cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 23038203     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya merupakan kumpulan artikel yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Surabaya. ISSN 2302-8203
Arjuna Subject : -
Articles 3,446 Documents
ANALISIS PENGAMBILALIHAN TANAH MILIK PRIBADI YANG BERSTATUS CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KOTA PADANG Erika Nathalia L; Lanny Kusumawati; Suhariwanto
CALYPTRA Vol. 13 No. 2 (2025): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Cultural heritage is a country's historical heritage which is fragile and rare so its existence must be preserved because it has important value for history, science, religion and education. One example of cultural heritage in Indonesia is a cultural heritage building. Cultural heritage buildings have their own characteristics, one of which is that they are more than 50 years old and have historical value as stated in Law Number 11 of 2010 concerning Cultural Heritage. Law Number 11 of 2010 is legal protection for cultural heritage in Indonesia. One of the cultural heritage buildings in Padang City is the Ema Idham House. However, currently the cultural heritage building Ema Idham House has collapsed and been razed to the ground because Soehinto Sadikin, as the owner of the house, has carried out the demolition without permission from the Padang City government. The Padang City Public Works and Spatial Planning (PUPR) Department only provided City Plan Information to Soehinto Sadikin, so he had no right to demolish the cultural heritage building. Therefore, so that the cultural heritage building is not lost, the Padang City Government must carry out reconstruction of the building. Ownership rights to the land owned by Soehinto Sadikin must first be transferred to the Padang City Government through land procurement for development in the public interest. This thesis aims to analyze whether the Padang City government has the authority to request the takeover of privately owned land that has cultural heritage status. Keywords: building reserve culture, padang city government, land acquisition Abstrak—Cagar budaya merupakan warisan bersejarah suatu negara yang bersifat rapuh dan langka sehingga wajib dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, agama, dan pendidikan. Salah satu contoh cagar budaya yang ada di Indonesia yakni bangunan cagar budaya. Bangunan cagar budaya memiliki ciri khas tersendiri salah satunya yaitu memiliki umur lebih dari 50 tahun dan memiliki nilai sejarah sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 merupakan perlindungan hukum bagi cagar budaya yang ada di Indonesia. Salah satu bangunan cagar budaya yang ada di kota Padang adalah Rumah Ema Idham. Namun, saat ini bangunan cagar budaya Rumah Ema Idham tersebut telah runtuh dan rata dengan tanah dikarenakan Soehinto Sadikin sebagai pemilik bangunan rumah telah melakukan pembongkaran tanpa izin dari Pemerintah Kota Padang. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang hanya memberikan Keterangan Rencana Kota kepada Soehinto Sadikin, sehingga ia tidak berhak untuk melakukan pembongkaran terhadap bangunan cagar budaya tersebut. Oleh sebab itu, agar bangunan cagar budaya tersebut tidak hilang Pemerintah Kota Padang harus melakukan rekonstruksi terhadap bangunan tersebut. Hak milik atas tanah yang dimiliki oleh Soehinto Sadikin harus dialihkan terlebih dahulu kepada Pemerintah Kota Padang melalui pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisa apakah Pemerintah Kota Padang berwenang meminta pengambilalihan tanah milik pribadi yang berstatus cagar budaya. Kata kunci: bangunan cagar budaya, pemerintah kota padang, pengadaan tanah
HATE SPEECH DETECTION PADA VIDEO MENGGUNAKAN METODE KNN DAN NAIVE BAYES Christopher Kelvin Pintoro Kwan; Vincentius Riandaru Prasetyo; Fitri Dwi Kartikasari
CALYPTRA Vol. 13 No. 2 (2025): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Hate speech has had many negative impacts in Indonesia, such as riots, physical and verbal altercations, divisions in society, and many more. Social media is the place to spread hate speech most quickly. Not only through text posts, It is quite common to find hate speech in the form of videos. In this research, researchers will create a model that applies machine learning models to detect hate speech in videos, where currently most machine learning models are used to detect hate speech in text form only. In its application, the model will convert the input video into text using Google API. Then classification will be carried out using KNN to classify whether