cover
Contact Name
Kiki Teguh
Contact Email
harpodonborneo@borneo.ac.id
Phone
+6281350529175
Journal Mail Official
harpodonborneo@borneo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 1 Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara harpodonborneo@borneo.ac.id
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Harpodon Borneo
ISSN : 2087121x     EISSN : 25416294     DOI : https://doi.org/10.35334/harpodon.v16i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal HARPODON BORNEO merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu – Ilmu Perikanan dan kelautan, yang diterbitkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat lingkungan pesisir) Jurnal Harpodon Borneo menerima naskah yang merupakan hasil penelitian (research), catatan penelitian (notes), ulas balik artikel (review or mini review article) dan ulasan / kajian pustaka (feature books), dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang belum pernah atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan/dipublikasikan pada penerbitan jurnal / bulletin / majalah ilmiah lainya.
Articles 400 Documents
IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacores) DI PERAIRAN ZONA EKONOMI EKSKLUSIF INDONESIA SAMUDERA HINDIA SELATAN JAWA TIMUR Hermawan, David; Boer, Mennofatria; Dahuri, Rokhmin; Budiharsono, Sugeng; Farid Ma’ruf, Widodo
Jurnal Harpodon Borneo Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.892 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v5i1.76

Abstract

Stock status of Yellowfin tuna in Indian Ocean on southern water of East Java currently is predicted undergoing overfishing or close to overfishing which is very alarming from sustainability context. A research has been done on Yellowfin tuna fisheries sustainability based on ecology, economy, technology, social and institutional dimensions. Collected data are analyzed using RAPFISH (multidimensional scaling/MDS, leverage analysis, monte carlo analysis), and comparison pairwess analysis to asses multidimensional sustainability of Yellowfin fisheries.Research result shows that Rapfish index for ecological sustainability is 57.83%, whereas economical, technological, social and institutional sustainability are consecutively: 68.14%, 98.03%, 44.89% and 47.88%.  Multidimensional sustainability status assessment result show sustainability index 64.54 %, or Fairly Sustainable. Of those dimensions, social and institutional dimension have the lowest proportion in Yellowfin fisheries in Indian Ocean economic exclusive  zone (EEZ) they are 7.63% and 4.24 %. Keywords: yellowfin tuna, sustainability, EEZ, Rapfish
PENGUKURAN INDEKS KONDISI KERANG KAPAH (Meretrix lyrata) DI PANTAI AMAL LAMA PULAU TARAKAN S, Suhelmi; Syam, Mulyadi; ., Ahmadi; Salim, Gazali
Jurnal Harpodon Borneo Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.169 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v5i2.87

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui indeks kondisi (bentuk tubuh) dari kerang kapah (meretrix lyrata) yang terdapat di daerah Pantai Amal Lama Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel kerang kapah menggunakan purposive sampling dengan pengambilan di tiga stasiun yaitu pantai Amal Lama, Binalatung dan PAntai Amal Baru. Hasil penelitian didapatkan di stasiun pantai amal lama Kota Tarakan, secara keseluruhan untuk persentase tertinggi untuk bentuk tubuh dari kerang kapah kategori bentuk tubuh kurus sebesar 56,25% dan untuk persentase selanjutnya bentuk tubuh dari kategori sedang sebesar 40,275% sedangkan untuk persentase terkecil didapatkan pada kategori bentuk tubuh gemuk yaitu sebesar 3,45%. Pada stasiun pantai binalatung Kota Tarakan secara keseluruhan untuk persentase tertinggi untuk bentuk tubuh dari kerang kapah yang didapatkan adalah kategori bentuk tubuh kurus sebesar 69,825% dan untuk persentase selanjutnya bentuk tubuh dari kategori sedang sebesar 30,175% ,sedangkan untuk persentase terkecil didapatkan pada kategori bentuk tubuh gemuk tidak ditemukan sama sekali.  Pada stasiun pantai amal Baru Kota Tarakan secara keseluruhan untuk persentase tertinggi untuk bentuk tubuh dari kerang kapah yang didapatkan adalah kategori bentuk tubuh gemuk sebesar 69,7% dan untuk persentase selanjutnya bentuk tubuh dari kategori sedang sebesar 30,3%, sedangkan untuk persentase terkecil didapatkan pada kategori bentuk tubuh kurus tidak ditemukan sama sekali.  Kata kunci : Kerang kapah (Meretrix lyrata) ; Indeks Kondisi ; Pantai di Pulau Tarakan
UJI VARIABEL INDEKS KONDISI GELOINA COAXANS YANG BERASAL DARI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN ,, Ahmadi; ,, Rosmianto; ,, Ferdinandus; Salim, Gazali
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.116 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v6i2.109

