cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
SIPIL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014)" : 7 Documents clear
PENGARUH PERGERAKAN ANGKUTAN UMUM TERHADAP KELANCARAN ARUS LALU LINTAS (Studi Kasus : Ruas Jalan Rusli Romli Kota Pangkalpinang) Firdaus, Ormuz
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Angkutan umum merupakan salah satu sarana transportasi darat yang masih digunakan oleh sebagian masyarakat  dalam menunjang mobilitas  untuk melakukan  aktivitasnya. Penelitian  ini  dilakukan    dengan    metode    survei    lapangan    secara    langsung. Berdasarkan   analisis,   diperoleh headway rute Pasar – Girimaya yaitu sebesar 2,78 menit dengan pergerakan angkutan umum dalam 12 jam sebanyak 251 angkutan umum, dan headway rute Pasar – Sampur sebesar 2,94 menit dengan 235 jumlah angkutan umum yang melewati jalan Rusli Romli, dapat menunjukkan bahwa pergerakan angkutan umum di jalan Rusli Romli kurang efektif. Dan dari nilai DS pada sore hari sebesar 0,19 termasuk kedalam tingkat pelayanan A yaitu kondisi arus lalu lintas bebas. Tetapi berdasarkan kecepatan tempuh yaitu sebesar 22,19 km/jam dan kecepatan arus bebas yaitu 42,80 km/jam. Situasi tersebut dikarenakan banyaknya kendaraan yang parkir di sisi jalan selain itu banyak angkutan umum yang menjadikan sepanjang jalan Rusli Romli sebagai terminal bayangan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pengurangan jumlah armada yang beroperasi agar faktor muatan penumpang mencapai 70 %, dengan mengurangi  jumlah  armada  angkutan  umum  rute  Pasar  -  Girimaya  sebanyak  15 angkutan umum dan rute Pasar - Sampur sebanyak 25 angkutan umum, selain itu perlu adanya terminal yang cukup luas, dan perlu adanya penertiban terminal bayangan angkutan umum oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Kata kunci : headway, derajat kejenuhan, kecepatan, faktor muatan penumpang
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT ADANYA PUSAT PERBELANJAAN DIKAWASAN PASAR PAGI PANGKALPINANG TERHADAP KINERJA RUAS JALAN Lestari, Feby Ayu; Apriyani, Yayuk
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Semakin pesatnya perkembangan suatu wilayah maka akan diikuti pula denganmeningkatnya volume lalu lintas yang terjadi di kota Pangkalpinang. Hal lain yangmempengaruhi kemacetan lalu lintas disebabkan pula dengan adanya parkir dibadanjalan dan adanya pedangang kaki lima yang berjualan dibadan jalan. Penelitian inibertujuan untuk Mengukur kinerja lalu lintas pada ruas jalan akibat adanya pusatperbelanjaan dikawasan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang dan untuk Mengetahui dampaklalu lintas kendaraan yang menuju kawasan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang. Metodeyang digunakan pada penelitian ini yaitu mengacu pada Manual Kapasitas JalanIndonesia (MKJI), 1997. Kondisi kinerja lalu lintas yang terjadi akibat adanya pusatperbelanjaan        dikawasan pasar Pagi Kota Pangkalpinang dengan nilai derajatkejenuhan (DS) 0,11, FV = 38,42 km/jam yang pada kondisi dilapangan kecepatan (V)yang ditempuh untuk mobil 23,67 km/jam dan motor 29,93 km/jam dan kapasitas (C) =4095,6 smp/jam. Analisis dampak lalu lintas yang terjadi akibat adanya Pasar Pagi inidipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kendaraan yang parkir dibadan jalan yanghampir memakai setengah badan jalan, pejalan kaki, pedagang kaki lima yangberjuaalan dibadan jalan dan korelasi antara kendaraan yang masuk dan keluar PasarPagi dengan tingkat pelayanan jalan, dimana termasuk dalam tingkat pelayanan A.Kata Kunci : Kinerja ruas jalan, Andalalin, Pasar
PEMANFAATAN SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN PADA CAMPURAN BETON DITINJAU DARI KEKUATAN TEKAN DAN KEKUATAN TARIK BELAH BETON Purnomo, Hendra; Hisyam, Endang Setyawati
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Pemanfaatan serbuk kaca merupakan alternatif yang dapat digunakan sebagai substitusiparsial semen dalam campuran beton karena unsur kimia yang terkandung dalam serbukkaca hampir sama dengan unsur kimia yang terdapat dalam semen. Penelitian tentangpemakaian serbuk kaca sebagai substitusi parsial semen menggunakan beberapapersentase yaitu 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5% dan 15%, dengan umur beton28 hari. Dari masing - masing campuran beton tersebut dibuat tiga benda uji. Pengujianyang dilakukan pada campuran beton adalah kuat tekan dan kuat tarik belah beton denganmenggunakan alat uji tekan beton (Universal Testing Machine). Dari hasil penelitiandiperoleh, kuat tekan beton dengan penambahan serbuk kaca 0% sebesar 23,20 MPa,2,5% sebesar 20,28 MPa, 5% sebesar 20,37 MPa, 7,5% sebesar 20,56 MPa, 10% sebesar21,41 MPa, 12,5% sebesar 18,49 MPa dan 15% sebesar 16,69 MPa. Sedangkan Kuattarik belah beton penambahan serbuk kaca pada persentase 0% didapat hasil sebesar2,55 MPa, 2,5% sebesar 2,69 MPa, 5% sebesar 2,62 MPa, 7,5% sebesar 2,45 MPa,10% sebesar 2,78 MPa, 12,5% sebesar 2,43 MPa dan 15% sebesar 2,19 MPa.Kata Kunci: beton, semen, serbuk, kaca, kuat tarik dan kuat tekan.
