Articles
3,446 Documents
STUDI DESKRIPTIF MANAJEMEN KUALITAS DENGAN METODE 5S DI GUDANG HYPERMARKET X SURABAYA
Henry Kurniawan S
CALYPTRA Vol. 2 No. 2 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.606 KB)
Hypermarket X merupakan salah satu perusahaan retail terbesar yang berada di Indonesia. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan retail selalu berupaya untuk mengatur dan mengelola manajemen gudang dengan sebaik mungkin supaya perusahaan dapat mampu bertahan dan bersaing dengan peretail yang lain. Supaya pengelolaan gudang dapat berjalan dengan baik, maka Hypermarket X menerapkan metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode 5S yang diterapkan pada gudang Hypermarket X. Penelitian ini adalah berjenis deskriptif murni karena dalam penelitian ini tidak dilakukan perancangan atau penerapan pada perusahaan. Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Sumber data yang digunakan untuk mengumpulkan data pada skripsi ini melalui observasi dan wawancara kepada pihak Hypermarket X. Analisis yang dilakukan pada gudang Hypermarket X berdasarkan aktivitas Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada gudang groceries dan elektronik metode 5S belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Masih dijumpai aktivitas-aktivitas 5S yang tidak sesuai dengan seharusnya.
PEMBUATAN ENSIKLOPEDIA INTERAKTIF TATA SURYA UNTUK ANAK SMP
Yonathan Tantriadi
CALYPTRA Vol. 2 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (133.641 KB)
Tata surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri dari sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat dengan gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dan jutaan benda langit lainnya seperti asteroid, meteor, dan komet. Tata surya pada anak SMP biasanya didapat pada kelas IX dimana proses pembelajarannya lebih banyak menggunakan buku paket dan melakukan praktek sederhana. Hal ini sangat disayangkan karena pembelajaran dengan buku paket terkadang dapat mendatangkan kejenuhan sehingga dapat menghambat prestasi siswa. Disisi lain seiring dengan makin banyaknya bermunculan media pembelajaran interaktif yang mengajarkan pada anak-anak, oleh karena itu pada kesempatan kali ini penulis membuat ensiklopedia interaktif tata surya untuk anak SMP yang bukan hanya saja memberikan materi berupa kata-kata, namun lebih ke arah visual agar siswa bisa lebih mengerti tentang tata surya. Selain itu, apliaksi ini juga dilengkapi dengan materi yang ditujukan bagi anak SMP yang ingin belajar tentang tata surya lebih dalam lagi. Dimana pada aplikasi ini dapat digunakan kapan saja dan dimana saja oleh user. Aplikasi Ensiklopedia Tata Surya untuk anak SMP ini telah berhasil dibuat dan berfungsi sebagai media pendamping pembelajaran yang mampu memberikan penjelasan dan visualisasi yang tepat bagi penggunanya.
HUBUNGAN ANTARA PENGUNGKAPAN DIRI (SELF-DISCLOSURE) MELALUI BLACKBERRY MESSENGER DAN KUALITAS HIDUP (QUALITY OF LIFE) PADA REMAJA
Nurshanti Ekasari
CALYPTRA Vol. 2 No. 2 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (120.048 KB)
Telepon genggam yang paling fenomenal saat ini adalah blackberry, banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan telepon genggam tersebut mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Salah satu fitur yang terdapat di dalam blackberry adalah blackberry messenger, blackberry messenger adalah program pengirim pesan instan yang disediakan untuk para pengguna perangkat blackberry dengan menggunakan pin. Melalui blackberry messenger, terciptalah sebuah komunikasi antarpribadi dengan sesama pemilik telepon genggam tersebut, dalam berkomunikasi manusia pada dasarnya melakukan pengungkapan diri. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang melakukan pengungkapan diri dikarenakan oleh adanya keinginan untuk mencapai kualitas hidup sebaik-baiknya demi mencapai suatu hubungan sosial yang baik pula. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah ada hubungan antara pengungkapan diri melalui blackberry messenger dan kualitas hidup. Populasi penelitian ini adalah adalah 508 mahasiswa yang berstatus aktif mengikuti perkuliahan pada Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Sampel penelitian sebanyak 342 mahasiswa yang menggunakan blackberry messenger dan dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket tertutup dan angket terbuka. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan teknik korelasi uji nonparametrik Spearman’s Rank Order. Hasil uji hipotesis menyatakan ada hubungan yang positif antara pengungkapan diri melalui blackberry messenger dan kualitas hidup pada remaja (r=0.216 dan p=0.000). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang mendominasi kualitas hidup dan dalam mengungkapkan diri (in self-disclosing) yang mendominasi pengungkapan diri. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian dengan subjek yang lainnya, seperti usia remaja akhir di lingkungan yang lain untuk melihat konsistensi hubungan antara pengungkapan diri melalui blackberry messenger dan kualitas hidup.