Abstract

Tarakan has a diversity of marine life that live in the west coast city of Tarakan, from the phylum Molusca species of kerang Kapah is Geloina coaxans. The purpose of this study was to determine the quality of the meat from the kerang kapah (Geloina coaxans) by measuring the condition index (body shape and know the environmental habitat of kerang Kapah (Geloina coaxans) in terms of water quality (physical and chemical parameters).Methods of research used descriptive method. Sampling using purposive sampling method on two different stations. Station 1 in the area of 9 ha KKMB and Station 2 in the expansion area of 13 Ha KKMB. Sampling using a plot 15m x 15m x 10 cm. Sampling was done at the time of sea water in low tide conditions.The results in the condition index obtained station 1 is the highest percentage in the form of the body is at 72.9 % and the smallest percentage in the form of lean body shape at 1.4 % and the percentage of body fat obtained form by 25.7 %. The results of the analysis of the condition index at station 2 obtained the highest percentage of body shape are at 60.4 % and the smallest percentage of lean body shape by 1% and the percentage of body fat obtained form by 38 % . In addition there is a 1 piece Geloina itupula coaxans that there is no meat (error). Habitats Geloina coaxans in the area KKMB 9 Ha is salinity the value range of 26,9555+0,205 ppt ; DO of 4,97+0,89 ppm ; pH of 7,51+0,27 ; temperatures of 28,35+0,21 0 C ; TDS at 17,46+3,76ppm. Habitats Geloina coaxans in the area KKMB 13 Ha is salinity has a value range of 27,07+0,17ppt ; DO of 4,38+0,25 ppm, pH of 7,39+0,1 ; temperatures of 28,68+0,17 0C ; TDS amounting to 21,155+0,215ppm.keywordsCondition index , Kerang Kapah , Geloina coaxans , KKMB , Tarakan 
STUDI KADAR NITRAT DAN FOSPAT DI PERAIRAN PESISIR KOTA TARAKAN, KALIMANTAN UTARA Amien H, Muhammad
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.563 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v8i1.123

Abstract

Unsur hara nitrat dan fospat merupakan indikator untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat kesuburan perairan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nitrat  dan fospat pada air dan sedimen di perairan pesisir Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Nopember – Desember 2015 di perairan pesisir Kota Tarakan dengan 4 stasiun pengambilan sampel. Parameter fisik-kimia air seperti suhu air, pH air, salinitas dan DO diukur secara langsung, kemudian parameter nitrat dan fospat di air dianalisa di laboratorium Kualitas Air FPIK Universitas Borneo Tarakan dengan alat spektrofotmetri, sedangkan nitrat dan fospat pada sedimen diukur di laboratorium Ilmu Tanah Universitas Mulawarman dengan menggunakan AAS. Hasil pengukuran parameter kualitas air dianalisis secara deskriptif kemudian dibandingkan dengan Baku Mutu berdasarkan KEPMEN-LH Nomor 51 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut. Hasil pengukuran kadar nitrat  pada air laut di stasiun I berkisar 2,61-5,11 mg/l, stasiun II berkisar 2,26-3.09 mg/l, stasiun III berkisar 3,74-5,85 mg/l, dan stasiun IV berkisar 3,23-5,02 mg/l. Kadar fospat pada air pemukaan di stasiun I berkisar 0,08 -0,13 mg/l, stasiun II berkisar 0,09-0,14 mg/l, stasiun III berkisar 0,09-0,15 mg/l, dan stasiun IV berkisar 0,09-0,13 mg/l. Selanjutnya kadar nitrat pada sedimen di stasiun I berkisar 3,55-5,67 mg/kg, stasiun II berkisar 2,13-6,38 mg/kg, stasiun III berkisar 2,13-2,84 mg/kg, stasiun IV berkisar 1,77-3,19 mg/kg. Kadar fospat pada sedimen di stasiun I berkisar 47,15-72,77 mg/kg, stasiun II berkisar 47,15-51,42 mg/kg, stasiun III berkisar 54,26-67,07 mg/kg, stasiun IV berkisar 40,03-1,020,75 mg/kg. Kadar nitrat dan fospat pada air melewati baku mutu berdasarkan PERMEN-LH Nomor 51 Tahun 2004.Kata Kunci :  Pesisir, nitrat, fospat, spektrofometri, AAS dan Tarakan
ANALISIS IDENTIFIKASI HASIL KOMPOSISI TANGKAPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JARING INSANG HANYUT (Drift Gill Net) DI SEKITAR PULAU BUNYU, KALIMANTAN UTARA Gazali, Salim
Jurnal Harpodon Borneo Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.748 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v10i1.194

