cover
Contact Name
Kiki Teguh
Contact Email
harpodonborneo@borneo.ac.id
Phone
+6281350529175
Journal Mail Official
harpodonborneo@borneo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 1 Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara harpodonborneo@borneo.ac.id
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Harpodon Borneo
ISSN : 2087121x     EISSN : 25416294     DOI : https://doi.org/10.35334/harpodon.v16i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal HARPODON BORNEO merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu – Ilmu Perikanan dan kelautan, yang diterbitkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat lingkungan pesisir) Jurnal Harpodon Borneo menerima naskah yang merupakan hasil penelitian (research), catatan penelitian (notes), ulas balik artikel (review or mini review article) dan ulasan / kajian pustaka (feature books), dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang belum pernah atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan/dipublikasikan pada penerbitan jurnal / bulletin / majalah ilmiah lainya.
Articles 400 Documents
KULTUR BAKTERI PROBIOTIK DENGAN MEDIA PREBIOTIK BERBEDA SEBAGAI AGEN BIOKONTROL BUDIDAYA UDANG Hamzah, Azis; Iromo, Heppi; Jabarsyah, Abdul; Amien, Muhammad
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i1.5113

Abstract

Probiotik bermanfaat dalam mengatur keseimbangan mikroba pada proses metabolisme terutama di saluran pencernaan serta menghambat perkembangan mikroba patogen di usus serta membantu proses sekresi enzim pada proses pencernaan makanan pada udang.  Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan formulasi media prebiotik yang terbaik untuk perkembangan bakteri probiotik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan A : Ekstrak Kecambah Kacang Hijau + Tepung Ikan + Molase + Air Kelapa + Gula Merah ; Perlakuan B : Ekstrak Kecambah Kacang Hijau + Tepung Ikan + Molase + Gula Merah ; Perlakuan C : Ekstrak Kecambah Kacang Hijau + Tepung Ikan + Molase + Air Kelapa ; Perlakuan D : Tepung Ikan + Molase + Air Kelapa + Gula Merah.  Perkembangan bakteri probiotik diukur menggunakan alat spektofotometer dengan melihat nilai absorbansinya. Perlakuan A menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil sampai hari ke 25, dan paling efektif digunakan dalam kultur bakteri probiotik.  Probiotik hasil kultur dapat diaplikasikan pada budidaya udang di tambak.
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR UDANG INDONESIA DI PASAR AMERIKA SERIKAT saragih, nea amanda; egista, famelia; ramadhan, rainer; wikansari, rinandita
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i1.4805

Abstract

Perdagangan internasional, khususnya ekspor, memegang peranan sentral dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Fokus pada sektor perikanan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar mengandalkan kekayaan lautnya terutama udang sebagai komoditas ekspor unggulan. Amerika, sebagai salah satu pengimpor udang terbesar, memiliki permintaan tinggi untuk produk ini. Meskipun gambaran perdagangan antara Amerika dan Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2019, ekspor udang Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2020 dan 2021, mencapai nilai US$2,23 miliar pada tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder, termasuk trade map, jurnal, dan sumber resmi pemerintah. Analisis daya saing ekspor udang Indonesia dilakukan dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA), membandingkan kinerja ekspor udang Indonesia dengan India dan Ekuador ke Amerika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan udang Indonesia memiliki keunggulan komparatif di pasar internasional, terutama di Amerika Serikat, dengan nilai RCA rata-rata sebesar 23,57. Meskipun mengalami fluktuasi dari 2018 hingga 2022, Indonesia tetap mempertahankan keunggulan komparatifnya. Di sisi lain, ekspor udang India dan Ekuador juga menunjukkan keunggulan komparatif dengan nilai RCA masing-masing sebesar 17,72 dan 61,19. Namun, India mengalami penurunan nilai keunggulan komparatif, sementara Ekuador mengalami peningkatan.Kesimpulan penelitian menyoroti potensi bersaing udang Indonesia di pasar internasional, terutama di Amerika Serikat. Udang beku Indonesia memiliki posisi lebih baik dalam daya saing dan komposisi produk dibandingkan dengan udang segar dan olahan. Meskipun demikian, distribusi udang beku perlu ditingkatkan untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika perdagangan udang dan strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional komoditas perikanan.
PREVALENSI & INTENSITAS EKTOPARASIT PADA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) YANG DIBUDIDAYAKAN DIKERAMBA JARING APUNG DANAU LIMBOTO PROVINSI GORONTALO Hulinggi, Aprilia M.; Juliana, Juliana
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i1.3350

