cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Buana Informatika
ISSN : 20872534     EISSN : 20897642     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 594 Documents
Penerapan Sistem Informasi Menggunakan Analisis Value Chain Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten Nurcahyani Dewi Retnowati
Jurnal Buana Informatika Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v2i2.310

Abstract

Abstract. Implementation of Information Systems Using Value Chain Analysis, Case Study: PT Intan Pariwara Klaten. The business activity of PT Intan Pariwara was begun from acceptance of the text, the process editing or the editing of the text, the provisions of all the elements artistic that was needed in the compilation of the book, to handed over CD file the text was ready printed this to the printing house side. The printing house side will afterwards hand over the book that has been printed to the publisher to afterwards be kept in the warehouse to be carried out by the packing and be ready to be distributed to all delegation all over Indonesia. The business strategy for PT Intan Pariwara was to carry out the marketing with marketing powers that had product knowledge that was high enough but also went through an internet media that could increase the company's turnover. The strategy and information technology of the information system for PT Intan Pariwara that is developing the information system that could bridge the publisher with the customer so as to be known by the consumer's wish against products that were produced by the publisher.  Keywords: Information System, Value Chain analysis, Business Strategy Abstrak. Aktivitas bisnis PT Intan Pariwara dimulai dengan penerimaan naskah dari penulis kemuadian dilakukan proses editing atau penyuntingan naskah, penyiapan semua elemen artistic yang dibutuhkan dalam penyusunan buku yang meliputi cover buku dan ilustrasi yang berguna untuk memperjelas materi hingga menyerahkan CD file naskah siap cetak tersebut ke pihak percetakan. Pihak percetakan kemudian akan menyerahkan buku yang sudah dicetak ke penerbit untuk kemudian disimpan di gudang untuk dilakukan pengepakan dan siap didistribusikan ke semua perwakilan di seluruh Indonesia. Strategi bisnis PT Intan Pariwara antara lain strategi pengembangan pemasaran melalui internet dan strategi peningkatan hubungannya dengan pelanggan melalui sistem CRM. Sistem atau aplikasi yang perlu dikembangkan antara lain situs interaktif dan CRM (Customer Relationship Management) Kata Kunci: Sistem Informasi, Analisis Value Chain (Rantai Nilai), Strategi Bisnis
Implementasi Analisis Keranjang Belanja Dengan Aturan Asosiasi Menggunakan Algoritma Apriori Pada Penjualan Suku Cadang Motor Denny Haryanto; Yetli Oslan; Djoni Dwiyana
Jurnal Buana Informatika Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v2i2.311

Abstract

Abstract. Implementation of Shopping Cart Analysis with Assosiation Rules using Apriori Algorithm on Motorcycle Spare Parts Sales. At a distributor agent, most sales transactions are recorded in one information system. Data recorded, are only used for administrative purposes. Whereas these data contain information that can be processed for the other purposes. One is to find a special relationship between the products purchased at the same time. Based on these relationships, it is possible to do promotional items with bond patterns of the products. Consumers who buy the products will be interested to buy other products commonly bought. If consumers do not buy the products that exist in the pattern of sales of products, the distributor can offer products that exist in the pattern of sales of products. One of the combinations of pattern discovery algorithms products is apriori algorithm. The use of association methods in the search bond patterns of the products for the promotion of a product, is to minimize the promotion of products that have a low level of sales. By minimizing the promotional items that are not purchased, consumers will not interfere with the promotional items that do not have bond pattern, so that the promotional item will be more effective. Keywords: Apriori Algorithm, Assosiation Rules, Sales Promotion, Sales Transacation, Bond Pattern Abstrak. Pada agen distributor, kebanyakan transaksi penjualan dicatat dalam satu sistem informasi. Data hasil pencatatan hanya digunakan untuk keperluan administrasi. Padahal data tersebut mengandung informasi yang dapat diproses untuk keperluan yang lebih luas. Salah satunya adalah untuk menemukan hubungan khusus antar produk yang dibeli bersamaan. Berdasarkan hubungan tersebut, dimungkinkan melakukan promosi barang dengan pola keterikatan barang tersebut. Konsumen yang membeli barang akan tertarik untuk membeli barang yang lain yang biasa dibelinya. Bila konsumen tidak membeli barang yang ada dalam pola penjualan barang, distributor dapat menawarkan barang yang ada dalam pola penjualan barang. Salah satu algoritma penemuan kombinasi pola barang adalah algoritma apriori. Penggunaan metode asosiasi dalam pencarian pola keterikatan untuk promosi produk, diharapkan dapat meminimalkan promosi barang yang mempunyai tingkat penjualan rendah. Dengan meminimalkan promosi barang yang tidak terbeli, konsumen tidak akan terganggu dengan promosi barang yang tidak mempunyai pola keterikatan, sehingga promosi akan lebih efektif. Kata Kunci: Algioritma Apriori, Aturan Asosiasi, Promosi Penjualan, Transaksi Penjualan, Pola Keterikatan
Aplikasi Wavelet Untuk Penghilangan Derau Isyarat Elektrokardiograf Bernardinus Sri Widodo
Jurnal Buana Informatika Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v2i2.312

