cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Buana Informatika
ISSN : 20872534     EISSN : 20897642     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 594 Documents
Analisis Kelayakan Integrated Digital Forensics Investigation Framework Untuk Investigasi Smartphone Ruuhwan Ruuhwan; Imam Riadi; Yudi Prayudi
Jurnal Buana Informatika Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v7i4.767

Abstract

Abstract. The handling of digital evidence each and every digital data that can proof a determination that a crime has been committed; it may also give the links between a crime and its victims or crime and the culprit. How to verify a valid evidence is to investigate using the approach known as the Digital Forensic Examination Procedures. Integrated Digital Forensic Investigation Framework (IDFIF) is the latest developed method, so that it is interesting to further scrutinize IDFIF, particularly in the process of investigation of a smartphone. The current smartphone devices have similar functions with computers. Although its functions are almost the same as the computer, but there are some differences in the process of digital forensics handling between computer devices and smartphones. The digital evidence handling process stages need to overcome the circumstances that may be encountered by an investigator involving digital evidence particularly on electronic media and smartphone devices in the field. IDFIF needs to develop in such a way so it has the flexibility in handling different types of digital evidence.Keywords: digital evidence, IDFIF, investigation, smartphone Abstrak. Penanganan bukti digital mencakup setiap dan semua data digital yang dapat menjadi bukti penetapan bahwa kejahatan telah dilakukan atau dapat memberikan link antara kejahatan dan korbannya atau kejahatan dan pelakunya. Cara pembuktian untuk mendapatkan bukti valid adalah dengan melakukan investigasi dengan pendekatan Prosedur Pemeriksaan Digital Forensic. Integrated Digital Forensics Investigation Framework (IDFIF) merupakan metode terbaru sehingga IDFIF ini menarik untuk diteliti lebih lanjut terutama dalam proses investigasi smartphone. Saat ini perangkat smartphone memiliki fungsi yang sama dengan komputer. Meskipun demikian, ada beberapa perbedaan dalam proses penanganan digital forensics diantara perangkat komputer dan smartphone. Tahapan proses penanganan barang bukti digital seharusnya dibuat untuk mengatasi keadaan umum yang mungkin dihadapi oleh investigator yang melibatkan barang bukti digital terutama pada perangkat smartphone dan media elektronik terkait di lapangan. IDFIF perlu dikembangkan sehingga memiliki fleksibilitas dalam menangani berbagai jenis barang bukti digital. Kata Kunci: bukti digital, IDFIF, investigasi, smartphone
Konseptualisasi Ontologi Iklan Website Nuri Cahyono; Ema Utami; Armadyah Amborowati
Jurnal Buana Informatika Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v7i4.768

Abstract

Abstract. The high internet users in Indonesia, with a number of user penetration of more than 34.9%. The internet user has a diverse demographic that is spread throughout the territory. Seeing this potential can be in the know on the website advertising potential. To optimize that ads on a website can be relevant to the user required a design method. Ontologies are used as domain knowledge in the delivery of relevant ads. Ontology is built through a process of conceptualization, adapted from methods Gruninger and Fox and Methontology. Conceptualization resulting from such methods, evaluation methods OntoQA (Ontology Quality Analysis). Measurements were carried out to produce a quality score potential knowledge with details Relation richness value of 0.451, the value of Inheritance richness of 4.857 and a richness Attributte value of 6.75. Value Relations shows the richness of the information provided ontology categorized at level sufficiently rich in knowledge. Value Inheritance richness showed ontology includes areas of general knowledge. While the value Attributte describe the richness of the information provided.Keywords: Ontology, Ads, OntQA Abstrak. Tingginya pengguna internet di indonesia, dengan jumlah penetrasi pengguna lebih dari 34,9%. Pengguna internet tersebut memiliki demografi beraneka ragam yang tersebar diseluruh wilayah. Melihat hal tersebut dapat di ketahui potensi iklan pada website sangat potensial. Untuk mengoptimalkan agar iklan yang ada pada sebuah website dapat relevan dengan pengguna diperlukan sebuah metode perancangan. Ontologi dimanfaatkan sebagai domain pengetahuan dalam pemberian iklan yang relevan. Ontologi dibangun melalui proses konseptualisasi yang diadaptasi dari metode Gruninger and Fox dan Methontology. Konseptualisasi yang dihasilkan dari metode tersebut, dilakukan evaluasi menggunakan metode OntoQA (Ontology Quality Analysis). Pengukuran yang dilakukan menghasilkan skor kualitas potensi pengetahuan dengan rincian nilai Relation Richness sebesar 0,452, nilai Inheritance Richness sebesar 4,857 dan nilai Attributte Richness sebesar 6,75. Nilai Relation Richness menunjukkan informasi yang disediakan ontologi dikategorikan pada level cukup kaya akan pengetahuan. Nilai Inheritance Richness menunjukkan ontologi mencakup bidang pengetahuan yang umum. Sementara nilai Attributte Richness menggambarkan informasi yang disediakan.Kata Kunci: Ontologi, Iklan, OntoQA
Pengembangan Website Multi-Screen dan Analisis Perbandingan User Behaviournya Idris Luthfi; Silmi Fauziati; Eko Nugroho
Jurnal Buana Informatika Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v7i4.769

