cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Buana Informatika
ISSN : 20872534     EISSN : 20897642     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 594 Documents
Validasi Tanda Tangan Presensi Mahasiswa Menggunakan Magnified Gradient Function Backpropagation Rosalin Veliana; Hendry Setiawan
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i1.330

Abstract

Abstract. Attending students usually sign their names in the attendance list for every lecture and then, at the end of every lecture, the attendance list is recapitulated. Attendance recording system should be designed with good validation capability so that the data it obtains is liable. This project tries to create a student attendance data recapitulation system by employing an artificial neural network. The method used is the Magnified Gradient Function Backpropagation (MGF-Prop) because it can identify data pattern well. In this system, the data pattern studied is the pattern of signature and student ID number. In the programming, artificial intelligence, image processing, and data mining concept are also used. This system is developed using Visual Basic.NET, which can lighten the process of attendance data recapitulation. This system is tested by using 20 sample data with 94% signature recognition success rate and 97% success rate in student ID number recognition. This success percentage can still vary depending on the option chosen in the learning process. Keywords: signatures, presence, artificial neural network, magnified gradient function, ID number. Abstrak. Mahasiswa-mahasiswa yang hadir akan membubuhkan tanda tangan pada daftar kehadiran pada setiap perkuliahan yang diikutinya, lalu pada akhir perkuliahan akan dilakukan rekap presensi. Sistem presensi kehadiran harus dirancang dengan kemampuan validasi dengan baik agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pada naskah ini penulis membuat sistem pemrosesan rekap data presensi mengunakan jaringan saraf tiruan, metode yang digunakan adalah Magnified Gradient Function Backpropagation (MGF-Prop) karena dapat dengan baik mengenali pola data. Dalam sistem ini, pola data yang akan dikenali adalah pola tanda tangan dan nomor induk. Dalam pemrogramannya, digunakan pula konsep pengolahan citra dan data mining. Sistem yang dikembangkan dengan Visual Basic.NET ini, dapat mempermudah proses rekap data presensi. Sistem ini diuji coba menggunakan 20 data sampel dengan tingkat persentase keberhasilan rata-rata mengenali tanda tangan mencapai 94% serta nomor induk dengan tingkat keberhasilan 97%. Persentase keberhasilan tersebut dapat berubah tergantung pada opsi yang digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: tanda tangan, presensi, jaringan saraf tiruan, magnified gradient function, nomor induk.
Optimalisasi Pemanfaatan Internet Untuk Peningkatan Kualitas Guru dan Mutu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini Flourensia Sapty Rahayu; Findra Kartika Sari Dewi
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i1.331

Abstract

Abstract. Internet is one of the types of information technology can be utilized to facilitate and improve the quality of human life in various aspects. In the field of education, wide open opportunities the Internet can be used to improve the quality of teachers and quality of teaching and learning process. This study attempted to get an idea about the condition of Internet used by teachers of Early Childhood Education and give solutions that can be used by the community of early childhood educators. The solutions we give are (1) socialize the use of the Internet for early childhood teachers in Indonesia so that they can dig their own needs that can be obtained from the Internet, (2) procure computer for teachers so they will have access to the Internet, and (3) construct a portal that can be used as a community center of early childhood teachers in Indonesia. Keywords: Early Childhood Education, portal, Internet utilization, quality of teachers, quality of teaching and learning process Abstrak. Internet merupakan salah satu jenis Teknologi Informasi yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup manusia dalam berbagai aspek. Dalam bidang pendidikan, terbuka luas peluang Internet dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas guru dan kualitas proses belajar mengajar. Penelitian ini berusaha untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi pemanfaatan Internet oleh para pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan selanjutnya memberikan solusi yang dapat digunakan oleh komunitas pendidik anak usia dini. Solusi yang penulis berikuan adalah (1) melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan Internet untuk para guru PAUD se-Indonesia sehingga mereka dapat menggali sendiri kebutuhan-kebutuhan mereka yang bisa didapatkan dari Internet, (2) pengadaan komputer untuk guru di seluruh Indonesia. Pengadaan ini diperlukan supaya guru-guru mendapat kemudahan dalam mengakses Internet, dan (3) pembangunan sebuah portal yang dapat digunakan sebagai pusat komunitas guru PAUD se-Indonesia.Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), portal, pemanfaatan Internet, kualitas guru, kualitas proses belajar mengajar
Metode Kompresi Motif Batik Indonesia yang Optimal untuk Perancangan Web Thomas Adi Purnomo Sidhi
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i1.332