Abstract

ABSTRAK Sumberdaya ikan yang terdapat di perairan Bunyu mempunyai berbagai macam spesies bernilai ekonomis tinggi yaitu ikan kurau (P.taeniatus) yang memiliki harga kisaran yang cukup tinggi yaitu sebesar Rp. 150.000,00 dan katung udara berharga Rp.5,2 juta tiap kilogram. Tujuan penelitian yaitu identifikasi dan komposisi hasil tangkapan nelayan jarring insang hanyut (Drift Gill Net).  Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantatif dan literatur buku identifikasi.  Metode tempat pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dimana dalam pengambilan sampel berdasarkan hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap jarring insang hanyut (Drift Gill Net).  Data sekunder berupa data yang didapat dari hasil wawancara dengan nelayan dan berdasarkan literatur.  Teknik pengumpulan data menggunakan desain penelitian survei.  Pengambilan Sampel sebanyak 4 (kali) selama 3 bulan.  Pengambilan sampel dilakukan dengan mengikuti nelayan sebagai daerah Fishing ground.  Hasil penelitian di dapatkan identifikasi hasil tangkapan nelayan jarring insang hanyut (Drift Gill Net) sebanyak 12 spesies dengan didominasi spesies  ikan kurau (P.taeniatus) sebanyak 281,2 kg dengan persentase sebesar 56,04%.  Komposisi hasil tangkapan nelayan jarring insang hanyut (Drift Gill Net) di dominasi oleh ikan kurau (Polynemus taeniatus) sebesar 281,2 kg dengan persentase hasil tangkapan utama sebesar 56,04%.  Kata kunci : Identifikasi ; Komposisi hasil tangkapan ; Drift gill net ; Jaring insang hanyut ; Pulau Bunyu. ABSTRACT Resources fish that is in waters bunyu have many different species economically valuable high which is fish of kurau (P.taeniatus) having prices high a range of Rp.150.000,00 and Ose fish of P.taeniatus valuable Rp.5,2 million each kilogram.  Research objectives such as identifying and composition of the fish fishermen jarring drift gill net.  Method of the research uses research methodology descriptive kuantatif and literature book identification.  Method of place the sample collection use purposive sampling, where in the sample collection based on the results of fish catch used a get jarring drift gill net.  Secondary data in the form of obtained from the results of interviews with fishermen and based on literature.  Technique data collection use design research survey.  The samples from 4 (times during the three months.  The sample collection done by following fishermen for areas fishing ground.  Research results obtained identification fish catch jarring gills drifting (drift gill net) as many as 12 species with dominated species of kurau (P.taeniatus) about 281,2 kg with the percentage of 56,04 %.  Composition fish catch jarring drift gill net dominated fish kurau (P.taeniatus ) of 281,2 kg with the main catch of 56,04 %. Keywords: identification; composition of the fish; drift gill net; gill nets drifting; bunyu island.
KELIMPAHAN MEROPLANKTON KEPITING DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN KOTA TARAKAN Herliantos, -; Wiharyanto, Dhimas
Jurnal Harpodon Borneo Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.145 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v7i1.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan meroplankton kepiting dan kondisi kualitas air di perairan sekitar kawasan konservasi mangrove dan bekantan Kota Tarakan saat pasang tinggi air laut terjadi. Pengambilan sampel meroplankton kepiting dilakukan pada empat titik yang ditentukan berdasarkan sungai yang terdapat di kawasan mangrove dengan cara menjaring air sebanyak 150 liter menggunakan plankton net. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa meroplankton kepiting yang banyak di temukan zoea dan mengalapa. Secara umum, kondisi kelimpahan meroplankton kepiting di perairan sekeliling mangrove di dapatkan lebih melimpah pada saat malam hari daripada pagi. Kelimpahan tertinggi pada saat pagi hari di dapatkan pada titik sampling I dan II sebanyak 11 ind/150 l, sedangkan pada malam hari di temukan pada titik sampling I sebanyak 60 ind/150 l. Kondisi kualitas air di perairan sekitar penelitian di dapatkan suhu 27,9-30 oC, salinitas sebesar 22-29 ppt, pH berkisar 6,8 - 8,1 dan oksigen terlarut 3,12-5,33 ppm.Kata Kunci : Kelimpahan,  meroplankton, perairan mangrove
KAJIAN TINGKAH LAKU IKAN TERHADAP ALAT TANGKAP GILL NET Syahdan, Muhammad
Jurnal Harpodon Borneo Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.344 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v3i1.441

