekspor udang Indonesia dilakukan dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA), membandingkan kinerja ekspor udang Indonesia dengan India dan Ekuador ke Amerika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan udang Indonesia memiliki keunggulan komparatif di pasar internasional, terutama di Amerika Serikat, dengan nilai RCA rata-rata sebesar 23,57. Meskipun mengalami fluktuasi dari 2018 hingga 2022, Indonesia tetap mempertahankan keunggulan komparatifnya. Di sisi lain, ekspor udang India dan Ekuador juga menunjukkan keunggulan komparatif dengan nilai RCA masing-masing sebesar 17,72 dan 61,19. Namun, India mengalami penurunan nilai keunggulan komparatif, sementara Ekuador mengalami peningkatan.Kesimpulan penelitian menyoroti potensi bersaing udang Indonesia di pasar internasional, terutama di Amerika Serikat. Udang beku Indonesia memiliki posisi lebih baik dalam daya saing dan komposisi produk dibandingkan dengan udang segar dan olahan. Meskipun demikian, distribusi udang beku perlu ditingkatkan untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika perdagangan udang dan strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional komoditas perikanan.
PREVALENSI & INTENSITAS EKTOPARASIT PADA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) YANG DIBUDIDAYAKAN DIKERAMBA JARING APUNG DANAU LIMBOTO PROVINSI GORONTALO Hulinggi, Aprilia M.; Juliana, Juliana
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i1.3350

Abstract

Penelitian ini bertujian untuk mengetahui tentang prevalansi dan intensitas ektoparasit pada ikan nila (Oreochromis nilaticus) Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober tahun 2022. Penelitian dilakukan didua lokasi yakni karamba jaring apung (KJA) Danau Limboto sebagai lokasi pengambilan sampel dan pemeriksaan ektoparasit pada sampel ikan secara mikroskopis dilakukan dilaboratorium Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan untuk pemerikasaan ektoparasit menggunakan metode laboratoris.Hasil penelitian identifikasi ektoparasit pada ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan jumlah sebanyak 120 ekor yang diperoleh dari empat stasiun, ditemukan ektoparasit Trichodina sp dan Cichlidogyrus sp. sampel yang paling banyak ditemukan jenis parasite Tricordina sp yaitu stasiun 2 dan stasiun 3. pada stasiun 2 ada 150 individu parasite jenis Trichodina sp dengan nilai prevalensi dan intensitas 86.67% dan 6 ind/ekor. Sedangkan untuk parasite Cichlidogyrus sp yang didapati hanya 14 individu dengan prevalensi 33.33% dan intensitasnya 1 ind/ekor. distasiun 3 yaitu jenis ektoparasit Cichlidogyrus sp hanya 24 individu dengan nilai prevalensi dan intensitasnya masing masing 46.67% dan 2 ind/ekor.Jenis ektoparasit yang ditemukan menyerang ikan nila (Oreochromis niloticus) di keramba jaring apung danau limboto di Desa Iluta, Kecamatan Panipi, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo yaitu Trichodina sp dan Cichlidogyrus sp.2.Tingkat prevalensi serangan parasit tertinggi semua stasiun yakni parasit Trichodina sp dengan total presentase prevalensi 60-80% dan Intensitas 3-7 ind/ekor. Presentase prevalensi terendah Cichlidogyrus sp 13-46% dan intensitas 1-2 ind/ekor. Kata kunci: Cichlidogyrus sp, Danau Limboto, Oreochromis niloticus, Trichodina sp.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN FORMULA OIL CRABS PADA PROSES MATANG OVARI INDUK KEPITING BAKAU (Scylla serrata) Iromo, Heppi; Zainuddin, Zainuddin; Hamzah, Azis; Budiman, Budiman; Achyani, Ratno
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i1.5140

Abstract

Pematangan ovari merupakan proses mematangkan gonad kepiting bakau. Pemanfaatan formula Oil crabs yang mengandung hormon tiroksin diujikan pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas penambahan formula oil crab untuk mempercepat pematangan ovari induk kepiting bakau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dosis A = 0 ml/bobot (kontrol), B = 0,2 ml/bobot, C = 0,4 ml/bobot dan D = 0,6 ml/bobot. Hasil penelitian menunjukkan penambahan  Oil Crabs pada induk kepiting betina memberikan pengaruh berbeda nyata (p0.05)  terhadap percepatan pematangan ovari induk kepiting bakau. Penambahan Oil Crabs dengan dosis 0,4 ml pada perlakuan C, memberikan hasil yang terbaik bagi kematangan ovari kepiting bakau hingga berried yaitu selama 25 hari. Selanjutnya secara berurutan perlakuan B dengan dosis 0,2 ml selama 29 hari, dan perlakuan D dengan dosis 0,6 selama 30 hari. Perlakuan control tidak ada induk yang masuk status berried selama proses penelitian. Hasil pengamatan parameter kualitas air selama penelitian adalah sebagai berikut; DO 6,7-7,8 mg/L, suhu air sekitar  27-31 °C, Salinitas 15-18 ppt, pH 6-7, dan Amonia sekitar 0,01 0,02 ppm.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024 VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024 VOLUME 16 NO.2 OKTOBER 2023 VOLUME 16 NO.1 APRIL 2023 VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022 VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022 VOLUME 14 NO. 2 OKTOBER 2021 VOLUME 14 NO. 1 APRIL 2021 VOLUME 13 NO. 2 OKTOBER 2020 VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020 Vol 12, No 1 (2019): VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 VOLUME 12 NO. 2 OKTOBER 2019 VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 More Issue