Abstract

Abstract. Wavelet Application For Denoising Electrocardiograph Signal. Wavelet has the advantage of the ability to do multi resolution analysis in which one of its applications is to diminish noises. The major wavelet was selected and some experiments were conducted to find out the scale from 1 to 6. Furthermore, some other continuous experiments were carried out to determine the level of optimal decomposition and wavelet reconstruction. From the research, the findings showed that the selection of the scale from 1-6 did not influence the result significantly. On the other side, from the experiment of the selection of decomposition and reconstruction level, the eighth level was the most optimum level. The result of diminishing noises on the EKG signals using wavelet was slightly seen. From 48 data samples, the average of diminishing noises was 36.20 dB. Keywords: Signal Processing, Wavelet Application, ECG denoising   Abstrak. Wavelet memiliki keuntungan dari kemampuan untuk melakukan analisis multi-resolusi di mana salah satu aplikasi adalah untuk mengurangi suara. Wavelet utama adalah dipilih dan beberapa eksperimen dilakukan untuk mengetahui skala dari 1 sampai 6. Selain itu, beberapa percobaan kontinyu lainnya dilakukan untuk menentukan tingkat dekomposisi dan rekonstruksi wavelet yang optimal. Dari penelitian, temuan menunjukkan bahwa pemilihan skala 1-6 tidak mempengaruhi hasil secara signifikan. Di sisi lain, dari eksperimen pemilihan tingkat dekomposisi dan rekonstruksi, tingkat kedelapan tingkat yang paling optimal. Hasil suara mengurangi pada sinyal EKG menggunakan wavelet sedikit terlihat. Dari 48 sampel data, rata-rata suara berkurang adalah 36,20 dB. Kata Kunci: Pengolahan Sinyal, Aplikasi Wavelet, EKG denoising
Sistem Pendukung Keputusan Prediksi Kecepatan Studi Mahasiswa Menggunakan Metode ID3 Ronny Ardi Giovani; Paulus Mudjihartono; Pranowo Pranowo
Jurnal Buana Informatika Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v2i2.313

Abstract

Abstract. Decision Support System of Students’ Study Speed Prediction Using ID3 Method. Speed can be a decisive period of study a student taking a degree in sajana. In this study would be built applications that serve to speed decision making predictions Students study Computer Science University of Atma Jaya Yogyakarta. Students will be expected sooner or later than the period of study by taking one course or thesis that will be undertaken after a certain semesters. There are many methods of classification of one method of ID3 (Induction Decision 3 'Tree'). Development system in this study made use of intelligent systems-based applications. The results achieved after the system is formed, among others, sophisticated and intelligent system capable of storing past data is used as a reference for decision making, where students with certain criteria can know the travel time of their studies, and can refer to the database so the system can be more detailed and rigorous in determining the choice. Keywords: study period speed, Decision Support Systems, ID3, Intelligent Systems Kecepatan masa studi dapat menjadi penentu seorang mahasiswa dalam menempuh gelar sajana. Dalam penelitian ini akan dibangun aplikasi yang berfungsi untuk pengambilan keputusan prediksi kecepatan studi Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Mahasiswa akan diprediksi  cepat atau lambatnya masa studi dalam menempuh mata kuliah maupun skripsi yang akan dijalani setelah semester tertentu. Ada banyak metode klasifikasi salah satunya metode ID3 (Induction Decision 3 ‘Tree’). Pembangunan sistem dalam penelitian ini dibuat menggunakan aplikasi berbasis sistem  cerdas. Hasil yang dicapai setelah sistem ini terbentuk antara lain sistem canggih dan cerdas yang mampu menyimpan data masa lalu yang digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan, dimana mahasiswa dengan kriteria tertentu dapat diketahui masa tempuh studi mereka, serta dapat mengacu pada database sehingga sistem dapat lebih detail serta teliti dalam menentukan pilihan. Kata Kunci: kecepatan masa studi, Sistem Pendukung Keputusan, ID3, Sistem Cerdas
Perbandingan Watermarking Citra dengan Alihragam Wavelet dan Discrete Cosine Transform B. Yudi Dwiandiyanta
Jurnal Buana Informatika Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v2i2.314