Abstract

Abstract.The wide availability of affordable smartphone and tablet in the market leads to the increase of internet access using mobile devices. Some users have started to leave desktop devices and are now using mobile devices. Some decide to use mobile device, some are still using desktop device, while some others are using both. This study aims to analyze the differences in the users’ behaviours when visiting a website in a desktop and mobile version. The aspects of the user behaviour studied are page view/visit, time on site, bounce rate, and registration ratio. The data are taken and saved by Google Analytics and database website which are analyzed by using descriptive statistic and ANOVA. The result shows that the desktop version has high value in those previously mentioned aspects compared to the mobile version.Keywords: User Behaviour, desktop, mobile, analytics. Abstrak.Membanjirnya smartphone dan tablet di pasaran dengan harga terjangkau, mendorong naiknya pengaksesan internet menggunakan mobile device. Sebagian user telah berpindah dari pengguna desktop device menjadi pengguna mobile device. Sebagian masih tetap menggunakan desktop device, dan sebagian lagi menggunakan keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan website multi-screen dan menganalisis perbedaan user behaviour ketika mengunjungi website versi desktop dan versi mobile. Adapun user behaviour yang diteliti adalah: pageview/visit (banyaknya halaman yang dibuka user tiap berkunjung), time on site (durasi kunjungan user), bounce rate (rasio user yang hanya membuka satu halaman kemudian meninggalkan website), dan registration ratio (rasio user yang bersedia mendaftar). Data diambil dan disimpan oleh Google Analytic dan database internal website, yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ANOVA. Hasilnya menunjukkan bahwa semua jenis user behaviour website versi desktop dan versi mobile yang diteliti mempunyai perbedaan yang signifikan. Kata Kunci: User behaviour, desktop, mobile, analytics.
Analisis Komparatif Evaluasi Performa Algoritma Klasifikasi pada Readmisi Pasien Diabetes Mochammad Yusa; Ema Utami; Emha T. Luthfi
Jurnal Buana Informatika Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v7i4.770

Abstract

Abstract. Readmission is associated with quality measures on patients in hospitals. Different attributes related to diabetic patients such as medication, ethnicity, race, lifestyle, age, and others result in the calculation of quality care that tends to be complicated. Classification techniques of data mining can solve this problem. In this paper, the evaluation on three different classifiers, i.e. Decision Tree, k-Nearest Neighbor (k-NN), dan Naive Bayes with various setting parameter, is developed by using 10-Fold Cross Validation technique. The targets of parameter performance evaluated is based on term of Accuracy, Mean Absolute Error (MAE), dan Kappa Statistic. The selected dataset consists of 47 attributes and 49.735 records. The result shows that k-NN classifier with k=100 has a better performance in term of accuracy and Kappa Statistic, but Naive Bayes outperforms in term of MAE among other classifiers.Keywords: k-NN, naive bayes, diabetes, readmission Abstrak.Proses Readmisi dikaitkan dengan perhitungan kualitas penanganan pasien di rumah sakit. Perbedaan atribut-atribut yang berhubungan dengan pasien diabetes proses medikasi, etnis, ras, gaya hidup, umur, dan lain-lain, mengakibatkan perhitungan kualitas cenderung rumit. Teknik klasifikasi data mining dapat menjadi solusi dalam perhitungan kualitas ini. Teknik klasifikasi merupakan salah satu teknik data mining yang perkembangannya cukup signifikan. Di dalam penelitian ini, model algoritma klasifikasi Decision Tree, k-Nearest Neighbor (k-NN), dan Naive Bayes dengan berbagai parameter setting akan dievaluasi performanya berdasarkan nilai performa Accuracy, Mean Absolute Error (MAE), dan Kappa Statistik dengan metode 10-Fold Cross Validation. Dataset yang dievaluasi memiliki 47 atribut dengan 49.735 records. Hasil penelitian menunjukan bahwa performa accuracy, MAE, dan Kappa Statistik terbaik didapatkan dari Model Algoritma Naive Bayes.Kata Kunci: k-NN, naive bayes, diabetes, readmisi
Rancang Bangun Aplikasi Pengingat Kegiatan Akademik Berbasis Mobile Findra Kartika Sari Dewi; Theresia Devi Indriasari; Yoris Prayogo
Jurnal Buana Informatika Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v7i4.771

