cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
PERILAKU STRUKTUR BAJA TIPE MRF DENGAN BEBAN LATERAL BERDASARKAN SNI 1726-2012 DAN METODE PERFORMANCE BASED PLASTIC DESIGN (PBPD) Nidiasari Jati Sunaryati Eem Ikhsan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3457.975 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i1.640

Abstract

Struktur rangka baja pemikul momen merupakan jenis struktur baja tahan gempa yang populer digunakan. Daktilitas struktur yang tinggi merupakan salah satu keunggulan struktur ini, sehingga mampu menahan deformasi inelastik yang besar. Dalam desain, penggunaan metode desain elastis berupa evaluasi non-linear static (Pushover analysis) maupun evaluasi non-linear analisis (Time History Analysis) masih digunakan sebagai dasar perencanaan meskipun perilaku struktur sebenarnya saat kondisi inelastik tidak dapat digambarkan dengan baik. Metode Performance-Based Plastic Design (PBPD) berkembang untuk melihat perilaku struktur sebenarnya dengan cara menetapkan terlebih dahulu simpangan dan mekanisme leleh struktur sehingga gaya geser dasar yang digunakan adalah sama dengan usaha yang dibutuhkan untuk mendorong struktur hingga tercapai simpangan yang telah direncanakan. Studi dilakukan terhadap struktur baja 5 lantai yang diberi beban gempa berdasarkan SNI 1726, 2012 dan berdasarkan metode PBPD. Hasil analisa menunjukkan bahwa struktur yang diberi gaya gempa berdasarkan metode PBPD mencapai simpangan maksimum sesuai simpangan rencana dan kinerja struktur yang dihasilkan lebih baik .
KEKUATAN LENTUR, MOE, DAN MOR KAYU ULIN (EUSIDEROXYLON ZWAGERI) Yosafat Aji Pranata Johnny Gunawan Palapessy
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3307.913 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i1.641

Abstract

Dalam perencanaan balok kayu (komponen struktur lentur), diperlukan parameter kekuatan lentur kayu (Fb) dan modulus elastisitas (MoE). Kekuatan lentur dapat diperoleh dari hasil pengujian eksperimental di laboratorium dengan acuan standar antara lain ASTM D143. Penelitian ini bertujuan melakukan pengujian eksperimental uji lentur kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri) dengan alat Universal Testing Machine (UTM). Hasil yang diperoleh adalah kekuatan lentur (Fb) pada beban batas proporsional, kekuatan lentur pada beban ultimit (MoR), dan modulus elastisitas (MoE) lentur. Jumlah benda uji adalah tiga benda uji ukuran penampang 50 mm x50 mm x 760 mm sesuai metode uji primer ASTM D143. Hasil yang diperoleh adalah Fb sebesar 52,45 MPa (deviasi standar 226,24 MPa dan koefisien variasi 25,40%), MoE sebesar 5573,79 MPa, MoR sebesar 85,92 MPa (deviasi standar 112,55 MPa dan koefisien variasi 7,71%).
EVALUASI KEBUTUHAN LAHAN PARKIR PADA AREA PARKIRAN KAMPUS FISIP UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA Alfred Rodriques Januar Nabal
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3890.305 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i1.642