Abstract

Abstract. Comparison of Image Watermarking with the Wavelet Variety Packs and Discrete Cosine Transform. Watermarking is one method of copyright protection to combat the spread of the work of someone illegally. In this study, we compare watermarking algorithm in wavelet region and Discrete Cosine Transform (DCT). Color image is used as the host image, while the watermark image is used as a binary image of size 1 / 16 image of the host. Embedding process is based on Human Visual System (HVS), so hopefully gained an invisible watermark (invisible watermark). Embedding process performed by the additive algorithm. In both variety packs developed, the watermark is inserted in the high frequency components of the image. Wavelet used is the wavelet db4. DCT 4x4 blocks are used, which is expected to reduce the computational load. Tests showed that the two watermarking algorithms are generally resistant to granting noise, geometric image operations and image processing operations. Watermarking algorithm that was developed less defend against attacks-down pass filter and median filter, but has a very good performance against an attack-pass filter above. Keywords: image watermarking, wavelet, Discrete Cosine Transform (DCT), Human Visual System (HVS) Abstrak. Watermarking merupakan salah satu metode proteksi hak cipta untuk menanggulangi penyebaran karya seseorang secara ilegal. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan algoritma watermarking pada kawasan wavelet dan Discrete Cosine Transform (DCT). Citra warna digunakan sebagai citra host, sedangkan sebagai citra watermark digunakan citra biner berukuran 1/16 citra host. Proses embedding dilakukan berdasarkan Human Visual System (HVS), sehingga diharapkan diperoleh watermark yang tidak kelihatan (invisible watermark). Proses embedding dilakukan dengan algoritma aditif. Pada kedua alihragam yang dikembangkan, watermark disisipkan pada komponen frekuensi tinggi citra. Wavelet yang digunakan adalah wavelet db4. Sedangkan alihragam DCT yang digunakan adalah operasi blok 4x4, yang diharapkan dapat mengurangi beban komputasi. Pengujian menunjukkan bahwa kedua algoritma watermarking secara umum tahan terhadap pemberian derau, operasi geometris citra dan operasi-operasi pengolahan citra. Algoritma watermarking yang dikembangkan kurang bertahan terhadap serangan-serangan tapis lolos-bawah dan tapis median, namun mempunyai unjuk kerja yang sangat baik terhadap serangan tapis lolos-atas. Kata Kunci: watermarking citra, wavelet, Discrete Cosine Transform (DCT), Human Visual System (HVS)
Pemampatan Intraframe pada Citra Sekuensial Menggunakan Gelombang Singkat Biorthogonal Albertus Joko Santoso; Lukito Edi Nugroho; Gede Bayu Suparta; Risanuri Hidayat
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i1.315

Abstract

Abstract. In the sequential image compression process there are two compression processes known as intraframe and interframe compressions. This paper focuses on intraframe compression on an image sequence by using the 14 Biorthogonal wavelet. Intraframe compression utilizes spatial redundancy within a frame. This happens because there is a correlation between a pixel with its neighboring pixels. This research uses different changes between frames in sequential images by moving the camera, and shifting objects in the middle. Then each sequential image is tested by using the 14 Biorthogonal wavelet toward its PSNR and compression ratio (%). The results of  the research can be concluded that the Biorthogonal 2.4 has the highest PSNR. As for the compression ratio, they show that the Biorthogonal 3.1 produces the highest compression ratio (%).Keywords: Sequential image, intraframe compression, compression ratio, PSNR, wavelet Abstrak. Pada citra sekuensial dikenal dua proses pemampatan yaitu pemampatan intraframe dan pemampatan interframe. Pada makalah ini lebih difokuskan pada pemampatan intraframe dari suatu citra sekuensial yang menggunakan 14 wavelet Biorthogonal. Pemampatan intraframe memanfaatkan redundansi spasial yang terdapat dalam suatu bingkai. Hal ini disebabkan karena adanya korelasi antara sebuah piksel dengan piksel di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan perubahan antar bingkai pada citra sekuensial, yaitu kamera yang bergerak dan obyek di tengah bergerak. Kemudian setiap citra sekuensial diuji dengan 14 wavelet biorthogonal terhadap PSNR dan prosentase rasio kompresinya. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu pada pemampatan intraframe wavelet Biorthogonal 2.4 menghasilkan PSNR tertinggi. Sedangkan untuk porsentase rasio kompresi terlihat bahwa Biorthogonal 3.1 menghasilkan rasio kompresi tertinggi.Kata Kunci: citra sekuensial, pemampatan intraframe, prosentase rasio kompresi, PSNR, gelombang singkat
Analisis dan Perancangan Alat Bantu Monitor Brand Universitas Atma Jaya Yogyakarta di Situs Jejaring Sosial Twitter Purnomo Wuryo Putro, Yohanes Sigit; Sari Dewi, Findra Kartika
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i1.316