Abstract

Abstract.Academic activities such as teaching and learning activities, exams for regular semester, practicse and final essay are daily operational activities that occur in an educational institution, especially in college. These have become routine. However, sometimes students and teachers forget the academic schedule, either because of changes in the schedule, or other reasons. Regular schedule changes are usually announced manually by the administration staff to students or lecturers with the use of a notice board. Therefore, an application is needed to help announcing the academic information in real time and to remind the lecturers and students to fulfill academic activities as scheduled. The target to be achieved is to provide an application as an academic reminder. The application consists of two parts, which are a web application to incorporate changes to the schedule, and a mobile application to display the daily schedule of academic activities along with the schedule reminder notification.Keywords: schedule reminder, academic activities, mobile applications Abstrak.Kegiatan akademik seperti kegiatan belajar mengajar, pelaksanaan ujian semester, ujian kerja praktek dan ujian tugas akhir (pendadaran) merupakan kegiatan operasional sehari-hari yang terjadi di sebuah lembaga pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Kegiatan belajar mengajar merupakan hal yang sudah menjadi rutinitas, namun masih seringkali terjadi, mahasiswa maupun dosen lupa dengan jadwal kegiatan akademik yang menjadi kewajibannya, entah karena adanya perubahan jadwal, ataupun alasan lainnya. Perubahan jadwal reguler biasanya didistribusikan oleh pihak Tata Usaha ke mahasiswa atau dosen secara manual melalui papan pengumuman. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu aplikasi untuk membantu pendistribusian perubahan informasi akademik secara realtime dan mengingatkan dosen maupun mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan akademik sesuai jadwal. Target yang ingin dicapai adalah menyediakan sebuah aplikasi pengingat jadwal kegiatan akademik. Aplikasi ini terdiri atas dua bagian, yaitu aplikasi web untuk memasukkan perubahan jadwal, dan aplikasi mobile yang digunakan untuk menampilkan jadwal kegiatan akademik harian berserta notifikasi pengingat jadwal tersebut.Kata kunci: pengingat jadwal, kegiatan akademik, aplikasi mobile
Implementasi Data Mining Dalam Menganalisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Menggunakan Metode Rough Set Febrina Sari
Jurnal Buana Informatika Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v8i1.1071

Abstract

Abstract. PT. Pusako Tarinka is a company engaged in lodging services. The company always tries to maintain a good reputation for its customers. Good quality service will give better satisfaction to the customers who use the services of the company. However, the company does not have a measuring tool to determine the level of customer satisfaction with the services rendered. Rough set is one method of data mining related to analysis and data classification categories and aims to synthesize approach to the concept of a table of data obtained. Rough set discovers hidden relationships of the data set and reduct classification attributes of a series of attributes, and reduct will produce general rule. The results illustrate that the level of customer satisfaction confidence is a major factor in determining the level of customer satisfaction which is then supported by the integrity, pride, and passion.Keywords: Data Mining, Rough Set, Customer Satisfaction.Abstrak. PT. Pusako Tarinka merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Kegiatan utama PT. Pusako Tarinka adalah memberikan pelayanan jasa penginapan. Perusahaan selalu berusaha untuk mempertahankan reputasi yang baik di mata pelanggannya. Kualitas pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan lebih kepada pelanggan yang menggunakan jasa perusahaan tersebut. Namun perusahaan tidak memiliki alat ukur untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang telah diberikan. Rough Set merupakan salah satu metode data mining yang berkaitan dengan analisis kategori dan klasifikasi data dan bertujuan untuk mensintesis pendekatan konsep dari tabel data yang diperoleh. Rough set menemukan hubungan tersembunyi dari kumpulan data dan reduct atribut dari serangkaian klasifikasi atribut, dan reduct tersebut akan menghasilkan general rule. Hasil rule tingkat kepuasan pelanggan menggambarkan bahwa confidence (kepercayaan) adalah dimensi utama dalam penentuan tingkat kepuasan pelanggan yang kemudian didukung oleh integrity (integritas), pride (kebanggaan), dan passion (keinginan).Kata kunci: Data Mining, Rough Set, Kepuasan Pelanggan.
Analisis Peranan User Pada Proses SDLC Terhadap Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas Ferdian Aditya Pratama; Eko Sediyono
Jurnal Buana Informatika Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v8i1.1072

