cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
KONSTRUKSI PONDASI SARANG LABA-LABA ATAS TANAH DAYA DUKUNG RENDAH BANGUNAN BERTINGKAT TANGGUNG S.S. Purwanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.42 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.620

Abstract

Mendirikan konstruksi bangunan gedung diatas lapisan batu karang atau padas yang cukup tebal, boleh dikatakan kita sudah terbebaskan dari permasalahan pondasi sebab dengan adanya lapisan batu karang  atau  padas yang cukup  tebal itu sendiri pada prinsipnya sudah merupakan suatu konstruksi pondasi yang ideal. Permasalahan pondasi baru akan timbul, apabila kita  akan  mendirikan suatu  konstruksi bangunan diatas  tanah  yang daya  dukungnya  rendah Mendirikan  suatu  konstruksi  bangunan  yang  relati  cukup  berat  diatas  tanah  yang  daya dukungnya rendah, jelas akan merupakan suatu tantangan yang harus diatasi. Pada perencanaan pondasi  langsung  dengan  sistem  sistem  yang  lain,  kesemuanya  bertujuan  untuk  mengatasi tantangan diatas, yaitu besarnya beban disatu pihak dengan lemahnya daya dukung dilain pihak. Masing-masing sistem lahir dengan bentuk dan modifikasi sesuai dengan besar kecilnya tantangan yang harus diatasi. Pada sistem pondasi langsung yang sudah kita kenal selama ini masih terdapat berbagai  kekurangan  yang  dapat  disempurnakan,  baik  dari  segi  perencanaan,  effisiensi, pelaksanaan, maupun dari segi ekonomisnya. Berbagai sistem pondasi yang selalu dianggap biasa tersebut, sebenarnya masih dapat digali hal hal yang lebih dari biasa. Sistem kombinasi yang lahir sebagai sistem baru dengan bentuknya yang sederhana tersebut, kemudian diperkenalkan dengannama “Sistem Konstruksi sarang laba laba
KONSEP PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BERKELANJUTAN Mamok Suprapto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.609 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.621

Abstract

Pengelolaan Sumberdaya Air pada daerah irigasi, didasarkan pada debit andalan dengan faktor-K sebagai tolok ukur keberhasilannya. Adanya perubahan iklim, banyak daerah irigasi sering mengalami kekeringan dan gagal panen. Keraguan terhadap efektivitas penggunanan faktor- K dalam pengelolaan sumberdaya air, memberikan inspirasi perlunya kajian terhadap pemakaian ambang batas pengelolaan. Penelitian ini menggunakan indeks keandalan (Ia) dan indeks kelentingan (Ik) dalam pengelolaan daerah irigasi Notog, daerah aliran sungai Pemali. Terdapatnya sifat alami aliran mengisyaratkan bahwa tiap daerah irigasi memiliki ambang batas berbeda. Konsep telah diuji-cobakan pada daerah irigasi Notog, dengan ketetapan awal nilai Ia ≥ 0,75 dan Ik ≥ 0,5. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Ia ≥ 0,75 dapat dicapai, tetapi nilai Ik ≥ 0,5 sulit. Keadaan ini selaras dengan fenomena kekeringan yang sering dialami oleh daerah irigasi Notog. Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor-K semata, tidak dapat menjamin hasil panen yang baik.
WATERSHED HYDROLOGICAL ANALYSIS OF JAKARTA EXTREME FLOODS Anastasia Yunika Mukand Singh Babel Satoshi Takizawa
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.116 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.622

Abstract

Jakarta flood is a routine event. It occurs annually in rainy seasons while extreme flood takes place approximately every five years. Various factors, from natural to man-induced and technical to non-technical ones, are involved in causing the detrimental impacts of the flood. Among those factors, the existence of Ciliwung as the main river flowing across Jakarta leads to the complication of the problem. This study analyzed the main hydrologic parameters, i.e. rainfall and river discharge in Ciliwung’s catchment area, to assess the extreme floods in Jakarta. Three extreme flood events, i.e. two events in 1996 and one event in 2002 were analyzed based on the rainfall data at five stations overall area of Jakarta and river discharge at four stations along Ciliwung. The result of analysis revealed the factors of main causes of the extreme events. Furthermore, it is expected that by considering the past record of similar events in various study reports, precautions could be developed to anticipate predictable impacts from such events in the future, and recommendations could be provided as alternatives to overcome the problem.Keywords: discharge, flood, hydrological analysis, rainfall, watershed
POTENSI BATU BAUKSIT PULAU BINTAN SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA BETON Angelina Eva Lianasari
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 3 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.104 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i3.623