Abstract

Penelitian ini bertujian untuk mengetahui tentang prevalansi dan intensitas ektoparasit pada ikan nila (Oreochromis nilaticus) Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober tahun 2022. Penelitian dilakukan didua lokasi yakni karamba jaring apung (KJA) Danau Limboto sebagai lokasi pengambilan sampel dan pemeriksaan ektoparasit pada sampel ikan secara mikroskopis dilakukan dilaboratorium Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan untuk pemerikasaan ektoparasit menggunakan metode laboratoris.Hasil penelitian identifikasi ektoparasit pada ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan jumlah sebanyak 120 ekor yang diperoleh dari empat stasiun, ditemukan ektoparasit Trichodina sp dan Cichlidogyrus sp. sampel yang paling banyak ditemukan jenis parasite Tricordina sp yaitu stasiun 2 dan stasiun 3. pada stasiun 2 ada 150 individu parasite jenis Trichodina sp dengan nilai prevalensi dan intensitas 86.67% dan 6 ind/ekor. Sedangkan untuk parasite Cichlidogyrus sp yang didapati hanya 14 individu dengan prevalensi 33.33% dan intensitasnya 1 ind/ekor. distasiun 3 yaitu jenis ektoparasit Cichlidogyrus sp hanya 24 individu dengan nilai prevalensi dan intensitasnya masing masing 46.67% dan 2 ind/ekor.Jenis ektoparasit yang ditemukan menyerang ikan nila (Oreochromis niloticus) di keramba jaring apung danau limboto di Desa Iluta, Kecamatan Panipi, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo yaitu Trichodina sp dan Cichlidogyrus sp.2.Tingkat prevalensi serangan parasit tertinggi semua stasiun yakni parasit Trichodina sp dengan total presentase prevalensi 60-80% dan Intensitas 3-7 ind/ekor. Presentase prevalensi terendah Cichlidogyrus sp 13-46% dan intensitas 1-2 ind/ekor. Kata kunci: Cichlidogyrus sp, Danau Limboto, Oreochromis niloticus, Trichodina sp.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN FORMULA OIL CRABS PADA PROSES MATANG OVARI INDUK KEPITING BAKAU (Scylla serrata) Iromo, Heppi; Zainuddin, Zainuddin; Hamzah, Azis; Budiman, Budiman; Achyani, Ratno
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i1.5140

Abstract

Pematangan ovari merupakan proses mematangkan gonad kepiting bakau. Pemanfaatan formula Oil crabs yang mengandung hormon tiroksin diujikan pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas penambahan formula oil crab untuk mempercepat pematangan ovari induk kepiting bakau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dosis A = 0 ml/bobot (kontrol), B = 0,2 ml/bobot, C = 0,4 ml/bobot dan D = 0,6 ml/bobot. Hasil penelitian menunjukkan penambahan  Oil Crabs pada induk kepiting betina memberikan pengaruh berbeda nyata (p0.05)  terhadap percepatan pematangan ovari induk kepiting bakau. Penambahan Oil Crabs dengan dosis 0,4 ml pada perlakuan C, memberikan hasil yang terbaik bagi kematangan ovari kepiting bakau hingga berried yaitu selama 25 hari. Selanjutnya secara berurutan perlakuan B dengan dosis 0,2 ml selama 29 hari, dan perlakuan D dengan dosis 0,6 selama 30 hari. Perlakuan control tidak ada induk yang masuk status berried selama proses penelitian. Hasil pengamatan parameter kualitas air selama penelitian adalah sebagai berikut; DO 6,7-7,8 mg/L, suhu air sekitar  27-31 °C, Salinitas 15-18 ppt, pH 6-7, dan Amonia sekitar 0,01 0,02 ppm.
STRATEGI PEMASARAN BENUR UDANG GALAH SIJAWA (Macrobrachium rosenbergii) (STUDI KASUS DI UNIT KERJA BUDIDAYA AIR PAYAU SAMAS, YOGYAKARTA) Suryana, Asep Agus Handaka; Millatina, Nabilah Sani; Andriani, Yuli
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i2.5871

