cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Buana Informatika
ISSN : 20872534     EISSN : 20897642     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 594 Documents
Membangun Aplikasi Simulasi Rambut Berdasarkan Bentuk Wajah dengan Menggunakan Flash M. Al’ Amin; Ermanto Ermanto
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i1.320

Abstract

Abstract. In the modern era, many people consider appearance is very important in supporting their career. However, some people ignore their appearance while interesting look is one one major factor for success beside brain. Many people groom and style their hair and even have routine treatment in order to have attractive appearance but the results are far from satisfying. It might result from the lack of the improper methods applied by a hairdresser that the majority of the community is disappointed with the result. To help people in need of grooming requires an application that can display and provide information as well as training to hairdressing trainees based on the shapes of the faces to make each look good and interesting. The method applied in this research is the Multimedia Development Life Cycle (MDLC). This application was built by using Macromedia Flash 8 as a programming language design, Autodesk 3ds max9 and Adobe Photoshop CS3 to design the display. With the construction of this application is expected to provide trainee with the exisiting information needed and, therefore, the learning process can become more interesting and interactive so that the materials given can be more easily understood.Keywords: Attractive Appearance, Hairdro, MDLC, MacromediaFlash8, Autodesk 3dsmax9. Abstrak. Di zaman yang semakin modern ini, banyak orang berpendapat penampilan sangat penting dalam menunjang karier. Namun tidak sedikit dari masyarakat yang mengabaikan penampilannya, padahal unsur penampilan menarik menjadi salah satu faktor utama kesuksesan seseorang, selain faktor otak. Banyak dari sebagian masyarakat yang melakukan penataan rambut dan bahkan perawatan rutin agar memiliki penampilan menarik tetapi hasilnya kurang maksimal. Hal ini juga dipicu oleh kurang benarnya metode-metode dalam tata rambut yang dilakukan oleh seorang penata rambut, sehingga banyak dari sebagian masyarakat merasa kecewa akan hasil yang diharapkannya. Untuk membantu kebutuhan masyarakat dalam tata rambut tersebut dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat menampilkan dan memberikan informasi serta pelatihan untuk siswa trainning tentang tata rambut berdasarkan bentuk wajah secara baik dan menarik. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Aplikasi ini dibangun menggunakan Macromedia Flash 8 sebagai bahasa pemrograman desain, autodesk 3ds max9 dan adobe photoshop CS3 untuk desain tampilan. Dengan dibangunnya aplikasi ini diharapkan dapat membantu dalam menyajikan informasi dan proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif sehingga materi yang diberikan lebih mudah dipahami.Kata Kunci: penampilan menarik, tata rambut, MDLC, Macromedia Flash 8, Autodesk 3ds max9.
Pemodelan Lingkungan Virtual untuk Interaksi Avatar Berbasis Context Pada Proyek Digital Life at Campus (DiL@C) Haruno Sajati; Lukito Edi Nugroho; Ridi Ferdiana
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i2.321