Abstract

Abstract. Brand monitoring has become an important task for any individual or corporation along with the growing development of social networking sites. Positive images of a brand are very important so it is wise for the brand owner to make observations to the comments provided by public about the brand on social networking sites. Brand monitoring can be carried out by using software as a tool to automatically capture data from Twitter associated with the brand of University of Atma Jaya Yogyakarta. Brand monitoring tool can be useful to know the public opinions about the brand of Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Furthermore, the opinion can be a consideration to carry out a self examination, to correct mistakes, and to improve their services, and, in the end, to leverage the brand image.Keywords: brand monitoring, sentiment, twitter, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Abstrak. Brand monitoring telah menjadi tugas penting bagi setiap individu atau korporasi seiring dengan perkembangan situs jejaring sosial. Citra positif akan suatu brand sangat penting sehingga bijaksana jika sang pemilik brand melakukan pengamatan akan komentar-komentar yang diberikan oleh masyarakat mengenai brand yang mereka miliki di situs jejaring sosial. Brand monitoring dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah perangkat lunak sebagai alat bantu untuk mengcapture data-data dari situs jejaring sosial Twitter yang terkait dengan brand Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Jika dikembangkan lebih lanjut, alat bantu ini dapat bermanfaat untuk mengetahui bagaimana pendapat masyarakat (pengguna Twitter) mengenai brand Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Lebih jauh, pendapat tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki kesalahan, serta meningkatkan pelayanan dan pada akhirnya akan meningkatkan brand image.Kata Kunci: brand, sentiment, monitoring, twitter, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Analisis Perbandingan Ketahanan Metode Steganografi LSB dan BPCS Menggunakan Metode Steganalisis Binary Similarity Measures Ngurah Agus Sanjaya ER; I Putu Edy Suardiyana Putra
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i1.317

Abstract

Abstract. Least significant bit (LSB) and Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) are two of the most commonly used steganoraphy methods. LSB is relatively simple and can be quickly implemented while BPCS offers an advantage in the capacity of storing hidden messages. These two methods are considered good if and only if the hidden messages in each of them are robust from a steganalysis implementation. This research specifically performs the robustness checks for both methods by using the Binary Similarity Measures (BSM). BSM measures the correlations between bits in a bit-plane to detect the message hidden in an image. Our test results show that the larger the size of the message hidden by using the BPCS method, the smaller is its detection probability. On the contrary, the size of the hidden message is directly proportional to its probability of being discovered in the LSB method. Keywords: steganography, Least Significant Bit, Bit Plane Complexity Segmentation, steganalysis, Binary Similarity Measures Abstrak. Least Significant Bit (LSB) dan Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) merupakan dua metode steganografi yang umum digunakan. LSB dapat diimplementasikan secara cepat dan sederhana sedangkan BPCS menawarkan kelebihan dalam penampungan kapasitas pesan rahasia. Agar dapat dikatakan sebagai metode steganografi yang baik maka kedua metode tersebut harus dapat mempertahankan pesan yang disisipkan dari serangan metode steganalisis. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui ketahanan dari masing-masing metode menggunakan metode steganalisis Binary Similarity Measures (BSM). BSM mengukur korelasi antar bit-bit dalam suatu bit-plane untuk mengetahui keberadaan pesan pada citra. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa semakin besar pesan yang disisipkan pada suatu citra menggunakan metode BPCS, maka kemungkinan terdeteksinya pesan akan berkurang. Hal ini berbanding terbalik dengan metode LSB dimana ukuran pesan yang disisipkan berbanding lurus dengan kemungkinan terdeteksinya pesan tersebut.Kata Kunci: Steganografi, Least Significant Bit, Bit Plane Complexity Segmentation, Steganalisis, Binary Similarity Measures
Sistem Informasi ProMix untuk Peramalan Produk (Studi Kasus pada PT. Batik Danar Hadi - Solo) Fransisca Romana Dessyana Kardha
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i1.318