Abstract

Abstract. Batik in Indonesia divers in motifs and recently many people expand business opportunity through online shop. In Indonesia, online shops are growing rapidly not only because the facility is available but also because there is a market and interest for looking for items or service online. This paper tries to give an optimal compression type and method for image data especially batik motifs so the image can be use optimally giving quality, download speed, even optimal resolution. In this paper the compression method are focused on JPEG, GIF, and PNG compression method and the batik motifs that used are mega mendung, parang, kawung, truntum and sekar jagad.Keywords: image compression, batik, JPEG, GIF, PNG Abstrak. Motif batik di Indonesia sangatlah beragam, dan saat ini banyak kalangan masyarakat yang memperluas peluang bisnis melalui layanan penjualan online. Di Indonesia sendiri toko-toko online mulai berkembang dengan pesat, bukan hanya karena fasilitas yang ada, namun juga karena adanya pasar atau peminat yang mulai mencari barang dan jasa secara online. Paper ini berusaha untuk memberikan ide kompresi data gambar yang optimal khususnya untuk motif batik Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data penelitian kompresi sehingga mengoptimalkan penggunaan kompresi data pada gambar terutama motif batik. Dari hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk merancang sebuah website atau toko online dimana gambar yang digunakan dapat secara optimal memberikan kualitas, kecepatan unduh, maupun resolusi yang optimal. Didalam paper ini fokus metode kompresi yang akan digunakan adalah kompresi JPEG, GIF, dan PNG, serta motif batik yang akan digunakan adalah motif batik mega mendung, parang, kawung, truntum dan sekar jagad.Kata kunci: kompresi gambar, batik, JPEG, GIF, PNG
Perbandingan Metode Enhanced Confix Stripping dan Porter Stemmer Untuk Stemming Konten Bahasa Indonesia Muhamad Alif; Firdaus Solihin; Husni Husni
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i2.333

Abstract

Abstract. In Indonesian, there are many existing methods of stemming; among others are ECS and Porter.  However, the advantages and disadvantages of both methods are not yet known. To find out which one of the stemmers is more effective and efficient it requires us to compare the effectiveness of both methods. This research compares and evaluates two Indonesian stemmers, ECS and the porter. Trial research documents are taken from Tala’s research as many as 50, 100 and 300. In evaluating 50 document’s, ECS is able produce 82% with elapsed time of 6.781 seconds and porter only produces 61% with elapsed time of 0.0148 seconds. In evaluating 100 document’s, ECS produces 81% with elapsed time of 11.8311 seconds, while the porter only 61% with elapsed time of 0.0291 seconds.  While in trying 300 document’s, ECS produces 81% with elapsed time of 11.8311 seconds and porter is only able produce 61% of with elapsed time of 0.0291 seconds. Keywords: Stemming, Enhanced Confix Stripping, Porter stemmer Abstrak. Dalam Bahasa Indonesia, banyak metode stemming yang sudah ada, salah satunya yaitu ECS dan Porter. Namun, belum diketahui kelebihan dan kekurangan kedua metode tersebut. Untuk mengetahui stemmer mana yang lebih efektif dan efisien, diperlukan perbandingan efektifitas pada kedua metode. Penelitian ini membandingkan dan mengevaluasi dua stemmers Bahasa Indonesia, ECS dan porter. Dokumen uji coba diambil dari penelitian Tala yang berjumlah 50, 100 dan 300. Pada uji coba 50 dokumen, ECS mampu menghasilkan 82% dari total kata dengan kecepatan 6,781 detik dan porter hanya menghasilkan 61% dengan kecepatan 0,0148 detik. Uji coba 100 dokumen, ECS telah mampu menghasilkan 81% dengan kecepatan 11,8311detik, sedangkan porter hanya  menghasilkan 61% dengan  kecepatan 0,0291 detik. Uji coba 300 dokumen, ECS telah menghasilkan 81% dengan kecepatan 11,8311 detik dan porter hanya mampu menghasilkan 61% dengan kecepatan 0,0291 detik.Kata Kunci: Stemming, Enhanced Confix Stripping, Porter stemmer
Perancangan Arsitektur Perusahaan Dengan Top-Down Approach Pada UD. Sinar Surya Pontianak Sandy Kosasi
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i2.334