Abstract

Ketidaktersediaan bahan bangunan pembentuk beton sering kali menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dicari langkah-langkah penyelesaian yang dapat diambil dengan menggunakan potensi sumber daya alam yang tersedia di lokasi proyek pembangunan. Pulau Bintan dan sekitarnya, terdapat sumber alam batu bauksit yang tidak layak tambang dengan jumlah yang sangat besar, padahal bahan susun beton berupa kerikil alam (batu kali) yang sesuai persyaratan SNI tidak mudah diperoleh. Akibatnya potensi banyaknya batuan bauksit tidak layak pakai sebagai bahan pembentuk aluminium perlu diteliti kelayakannya sebagai material pengganti agregat kasar kerikil alam (batu kali).  Penelitian menggunakan metoda eksperimen dengan benda uji dibuat berbentuk silinder dengan diameter ±150 mm dan tinggi ±300 mm dengan variasi fas 0,40; 0,45 dan 0,50 yang  diuji kuat tekan dan modulus elastisitasnya pada saat usia beton 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan optimum yang dapat dicapai beton dengan agregat kasar batu bauksit sebesar 30,24 MPa (untuk fas 0,4) dan modulus elastisitas 19759,52 MPa. Hasil penelitian juga menunjukkan sifat batu bauksit memiliki daya serap tinggi terhadap air mengakibatkan nilai slump yang lebih rendah dibandingkan beton normal namun masih memenuhi persyaratan SNI sehingga dalam pengerjaan beton segar tidak menyulitkan.
ANALISIS KEGAGALAN STRUKTUR BANGUNAN RUMAH TINGGAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA LINIER Yosafat Aji Pranata Leny Elvira
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 3 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.372 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i3.624

Abstract

Komponen utama penyusun struktur bangunan rumah tinggal adalah kolom dan balok. Dinding bata sebenarnya merupakan komponen struktur utama pula, namun sering diasumsikan sebagai komponen non-struktural dalam peraturan SNI 03-2847-2002, sehingga pada umumnya pengaruh kekuatan dan kekakuan dinding bata jarang diperhitungkan dalam perencanaan bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat model rumah tinggal dua lantai secara 3D (bangunan eksisting) dengan metode elemen hingga. Analisis dibuat dengan pemodelan dua dimensi (elemen shell). Pemodelan rumah tinggal meliputi balok, kolom, pelat lantai, dinding bata, kusen dan tulangan balok. Beban yang direncanakan adalah beban gravitasi dan beban lateral (gempa), sehingga dapat diketahui pengaruhnya terhadap struktur rumah tinggal. Kemudian dipelajari dan dianalisis deformasi pada balok dan tegangan S11 yang terjadi pada balok, pelat lantai, dinding bata, kolom dan kusen. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah memperlihatkan bahwa lendutan yang terjadi pada semua balok masih memenuhi batasan lendutan ijin. Terjadi kegagalan pada beberapa daerah balok, dinding, dan lantai, dengan indikasi dari informasi besarnya tegangan (S11) yang terjadi telah melebihi batasan kuat tekan beton. Sedangkan hasil simulasi memperlihatkan bahwa tegangan (S22) yang terjadi pada kolom masih lebih kecil daripada nilai kuat tekan beton, sehingga kolom masih dalam kondisi kuat. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa tegangan yang terjadi pada kusen lebih kecil daripada nilai kuat tarik dan kuat tekan kayu jenis meranti merah, sehingga kusen masih dalam kondisi utuh. Secara umum informasi kegagalan struktur pada bagian dinding bata menggambarkan bahayanya kerusakan rumah tinggal akibat gempa.
PENGARUH FIBER BENDRAT TERHADAP KUAT GESER BALOK BETON BERTULANG DENGAN SENGKANG Agustinus Wahjono
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 3 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.401 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i3.625