Abstract

Abstract. Campus activities that use information technology increasing rapidly, these activities e.g. studying activity, access to information and so on. The increased activities forces instance has an "assistants" who can help the real user to complete their works and responsibilities. Virtual world allows the user to be in a different context so that it can follow a different activity at one time. Avatar requires a virtual Environment for the activity. This research build a model in virtual world (VES) that would bring together between avatars, virtual objects and context to work in a scenario in Digital Life at Campus (Dil@C). Design written in this paper to formulate a model of Context based communication, system architecture and implementation that can be applied in the virtual world.Keywords: DiL@C, avatar, context, Virtual Environment System (VES). Abstrak. Aktifitas kampus yang memanfaatkan teknologi informasi semakin banyak, Aktifitas ini contohnya perkuliahan, akses informasi dan lain-lain. Peningkatan aktifitas ini memaksa instance di dalam kampus memiliki ”asisten” yang dapat membantu real user untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Dunia virtual memungkinkan user dapat berada pada konteks yang berbeda sehingga dapat mengikuti aktifitas yang berbeda pada satu waktu. Pengembangan model avatar yang merepresentasikan user dalam dunia maya membutuhkan lingkungan virtual untuk beraktifitas. Penelitian ini memodelkan sebuah dunia virtual (VES) yang dapat mempertemukan antara avatar, obyek-obyek virtual dan konteks untuk bekerja dalam sebuah skenario dalam Digital Life at Campus (DiL@C). Perancangan yang ditulis dalam paper ini merumuskan model komunikasi berbasis konteks, arsitektur sistem dan implementasi yang bisa diterapkan dalam dunia virtual.Kata Kunci: DiL@C, avatar, konteks, Virtual Environment System (VES).
Developing a Prototype of Mobile Dental Information System in Indonesia Leo Willyanto Santoso; Alexander Setiawan; Samuel Gunawan
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i2.322

Abstract

Abstact. With the rapid development of wireless technology, mobile devices applications and services have become more convenient. One area that can be supported by this technology is the field of health, particularly in the dental information system. Processing the patient data is one of the many factors that have an important role in hospital industry. The manual processing of patient data in dental clinic 'X' Yogyakarta, Indonesia is inefficient and ineffective. It can't guarantee the accuracy of the calculation, recapitulations, and reporting system. The rapid development of information technology makes it possible to develop a dental information system, which gives accurate reports on the status of the patients in real time for the purpose of improving patient’s safety and quality of services. In this research, the application is developed with Java programming language and mySQL database. The testing results of the application have shown that the program can be operated easily, has a clear work flow, supports various facilities that help users, and is able to become valuable inputs for dental clinic management in the decision making process. Based on the questionnaire results, 80% respondents reported that the program met the requirements and was easy to use.Keywords: mobile technology, dental information system, registration, report Abstrak.Perkembangan teknologi nirkabel yang sangat pesat telah memicu aplikasi dan layanan seluler menjadi lebih nyaman. Salah satu bidang yang dapat didukung oleh teknologi ini adalah bidang kesehatan, terutama dalam sistem informasi klinik gigi. Pengolahan data pasien merupakan salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam pengelolaan industri kesehatan. Saat ini, proses manual pengolahan data pasien di klinik gigi 'x' Yogyakarta tidak efisien dan tidak efektif. Hal ini tidak dapat menjamin keakuratan perhitungan, rekapitulasi, dan sistem pelaporan. Pesatnya perkembangan teknologi informasi memungkinkan untuk mengembangkan sistem informasi gigi, yang memberikan laporan yang akurat tentang status pasien secara real time untuk tujuan meningkatkan keselamatan pasien dan mutu layanan. Dalam penelitian ini, aplikasi dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java dan database mySQL. Hasil pengujian aplikasi telah menunjukkan bahwa program ini dapat dioperasikan dengan mudah, memiliki alur kerja yang jelas, mendukung berbagai fasilitas yang membantu pengguna, dan mampu menjadi masukan yang berharga untuk manajemen klinik gigi untuk membuat keputusan. Berdasarkan hasil survey, 80% responden berkata bahwa program sudah memenuhi kebutuhan dan mudah untuk digunakan.Kata kunci: teknologi bergerak, sistem informasi dokter gigi, registrasi, laporan
Aplikasi Penjualan dan SMS Gateway untuk Penagihan Hutang (Studi Kasus PT. DEWATA Yogyakarta) Brigitta Stellani Sukamto
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i2.323