PROKRASTINASI DAN KECEMASAN PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS SURABAYA
Rhendy Christian Sutjipto
CALYPTRA Vol. 1 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.383 KB)
Prokrastinasi menurut Steel (2007) adalah suatu tindakan dengan sukarela melakukan penundaan terhadap suatu kegiatan meskipun penundaan tersebut akan berakibat buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara prokrastinasi dan kecemasan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa aktif Psikologi Ubaya angkatan 2008-2011. Jumlah subjek adalah 385 mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan membagikan angket. Untuk angket prokrastinasi digunakan Irrational Procrastination Scale (IPS) dan untuk angket kecemasan menggunakan State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Peneliti juga menggunakan Temporal motivation Test (TMt) untuk menjelaskan terjadinya hubungan antara prokrastinasi dan kecemasan. Data ini dianalisis dengan menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Teknik korelasi menggunakan nonparametrik Spearman karena sebaran data yang tidak normal. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat signifikan antara prokrastinasi dan kecemasan (r = 0,311; p = 0,000). Prokrastinasi juga memiliki korelasi positif terhadap aspek dari kecemasan yaitu aspek State (0,275) dan Trait (0,339). Hasil uji korelasi dengan TMt menunjukkan adanya korelasi yang sangat signifikan antara prokrastinasi dan aspek value (0,520) dan impulsiveness (0,541).
PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI PUSKEMAS PADA DUA KECAMATAN YANG BERBEDA DI KOTA KEDIRI
Zendy Priscillia Wardhana
CALYPTRA Vol. 2 No. 2 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.084 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil penyimpanan obat di Puskesmas Kota Kediri memenuhi kriteria dari Pedoman Peraturan Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas berdasarkan Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2008, dilihat dari segi: Persyaratan gudang dan kamar obat, pengaturan penyimpanan obat, kondisi penyimpanan obat, tata cara penyimpanan obat, pengamatan mutu obat. Penelitian bersifat depskriptif, penentuan 2 puskesmas (puskesmas Pesantren II dan puskesmas Sukorame) berdasarkan purposive sampling dari 3 puskesmas di Kediri, selanjutnya dilakukan observasi dan wawancara terhadap penanggung jawab pengelolaan obat. Dari hasil pengamatan diperoleh hasil pengaturan dan penyimpanan obat di gudang dan kamar obat telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Kondisi penyimpanan obat dan tata cara penyiapan obat di kedua puskesmas masih belum memenuhi persyaratan, tetapi kondisi penyimpanan obat pada kamar obat puskesmas Pesantren II telah memenuhi persyaratan. Hasil pengamatan menunjukkan mutu sediaan tablet, kapsul, cairan, salep, injeksi di kamar obat telah memenuhi persyaratan sedangkan di gudang obat tidak bisa diamati. Hasil pengamatan ini menunjukkan penyimpanan obat dikedua puskesmas sudah baik.