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan secara eksperimen bahwa kuat geser ultimit suatu balok beton bertulang akan meningkat bila ditambah fiber lokal dalam adukan beton balok tersebut. Balok beton betulang yang dibuat ukuran 120 mm x 240 mm x 1600 mm sebanyak 6 buah, dengan perincian: (a) tiga buah balok terbuat dari beton biasa dengan sengkang vertikal (kode D1, D2, dan D3), (b) tiga buah balok terbuat dari beton fiber dengan sengkang vertikal (kode D1F, D2F, dan D3F). Berat fiber per meter kubik beton sebesar 46,76 kg, Vf = 0,7%. Tulangan tarik dipakai tulangan baja polos berdiameter 16 mm dengan tegangan leleh 446 MPa. Tulangan desak dipakai tulangan baja polos berdiameter 16 mm dan 10 mm dengan tegangan leleh 446 MPa dan 379 MPa. Tulangan sengkang vertikal dipakai tulangan baja polos berdiameter 6 mm dengan tegangan leleh 314 MPa. Balok tersebut ditumpu sendi rol pada ujung ujungnya dengan jarak antar  tumpuan 1300  mm.  Dua  beban  vertikal  ke  bawah  masing masing sebesar 0,5  P diberikan pada jarak 400 mm dari tumpuan tumpuannya. Pembebanan dilakukan bertahap dengan interval ∆P = 1 ton sampai tercapai beban ultimit balok. Dari hasil pengamatan atas pengujian beban dapat disimpulkan bahwa  kuat  geser  ultimit balok beton bertulang dengan fiber  lokal meningkat sebesar 20% dibandingkan dengan kuat geser ultimit balok beton bertulang biasa.
ANALISA SENSITIVITAS PERTUMBUHAN LALU LINTAS DAN PROBABILITAS RISIKO PADA PEMBANGUNAN JALAN TOL KATEGORI PRIORITY PROJECT Alfian Alfian
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 3 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.878 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i3.626

Abstract

Pembangunan jalan tol di Indonesia dikembangkan melalui konsep kerjasama pemerintah dan swasta. Pengelolaan jalan tol oleh pihak swasta dibayang-bayangi oleh risiko dan ketidakpastian investasi. Pendapatan utama jalan tol berasal dari tarif tol yang dibayar oleh pengguna jalan tol. Oleh sebab itu, volume dan tingkat pertumbuhan lalu lintas selama masa konsesi merupakan unsur yang sangat berpengaruh terhadap tingkat pengembalian investasi. Rencana pembangunan ruas tol Pekanbaru–Kandis adalah salah satu ruas tol kategori priority project yang belum diminati oleh pihak swasta. Kajian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh volume dan tingkat pertumbuhan lalu lintas serta probabilitas risiko investasi, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu pedoman dalam membuat keputusan investasi oleh calon investor dan kreditor. Jalan tol diasumsikan mulai beroperasi pada tahun 2016.Analisa dilakukan melalui simulasi dengan 10.000 iterasi pada tingkat pertumbuhan lalu lintas bervariasi antara 1% sampai 10%, tarif awal kendaraan Golongan I Rp. 490/km,dan masa konsesi selama 35 tahun. Hasil analisa melalui pendekatan stokastik memberikan informasi bahwa pembangunan ruas tol Pekanbaru – Kandis layak secara finansial pada tingkat pertumbuhan lalu lintas ≥ 10% dengan probabilitas risiko kerugian relatif rendah (percentile 1,71%). Kelayakan ini dipengaruhi oleh asumsi proyeksi volume lalu lintas di awal masa operasi yang cukup tinggi yaitu 15.274 kendaraan/hari. Jika investor membatasi probabilitas kerugian pada tingkat 5% (percentile 5%), maka investasi sangat berisiko bila pertumbuhan lalu lintas < 10% per tahun. Tingkat pertumbuhan lalu lintas kendaraan Golongan III, IV dan V merupakan faktor berisiko ranking ke-3 (di bawah SBI dan inflasi). Namun, tingkat pertumbuhan lalu lintas tidak memiliki pengaruh dan hubungan yang cukup signifikan terhadap Net Present Value.
FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PELAKSANAAN PROYEK PERUMAHAN BERDASARKAN MUTU, BIAYA DAN WAKTU Andre Antononi Rudi Waluyo
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 3 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.316 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i3.627