Abstract

Abstract. Sales and receivables is the income of the company. But the complexity of the data make these vital parts are often overlooked. The presence of technology may be able to be solution. SalWay is a software, designed and built to handle everything related to the sale and the debt owed by customers in PT. DEWATA Yogyakarta which has 3 (three) mills which are have different raw materials and products. The software is also capable of providing reminders via SMS Gateway for alerts to customers who have not paid off their debts but are close to (one day before the due date) or exceed the maturity date. With the SMS, the company can alert customers without typing a lots of numbers on mobile phones.Keywords: sales, SMS, alerts, reminders, SMS  Gateway Abstrak. Penjualan dan piutang merupakan sumber hidup perusahaan. Namun kompleksnya data membuat bagian vital tersebut sering kali terabaikan. Hadirnya teknologi mampu untuk menjadi salah satu solusi. SalWay adalah sistem informasi yang dirancang dan dibuat untuk membantu menangani segala sesuatu terkait penjualan dan hutang yang belum dibayarkan oleh pelanggan kepada PT. DEWATA yang memiliki 3 (tiga) pabrik dengan bahan baku dan hasil produksi yang berbeda. Sistem ini juga mampu memberikan SMS reminder via SMS Gateway untuk alert kepada pelanggan-pelanggan yang belum melunasi hutangnya namun sudah mendekati (satu hari sebelum tanggal jatuh tempo) ataupun melebihi tanggal jatuh tempo. Dengan adanya SMS ini, perusahaan dapat mengingatkan pelanggan tanpa harus mengetikkan banyak nomor dan SMS di handphone.Kata kunci: penjualan, SMS, alert, reminder, SMS Gateway
Pengembangan Single-Account Untuk Berbagai Aplikasi Berbasis Web dan Desktop Memanfaatkan Account Windows Live Kusworo Anindito
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i2.324

Abstract

Abstract. Along with the increasing number of applications provided for students, a student needs to have different accounts to access each application. The accounts are used to access each specific application from campus or applications provided by another partner, such as Microsoft Live @ edu. As a result, these students have many accounts to access email, courses site, the study plan, resulst of study, etc. This situation often makes students forget their usernames or passwords to access the existing system applications. As a result, the administrator or operator often gets requests to reset passwords from students. This research is conducted in the effort to minimize the number of students who cannot access the information system because they cannot login. A student  only needs to remember one account,  i.e. his/her account of windows live, to be able to access various applications of information system, both on desktop and via web, provided by the campus.Keywords: single-account, desktop, web, live@edu, windows live Abstrak. Seiring dengan bertambahnya aplikasi layanan teknologi informasi yang disediakan bagi mahasiswa, maka seorang mahasiswa harus mengingat berbagai account yang dimiliki untuk mengakses berbagai aplikasi tersebut. Account-account tersebut digunakan untuk mengakses ke masing-masing aplikasi khusus dari perguruan tinggi tersebut ataupun account untuk mengakses aplikasi yang disediakan pihak lain yang menawarkan kerjasama, misalnya Microsoft live@edu. Akibatnya, mahasiswa tersebut memiliki account untuk mengakses email, situs kuliah, pengisian rencana studi, dan sebagainya. Hal ini sering membuat mahasiswa tersebut lupa username atau password salah satu aplikasi yang ada, sehingga tidak bisa mengakses sistem. Akibatnya, administrator/operator mendapatkan permohonan untuk mereset password para mahasiswa yang lupa tersebut. Penelitian ini dilakukan sebagai usaha untuk meminimalkan kemungkinan mahasiswa tidak bisa mengakses sistem informasi karena tidak bisa melakukan login. Mahasiswa cukup mengingat sebuah account, yaitu account windows live, untuk bisa mengakses berbagai layanan sistem informasi, baik desktop maupun web, yang disediakan kampus.Kata Kunci: single-account, desktop, web, live@edu, windows live
Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Pemberian Beasiswa di STMIK Atma Luhur Hilyah Magdalena
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i2.325