Abstract

Abstract. This research results in a model of company architectural design to integrate all business processes, information systems and the application of information technology. By identifying and clarifying the needs for information related to the strategic activities of the UD. Sinar Surya can facilitate the activities of operational processes and integrate the business processes of marketing and logistics. This is a case study that uses descriptive analysis and exploratory. The data is collected from interviews and observation. Architectural design companies use top-down approach. Data analysis is carried out by using business area analysis on Critical Success Factor, case diagrams and activity diagrams. The results show the data processing and more precise distribution information by minimizing misinformation, procurement and sale of goods, stock information becomes more accurate and relevant, information becomes more consistent. Through synchronization, integration, convergence, and interoperability make the operational performance can be run more effectively and efficiently.Keywords: Enterprise Architecture, Top-Down Approach, Business Area Analysis Abstrak. Penelitian ini menghasilkan sebuah model perancangan arsitektur perusahaan untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis, sistem informasi dan penerapan teknologi informasinya. Mengidentifikasi dan mengklarifikasi kebutuhan akan informasi strategis yang berhubungan dengan kegiatan dari UD. Sinar Surya serta mempermudah dalam kegiatan proses operasional, dan dalam mengintegrasikan proses bisnis bagian pemasaran dan logistik. Penelitian berbentuk studi kasus dan menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dan eksploratif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dan observasi. Perancangan arsitektur perusahaan menggunakan pendekatan atas-bawah. Metode analisis data menggunakan analisis area bisnis, Critical Success Factor, diagram use case dan diagram activity. Hasil penelitian memperlihatkan pengolahan data dan pendistribusian informasi menjadi lebih tepat, meminimalisasi kekeliruan informasi pengadaan dan penjualan barang, informasi stok menjadi lebih akurat dan relevan, informasi menjadi lebih konsisten. Melalui sinkronisasi, integrasi, konvergensi, dan interoperabilitas membuat kinerja operasional dapat berjalan lebih efektif dan efisien.Kata Kunci: Arsitektur Perusahaan, Pendekatan Atas-Bawah, Analisis Area Bisnis.
Audit Tingkat Kematangan Penerapan Teknologi Informasi di STIE Musi Palembang Menggunakan COBIT Quickstart Frederikus Taurus Vasia
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i2.335

Abstract

Abstract. The application of Information Technology (IT) has been carried out in the business sector  globally, vast and turbulently. However, in general, the education sector has not been able to implement the information system properly. Thus, a research was conducted on the application of Information Technology maturity level in the School of Economics (STIE) Musi in Palembang. The method applied in this research is Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) Quickstart framework. The research stages start from formulating research problems and objectives, literature review, data collection, measuring as-is maturity level, Gap analysis and recommendations. The results state that the level of maturity of the application of Information Technology in STIE Musi is on level 2 (Repeatable but Intuitive). The conclusion of the research is to provide a suitable recommendation gudelines for the implementation of COBIT Quickstart framework in STIE Musi Palembang.Keywords: Information Technology, STIE Musi, COBIT Quickstart. Abstrak. Penerapan Teknologi Informasi (TI) telah dilakukan secara global, pesat dan turbulent di sektor bisnis, pendidikan, namun di sektor pendidikan pada umumnya berjalan lambat, bahkan belum dapat menerapkan sistem informasi dengan baik dan benar. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang maturity level penerapan teknologi informasi di salah satu sektor pendidikan yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Musi di Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah framework Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) Quickstart. Tahapan penelitian dimulai dari merumuskan masalah dan tujuan, studi literatur, pengumpulan data, mengukur as-is maturity level, analisis Gap, serta rekomendasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat kematangan penerapan teknologi informasi di STIE Musi Palembang berada pada level 2 (Repeatable but Intuitive). Kesimpulan hasil penelitian adalah rekomendasi guide lines yang sesuai framework COBIT Quickstart untuk diterapkan selanjutnya di STIE Musi Palembang.Kata Kunci: Teknologi Informasi, STIE Musi, COBIT Quickstart.
Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Lokasi Usaha Toko Komputer Dengan Metode AHP (Analytic Hierarchy Process) Usman Usman
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i2.336