Abstract

Permasalahan Area parkir di wilayah kampus Fisip UAJY merupakan suatu fenomena yang patut untuk ditelaah. Urgensitas kebutuhan lahan parkir menjadi suatu keutamaan ketika lahan yang tersedia tidak mencukupi untuk menampung kendaraan yang memasuki area parkiran. Selain perlunya mengevaluasi kebutuhan lahan parkir, evaluasi tentang tingkat keamanan, perilaku, dan fasilitas parkiran juga menjadi hal yang penting. Adanya evaluasi ini diharapkan memberikan suatu alternatif pemecahan masalah terhadap permasalahan parkiran di wilayah kampus Fisip UAJY. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap. Penelitian tahap pertama berupa pengukuran lahan parkir (baik mobil maupun motor) yang terdapat di wilayah kampus Fisip UAJY. Penelitian tahap ke dua berupa evaluasi tentang karakteristik kendaraan yang memasuki area parkiran kampus. Penelitian tahap ke dua ini dilakukan pada hari selasa dan jumat. Dalam tahap ini, durasi setiap jenis kendaraan yang menggunakan lahan parkir dihitung. Selanjutnya, data luas lahan parkir dan jumlah kendaraan yang menggunakan lahan parkir kampus digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan lahan parkir. Penelitian tahap ke tiga berupa penyebaran kuisioner yang bertujuan untuk mengevaluasi masalah keamanan, perilaku, dan fasilitas tempat parkir. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa, luas lahan parkiran mobil kampus Fisip UAJY adalah 967,945 m2dan luas lahan parkiran motor sebesar 1185,9816 m2. Evaluasi kebutuhan lahan parkiran menunjukkan, luas lahan parkir yang tersedia untuk setiap karakteristik kendaraan tidak mencukupi untuk menampung jumlah kendaraan yang memasuki area kampus Fisip UAJY. Tambahan luas lahan parkir untuk mobil sebesar 458,055 m2 dan tambahan luas lahan parkir motor sebesar 273,518 m2. Evaluasi terhadap masalah keamanan, masalah perilaku, dan fasilitas tempat parkir menunjukkan tingkat keamanan dan perilaku mahasiswa yang masih cukup baik. Fasilitasdan luasan parkiran yang kurang memadai menjadi kendala utama yang saat ini dialami. Hal tersebut didukung oleh hasil analisis kebutuhan lahan parkir.
KAJIAN PELAKSANAAN PROYEK JALAN PENGHUBUNG DESA “X” DI KABUPATEN MALUKU “Z” Josefine Ernestine Latupeirissa Irwan Lie K.W
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2404.001 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i1.643

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi jalan adalah serangkaian aktivitas yang berawal dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan pelaksanaannya ditentukan oleh bagaimana pihak yang terlibat langsung melakukan evaluasi dan pengendalian selama masa konstruksi terhadap tiga aspek yaitu, biaya, waktu dan mutu pekerjaan serta lingkup pekerjaan. Ketiga aspek tersebut dapat tercapai apabila didukung oleh sumber daya yang memadai sesuai persyaratan yang telah diatur dalam kontrak kerja. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah mengkaji pelaksanaan proyek jalan penghubung desa “X” di Kabupaten Maluku ”Z” dan membandingkan realisasi pelaksanaannya dengan kontrak kerja yang telah disepakati bersama. Data sekunder, menyatakan bahwa biaya HPS adalah Rp 800.000.000,00, biaya penawaran kontraktor Rp 705.317.000,00 dan biaya belum termasuk PPN adalah Rp 641.197.677,00. Waktu pelaksanaan berdasarkan kurva rencana adalah tiga bulan, yaitu awal bulan Oktober 2013 sampai dengan akhir bulan Desember 2013. Indikator mutu pelaksanaan adalah SNI 03-1774-1989, SNI 1742: 2008; BS 812 part 1 1975 artiele 7.3; SNI 03-1968-1990; AASHTO M20. AASHTO M140, SNI 03-4800-1998, SNI 03-4799-1998. Data primer diperolehdari pengamatan langsung di lokasi penelitian dan wawancara langsung dengan pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan proyek jalan penghubung desa “X” ditinjau dari biaya, waktu dan mutu yang mana pelaksanaannya adalah sebagai berikut: biaya realisasi lebih kecil dari biaya penawaran, hal ini terjadi karena kontraktor yang melaksanakan pekerjaan memiliki pengalaman kerja dan kinerja yang baik. Waktu pelaksanaan sama dengan waktu realisasi di lapangan, hal ini terjadi karena kontraktor dapat mengelola waktu dengan baik dan disiplin dalam mengerjakan proyek. Mutu sudah sesuai dengan spesifikasi teknik yang ditunjukan dengan terjadinya serah terima dari pihak kontraktor kepada pihak owner.
PERCEPATAN PENURUNAN SAMPAH PLASTIK SEBAGAI DRAINASE VERTIKAL Sumiyati Gunawan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6116.09 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i1.644