Abstract

Abstract. Top of FormEconomic conditions is one obstacle in implementing education especially higher education. This limitation can be overcome by granting scholarships. With the scholarship students who have excellent academic ability can continue their education. In STMIK Atma Luhur Pangkalpinang, scholarships are offered not only to students who have excellent academic achievements but also for those with special abilities in other fields, such as for outstanding athletes. The number of classifications gives top management a hard time to decide who will receive the scholarship. The difficulty lies on the lack of clear criteria in awarding the scholarships either from campus or from the government based on both academic and non academic achievements. This study presents several criteria that can be used to determine which students deserve to receive which scholarship. This study uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) as a model of decision making in determining scholarship recipients. The results of data processing tools with AHP and Expert Choice 2000 indicate that the scholarship (Improved Academic Achievement or PPA) is the most popular fellowship that reaches 23.3%, followed by student’s achievements by 22.3%,. The third is a scholarship Student aid Study (BBM) that reaches 21.5%. While the most important criteria according to the expert respondents is on academic achievement that reaches 50.3%.Keywords: scholarship, academic and non academic achievement, Analytical Hierarchy Proces. Abtrak. Di STMIK Atma Luhur Pangkalpinang, beasiswa tidak hanya untuk mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademik sangat baik, namun juga untuk mahasiswa yang mempunyai kemampuan istimewa lainnya seperti atlet berprestasi. Banyaknya klasifikasi beasiswa membuat manajemen puncak sebagai penentu akhir kepada siapa beasiswa akan diberikan cukup kesulitan. Penelitian ini menyajikan beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan mahasiswa dengan kategori seperti apa yang paling pantas menerima beasiswa – beasiswa tersebut. Penelitian ini menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai model pengambilan keputusan dalam menemtukan mahasiswa penerima beasiswa. Hasil pengolahan data dengan AHP dan tools Expert Choice 2000 menunjukkan bahwa beasiswa (Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) adalah beasiswa yang paling diminati dengan bobot mencapai 23,3%, selanjutnya adalah beasiswa mahasiswa berprestasi dengan bobot 22,3%, dan peringkat ketiga adalah beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) dengan bobot mencapai 21,5%. Sedangkan kriteria paling penting menurut para responden ahli adalah prestasi akademik dengan bobot mencapai 50,3%.   Kata Kunci: beasiswa, beasiswa berbasis akademik, beasiswa non akademik, Analytical Hierarchy Process.
Rancangan Model Manajemen Pengetahuan Untuk Perencanaan Pola Tanam Efektif Tanaman Pangan Berbasis Spatial Mining Eko Sediyono; Kristoko Dwi Hartomo; Sri Yulianto
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i2.326

Abstract

Abstract. This paper discusses the knowledge management modeling for planning the effective planting pattern based on spatial mining.  The knowledge management is developed as a portal from traditional pranata mangsa (season reading) knowledge which is well known among Javanese and Balinese people and is plotted to the digital map. The content of the system is also combined with the recent research results about pranata mangsa, and planting patterns of the crops in many places in Java and Bali.    The application is experimented in Boyolali District. This system gives practical knowledge to farmers, in addition to developing a knowledge sharing culture among farmers and agricultural service officers in many places by using Web.Keywords: Knowledge Management, Knowledge sharing, pranata mangsa, Effective planting pattern. Abstrak. Paper ini membahas tentang rancangan model manajemen pengetahuan (knowledge management) untuk perencanaan pola tanam efektif tanaman pangan berbasis pencarian data spasial (spatial mining). Aplikasi manajemen pengetahuan yang dibangun akan menjadi portal bagi pengetahuan-pengetahuan mengenai pranata mangsa tradisional yang diketahui oleh masyarakat diberbagai daerah di Jawa dan Bali, dilengkapi dengan lokasi masing-masing pengetahun yang dipetakan dalam peta digital. Selain itu sistem yang dibangun juga menggabungkan data hasil penelitian terbaru mengenai pranata mangsa terbarukan dan data pola tanam tanaman pangan di berbagai daerah di Jawa dan Bali. Rancangan model diuji coba di daerah Kabupaten Boyolali. Selain memberikan pengetahuan yang bermanfaat secara praktis bagi petani, sistem ini dapat menumbuhkan budaya penyebaran pengetahuan (Knowledge Sharing) diantara para petani dan petugas dinas pertanian di berbagai daerah melalui Web.Kata kunci: manajemen pengetahuan, knowledge sharing, pranata mangsa,  pola tanam efektif.
Penerapan Algoritma Levenberg-Marquadt dan Backpropagation Neural Network Untuk Klasifikasi Suara Manusia David David
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i1.327