PEMANFAATAN BAMBU BETUNG BANGKA SEBAGAI PENGGANTI TULANGAN BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU Fahrina, Ria; Gunawan, Indra
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Pemakaian beton semakin banyak  dijumpai untuk berbagai macam konstruksibangunan.Dalam perkembangan bidang perekayasaan material, saat ini terus diupayakanpenelitian dan inovasi material termasuk material untuk bangunan atau komponenstruktur.Harga tulangan baja semakin mahal karena ketersediaan bahan dasarnyasemakin terbatas.Penggunaan bambu sebagai material konstruksi selama ini masihbersifat sekunder seperti perancah, reng, atap, dinding. Kenyataan ini lebih disebabkanminimnya pengetahuan masyarakatmengenai sifat-sifat mekanik dan fisik strukturbambu.Dalam penelitian ini bambu digunakan sebagai pengganti tulangan untuk balokbeton bertulang. Bambu yang digunakan adalah bambu betung yang kemudiandikeringkan selama 7 hari. Dilakukan pengujian fisik bambu dan beton seperti kadar airbambu, kuat tarik bambu sejajar serat, kuat tekan beton, kuat lekat bambu terhadap betondan kuat lentur balok beton bertulangan bambu dengan umur masing - masing beton 28hari. Setelah dilakukan pengujian kuat lentur, kemudian dibandingkan nilai kuat lenturbalok bertulang secara teori dengan eksperimen. Dari hasil penelitian diperoleh nilaikadar air bambu sebesar 18,29%, kuat tekan beton rata-rata sebesar 28,5771 MPa, kuattarik bambu sejajar serat sebesar 350,9741 MPa dengan kuat leleh bambu sebesar 247,42MPa, kuat lekat bambu terhadap beton sebesar 0,341 Mpa, dan kuat lentur balokbertulang bambu sebesar 3,8735 MPa.Kata kunci :Bambu betung, beton, kadar air, kuat tekan, kuat tarik, kuat lekat, dan kuatlentur
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN PEMANFAATAN AIR KOLONG SIMPUR KECAMATAN PEMALI Syah, Akbar; Sabri, Fadillah
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Kolong Simpur adalah salah satu kolong yang terletak di Kecamatan Pemali KabupatenBangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Air Kolong Simpur direncanakan untukdimanfaatkan sebagai sumber air baku oleh PDAM Tirta Bangka. Untuk itu perludilakukan analisis ketersediaan dan pemanfaatan air pada Kolong Simpur agar airKolong Simpur dapat dimanfaatkan secara optimum. Estimasi aliran masuk kedalamkolong didapat dengan melakukan analisis ketersediaan air dengan model NRECAberdasarkan data curah hujan dan evapotranspirasi selama 10 tahun (2004-2013). Untukmengetahui ketersediaan air pada Kolong Simpur 15 tahun (2014-2028) kedepandilakukan simulasi debit bangkitan dengan model Markov untuk musim ganda. Selanjutnyadata debit bangkitan digunakan sebagai data aliran masuk pada simulasi StandardOperating Rule (SOR) dalam mengetahui keandalan kolong untuk 15 tahun kedepan. Darisimulasi SOR didapatkan nilai debit optimum air kolong yang dapat dimanfaatkan untukmemenuhi kebutuhan air domestik penduduk Kecamatan Pemali 15 tahun kedepan. Hasilpenelitian menunjukan rerata debit yang masuk kekolong maksimum adalah 0,262 MCMdan debit minimum 0,042 MCM. Debit bangkitan rerata bulanan maksimum 0,250 MCMdan minimum 0,078 MCM. Keandalan kolong 99% terjadi pada target pelepasan 52%dengan debit pengambilan maksimum 26 liter/detik. Analisis terhadap kebutuhan airdomestik penduduk Kecamatan Pemali dengan proyeksi 15 tahun kedepan sebesar 38,13liter/detik, maka dapat disimpulkan bahwa debit optimum tidak mampu memenuhikebutuhan air domestik penduduk Kecamatan Pemali pada tahun 2028 (Qkeb>Qket) ataudebit optimum hanya bisa memenuhi 68% kebutuhan air domestik penduduk Pemali padatahun 2028.Kata Kunci: Kolong, Model NRECA, Model Markov, Simulasi SOR, dan Kebutuhan AirDomestik.
