Jurnal Ilmu Komunikasi
urnal ILMU KOMUNIKASI has been published since 2004 by Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta. The publisher only accepts an original work, which has not been published elsewhere. The article should be submitted through this site in accordance with our format (see Author Guidelines). Submitted article will be reviewed and edited for format uniformity, term, and other procedures.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 20 No. 1 (2023)"
:
8 Documents
clear
Urban and Rural Public Trust to Government in Covid-19 Pandemic Responses
Khusnul Prasetyo;
Rian Septrianto Maulana
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jik.v20i1, Juni.4399
This study attempts to assess the level of public trust in the Surabaya City Government and Banyuwangi Regency Government's handling of Covid-19. Utilizing a survey technique that was descriptively analyzed. Using the quota sampling method, up to 400 samples from each city/region's generation Y and Z were collected. According to the findings, there is a high level of trust in all dimensions of the Banyuwangi Regency Government. Medium levels of trust were accorded to the Surabaya City Government in terms of responsiveness and reliability, but high levels of trust were accorded in terms of integrity, transparency, and fairness.
Peran Komunikasi Sains di Media Sosial pada Masa Pandemi Covid-19
Shiddiq Sugiono
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jik.v20i1, Juni.4792
Tulisan ini membahas tentang peran komunikasi sains terkait informasi Covid-19 di media sosial pada masa pandemi. Komunikasi sains dilakukan untuk melawan misinformasi dan hoaks. Metode yang digunakan adalah analisis isi pada delapan hasil penelitian terkait media sosial dan informasi Covid-19. Data penelitian dikumpulkan dari Google Scholar dengan menggunakan kata kunci tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga peran dari komunikasi sains pada saat pandemi Covid-19, yakni mendiseminasikan ilmu pengetahuan melalui cara populer, memperkuat jaringan komunikasi dan informasi ilmiah, dan membantu pemeriksaan fakta. Praktik komunikasi sains dilakukan melalui kolaborasi antara ilmuwan, masyarakat awam, pemerintah, dan industri kreatif.
Organisasi Jurnalis dan Kebebasan Pers di Yogyakarta
Masduki Masduki
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jik.v20i1, Juni.5227
Riset ini memetakan kondisi organisasi jurnalis di Yogyakarta (2015-2020) dan mengidentifikasi kontribusinya pada pengembangan profesionalisme anggota dan kebebasan pers. Riset ini menggunakan metode kualitatif. Data terkumpul melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan pengumpulan dokumen. Riset ini menemukan ‘dua jalan berbeda’ antara PWI DIY dan AJI Yogyakarta dalam memperkuat kompetensi jurnalis dan advokasi kebebasan pers: akomodatif dan diametral. Faktor sejarah pendirian, karakter anggota dan mitra kolaborasi memengaruhi pola kerja dan otonomi kedua organisasi: PWI DIY dekat dengan lembaga pemerintah dan badan komersial, sedangkan AJI Yogyakarta dengan organisasi nirlaba dan lembaga donor internasional.
Pengaruh Faktor Personal, Sarana Produksi, dan Pola Komunikasi terhadap Ketahanan Pangan
M Zainal S;
Sapar Sapar;
Adi Riyanto Suprayitno;
Marhani Marhani;
Samsinar Samsinar;
Andi Suprianto
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jik.v20i1, Juni.5317
Ketahanan pangan menjadi isu penting di masa pandemi Covid-19. Pemerintah mendorong ketahanan pangan petani melalui program Pekarangan Pangan Lestari. Berbagai faktor memengaruhi keberhasilan program. Penelitian bertujuan menghasilkan analisis faktor personal, dukungan sarana produksi pertanian, dan pola komunikasi penyuluh pendamping dan sesama petani berpengaruh terhadap ketahanan pangan petani. Penelitian didesain sebagai penelitian kuantitatif dengan metode survei cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor personal petani, dukungan sarana produksi pertanian, dan pola komunikasi berpengaruh nyata dan positif terhadap ketahanan pangan petani.
Manajemen Komunikasi Pelaku Reklamasi Ilegal Nggacar di Pesisir Surabaya
Shanice Priscilla Octavia;
Nanang Krisdinanto;
Akhsaniyah Akhsaniyah
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jik.v20i1, Juni.5318
Kajian ini berfokus pada manajemen komunikasi pelaku praktik reklamasi ilegal di pesisir Surabaya. Praktik ini disebut “nggacar” dalam bahasa lokal dan lahan reklamasinya disebut tanah “gacaran”. Penelitian ini bertujuan memahami manajemen komunikasi pelaku yang memungkinkan praktik ini dilakukan sampai sekarang sebagai hal normal. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Temuan menunjukkan bahwa pelaku reklamasi memaknai reklamasi sebagai praktik sah sekaligus menjadi hak sejarah warga asli Kenjeran. Warga Kenjeran menikmati potensi ekonomi tanah leluhur dan menjadikannya sebagai instrumen protes terhadap reklamasi yang dilakukan pengembang perumahan besar.
Representasi Asia Tenggara dalam Berita tentang Covid-19 di Media Barat
Morissan Morissan
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jik.v20i1, Juni.5627
This study aims to explore how the Western media determine news sources, frames, and news tone for events related to Covid-19 in Southeast Asia. Using the comparative content analysis, the findings show that news is presented in a negative tone while most news is presented frameless (65.8%), while news that uses frames includes a frame of responsibility (14.6%) and human interest (12.2%). Statistic test shows that there is no significant difference between Western media in the use of news sources, framing, and tone of the news. Keywords: representation, Western media, Southeast Asia, news, Covid-19
Smartphone as Polymedia for Mothers During Pandemic
Snezana Swasti Brodjonegoro
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jik.v20i1, Juni.6751
Drawing from the notion of smartphones as polymedia, this study seeks to investigate how working mothers use smartphones to navigate multiple roles during the COVID-19 pandemic. Smartphones become an essential device for working mothers as it allows them to manage different relationships and tasks that are imperative to their various roles. This study employs a phenomenology approach, using interviews with eight working mothers in six cities in Indonesia. This study brings into light three relational dynamics of smartphones as polymedia that helped them navigate the change of the COVID-19 pandemic, namely entertainment, empowerment, and support.
Komersialisasi Sewa Mux di TVRI Yogyakarta
Paulus Angre Edvra;
Josep J. Darmawan
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jik.v20i1, Juni.7022
Pelaksanaan siaran digital membawa konsekuensi seperti adopsi sistem multipleksing (mux). Di Indonesia, penyedia mux dipilih lewat tender kecuali untuk TVRI yang sudah pasti mendapat jatah. Penelitian studi kasus ini mengkaji sistem sewa mux di TVRI Yogyakarta menggunakan perspektif ekonomi politik untuk menguji adakah komersialisasi dijalankan dalam penyewaan mux. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komersialisasi adalah hal yang tidak terhindarkan dalam penyelenggaraan siaran digital. TVRI secara praktis mengambil manfaat atas penggunaan mux lewat skema penyewaan dan pemasaran yang aktif guna memenuhi target Penerimaan Negara Bukan Pajak. Hal ini problematik mengingat TVRI semestinya memposisikan diri sebgai lembaga publik yang mengedukasi audiens, bukan pasar.