Abstract

Salah satu perilaku tanah yang berpotensi menyebabkan kegagalan struktur adalah penurunan tanah akibat konsolidasi pada tanah lempung. Tanah lempung merupakan tanah yang mempunyai koefisien permeabilitas (k) yang kecil. Bila lapisan tanah jenuh berpermeabilitas rendah dibebani, maka tekanan air pori di dalam tanah tersebut segera bertambah. Perbedaan tekanan air pori pada lapisan tanah, berakibat air mengalir ke lapisan tanah dengan tekanan air pori yang lebih rendah, yang diikuti penurunan tanahnya. Salah satu cara untuk mempercepat aliran air/laju konsolidasi lempung jenuh dengan menggunakan drainase vertikal. Dalam penelitian ini akan dilakukan percobaan perbandingan drainase vertikal dengan bahan pengisi berupa pasir, ijuk dan sampah plastik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan drainase vertikal dengan bahan pengisi pasir, ijuk dan limbah plastik terhadap kecepatan penurunan tanah lunak.Penelitian ini dilakukan dengan membuat model di laboratorium. Pembebanan yang dilakukan ada 4 tahap, yaitu beban 0,25 ton, 0,5 ton, 1 ton dan 2,0 ton masing-masing dilakukan 10 hari pengamatan. Diameter drainase yang dipakai adalah 2,5 cm dengan jarak antar drainase vertikal 18,75 cm dengan pola susunan segiempat pada tanah lunak dengan ketebalan 10 cm dan dalam kondisi double drain. Ada 4 pengujian, yaitu pengujian pembebanan tanpa drainase vertikal, dengan drainase vertikal pasir, dengan drainase vertikal ijuk dan dengan drainase vertikal sampah plastik. Pasir dilakukan penyaringan sebelum digunakan, ijuk yang dipakai dari pohon aren dan samapah plastik yang digunakan adalah sampah botol plastik dengan ukuran ±1cm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode perbaikan tanah menggunakan drainase vertikal dengan bahan pengisi sampah plastik terbukti lebih baik daripada drainase vertikal Ijuk dan pasir dalam mempercepat penurunan. Hal ini ditunjukkan adanya peningkatan koefisien konsolidasi arah vertikal yang dibandingkan dengan koefisien konsolidasi pada tanah lunak tanpa drainase vertikal. Pada drainase vertikal sampah plastik meningkatkan sebesar 412,03%. Pada drainase vertikal pasir meningkatkan 160,0% dan drainase vertikal ijuk meningkatkan 345,13%.
Analisa Bangunan Non Engineering Pada Tanah Terlikuifaksi (Studi Kasus :Bangunan Rumah Masyarakat Di Kota Padang) Febrin Anas Ismail Abdul Hakam Fauzan, Egi Athari
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.247 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i2.645