Abstract

Abstract. Voice recognition technology is currently experiencing growth, especially in the case of speech processing. Speech processing is a way to extract the desired information from a voice signal. This study discusses the classification of human voice system male and female. Extract the characteristics of the voice signal in each frame time domain and frequency domain is to help simplify and speed calculations. The features for voice or other audio between Short Time Energy, Zero Crossing Rate, Spectral Centroid, and others. Test results show that the classification system the human voice using the backpropagation neural network and Levenberg-Marquadt algorithm to change matrix weight is very good because of the complexity and rapid calculation which is not too high. Database voice sample of 40 voices with the test data as much as 5 votes. The output of the system is the result of the classification that has been identified with a similarity value>=0.5 for male and <0.5 as a female. Testing using artificial neural network produced an average success rate in voice classification amounted to 91%.Keywords: Feature Extraction, Classification, Backpropagation, Levenberg-Marquadt Algorithm, Human Voice Abstrak. Teknologi pengenalan suara saat ini telah mengalami perkembangan terutama dalam hal speech processing. Speech processing merupakan suatu cara untuk mengekstrak informasi yang diinginkan dari sebuah sinyal suara. Penelitian ini membahas sistem klasifikasi suara manusia male dan female. Mengekstrak ciri dari sinyal suara setiap frame pada kawasan waktu dan kawasan frekuensi sangat membantu untuk  menyederhanakan dan mempercepat perhitungan. Adapun fitur-fitur untuk suara atau audio antara lain Short Time Energy, Zero Crossing Rate, Spectral Centroid dan lain-lain. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa klasifikasi suara manusia dengan menggunakan jaringan saraf tiruan backpropagation dan algoritma Levenberg-Marquadt untuk perubahan matriks bobot, sangat baik dan cepat karena kompleksitas perhitungan yang tidak terlalu tinggi. Database sample suara sebanyak 40 buah dengan data test sebanyak 5 suara. Output dari sistem adalah hasil klasifikasi yang telah dikenali dengan nilai kemiripan >= 0,5 sebagai pria dan < 0,5 sebagai wanita. Pengujian dengan menggunakan jaringan saraf tiruan dihasilkan rata-rata tingkat keberhasilan dalam klasifikasi suara adalah sebesar 91 %.Kata Kunci: Feature Extraction, Klasifikasi, Backpropagation, Algoritma Levenberg-Marquadt, Suara Manusia
Fuzzy Simple Additive Weighting Untuk Diagnosis Penyakit Pneumonia Muhammad Syaukani; Suryo Guritno
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i1.328