Abstract

 Abstract. One of the successful keys to compete in a business is the mastery of information. Marketing jobs in a company is to find the right products for customers rather than to find the right customers for the products. “ProMix” (comes from the term of "Product Mix") is one of some marketing tools to use in order to achieve its marketing objectives in target markets. It assesses the company's operations efficiently to avoid or minimize waste in the organization in the efforts to achieve the goals. Therefore, it is necessary to design a computerized system which, in this study, is called ProMix system. The system can be used to forecast the company's production volume and product distribution. ProMix system is designed and built by using Visual Basic as its programming language and SQL database server. The result is an information system that contributes to the efficiency of company operations and performance management of PT. Danar Hadi Batik Solo in making a decision.Keywords: information system, product mix, product, forecasting, marketing Abstrak. Salah satu kunci keberhasilan untuk mampu bersaing dalam menjalankan usaha adalah penguasaan informasi. Pekerjaan pemasaran dalam perusahaan bukan untuk menemukan pelanggan yang tepat melainkan menemukan produk yang tepat bagi pelanggan. ProMix (berasal dari Istilah “Product Mix”) merupakan salah satu alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Operasi perusahaan dinilai efisien bila mampu menghindari atau meminimalisasi pemborosan di dalam usahanya mencapai sasaran organisasi. Untuk itu dirancang suatu sistem terkomputerisasi dalam penelitian ini yang disebut Sistem ProMix dan dapat digunakan perusahaan untuk meramalkan volume produksi dan pendistribusian produk. Sistem ProMix dirancang dan dibangun menggunakan Visual Basic sebagai bahasa pemrogramannya dan database SQL Server. Hasil dari penelitian ini merupakan sebuah sistem informasi yang dapat memberikan kontribusi terhadap efisiensi operasi perusahaan dan kinerja manajemen PT. Batik Danar Hadi Solo dalam pengambilan keputusan, sehingga dapat meminimalisasi kerugian perusahaan baik dari segi penjualan produk maupun distribusinya.Kata Kunci: sistem informasi, product mix, produk, peramalan, pemasaran
Perancangan dan Implementasi Sistem Reservasi Foodcourt Berbasis Web dengan Memanfaatkan Koneksi Wifi William Christanto; Arie Setiawan Prasida; Charitas Fibriani
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i1.319

Abstract

Abstract. Reservation is a treaty process in the form of ordering a product of both goods and services. It becomes very important as the modern life demands everything to be fast and easy. It is this factor that encourages strategic use of technology. A reservation system is a web-based reservation system utilizing the foodcourt wifi connection and is a set of server-side Forms Controls to build applications of wireless mobile devices. These controls produce various outputs, namely WML, HTML, or compact HTML. From this research it can be concluded that the wifi connection can be used to design and implement web-based reservation system for ordering in a foodcourt.Keywords: Reservation system, Reservation Mobile. Abstrak. Reservasi adalah sebuah proses perjanjian berupa pemesanan sebuah produk baik barang maupun jasa. Hal ini menjadi sesuatu yang penting mengingat perkembangan jaman yang menuntut serba cepat dan mudah. Faktor inilah yang mendorong terciptanya strategi penggunaan teknologi mobile untuk membuat sistem reservasi foodcourt berbasis web dengan memanfaatkan koneksi wifi. Sistem Reservasi ini merupakan satu set server-side Forms Controls untuk membangun aplikasi perangkat mobile nirkabel. Kontrol ini menghasilkan output yang berbeda, yaitu WML, HTML, atau compact HTML. Penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa koneksi wifi dapat dimanfaatkan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem reservasi foodcourt berbasis web untuk pemesanan menu pada foodcourt.Kata Kunci: Sistem Reservasi, Reservasi Mobile.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 01, April 2025 Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 02, Oktober 2025 Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 01, April 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 02, Oktober 2024 Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2023 Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 1, April 2023 Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 2, Oktober 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 1, April 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol 11, No 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol. 11 No. 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol. 8 No. 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol. 6 No. 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 More Issue