Abstract

Unit Kerja Budidaya Air Payau (UKBAP) Samas berperan penting dalam pengembangan budidaya benur udang galah, khususnya varietas Sijawa. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis strategi pemasaran yang efektif, serta potensi dan tantangan dalam pemasaran benur udang galah. Bauran pemasaran 4P mencakup produk benur udang galah dengan harga jual Rp. 40,- yang berada di situs A UKBAP Samas dengan melakukan promosi melalui berbagai saluran. Analisis SWOT menunjukan adanya kekuatan UKBAP Samas dalam memproduksi benur dengan harga tetap, namun tantangan yang dihadapi meliputi harga pakan alami yang cukup mahal dan risiko penyakit pada larva udang galah. Strategi pemasaran yang diterapkan mencakup segmentasi pasar berdasarkan kriteria geografis, demografis, psikografis, dan perilaku, dengan penekanan pada target pasar lokal dan luar daerah. Sistem distribusi yang digunakan meliputi distribusi langsung dan tidak langsung. Hasil riset ini menunjukkan bahwa strategi UKBAP Samas dalam memanfaatkan keunggulan benur udang galah yang bernilai tinggi dan minim pesaing di DIY, berhasil meningkatkan nilai ekonomi dan distribusi benur udang galah dengan melakukan manajemen pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan budidaya yang lebih baik.
Morphological Identification of Grouper Species (Family Serranidae) from Tenguyun Traditional Market, Tarakan Island Gaffar, Syamsidar
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i2.5947

Abstract

Mengidentifikasi jenis ikan kerapu adalah langkah awal untuk memahami keanekaragaman spesies ikan kerapu dan mendukung pembentukan sistem pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Di Indonesia, ikan kerapu tersebar luas, termasuk di perairan Kalimantan Utara. Studi ini fokus pada identifikasi jenis ikan kerapu dari keluarga Serranidae berdasarkan karakeristik morfologisnya yang diperdagangkan di pasar tradisional Tenguyun di Pulau Tarakan. Selama penelitian, semua ikan kerapu yang tersedia di pasar ini dikumpulkan untuk diklasifikasikan spesiesnya. Dari penelitian ini, ditemukan empat spesies ikan kerapu dari family Serranidae di Pulau Tarakan, yaitu Epinephelus coioides (kerapu lumpur), Epinephelus lanceolatus (kerapu kertang), Plectropomus oligacanthus (kerapu sunu), dan Cephalopholis cyanostigma (kerapu karang bintik biru). Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi dalam memperkaya database tentang ikan kerapu yang ditangkap oleh nelayan lokal Kalimantan Utara, guna memfasilitasi dasar pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih efektif.
PENGARUH SEBARAN KERAMBA JARING APUNG (KJA) TERHADAP NILAI TOTAL-P DAN TOTAL-N: STUDI KASUS DI WADUK CIRATA Sukmaya, Nabila Tia; Andriani, Yuli; Zahidah, Zahidah
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i2.5839