Abstract

Perumahan merupakan suatu lingkungan buatan yang menyangkut berbagai aspek kehidupan penghuninya antara lain aspek fisik, sosial, budaya dan ekonomi. Dalam pelaksanaan proyek perumahan pasti memiliki beberapa kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penentu keberhasilan pelaksanaan proyek perumahan dan menganalisis hubungan antar faktor tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 50 pengembang perumahan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kuesioner yang lengkap dan layak untuk dianalisis lebih lanjut sebanyak 42. Analisis yang digunakan adalah analisis pemeringkatan nilai rata-rata dan analisis korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor penentu keberhasilan pelaksanaan proyek perumahan berdasarkan biaya adalah melakukan tindakan antisipatif dengan melakukan pencegahan terhadap masalah atau hambatan yang diperkirakan akan timbul dan mengganggu upaya untuk mencapai sasaran kerja, berdasarkan mutu adalah menindaklanjuti setiap perubahan dengan melakukan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan, dan berdasarkan waktu adalah uraian tugas harus bisa dimengerti dengan jelas. Analisis hubungan antara biaya, mutu, dan waktu pada faktor-faktor penentu keberhasilan pelaksanaan proyek perumahan adalah besarnya koefisien korelasi antara biaya dan mutu adalah 0,691, biaya dan waktu 0,681, serta waktu dan mutu adalah 0,966 dengan signifikan atau probabilitas 0,000.
ANALISIS PERSEPSI PENUMPANG TERHADAP KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN LAUT DI PELABUHAN REGIONAL SANANA KAB.KEPULAUAN SULA, PROP. MALUKU UTARA Budiman Soamole Benidiktus Susanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 3 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.791 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i3.628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui kualitas pelayanan angkutan laut berdasarkan persepsi pengguna jasa. Kualitas pelayanan yang dinilai adalah pelayanan Pelabuhan Regional Sanana dan pelayanan kapal penumpang KM. Intim Teratai, KM. Theodora, dan KM. Bunda Maria. Analisis dilakukan dengan menghitung Importance Performance Analysis (IPA) dan CustomerSatisfaction Index (CSI). Hasil penelitian diperoleh nilai indeks kepuasan rata-rata pengguna jasa Pelabuhan Regional Sanana terhadap 8 (delapan) faktor pelayanan sebesar 54,74 persenmasuk kriteria cukup puas. Faktor fasilitas pendukung di ruang tunggu pelabuhan dan faktor informasi jadwal kapal masuk kriteria kurang puas dan menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya. Indeks kepuasan rata-rata penumpang kapal KM. Intim Teratai sebesar 53,98 persen masuk kriteria cukup puas, kapal KM. Theodora sebesar 55,10 persen masuk kriteria cukup puas, dan kapal KM. Bunda Maria sebesar 67,10 persen masuk kriteria puas. Faktor jaminan mendapat tempat tidur di kapal, faktor keamanan barang bagasi, dan faktor waktu tiba berangkat kapal masuk kriteria kurang puas dan menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya.
PERMODELAN KOEFISIEN GELOMBANG TRANSMISI PADA PEMECAH GELOMBANG KANTONG PASIR TIPE TENGGELAM Ferry Fatnanta
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 3 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.844 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i3.629

Abstract

Terdapat beberapa kondisi dan permasalahan pada teknik pantai yang tidak dapat diselesaikan dengan analisa matematika. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut dengan penggunaan perumusan empiris. Model fisik merupakan metoda untuk memahami karakter hidrodinamis. Hubungan antara gelombang transmisi dan variabel pengujian dapat dimodelkan secara empiris. Untuk mewujudkan model tersebut diperlukan suatu alat (tool). Sesuai dengan karakter hubungan gelombang transmisi terhadap struktur pemecah gelombang kantong pasir, pada penelitian ini digunakan analisa regresi sebagai tool. Pada pemecah gelombang kantong pasir, nilai Dn50 relatif konstan, sehingga variabel tersebut tidak dapat dijadikan variabel pengujian. maka bentuk dan susunan kantong, lebar puncak, kemiringan susunan dan freeboard merupakan parameter yang dapat dijadikan sebagai variabel pengujian. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ç - 1÷ model  tak  linear  lnæ 1      öè Kt     ømerupakan model  yang cocok untuk  menggambarkan karaktergelombang transmisi pada pemecah gelombang kantong pasir tipe tenggelam.