the video is hate speech or not, and Naive Bayes to classify the context of the video. In an unbalanced dataset, the classification results obtained for hate speech classification were 74% and for video context classification the accuracy was 45%. In a balanced dataset but overfitting occurs, the accuracy obtained in hate speech classification is 93% and in video context classification the accuracy is 55%. Based on the test results, it was found that the model used can have good accuracy if the dataset used is balanced between labels and there is no overfitting on the labels. Keywords: Hate Speech, Machine Learning, KNN, Naive Bayes Abstrak—Hate speech atau ujaran kebencian sudah memberikan banyak dampak yang negatif di Indonesia seperti kerusuhan, pertengkaran fisik maupun verbal, perpecahan di masyarakat, dan masih banyak lagi. Sosial media menjadi tempat untuk menyebarkan hate speech paling cepat. Tidak hanya melalui postingan teks, cukup sering juga ditemukan hate speech berbentuk video. Dalam penelitian ini, peneliti akan membuat model yang menerapkan model machine learning untuk mendeteksi adanya hate speech dalam video dimana saat ini kebanyakan model machine learning digunakan untuk mendeteksi hate speech dalam bentuk teks saja. Dalam penerapannya, model akan mengubah video yang diinput menjadi teks menggunakan Google API. Kemudian klasifikasi akan dilakukan menggunakan KNN untuk mengklasifikasikan apakah video hate speech atau bukan, dan naive bayes untuk mengklasifikasikan konteks dari video. Pada dataset yang tidak seimbang hasil klasifikasi yang didapatkan pada klasifikasi hate speech adalah 74% dan klasifikasi konteks video didapatkan akurasi sebesar 45%. Pada dataset yang seimbang namun terjadi overfitting akurasi yang didapatkan pada klasifikasi hate speech adalah 93% dan pada klasifikasi konteks video didapatkan akurasi 55%. Berdasarkan hasil uji coba didapatkan bahwa model yang digunakan dapat memiliki akurasi yang baik apabila dataset yang digunakan seimbang antar label dan tidak ada overfitting pada label. Kata kunci: hate speech, machine learning, knn, naive bayes
GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, INNOVATIVE WORK BEHAVIOR PEKERJA MUDAH SEKTOR RETAIL YANG DIMEDIASI KNOWLEDGE SHARING Reginaldo Shevcenko; Tjahjoanggoro; Constantinus Wahju Prijonggo
CALYPTRA Vol. 13 No. 2 (2025): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—The Innovative Work Behavior (IWB) exhibited by fresh graduate employees is crucial for companies as a strategy for success in today's competitive business environment. IWB can be influenced by transformational leadership and knowledge sharing. This research aims to examine the relationship between transformational leadership and Innovative Work Behavior (IWB) among fresh graduate employees in the retail industry. This study also tests the mediating role of knowledge sharing in this relationship. The research employs a quantitative method with accidental sampling involving 104 respondents of fresh graduate workers. The study utilizes the Innovative Work Behavior Scale (IWBS), Multifactor Leadership Questionnaire 5x (MLQ 5x), and Knowledge Management Scan (KMS) as measurement tools. Data is collected through questionnaires and analyzed using regression analysis. The findings of the study reveal a positive relationship between transformational leadership and Innovative Work Behavior (IWB). The study also confirms that knowledge sharing plays a significant mediating role (p < 0.05) in this relationship. The implications of these findings are valuable for the retail industry in formulating strategies to enhance the innovative work behavior of new graduate employees. The role of knowledge sharing as a mediator in this study is partial in connecting transformational leadership and Innovative Work Behavior (IWB) (z= 5.731; p=0.001). Hypothesis testing supports previous research findings, confirming that transformational leadership supports the practice of knowledge sharing (KS) and Innovative Work Behavior (IWB) in the workplace. Thus, this study has both theoretical and practical benefits for universities, employees, and company leaders in the retail sector. Keywords: transformational leadership, innovative work behavior (iwb), fresh graduate, retail & fmcg, knowledge sharing Abstrak—Penelitian Innovative Work Behavior (IWB) yang dimiliki oleh pekerja fresh graduates dibutuhkan oleh perusahaan sebagai strategi keberhasilan persaingan kompetitif pada era saat ini. Innovative Work Behavior sendiri dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan transformasional dan knowledge sharing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepemimpinan transformasional dan innovative work behavior (IWB) pada karyawan fresh graduates di industri retail. Studi ini juga menguji peran mediasi knowledge sharing dalam hubungan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan accidental sampling yang melibatkan 104 responden pekerja fresh graduates. Penelitian dilakukan dengan alat ukur Innovative Work Behavior Scale (IWBS), Multifactor Leadership Questionnaire 5x (MLQ 5x), dan Knowledge Management Scan (KMS). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan analisis regresi . Temuan penelitian menunjukkan hubungan positif antara kepemimpinan transformasional dan innovative work behavior (IWB). Studi ini juga mengkonfirmasi bahwa knowledge sharing berperan sebagai mediator yang signifikan (p <0,05) dalam hubungan tersebut. Implikasi temuan ini berguna bagi industri retail untuk merumuskan strategi meningkatkan perilaku kerja inovatif karyawan baru lulus. Peran knowledge sharing sebagai mediator pada penelitian ini bersifat parsial dalam menghubungkan gaya kepemimpinan transformasional dan innovative work behavior (IWB) (z= 5,731 ; p=0,001). Uji hipotesis mendukung temuan penelitian sebelumnya, mengonfirmasi bahwa kepemimpinan transformasional mendukung praktik knowledge sharing (KS) dan innovative work behavior (IWB) di tempat kerja, sehingga memiliki manfaat teoritis dan praktis bagi universitas, pekerja, atasan perusahaan sektor retail. Kata kunci: transformational leadership, innovative work behavior(iwb), fresh graduate, retail & fmcg, knowledge sharing
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA SIBER UNTUK SELF DEFENSE DALAM CYBER WARFARE DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL Rifqi Fatkurrahman; Go Lisanawati; Marlina Br Purba
CALYPTRA Vol. 13 No. 2 (2025): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract–Cyber warfare is a term that refers to conflicts carried out in cyberspace using cyber media as a weapon. Cyber warfare includes state actions not only in carrying out attacks, but also in carrying out actions to defend itself. The cyber warfare that occurred between Russia and Georgia in 2008 was a cyber war that used cyber media to attack and defend. Georgia counterattacked using cyber media to defend itself from Russian cyber attacks. International law regulates state actions in self-defense based on Article 51 of the UN Charter which requires armed attack, the necessity and proportionalities in its implementation. In international law, there are no regulations regarding a country's self-defense measures when cyber warfare occurs. This causes Article 51 of the UN Charter to also apply to cyber warfare. In international law, there are no regulations regarding a country's self-defense actions when cyber war occurs. This causes Article 51 of the UN Charter to also apply to cyber warfare. This research aims to analyze whether Georgia's actions in carrying out retaliatory attacks in response to Russian cyberattacks can be categorized as acts of self-defense under international law. The research method used is the normative juridical legal research method, namely a legal research method by solving legal facts/events using international legal sources. The results of this research indicate that Georgia's use of cyber media as a counterattack to defend itself from Russian cyber attacks cannot be categorized as an act of self-defense based on Article 51 of the UN Charter and customary international law. Even though it cannot be categorized as a form of self-defense, Russia's actions in carrying out its cyber attacks still had a significant impact on Georgia. Keywords: cyber warfare, self defense, armed attack Abstrak–Peperangan siber adalah suatu istilah yang merujuk pada konflik yang dilakukan di ruang siber dengan menggunakan media siber sebagai senjatanya. Peperangan siber di dalamnya mencakup tindakan negara tidak hanya dalam melakukan serangan, namun juga dalam melakukan tindakan untuk bertahan atau mempertahankan diri. Perang siber yang terjadi antara Rusia dan Georgia pada tahun 2008 di dalamnya mencakup penggunaan media siber yang ditujukan untuk menyerang dan bertahan. Georgia melakukan serangan balasan menggunakan media siber untuk mempertahankan diri terhadap serangan siber Rusia. Hukum internasional di dalamnya mengatur mengenai tindakan negara untuk mempertahankan diri berdasarkan pada Article 51 UN Charter yang mengharuskan adanya serangan bersenjata, keharusan dan kesebandingan dalam pelaksanaannya. Belum adanya ketentuan khusus dalam hukum internasional yang mengatur mengenai perang siber, membuat pengaturan mengenai tindakan mempertahankan diri bagi suatu negara selama perang siber juga turut di dasarkan pada Article 51 UN Charter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa apakah tindakan Georgia dalam melakukan serangan balasan untuk merespons serangan siber Rusia dapat dikategorikan sebagai tindakan membela diri berdasarkan pada hukum internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif, yaitu metode penelitian hukum dengan memecahkan fakta/peristiwa hukum menggunakan sumber-sumber hukum internasional. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media siber yang digunakan oleh Georgia sebagai serangan balasan untuk mempertahankan diri dari serangan siber Rusia tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan self defense berdasarkan Article 51 UN Charter dan hukum kebiasaan internasional. Namun, meskipun tidak dapat dikategorikan sebagai suatu bentuk self defense, perbuatan Rusia dalam melakukan serangan sibernya tetap memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap Georgia. Kata kunci: perang siber, hak bela diri, dan serangan bersenjata
PENGARUH DESTINATION IMAGE TERHADAP TOURIST LOYALTY PADA PANTAI NGURBLOAT MALUKU Adrian Prasetyo Tallaut; Erna Andajani; Veny Megawati
CALYPTRA Vol. 13 No. 1 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—The research aims to determine and analyze the influence of the variables perceived service quality, perceived value, destination image. tourist satisfaction, attitude to visiting behavior on tourist loyalty at Ngurbloat beach Mollucas. The type of research used is causal research with a quantitative approach. The sampling technique in this research was carried out using a non-probability sampling technique with purposive sampling type. The target population used in this research is people who have visited Ngurbloat beach. The sample used in this research was 150 respondents. This research uses SmartPLS and SPSS software to test the measurement model. The results of this study show that the destination image is significantly positive towards tourist loyalty at Ngurbloat beach. Keywords: kualitas layanan, citra destinasi, kepuasan wisatawan, loyalitas wisatawan Abstrak—Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui serta menganalisis pengaruh dari variabel perceived service quality, perceived value, destination image tourist satisfaction, attitude to visiting behaviour terhadap tourist loyalty pada Pantai Ngurbloat Maluku. Jenis penelitian yang digunakan adalah causal research dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Target populasi yang dipakai pada penelitian ini adalah orang yang pernah mengunjungi Pantai Ngurbloat Maluku. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 150 responden. Penelitian ini dianalisis dengan teknik analisa PLS-based SEM menggunakan software SmartPLS dan SPSS untuk menguji model pengukuran. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa destination image signifikan positif terhadap tourist loyalty pada Pantai Ngurbloat Maluku. Kata kunci: perceived service quality, destination image, tourist satisfaction, tourist loyality
PENJELAJAHAN PRIA GAY MEMPERTAHANKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DI BAWAH TEKANAN MASKULINITAS HEGEMONIK KELUARGA TIONGHOA KRISTEN Johan Wijaya; Teguh Wijaya Mulya; Patrick Humbertus
CALYPTRA Vol. 13 No. 1 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—This study explores the in-depth experiences formed by a tri minority man (gay-Chinese-Christian) in facing the pressures of hegemonic masculinity, heteronormative values and Christian norms in the family. Using a qualitative phenomenological approach, this study aims to understand how participants construct identity, overcome stigma, and maintain psychological well-being amidst complex identity conflicts resulting from clashes between family values, gender norms, and sexual orientation. Through in-depth interviews, this study will reveal coping strategies, the influence of Christian religious values and Chinese culture on self-perception and participants' relationships with their families. Using Bronfenbrenner's ecological theory, this study reveals how various social systems, from family to wider society, influence participants. The study shows that conservative religious and cultural values are often a source of stress and conflict. How the internalization of narrow masculinity norms and the conflict of Christian religious values can trigger mental health problems such as anxiety and social isolation. However, participants also found