STUDI EXPLANATORI SATISFACTION DAN REPURCHASE INTENSIONS DENGAN MODERASI PENGALAMAN BELANJA ONLINE DI SURABAYA
Stephanie Stephanie
CALYPTRA Vol. 6 No. 2 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.393 KB)
Indonesia merupakan Negara yang cukup berkembang, diikuti dengan perkembangan teknologi berupa internet. Semakin berkembangnya teknologi dalam bidang internet ini membuat para pelaku bisnis memanfaat peluang untuk memulai usaha online shop. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh effort expectancy, performance expectancy, self efficacy, dan trust terhadap satisfaction dan pengaruh satisfaction terhadap intention to repurchase dalam pembelian online. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kausal dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan purposive sampling, dimana sampel berupa responden yang terbagi menjadi dua kelompok konsumen pegalaman rendah (transaksi kurang dari 5) dan kosnumen pengalaman tinggi (transaksi lebih dari 5), berdasarkan pengalaman responden melakukan transaksi minimal satu kali dalam enam bulan terakhir pada situs belanja online. Analisis dalam penelitian ini dengan menggunakan model SEM (Structural Equation Modeling) dan diolah menggunakan software SPSS versi 18.0 for Windows serta Amos 16 untuk pengujian Model Measurement dan Structural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada efek moderasi dalam variabel Effort Expectancy, Performance Expectancy, Self Efficacy, Trust terhadap variabel Satisfaction dan Intention to Repurchase. Dijelaskan melalui hasil penelitian ini pengalaman konsumen tidak memperkuat hubungan antara variabel eksogen dan variabel endogen.
STUDI DESKRIPTIF RETAIL SERVICE QUALITY DI CARREFOUR NGAGEL SURABAYA
Harris Setiono
CALYPTRA Vol. 2 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (57.036 KB)
Carrefour adalah salah satu peritel yang menerapkan konsep belanja hemat sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi konsumen karena bisa mendapatkan kebutuhan dengan harga lebih baik. Selain belanja hemat, Carrefour Ngagel juga melakukan evaluasi terhadap kualitas layanan melalui dimensi: retail service quality yang meliputi: aspek fisik (physical aspects), kehandalan (reliability), interaksi personal (personal interaction), pemecahan masalah (problem solving), dan kebijakan (policy). Jumlah sampel penelitian adalah 170 sampel, metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: analisis deskriptif frekuensi, presentasi diagram Pie Chart, dan tabulasi silang. Secara keseluruhan, persepsi responden terhadap retail service quality Carrefour Ngagel adalah positif karena nilai rata-rata keseluruhan responden untuk keseluruhan elemen retail service quality tersebut adalah positif. Policy adalah dimensi retail service quality yang dipersepsikan paling positif karena dengan nilai rata-rata tertinggi diantara dimensi retail service quality lainnya. Sedangkan dimensi retail service quality dengan persepsi terendah adalah problem solving dan elemen dengan penilaian terendah adalah ketika pelanggan menghadapi masalah, karyawan Carrefour menunjukkan keinginan menyelesaikan masalah.
HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DAN FUNGSI PSIKOLOGIS MAKE-UP PADA MODEL
Christin Devina Wiranata
CALYPTRA Vol. 6 No. 2 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.334 KB)
Seorang model yang berada pada tahapan perkembangan emerging adulthood memiliki tiga fokus utama yaitu cinta, pekerjaan, dan pandangan hidup. Seorang model juga memiliki tuntutan bermake-up agar selalu tampil menarik demi menunjang profesinya. Make-up memiliki fungsi psikologis yaitu seduction dan camouflage. Penggunaan make-up tersebut dapat berhubungan dengan tingkat self-esteem yang dimiliki seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali hubungan antara self-esteem dan fungsi psikologis make-up pada model perempuan yang berada pada tahapan perkembangan emerging adulthood. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 46 orang, dengan kriteria seorang model perempuan yang sedang dalam masa emerging adulthood (usia 18-25 tahun) dan menggunakan make-up dalam kehidupan sehari-hari. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara snowball sampling dan purposive sampling. Angket yang digunakan adalah angket fungsi psikologis make-up yang dibuat oleh Puji (2013) berdasarkan hasil penelitian Korichi (2008) dan angket self-esteem yang dibuat oleh Puji (2013) berdasarkan teori Branden (2001). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar subjek memiliki fungsi psikologis make-up camouflage (91,3%). Sebagian besar subjek memiliki self-esteem rendah (60,9%). Hasil uji hipotesis menunjukkan tidak adanya korelasi antara self-esteem dan fungsi psikologis makeup. (r = 0,02 dan sig. 0,896, nilai sig > 0,05). Self-esteem pada model lebih mengarah ke kompetensinya dan upaya yang dilakukan untuk memperbaiki selfesteem adalah meningkatkan kemampuan diri bukan dengan menggunakan makeup. Seorang model perempuan emerging adulthood menggunakan make-up hanya sebagai formalitas saja karena seorang model sudah terbiasa bermake-up sehingga fungsi psikologis make-up yang dimiliki tidak ditentukan oleh self-esteemnya.