Abstract

Likuifaksi (liquefaction) merupakan salah satu bahaya yang ditimbulkan dari gempa bumi. Pada saat gempa terjadi,tanah mengalami perubahan sifat dari solid ke liquid akibat beban siklik yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bangunan rumah satu lantai terhadap tanah terlikuifaksi dan menganalisa penurunan yang terjadi akibat tanah dan beban bangunan ditinjau berdasarkan tebal plat lantai yang digunakan sebagai perkuatan struktur. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisa struktur dengan menggunakan data tanah eksisting bangunan berdasarkan hasil uji Cone Penetration Test (CPT).Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur yang kemudian dianalisis menggunakan software SAP 2000 versi 11. Dari titik tinjau luar dan dalam bangunan memperlihatkan bahwa perpindahan (displacement) lateral pada kolom mengalami penurunan nilai jika diberikan pelat beton bertulang pada dasar lantai dan struktur bangunan menjadi lebih kaku.Disamping itu, penurunan bangunan yang terjadi setelah diberikannya plat lantai menjadi seragam. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar menjadi pertimbangan dalam membuat kebijakan terhadap bangunan khususnya bagunan non engineering( rumah sederhana ) yang berada pada tanah terlikuifaksi.
PENDIDIKAN KESELAMATAN SEJAK USIA DINI UNTUK MENGURANGI TINGKAT FATALITAS PEJALAN KAKI Gito Sugiyanto Mina Yumei Santi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.83 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i2.646

Abstract

Kecelakaan lalu lintas semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pelanggaran lalulintas di jalan. Salah satu korban kecelakaan lalulintas adalah anak-anak. Kesadaran dan budaya keselamatan jalan anak-anak dapat ditingkatkan dengan melakukan pendidikan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini dan promosi pentingnya keselamatan di jalan bagi anak-anak. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kecepatan kendaraan di ruas jalan arteri tanpa median dan mengenalkan prinsip menyeberang jalan dengan menggunakan prosedur 4-T yaitu tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri dan tengok kanan lagi kepada anak-anak sejak usia dini untuk mengurangi tingkat fatalitas pejalan kaki. Karakteristik kecepatan di ruas jalan arteri tanpa median dengan fungsi sebagai kawasan sekolah diperoleh nilai rerata kecepatan sebesar 56,80 km/jam.Probabilitas pejalan kaki yang tertabrak sepeda motor dan/atau mobil penumpang akan meninggal dunia sebesar 90%.
Durabilitas Campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) Akibat Rendaman Menerus dan Berkalan Air Rob Nahyo Sudarno Bagus Hario Setiadji
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.51 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i2.647

Abstract

Fenomena air pasang yang sering terjadi di wilayah pesisir Indonesia mengakibatkan banjir, atau yang sering disebut  banjir pasang. Banjir pasang merupakan sebuah fenomena banjir yang disebabkan olehluapan pasang air laut ke daratan. Seringkali beberapa jalan yang terletak di wilayah pesisir yang menggalami  banjir pasang akan menggalami kerusakan. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk menyelidiki efek yang disebabkan oleh air genangan pasang terhadapan  perkerasan jalan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja daya tahan campuran beton aspal dengan modifikasi Marshall. Penelitian menggunakan  dua metode standar perendaman dalam air pasang dan air di laboratorium. Water Immersion Method dibuat dengan merendam secara terus menerus (kontinu) dan periodik (intermiten). Merendam spesimen (benda uji) di dalamair pasang dengan variasi waktu 6 jam; 12 jam; 24 jam; 48 jam; dan 72 jam. Sementara perendaman periodik dilakukan dengan merendam spesimen (benda uji) selama 12 jam, kemudian diangkat dan didiamkan selama 12 jam berikutnya selama 3-hari. Untuk melihat kinerja daya tahan beton aspal campuran menggunakanbeberapa Indeks indikator yaitu Index of Retained Stability (IRS), First Durability Index(IDP), dan The second Durability Index (IDK).Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek kerusakan perendaman secara terus menerus  lebih cepat dibandingkan perendaman biasa. Merendam campuran aspal Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) baik secara kontinyu atau berkala di dalam air pasang  memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan penggunaan air laboratorium. Hal ini ditunjukkan dengan nilai daya tahan(durabilitas)  campuran aspal pada rendaman dengan air pasang  lebih kecil dibandingkan campuran aspal yang direndam dengan air  standar laboratorium .
STUDI EFEKTIVITAS PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH SECARA TRADISIONAL DAN ELEKTRONIK Randy Kristovandy Tanesia
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.008 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i2.648