Abstract

Abstract. The user involvement in information system development has an important role to develop some systems. The user involvement also has an important role to determine whenever the system is executed properly or not. SDLC is a procedure used to describe a process that occurs during the manufacturing the system. SDLC Process has some phases, they are Project Selection & Planning, Analysis, Design, and Testing & Deployment. The Objective of this study is to understand how much percentage from the user involvement that occur during the information system developing process. The result from this paper is an analysis result from the user involvement that occurs during the information system developing using the SDLC model.Keywords: Information System, SDLC, User Involvement. Abstrak. Peranan dari user terhadap pengembangan sebuah sistem informasi memiliki peranan yang penting dalam proses pembuatan sebuah sistem. Peranan dari user juga menentukan apakah sistem yang dibangun sudah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan atau belum. SDLC merupakan sebuah prosedur yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah proses yang terjadi selama pembuatan sebuah sistem. Proses SLDC memiliki beberapa fase seperti Project Selection and Planning, Analysis, Design, dan Testing & Deployment. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar persentase dari keterlibatan user selama proses pembangunan sistem informasi perjalanan dinas. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa sebuah hasil analisis terhadap keterlibatan user dalam proses pembangunan sistem informasi menggunakan model SDLC.Kata Kunci: Sistem Informasi, SDLC, User Involvement
Peringkasan Dokumen Berdasarkan Metode Semantic Sebaran Kalimat Aminul Wahib; Dita Lupita Sari
Jurnal Buana Informatika Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v8i1.1073

Abstract

Abstract. Sentence distribution method performs weighting based on the sentence distribution without taking the semantic meaning of the sentence spread into account. In fact, the semantic relation between sentences is believed to increase the relevance of the search results document. This study proposes new strategies to summarize documents using the semantic sentence distribution method in an effort to improve the quality of the summary. The experimental results show that the proposed method has better performance with the average performance ROUGE-1 0.412, an increase of 1,9% compared to "Sentence distribution method" and ROUGE-2 by 4,7% compared to 0.127 "sentence distribution method".Keywords: Semantic Sentence Distribution, Summarizing Document, ROUGE. Abstrak. Peringkasan dokumen menggunakan metode sebaran kalimat terbukti memiliki hasil yang lebih baik jika dibanding dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Metode tersebut melakukan pembobotan kalimat berdasarkan sebaran kalimat tanpa memperhitungkan makna semantic kalimat yang tersebar. Faktanya hubungan semantic antar kalimat telah terbukti mampu meningkatkan relevansi hasil dalam pencarian dokumen. Penelitian ini mengajukan strategi baru dalam peringkasan dokumen yaitu menggunakan metode semantic sebaran kalimat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hasil ringkasan. Hasil eksperimen didapatkan bahwa metode yang diusulkan memiliki performa lebih baik dengan capaian rata-rata ROUGE-1 0,412, meningkat 1,9% dibanding metode sebaran kalimat dan ROUGE-2 0,127 meningkat 4,7% dibanding metode sebaran kalimat.Kata Kunci: Semantic Sebaran Kalimat, Peringkasan Dokumen, ROUGE.
Segmentasi Citra Sapi Berbasis Deteksi Tepi Menggunakan Algoritma Canny Edge Detection Ahmad Mustafid; Shofwatul 'Uyun
Jurnal Buana Informatika Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v8i1.1074