ANALISIS POTENSI LONGSOR PADA LERENG GALIAN PENAMBANGAN TIMAH (Studi Kasus Area Penambangan Timah Di Jelitik, Kabupaten Bangka) Prastyo, Riki Dwi; Hambali, Roby
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Akibat kegiatan penambangan Timah terbentuklah sebuah lereng galian. Lereng denganstrukturtanah dan kemiringan tertentu menimbulkan potensi longsor yang membahayakankeselamatan pekerja tambang. Oleh karenanya dilakukan analisis potensi kelongsoranpada lereng galian penambangan Timah tersebut dengan melihat faktor keamanan (SF)lereng, serta menganalisis sejauh mana pergerakan tanah (deformasi) akibat penggalian.Analisis dilakukan dengan memodelkan lereng galian menggunakan program Plaxis 2D-Versi 8, berdasarkan data primer dan studi parametrik. Data yang diperlukan yaitu tinggilereng (H), stratigrafi, sudut kemiringan lereng (α), berat volume tanah (γ), koevisienpermeabilitas (k), modulus elastisitas tanah (E), angka poisson (v), kohesi tanah (c), sudutgeser tanah (ϕ) dan asumsi muka air tanah. Selain itu dilakukan juga simulasi perbaikanlereng dengan mengubah geometri asli lereng berdasarkan dua alternatif solusi perbaikanyaitu dengan memperkecil sudut kemiringan lereng dan membuat berm/trap pada lereng.Hasil analisis kelongsoran pada lereng galian penambangan Timah mendapatkan faktorkeamanan (SF) sebesar 1,18 sehingga lereng teridentifikasi pada kondisi keruntuhanpernah terjadi artinya lereng berpotensi longsor. Adapun deformasi yang terjadi sebesar31,01*10-3 meter, artinya akibat penggalian memungkinkan massa tanah bergarak sejauh31,01*10-3 meter sebelum terjadi keruntuhan sempurna. Dari dua alternatif analisisperbaikan yang direkondasikan, solusi terbaik didapatkan dengan membuat berm/trapsebanyak 6 berm dengan sudut kemiringan pada setiap berm sebesar 50ᵒ dan lebar antarberm sebesar 3 meter. SF yang disapatkan sebesar 2,56 mengalami peningkatan sebesar116,96 %, dengan deformasi sebesar 17,71*10-3 meter, mengalami pengecilan sebesar42,89 %. Karena penggalian tetap mengalami pergerakan massa tanah (deformasi), tetapiberdasarkan analisis faktor keamanan, lereng pada kondisi aman (tidak berpotensilongsor).Kata kunci : Lereng galian, potensi kelongsoran, solusi perbaikan lereng.
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DIVERIFIKASI DENGAN HASIL UJI PILE DRIVING ANALYZER TEST DAN CAPWAP (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Kantor Bank Sumsel Babel di Pangkalpinang) Yusti, Andi; Fahriani, Ferra
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Pondasi adalah struktur bagian bawah bangunan yang berhubungan langsung dengantanah, atau bagian bangunan yang terletak dibawah permukaan tanah yang mempunyaifungsi memikul beban bagian bangunan lain diatasnya (Joseph E. Bowles, 1997). Padapengaplikasian dilapangan sering mengesampingkan analisis daya dukung pondasi danpenurunan pondasi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis danmembandingkan daya dukung pondasi tiang tunggal secara analitis dan numeris denganpengujian dinamik tes di lapangan atau Pile Driving Analyzer (PDA) dan CAPWAP.Secara analitis, perhitungan dilakukan dengan analisis manual menggunakan metodeBagemann, deRuiter dan Beringen, Mayerhof (1976), Mayerhof (1956), Tomlinson(1977) yang dilakukan dengan menghitung kapasitas daya dukung pondasi tiang pancangberdasarkan data-data dari lapangan yang didapat dari pengujian CPT dan SPT,sedangkan numeris yaitu menghitung dengan menggunakan metode elemen hinggamenggunakan program Plaxis 2D V.8. Perhitungan dilakukan pada dua titik pengujiandilapangan yaitu titik S1, S2 untuk pengujian CPT sedangkan pengujian SPT yaitu titikBH1, BH2 yang akan diverifikasi dengan pengujian PDA dan CAPWAP pada ProyekPembangunan Gedung Kantor Bank Sumsel Babel di Pangkalpinang.Dari hasil analisissecara manual dan program, dapat disimpulkan bahwa metode Mayerhof (1956) memilikinilai rentang paling kecil dibandingkan dengan metode-metode lainya yang diverifikasidengan pengujian PDA dan CAPWAP. Nilai Qu sebesar 128,298 ton berbanding 118 ton,dan 102 ton pada titik BH1. Sedangkan pada titik BH2 Qu sebesar 118,679 ton berbanding165 ton, dan 163 ton.Kata kunci : Pondasi, Daya dukung pondasi, Plaxis 2D, PDA, CAPWAP.

Page 1 of 1 | Total Record : 7