Abstract

 Abstract. Computer Store business is one growing business in the Tembilahan, so competition in this business increases rapidly. Most decision makers make mistakes in finding a strategic location for business due to the lack and limitation of analysis in survey data. Therefore it is necessary to make a Decision Support System (DSS) to assist the survey data processing. The application of the method Analytical Hierarchy Process (AHP) in developing Decision Support System (DSS) to determine the Computer Store business development set by using 4 (four) criteria, such as population, competitors, population backgrounds, and investment value. The final results of the DSS process using AHP is a ranking of several alternative locations in the set, and alternative locations that have the highest global weight is recommended for the development of Computer Store business.Keywords: Analytical Hierarchy Process, Business Computer Store, Decision Support Systems. Abstrak. Usaha toko komputer merupakan salah satu usaha yang sedang berkembang di Tembilahan, sehingga persaingan di bidang usaha ini dapat dikatakan meningkat pesat. Untuk mendapatkan lokasi yang strategis, kebanyakan para pengambil keputusan salah dalam memilih, ini dikarenakan kurangnya analisa terhadap data hasil survey lokasi dan keterbatasan pengambil keputusan dalam menganalisa data hasil survey. Untuk itu perlu dibuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk membantu dalam mengolah data hasil survey. Penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam pembangunan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) penentuan pengembangan usaha toko komputer ditetapkan menggunakan 4 (kriteria) kriteria diantaranya jumlah penduduk, kompetitor, latar belakang penduduk, dan nilai investasi. Hasil akhir dari proses SPK menggunakan metode AHP ini berupa peringkat dari beberapa alternatif lokasi yang di tetapkan, dan alternatif lokasi yang mendapatkan bobot global paling tinggi yang menjadi rekomendasi untuk pengembangan usaha toko komputer.Kata Kunci: Analytical Hierarchy Proses, Sistem Pendukung Keputusan, Usaha Toko komputer.
Persepsi Mahasiswi Teknik Informatika Mengenai Karir Dalam Bidang Teknologi Informasi Setelah Menjadi Sarjana Flourensia Sapty Rahayu
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i2.337

Abstract

Abstract. The Information Technology (IT) world tends to be dominated by men. Although some women have already worked in this field but the number is still very low. This study attempts to obtain information from female students taking Computer Science about their career goals in the IT field after they graduate later and to analyze the constraints and competencies that must be mastered by women to compete with men in the IT world. The research respondents were 50 female students of the Informatics Engineering Department in Atma Jaya University Yogyakarta, Indonesia. Questionnaires and interviews were carried out to obtain the data needed. The results show that although most respondents have high motivation and optimism in their IT education, they do not feel confident in taking a career path in the IT field after they graduate. There are some obstacles that may inhibit women’s IT career.Keywords: Female Computer Science Students' Perception, Information Technology Career Abstrak. Dunia Teknologi Infomasi (TI) sampai dengan saat ini masih didominasi oleh kaum laki-laki. Meskipun wanita sudah mulai eksis di bidang ini namun jumlahnya masih sangat sedikit dan posisinyapun kebanyakan bukan di posisi strategis. Penelitian ini berusaha untuk mendapatkan informasi dari para mahasiswi Teknik Informatika tentang tujuan karir mereka dalam bidang TI setelah mereka lulus, menganalisa tentang kendala dan kompetensi yang harus dimiliki wanita untuk dapat bersaing dengan laki-laki di dunia TI. Sampel penelitian adalah 50 orang mahasiswi Teknik Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Metode penggalian data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Dari hasil penelitian didapatkan informasi bahwa mayoritas responden memiliki motivasi yang tinggi dalam menempuh pendidikan, memiliki optimisme yang tinggi dalam bidang TI namun sayangnya mayoritas tidak yakin akan berkarir di bidang TI nantinya. Banyaknya kendala yang ditemui turut berkontribusi dalam hal ini.Kata Kunci: Persepsi, Mahasiswi Teknik Informatika, Karir Teknologi Informasi 
Desain dan Implementasi Media Pembelajaran Penggolongan Hewan Berdasarkan Jenis Makanan Menggunakan Teknologi Augmented Reality pada Android Deddy Unggul Wirawan; T. Arie Setiawan P; Ramos Somya
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i2.338