Abstract

Waduk Cirata merupakan salah satu waduk di Jawa Barat yang memiliki perkembangan pesat keramba jaring apung (KJA). Hal itu dibuktikkan dengan jumlah KJA yang terus mengalami peningkatan hingga 94.402 petak pada tahun 2021. Jumlah KJA tersebut sudah melampaui ketentuan SK Gubernur Jawa Barat Nomor 41 Tahun 2002 mengenai batas maksimum petak KJA. Banyaknya jumlah petakan KJA berpotensi menghasilkan limbah total-P dan total-N dari sisa pakan dan limbah metabolik ikan. Tingginya konsentrasi kedua senyawa tersebut di perairan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kematian masal pada ikan dan penurunan kualitas air. Maka dari itu, dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruh sebaran KJA terhadap nilai total-P dan total-N di Waduk Cirata melalui pengolahan data sekunder di Command Center Satgas PPK DAS Citarum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebaran KJA memberikan pengaruh terhadap distribusi nilai total-P dan total-N. Hal tersebut sesuai dengan hasil perhitungan asumsi bahwa setiap satu petak KJA menyumbang 0,17857 mg/L/hari total-P dan 4,32 mg/L/hari total-N. Sedangkan berdasarkan data hasil sampling yang dilakukan dibeberapa titik lokasi, nilai total-P dan total-N yang diperoleh lebih besar dibandingkan perhitungan asumsi. Kondisi tersebut, dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti arah aliran arus, kualitas sumber masukan air, topografi kedalaman, dan karakteristrik masing-masing senyawa.   Kata kunci: Keramba jaring apung; Total-N; Total-P;Waduk  
THE EFFECT OF FERMENTED MAGGOT FLOUR SUBSTITUTION IN ARTIFICIAL FEED TO HEALTH OF NILA FISH (Oreochromis niloticus) jayanti, shara; Sukamto, D; W, Budi R; Puspitasari, I; S, Dewi N; Fauzi, M E
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i2.5852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi fermentasi tepung maggot dalam pakan buatan terhadap kesehatan ikan nila. Kandungan kitin (biopolymer rantai Panjang dari N-asetil D-glukosamin) mampu mengikat N dan asam amino penyusun protein sehingga protein menjadi sulit dicerna oleh tubuh ikan. Metode fermentasi berhasil menurunkan kandungan kitin yang terdapat dalam tepung maggot sebesar 8,34%. Berdasarkan hasil uji analisis proksimat dari tepung maggot yang sudah difermentasi memiliki nilai gizi yang lebih baik daripada nilai gizi dari tepung maggot tanpa fermentasi. Nilai gizi dari tepung maggot sebelum fermentasi adalah protein kasar (25.44%), lemak kasar (9.32%), kadar air (7.43%), abu (12.82%), berat kering (92.56%) dan serat kasar (4.77%) sedangkan untuk nilai gizi dari tepung maggot setelah difermentasi adalah protein kasar (27.29%), lemak kasar (12.58%), kadar air (6.61%), abu (13.02%), berat kering (93.38%) dan serat kasar (3.11%). Pengujian kualitas air juga dilakukan pada media budidaya ikan nila, dan nilai kualitas air dalam kondisi normal dengan nilai suhu (25-32oC), DO 6.8 – 10.35 mg/L), pH 7, nitrat (12.5 – 13 mg/L) nitrit (90.3-1.1 mg/L) dan ammonium (0.25-5 mg/L). Formulasi pakan B (TMF 25%) memiliki nilai gizi paling optimum yaitu protein kasar (25,51%), lemak kasar (11,87%), kadar air (4,67%), abu (12,54%), berat kering (95,33%) dan serat kasar (11,49%). Berdasarkan pemeriksaan kesehatan ikan didapatkan hasil ADG sebesar 1 g/hari, SGR sebesar 25%, efisiensi pakan sebesar 40
EFEKTIFITAS PEMBERIAN PROBIOTIK, PREBIOTIK, DAN SINBIOTIK MELALUI PAKAN UNTUK PRODUKSI SINTASAN BENIH UDANG WINDU (Penaeus monodon) satriani, Gloria ika; Kartina, Kartina; Asna, Asna
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i2.6103