Abstract

Selama ini pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan dua cara yaitu secara online dan secara tradisional dimana cara tradisional ini menggunakan fax dan telepon sebagai medianya. Dua cara ini tidak berjalan baik karena dinilai memiliki beberapa kelemahan yang dapat merugikan perusahaan seperti kurangnya akuratnya laporan mengenai stok produk, distribusi pengiriman produk serta penjadwalan pengiriman produk, tidak efektifnya pekerjaan karena menggunakan media yang berbeda - beda, serta kurangnya transparansi. Dalam usaha untuk menutup kelemahan - kelemahan  dan  kesulitan dalam proses pengadaan barang/jasa dan untuk menciptakan pengadaan barang/jasa yang transparan dan bersih perlu dimanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam integrasi proses pengadaan barang/jasa tersebut, salah satunya adalah  E-Procurement.Sehingga pada penelitian ini penulis bertujuan untuk membedakan efektivitas pengadaan barang dan jasa secara tradisional dan secara elektronik dari aspek biaya, waktu dan kepuasan serta mengidentifikasi efektivitas pengadaan pemerintah secara elektronik dalam mengeliminir modus yang dapat menghadang perkembangan penggunaan anggaran pemerintahan.Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa bila ditinjau dari aspek biaya, waktu dan kepuasan tidak ada hubungan antara pengadaan barang dan jasa secara tradisional dan secara elektronik dan adanya perbedaan antara pengadaan barang dan jasa secara tradisional dan secara elektronik. Dan dapat disimpulkan bahwa efektivitas pengadaan barang dan jasa secara elektronik memiliki tingkat efektivitas sedang dalam mengeliminir modus yang dapat menghadang perkembangan penggunaan anggaran pemerintah.
Analisis Perhitungan Evapotranspirasi Aktual Terhadap Perkiraan Debit Kontinyu dengan Metode Mock Cita Adiningrum
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.369 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i2.649

Abstract

Dalam Model Mock, evapotranspirasi merupakan komponen penting karena proses hilangnya air akibat evapotranspirasi dapat mengurangi simpanan air dalam badan-badan air, tanah, dan tanaman yang memberikan proporsi yang besar untuk terjadinya debit. Evapotranspirasi aktual menunjukkan nilai evapotranspirasi yang sesungguhnya dengan kondisi air yang terbatas. Beberapa persamaan dikembangkan untuk menghitung besarnya evapotranspirasi aktual, dua di antaranya adalah persamaan dalam makalah Dr. F.J. Mock tahun 1973 (AET) dan persamaan dalam pedoman FAO No. 56 tahun 1990 (ETc). Dalam studi ini, Model Mock dibagi menjadi dua berdasarkan persamaan evapotranspirasi aktual yang digunakan: Mock I adalah Model Mock dengan Persamaan I (AET), sedangkan Mock II adalah Model Mock dengan Persamaan II (ETc). Selanjutnya akan dibandingkan unjuk kerja kedua Model Mock menggunakan data debit terukur. Penelitian dilakukan pada tiga DAS yang meliputi DAS Bedog, DAS Code, dan DAS Winongo. Pengujian ketelitian model menggunakan parameter koefisien korelasi (R), selisih volume (VE), dan koefisien efisiensi (CE). Dari hasil analisis untuk DAS Bedog menunjukkan bahwa Mock II lebih baik dengan R > 0,81, VE = -14,273%, dan CE > 0,66. Sedangkan untuk DAS Code, kedua model memiliki unjuk kerja yang baik dengan R > 0,80, VE < 2,8%, dan CE > 0,65. Untuk DAS Winongo, diperoleh bahwa Mock II lebih baik dengan R > 0,78, VE ≤ 5%, dan CE > 0,60. Secara umum dapat disimpulkan bahwa Mock II lebih baik dari Mock I dan evapotranspirasi aktual Persamaan II (ETc) lebih baik dalam memperkirakan besarnya kehilangan air.