NEVER BE AFRAID HUBUNGAN ANTARA FEAR OF FAILURE DAN PROKRASTINASI AKADEMIK
Ivan Sebastian
CALYPTRA Vol. 2 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.073 KB)
Prokrastinasi merupakan kecenderungan seseorang untuk menunda kegiatannya sampai pada saat-saat terakhir (Gafni & Geri 2010). Seseorang dengan kecemasan tinggi cenderung menunda pekerjaan mereka dengan alasan yang irasional (Steel, 2007). Fear of failure merupakan kecemasan atau kekhawatiran yang irasional yang akhirnya menurunkan kepercayaan diri untuk mengerjakan suatu tugas. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa fakultas psikologi UBAYA yang mengambil mata kuliah PAU. Jumlah subjek adalah 131 mahasiswa. Pengukuran prokrastinasi akademik dilakukan dengan Pure Procrastination Scale (PPS) yang mengukur prokrastinasi yang diakibatkan oleh irrational belief. Pengukuran fear of failure dilakukan menggunakan dua angket. Pertama yaitu PFAI yang dibuat oleh Conroy (2002) fear of failure secara umum. Kedua yaitu AAT yang terdiri dari dua subskala yang mengukur tentang kecemasan akademik yang digunakan sebagai pembanding. Hasil dari korelasi data yang ada menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara fear of failure dengan prokrastinasi (r = 0,339: p = 0,000).
STUDI APLIKASI PEMBUATAN BENTUK 3D WAJAH MANUSIA DARI DATA DIGITAL 2D PADA MESIN ENGRAVING ROLAND MDX-40
Anugerah Kristianto S.
CALYPTRA Vol. 2 No. 2 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (916.609 KB)
Mesin Roland MDX-40 sering diaplikasikan pada dunia industri untuk membuat prototip model 3D yang mengutamakan segi tampilan bentuk produk saja. Pada umumnya, penelitian yang banyak dilakukan menghasilkan bentuk komponen 3D dari data digital 2D, atau bentuk 2.5D dengan data digital 2D. Sampai saat ini jarang dilakukan penelitian pada mesin MDX-40 mengenai pembuatan bentuk 3D komponen dari data digital 2D. Salah satu contohnya adalah pembuatan bentuk 3D wajah manusia yang berasal dari data digital 2D. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari prinsip kerja dan parameter yang berpengaruh untuk aplikasi pembuatan bentuk 3D wajah manusia. Jenis data 2D yang digunakan adalah hasil foto digital berformat JPEG. Penelitian diawali dengan pengambilan foto wajah manusia menggunakan kamera Canon EOS100D. Untuk menghilangkan bagian yang tidak diperlukan dilakukan pengeditan dengan menggunakan software untuk picture editing. Lalu dilakukan pengubahan size foto digital serta pengubahan file size data 2D. Hasil dari proses editing 2D dikonversikan menjadi model 3D melalui software ArtCAM. Pada tahap ini, format 2D dikonversikan menjadi data 3D dengan format STL. Selanjutnya dilakukan proses pembuatan toolpath menggunakan software Modela Player 4, serta menentukan parameter proses pemesinannya. Pemesinan melalui dua proses yaitu roughing dengan pahat end mill R2.5, serta finishing dengan pahat ball nose R2. Data toolpath ditransfer ke mesin lalu dilakukan proses pemesinan pada material. Hasil konversi data dianalisis guna mengetahui bagaimana proses yang tepat untuk mengkonversi data digital 2D wajah manusia menjadi bentuk relief 3D. Sedangkan model relief 3D hasil pemesinan digunakan sebagai respon pembanding untuk menentukan parameter konversi dan parameter pemesinan yang lebih baik. Dari penelitian idapat disimpulkan bahwa mesin Roland MDX-40 mampu untuk aplikasi pembuatan komponen 3D berbentuk wajah manusia dari data digital 2D. Eksperimen terbaik dihasilkan eksperimen yang menggunakan smooth relief 1, invert relief concave shape, dan path interval 0.1 mm.