Abstract

Knowledge about fish behaviour be factor important in determine success of operation catching because i this related to characteristics a target catching either through physical also the biological. Part from tool catch gill net influence behaviour fish there is six factor there are twine net, Strains distance body net, Shortening, Tall net, mesh size and Colour net. Target catching is fish pelagis  in two condition, That is of condition net passive cause fish trapp with hooking part the fish gills while when net in a condition mobile so fish inclined trapp according to belit in body net. Efforts catching can do towards kind fish demersal that is with increase gravity net so that not formed ante-room part under net under of the sea.  Limit maximum depth swimming a kind fish be matter important in determine success efforts catching. Keywords: Behaviour fish, Gill net
KAJIAN POTENSI BUDIDAYA KERAPU (Epinephelus sp) DI PERAIRAN PULAU BUNYU MELALUI PENDEKATAN HIDRO-OCEANOGRAFI DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Cahyadi, M.Si, Jimmy
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.394 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v6i1.54

Abstract

Pulau Bunyu memiliki sumberdaya perikanan pesisir yang cukup potensial bagi pengembangan budidaya laut dengan luas potensi perairan ± 32.654 ha dan termasuk pada Kawasan Andalan Laut Nasional Sekunder dalam arahan rencana Tata Ruang Kelautan Nasional 2003-2028. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi budidaya kerapu di perairan Pulau Bunyu Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur melalui pendekatan hidro-ocenaografi dan sistem informasi geografis dengan luas area penelitian ± 32.654 ha.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan bersipat deskriptif kuantitatif. Observasi potensi area budidaya dilakukan secara insitu dan eksitu sebagai data primer kemudian identifikasi kondisi lingkungan, aksesibilitas dan infrastruktur pendukung sebagai data sekunder.  Hasil analisa tersebut selanjutnya di analisis berdasarkan evaluasi penilaian pembobotan terhadap matriks kesesuaian bagi pengembangan budidaya kerapu dan analisis spasial. Hasil analisa budidaya kerapu menghasilkan luas potensi kesesuaian bagi pengembangan budidaya kerapu dengan kriteria sesuai ± 38.7 % (12.622 ha) dan tidak sesuai ± 61.3  % (20.032 ha).
ANALISIS SWOT : STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI KAWASAN WISATA PANTAI MARON KOTA SEMARANG fithor, alin
Jurnal Harpodon Borneo Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.365 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v11i1.529