Abstract

Abstract. Science is about learning natural environment systematically. At primary school, science is taught in a conventional way, mostly is not supported by appropriate learning media. By mainly learning from books as a learning medium, primary school students cannot completely understand about the subject. Therefore learning media which can increase the interests of study and completely understand the subject is needed. Based on the problem, learning media for animal classification based on the type of food by using augmented reality technology on android OS mobile device has been made. This research uses a prototype method to develop the learning media. From this learning media, primary school students can learn more about animal classification based on the type of food.Keywords: Learning, IPA, Augmented Reality, Android. Abstrak. IPA adalah ilmu yang berhubungan dengan cara mempelajari alam secara sistematis. Salah satu kendala pembelajaran IPA di sekolah dasar  adalah cara belajar konvensional yang tidak didukung dengan media pembelajaran yang tepat. Proses belajar konvensional hanya mengandalkan buku sebagai media pembelajaran. Hal ini mengakibatkan siswa kurang menguasai materi yang disampaikan, untuk itu diperlukan media pembelajaran yang dapat meningkatkan  minat belajar dan pemahaman materi pembelajaran IPA. Berdasarkan masalah tersebut dibuat media pembelajaran penggolongan hewan berdasarkan jenis makanan menggunakan teknologi augmented reality pada perangkat mobile android OS. Penelitian ini menerapkan metode prototype  dalam proses pengembangan media pembelajaran ini. Melalui media pembelajaran  inilah siswa dapat lebih memahami materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanan.Kata Kunci: Pembelajaran, IPA, Augmented Reality, Android.
Perbandingan Algoritma Backpropagation Levenberg Marquardt Dengan Backpropagation Gradient Descent Adaptive Gain Dalam Prediksi Jumlah Pengangguran Wina Isti Retnani; Wiharto Wiharto; Meiyanto ES
Jurnal Buana Informatika Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v5i1.339

Abstract

Abstract. Levenberg Marquardt (LM) algorithm algorithm is a developed backpropagation algorithm that is improved to speed up the training process with a numerical optimization technique, while the Backpropagation Gradient Descent Adaptive Gain (BPGD/AG) algorithm is developed backpropagation algorithms that is improved with a heuristic technique. The comparison of both algorithms is needed to find a better algorithm to provide accurate results on prediction cases. Comparative analysis based on the speed of convergence by considering the number of epoch is required to achieve convergence while training and it is also based on the accuracy of the testing results by calculating the MAPE and NMSE values for unemployment prediction cases in Central Java. The test results show that the LM algorithm achieves the MSE convergences with an iteration of 99 epochs, while the BPGD/AG algorithm achieves the MSE convergences with an iteration of 27506 epochs. The unemployment prediction by the LM algorithm provides an average MAPE 7.5% and the average NMSE 0.16453. While the unemployment prediction by the BPGD/AG algorithm provides an average MAPE 7.6% and NMSE 0.174264.Keywords: BPGD/AG, LM, Unemployment Prediction Abstrak. Algoritma Levenberg Marquardt (LM) merupakan algoritma pengembangan backpropagation yang melakukan perbaikan untuk mempercepat proses pelatihan dengan teknik optimasi numerik, sedangkan algoritma Backpropagation Gradient Descent Adaptive Gain (BPGD/AG) merupakan algoritma pengembangan backpropagation yang melakukan perbaikan dengan teknik heuristik. Perbandingan kedua algoritma tersebut perlu dilakukan untuk mencari algoritma yang memberikan hasil yang akurat untuk kasus prediksi. Analisa perbandingan berdasarkan kecepatan konvergensi dengan tolok ukur jumlah iterasi yang dibutuhkan saat training untuk konvergen, serta berdasarkan tingkat akurasi dengan tolok ukur nilai MAPE dan NMSE untuk kasus prediksi pengangguran di Jawa Tengah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk mencapai MSE konvergen, algoritma LM memerlukan iterasi sebanyak 99 epoh, sedangkan algoritma BPGD/AG memerlukan iterasi sebanyak 27506 epoh. Prediksi jumlah pengangguran dengan algoritma LM menghasilkan nilai rata-rata MAPE sebesar 7.5% dan nilai rata-rata NMSE sebesar 0.164535. Sedangkan prediksi jumlah pengangguran dengan algoritma BPGD/AG menghasilkan nilai rata-rata MAPE sebesar 7.6% dan nilai NMSE sebesar 0.174264.Kata Kunci: BPGD/AG, LM, Prediksi Pengangguran

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 01, April 2025 Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 02, Oktober 2025 Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 01, April 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 02, Oktober 2024 Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2023 Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 1, April 2023 Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 2, Oktober 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 1, April 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol. 11 No. 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 8, No 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol. 8 No. 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol. 6 No. 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 More Issue