Abstract

Abstract. Pneumonia is an infection of the lungs that is caused by bacteria, viruses, fungi, or parasites. It is characterized primarily by inflammation of the alveoli in the lungs or by alveoli that are filled with fluid (alveoli are microscopic sacs in the lungs that absorb oxygen). The shortage of medical personnel at health community centers to serve a population often results in care delays for pneumonia patients. The purpose of this research is to make a modelling of group decision support system in diagnosing pneumonia in adult patients. The system is designed as a tool for medical personnel in diagnosing pneumonia patients.Group Decision Support System (GDSS) is developed by using Fuzzy Simple Additive weighting methods. The preference scoring of three experts i.e. a pulmonary specialist, an internist and a pharmacist is carried out by applying triangular fuzzy numbers. In the aggregation stage, preferences makes use of Fuzzy Linguistic quantifier, stage rangking employs Simple Additive Weighting while Forward Chaining is employed in the inference process. The system is tested by inputting the symptoms of pneumonia without the involvement of an expert. The results shows that the system is capable in diagnosing pneumonia.Keywords: GDSS, Fuzzy, Simple Additive Weighting, Pneumonia Abstrak. Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. Hal ini ditandai terutama oleh peradangan alveoli di paru-paru atau alveoli yang berisi cairan (alveoli adalah kantung mikroskopis di paru-paru yang menyerap oksigen), terbatasnya tenaga medis di puskesmas disbanding dengan jumlah penduduk berakibat sering terlambatnya pelayanan terhadap pasien pneumonia. Tujuan penelitian ini adalah membuat pemodelan sistem pendukung keputusan kelompok untuk mendiagnosis pasien pneumonia pada orang dewasa. Sistem ini dirancang sebagai alat bantu tenaga medis dalam mendiagnosis pasien pneumonia. Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (SPKK) dikembangkan menggunakan metode Fuzzy Simple Additive Weighting. Pemberian nilai preferensi tiga orang pakar antara lain ahli paru-paru, ahli internis dan ahli farmasi menggunakan bilangan fuzzy segitiga. Pada tahap agregasi preferensi digunakan Fuzzy Linguistic Quantifier, tahap perangkingan menggunakan Simple Additive Weighting dan proses inferensi menggunakan Forward Chaining. Sistem diuji dengan cara memasukkan gejala-gejala pneumonia tanpa melibatkan seorang pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat mendiagnosis penyakit pneumonia.Kata Kunci: SPKK, Fuzzy, Simple Additive Weighting, Pneumonia
Identifikasi Penyakit dengan Gejala Awal Demam Menggunakan K-Nearest Neighbor (K-NN) Sri Redjeki
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i1.329

Abstract

Abstract. K-Nearest Neighbor (K-NN) is a method that uses a supervised algorithm where the results from the new sample test are classified based on the majority of the category on K-NN. K-Nearest Neighbor method (K-NN) is one of the clinical decision making method known as Clinical Decision Support System (CDSS). This Research employs the data of patients who have fever symptoms, in order to be classified into 10 possible diseases. The Research  objects are 82 data and 72 data are used for training while 10 data are used for testing. Value K=3, will be used for the best results in the disease grouping, with the accuracy value result of classification  is 97,2%. It is shown that the K-NN method is part of the CDSS because the value of accuracy that can be tolerated for grouping diseases reaches more than 97%.Keywords: Classification of disease, fever symptoms, K-NN. Abstrak. K-Nearest Neighbor (K-NN) adalah suatu metode yang menggunakan algoritma supervised dimana hasil dari sampel uji yang baru diklasifikasikan berdasarkan mayoritas dari kategori pada K-NN. Metode K-NN merupakan salah satu dari metode pengambilan keputusan klinik atau Clinical Decision Support System (CDSS). Penelitian ini menggunakan data pasien dengan gejala awal demam untuk mengelompokkan penyakit yang terdiri dari 10 penyakit. Obyek penelitian menggunakan data sebanyak 82 dengan 72 data digunakan untuk training dan 10 data digunakan untuk testing. Hasil terbaik pengelompokan penyakit menggunakan nilai K=3 dengan nilai akurasi hasil pengelompokkan sebesar 97,2%. Hal ini menunjukkan bahwa metode K-NN merupakan bagian dari CDSS karena nilai akurasi yang dapat ditoleransi untuk pengelompokan penyakit harus mempunyai nilai akurasi diatas 97%. Kata kunci: Gejala awal demam, K-NN, penyakit.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 01, April 2025 Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 02, Oktober 2025 Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 01, April 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 02, Oktober 2024 Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2023 Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 1, April 2023 Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 2, Oktober 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 1, April 2022 Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol 11, No 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol. 11 No. 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 8, No 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol. 8 No. 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol. 6 No. 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 More Issue