Abstract

Abstract. The determination of the cattle price is generally agreed through bargaining, it is not based on the weight of the cows being sold. Most people mainly use rough calculation. There are formulas to calculate the weight but they require perimeter information of chest size and body length. It is necessary to measure the cow manually, but in reality it is not easy to do because the cow is difficult to control. Therefore, it requires a tool that can help measure easily. This article represents the early stages of research to determine the weight of cows from the cow image acquisition. It focuses on segmentation and image processing. The image acquisition results are processed using five scenarios. The results of the evaluation show that scenario 3 (Median Blur and Canny) has the best result with the value of 230,051 MSE and 24,524 dB PSNR.Keywords: Edge Detection, Canny, Segmentation, Cow, Image Processing Abstrak. Penentuan harga sapi umumnya disepakati melalui tawar menawar bukan didasarkan pada bobot sapi yang dijual. Kebanyakan menggunakan perhitungan secara kasar maupun secara kira-kira. Terdapat rumus untuk menghitung bobot sapi, rumus yang ada memerlukan informasi terkait lingkar dada dan panjang badan. Untuk mendapatkan nilai lingkar dada dan panjang badan perlu dilakukan pengukuran secara manual, namun di lapangan hal tersebut tidak mudah dilakukan karena sapi sulit dikondisikan. Oleh karena itu diperlukan alat yang dapat mengukur secara mudah. Tulisan ini merupakan tahap awal dari penelitian untuk menentukan bobot sapi dari hasil akuisisi citra sapi. Oleh sebab itu pada tahap awal ini difokuskan pada segmentasi serta pengolahan citra sapi untuk menentukan deteksi tepi terbaik yang nantinya digunakan pada penelitian selanjutnya. Citra sapi hasil akuisisi diproses menggunakan lima buah skenario deteksi tepi. Hasil evaluasi menujukkan bahwa Skenario 3 (Median Blur dan Canny) memiliki hasil yang terbaik dengan nilai MSE sebesar 230.051 dan PSNR sebesar 24.524 dB.Kata Kunci: Deteksi Tepi, Canny, Segmentasi, Sapi, Pengolahan Citra Digital.
Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran Bahasa dan Kebudayaan Suku Dayak Berbasis Multimedia Michael Christianto Salim; B. Yudi Dwiandiyanta; Martinus Maslim
Jurnal Buana Informatika Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v8i1.1075

Abstract

Abstract. Indonesia is a heterogeneous country with many different ethnic groups. Borneo Island has a famous native tribes that belong to Dayak. Among others are ma'anyan people, Dayak Ngaju, Dayak Kualan Sekayok, Dayak Ot Danum, etc. Dayaks have different languages and cultures. To make it easier to learn the languages and cultures of Dayak, it requires a lot of information. Information about the language and culture of Dayak is to increase the users’ knowledge to become more familiar with the languages and cultures of the Dayak tribes. The information of languages and cultures of Dayak is put in the form of multimedia-based learning applications. Language learning applications and multimedia-based Dayak culture are created by the existing multimedia elements such as text, images, sound, video, and animation. The test results show that 96.875% of users agree that the application is eligible to be used as a learning medium of Dayak Tribe.Keywords: Dayak Tribe, Language and culture, Multimedia Abstrak. Indonesia merupakan Negara Heterogen, yaitu negara yang memiliki banyak sekali perbedaan, terutama suku. Di Pulau Kalimantan memiliki suku asli yang terkenal, yaitu Suku Dayak. Diantaranya adalah Suku Dayak Maanyan, Suku Dayak Ngaju, Suku Dayak Kualan Sekayok, Suku Dayak Ot Danum, dll. Suku-Suku Dayak tersebut memiliki bahasa dan kebudayaan yang berbeda. Untuk mempermudah dalam mempelajari bahasa dan kebudayaan Suku Dayak, dibutuhkan informasi mengenai bahasa dan kebudayaan Suku Dayak. Informasi tentang bahasa dan kebudayaan Suku Dayak ini dapat menambah pengetahuan pengguna untuk semakin mengenal bahasa dan kebudayaan Suku Dayak tersebut. Informasi bahasa dan kebudayaan Suku Dayak dituangkan dalam bentuk aplikasi pembelajaran berbasis multimedia. Aplikasi pembelajaran bahasa dan kebudayaan Suku Dayak berbasis multimedia dibuat dengan elemen-elemen multimedia yang ada seperti teks, gambar, suara, video, dan animasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa 96,875% pengguna setuju bahwa aplikasi ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran Suku Dayak.Kata Kunci: Suku Dayak, Bahasa dan Kebudayaan, Multimedia.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 01, April 2025 Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 02, Oktober 2025 Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 01, April 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 02, Oktober 2024 Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2023 Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 1, April 2023 Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 2, Oktober 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 1, April 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol. 11 No. 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 8, No 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol. 8 No. 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol. 6 No. 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 More Issue