meaning and spiritual support in religion, which helped in the process of self-acceptance. In addition, there are results that show a positive impact of hegemonic masculinity values related to achievement and social success, but also reveal the importance of subjectivity and flexibility in interpreting religious teachings to support spiritual well-being. This study is expected to contribute to a deeper understanding of the complexity of identity and challenges faced by tri minority men in Indonesia, as well as its implications for the development of more effective prevention, counseling and psychological intervention programs. Keywords: christian, coming out, gay, hegemonic masculinity, psychological well-being Abstrak—Penelitian ini menggali pengalaman mendalam yang terbentuk pada seorang pria triminoritas (gay-Tionghoa-Kristen) dalam menghadapi tekanan maskulinitas hegemonik, nilai-nilai heteronormatif dan norma kekristenan dalam keluarga. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana partisipan mengkonstruksi identitas, mengatasi stigma, dan mempertahankan kesejahteraan psikologis di tengah konflik identitas yang kompleks akibat benturan antara nilai-nilai keluarga, norma gender, dan orientasi seksual. Melalui wawancara mendalam, penelitian ini akan mengungkap strategi coping, pengaruh nilai-nilai agama Kristen dan budaya Tionghoa terhadap persepsi diri serta hubungan partisipan dengan keluarga. Dengan menggunakan teori ekologi Bronfenbrenner, penelitian ini mengungkap bagaimana berbagai sistem sosial, mulai dari keluarga hingga masyarakat luas, mempengaruhi partisipan. Dalam penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai agama dan budaya yang konservatif seringkali menjadi sumber tekanan dan konflik. Bagaimana internalisasi norma-norma maskulinitas yang sempit dan konflik nilai-nilai agama kristen dapat memicu masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan isolasi sosial. Namun, partisipan juga menemukan makna dan dukungan spiritual dalam agama, yang membantu dalam proses penerimaan diri. Selain itu, terdapat hasil yang menunjukkan adanya dampak positif dari nilai-nilai maskulinitas hegemonik terkait prestasi dan keberhasilan sosial, namun juga mengungkapkan pentingnya subyektivitas serta fleksibilitas dalam menginterpretasi ajaran agama untuk mendukung kesejahteraan spiritual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas identitas dan tantangan yang dihadapi oleh pria triminoritas di Indonesia, serta implikasinya bagi pengembangan program pencegahan, konseling dan intervensi psikologis yang lebih efektif. Katakunci: homoseksual, kesejahteraan psikologis, kristen, maskulinitas hegemonik,tionghoa

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 13 No. 1 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 12 No. 2 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 12 No. 1 (2023): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 11 No. 2 (2023): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 11 No. 1 (2022): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 9 No. 1 (2020): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 8 No. 2 (2020): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 8 No. 1 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 7 No. 2 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol. 7 No. 1 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 6 No. 2 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol. 6 No. 1 (2017): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 5 No. 2 (2017): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol. 5 No. 1 (2016): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol 5, No 1 (2016): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 4 No. 2 (2016): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 4, No 2 (2015): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 4 No. 1 (2015): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol 4, No 1 (2015): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 3 No. 2 (2015): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 3, No 2 (2014): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 3, No 1 (2014): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 2 No. 2 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 2, No 2 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 2 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol 2, No 1 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 1 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 1, No 1 (2012): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya More Issue