Abstract

Tiger prawns produced in traditional ponds in North Kalimantan, especially Tarakan City, are a superior commodity susceptible to attack by pathogens. One way to prevent disease is to add probiotics. Probiotics are live microbes that help the host maintain microbial balance in the digestive tract. Prebiotics, conversely, are foods that cannot be digested by the host body but have a positive effect by selectively stimulating the growth of some bacteria in the intestine, such as Lactobacillus sp, thereby improving the host's health. To support the survival and growth of beneficial bacteria in the digestive tract, synbiotics combine probiotics and prebiotics in a balanced manner. It is hoped that administering probiotics and prebiotics will allow the growth of probiotic bacteria and other beneficial bacteria to improve the host's health. The research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 feed treatments with three replications, namely 1: negative control consisting of commercial feed Feng Li-0, 2: positive control consisting of commercial feed Feng Li-0 added with a physiological solution and egg white, 3: prebiotic honey added to commercial feed Feng Li-0 along with physiological solution and egg white, 4: probiotic Lacto-B added to commercial feed Feng Li-0 along with physiological solution and egg white, and treatment 5: synbiotic honey and bacteria (Lacto-B) added to commercial feed Feng Li-0 along with physiological solution and egg white. This research aims to determine how effective prebiotics, probiotics and synbiotics are in producing black tiger shrimp juvenile survival. In this research, the synbiotic treatment showed the highest average survival value, final weight, and length in black tiger shrimp (Penaeus monodon) juvenile.
MODEL PERTUMBUHAN DAN MORTALITAS DARI KERANG KAPAH (Meretrix meretrix, Linnaeus, 1758) YANG DI DAPATKAN DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN Rona, Rona; Salim, Gazali; Haryono, M. Gandri; Mujiyanto, Mujiyanto
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i2.6225

Abstract

Kerang kapah (Meretrix meretrix) merupakan jenis kerang kapah yang di jadikan sebagai makanan favorit bagi masyarakat kota Tarakan sebagai salah satu destinasi lokal yang dijadikan sebagai salah satu pendapatan daerah dengan memiliki nilai ekonomis dari segi harga yaitu berkisar antara IDR. 50.000 – IDR 60.000. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel kerang kapah di lakukan dengan metode survei langsung di lapangan dan pengambilan sampel di pengepul kerang kapah. Pengambilan sampel kerang kapah dilakukan sebanyak 12x pengambilan sampel.  Hasil penelitian yang didapatkan di lapangan untuk jumlah sampel kerang kapah yang berdasarkan dari hasil tangkapan survei di lapangan sebanyak 70 sampel dan kerang kapah dari pengepul kerang kapah sebanyak 44 sampel. Berdasarkan analisis pertumbuhan kerang kapah yang didapatkan hasil tangkapan dan pengepul memiliki pertumbuhan allometri negatif dengan indeks kondisi memiliki bentuk tubuh kurus. Model pertumbuhan Von Bertalanffy pada kerang kapah dari hasil tangkapan dan pengepul didapatkan pertumbuhan maksimal sebesar 8.814 cm dalam 28 hari dan 7.608 cm dalam 48 hari. Mortalitas total, mortalitas tangkapan, mortalitas alami dan laju eksploitasi kerang kapah yang berdasarkan hasil tangkapan di lapangan lebih tinggi di bandingkan dengan kerang kapah yang berasal dari pengepul kerang kapah. Diharapkan dapat dilakukan konservasi kerang kapah secara berkelanjutan dan di perlukan model konservasi domestikasi kerang kapah agar populasi kerang kapah lestari berkelanjutan.

Filter by Year

2010 2024


Filter By Issues
All Issue VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024 VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024 VOLUME 16 NO.2 OKTOBER 2023 VOLUME 16 NO.1 APRIL 2023 VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022 VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022 VOLUME 14 NO. 2 OKTOBER 2021 VOLUME 14 NO. 1 APRIL 2021 VOLUME 13 NO. 2 OKTOBER 2020 VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020 Vol 12, No 1 (2019): VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 VOLUME 12 NO. 2 OKTOBER 2019 VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 More Issue