Abstract

ABSTRAKSemarang sebagai kota bahari memiliki aset wisata bahari yaitu Pantai Maron. Pengembangan kepariwisataan di Semarang perlu dilaksanakan dengan pola pengembangan yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui nilai baku mutu air laut untuk wisata bahari, indeks kerapatan dan keanekaragaman mangrove, (2) menyusun strategi pengelolaan ekosistem mangrove dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Opportunities, Weakness, Threats). Penelitian dilakukan pada tanggal 1-20 bulan Oktober 2017 dengan metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus secara deskriptif kualitatif. Pengolahan data digunakan dengan melakukan pengujian nilai indeks mutu lingkungan perairan, indeks kerapatan dan indeks keanekaragaman mangrove. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan indeks mutu lingkungan perairan dengan nilai 8,81 dengan kategori sangat buruk. Indeks Kerapatan dan Indeks Keanekaragaman dari pohon mangrove berupa Rhizophora mucronata 0.32 / m2 dan Avicennia marina 0.5 / m2 dengan kategori jarang dan 0.37 berkriteria buruk atau kemantapan ekosistem tidak mantap. Memaksimalkan fungsi utama mangrove sebagai langkah pengelolaan terpadu bersama masyarakat Kelurahan Tambakharjo menjadi kunci pengelolaan kawasan wisata pantai maron kota semarang menjadi lebih baik.Kata kunci : Pantai maron, Mutu air laut untuk wisata bahari, Indeks kerapatan dan keanekaragaman,ABSTRACTSemarang as a maritime city has marine tourism assets namely Maron Beach. Tourism development in Semarang needs to be implemented with a better development pattern. The objectives of this research are (1) to know the value of seawater quality standard for marine tourism, density index and mangrove diversity, (2) to formulate mangrove ecosystem management strategy using SWOT analysis (Strength, Opportunities, Weakness, Threats). The study was conducted on October 1-20 in October 2017 with the method used in this research is descriptive qualitative case study. Data processing is used by testing the water quality index value of aquatic environment, density index and mangrove diversity. The results showed that the calculation of the aquatic environment quality index with a value of 8.81 with a very bad category. Density Index and Diversity Index of mangrove trees in the form of Rhizophora mucronata 0.32 / m2 and Avicennia marina 0.5 / m2 in rare categories and 0.37 with poor criteria or unstable ecosystem stability. Maximizing the main function of mangrove as an integrated management step with Tambakharjo Urban Village becomes the key of maroon coastal resort management in Semarang city to be better.Keywords: Maroon beach, sea water quality for marine tourism, density index and diversity,
INTRODUKSI KONSEP BERSIH PANTAI (COASTAL CLEANUP) DI PANTAI SINDANGKERTA, KECAMATAN CIPATUJAH, KABUPATEN TASIKMALAYA Yusuf Awaludin, Mochammad
Jurnal Harpodon Borneo Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.392 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v4i2.71

Abstract

Sindangkerta beach is a local tourism site which is located in Tasikmalaya, West Java. Marine debris is the problem for improving the tourism development in that location. International Coastal Cleanup (ICC) concept had been introduced to local people and local tourists. There was several important points obtained from this introductory activity. First, the concept was able to improve people and tourists understanding of coastal cleanness. Second, it has improved people awareness of marine debris. Third, continuity of this program and extra cleanliness tools are needed in order to develop this local tourism.   Keywords : Sindangkerta Beach, coastal cleanup, marine debris.

Filter by Year

2010 2024


Filter By Issues
All Issue VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024 VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024 VOLUME 16 NO.2 OKTOBER 2023 VOLUME 16 NO.1 APRIL 2023 VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022 VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022 VOLUME 14 NO. 2 OKTOBER 2021 VOLUME 14 NO. 1 APRIL 2021 VOLUME 13 NO. 2 OKTOBER 2020 VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020 Vol 12, No 1 (2019): VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 VOLUME 12 NO. 2 OKTOBER 2019 VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 More Issue