cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 20887396     EISSN : 26140039     DOI : 10.12928
Core Subject : Social,
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan [e-ISSN: 2614-0039] publishes articles containing ideas, research results, literature review, and other innovative creations on citizenship, Pancasila and Civic Education learning, Pancasila and Civic Education learning models, Pancasila and Civic Education learning media, assessment and evaluation of Pancasila and Civic Education learning, Pancasila and Civic Education research and development, moral/ethical philosophy, state law education, socio-political education of the state, socio-cultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Kepatuhan Remaja Terhadap Tata Cara Tertib Berlalu Lintas (Studi di Dusun Seyegan Srihardono Pundong Bantul) Winahyu, Anung; Sumaryati, Sumaryati
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.794 KB)

Abstract

Kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap warga negara yang baik adalah patuh terhadap hukum. Dalam hal ini, remaja merupakan salah satunya warga negara tersebut. Remaja dapat dikatakan warga negara yang baik, jika remaja mampu mengimplementasikan kepatuhannya terhadap peraturan hukum. Salah satu peraturan hukum itu adalah UU No. 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Apabila remaja patuh terhadap tata cara tertib berlalu lintas, maka remaja dapat dikatakan sebagai warga negara yang baik. Alasanya karena remaja sudah berkontribusi dalam melaksanakan kenyamanan setiap warga negara, khususnya dalam kenyamanan berlalu lintas. Oleh karena itu, kepatuhan remaja terhadap tata cara tertib berlalu lintas merupakan salah satu hal yang penting untuk mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar bagi setiap pengguna jalan. Berdasarkan paparan tersebut maka penelitian ini akan membahas tentang kepatuhan remaja terhadap tata cara tertib berlalu lintas di Dusun Seyegan Srihardono Pundong Bantul Tahun 2012. Alasan pengambilan dusun ini dikarenakan tingkat pendidikan remajanya rata-rata SLTA, yang berarti mengerti tentang lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kepatuhan remaja terhadap tata cara tertib berlalu lintas di Dusun Seyegan Srihardono Pundong Bantul Tahun 2012.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Dusun Seyegan Srihardono Pundong Bantul. Subjek penelitiannya adalah remaja Dusun Seyegan dengan populasi sebanyak 60 remaja yang berumur 17 sampai 23 tahun. Objek penelitiannya tentang kepatuhan remaja terhadap tata cara tertib berlalu lintas. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, klasifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan remaja terhadap tata cara tertib berlalu lintas di Dusun Seyegan Srihardono Pundong Bantul Tahun 2012 dapat dinyatakan cukup.
Hubungan Persepsi Gaya Kepemimpinan Guru Dengan Prestasi Belajar PKn Siswa di SMP Negeri 2 Kokap Kulonprogo Yogyakarta Marganiati, Vivit; Susena, Susena
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.789 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v3i1.6403

Abstract

Gaya kepemimpinan guru merupakan pola tindakan yang dilakukan oleh guru dalam menstimulir, membangkitkan minat dan membimbing belajar siswa sebagai proses mempengaruhi murid agar mau belajar. Gaya kepemimpinan guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya hubungan persepsi gaya kepemimpinan guru dengan Prestasi Belajar PKn Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kokap, Kulon Progo Yogyakarta. Sampel penelitian ini adalah 60 siswa kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana data dikumpulkan dengan tekhnik penyebaran angket dan studi dokumentasi dan analisis data dengan analisis korelasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai korelasi (rxy)antara persepsi gaya kepemimpinan guru dengan Prestasi Belajar PKn baik dari nilai raport kognitif, afektif, psikomotor dan nilai ujian tengah semester rata-rata seluruhnya sebesar 0,03. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang positif namun sangat lemah sehingga tidak dapat mendukung hipotesa kerja. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan guru dengan Prestasi Belajar PKn Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta.
Peranan Pembina Pramuka dalam Mengembangkan Karakter Kepemimpinan Siswa di SMP Negeri 3 Depok Sleman Asnawi, Ibnu Hanif; Triwahyuningsih, Triwahyuningsih
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.436 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v3i2.10676

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Pembina Pramuka dalam mengembangkan karakter kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Depok Sleman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, unitisasi dan kategorisasi, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa peranan Pembina Pramuka dalam mengembangkan karakter kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Depok Sleman adalah: 1) Dalam aspek pengembangan integritas siswa, Pembina Pramuka melibatkan siswa dalam merencanakan program kegiatan, menampilkan sikap dan perilaku yang baik dan memberikan kesempatan kepada beberapa siswa yang sudah diangkat sebagai Dewan Penggalang untuk ikut membantu membina; 2) Dalam aspek pengembangan kecerdasan siswa, Pembina Pramuka memberikan materi-materi atau kegiatan yang mengajak siswa untuk berfikir dalam menyelesaikannya; 3) Dalam aspek pengembangan keberanian siswa, Pembina Pramuka memberikan materi-materi latihan yang sifatnya menarik dan menantang; 4) Dalam aspek pengembangan inisiatif siswa, Pembina pramuka memberikan kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk mengekspresikan idenya dalam kegiatan; 5) Dalam aspek pengembangan penilaian siswa, Pembina Pramuka memberikan tugas individu maupun kelompok kepada siswa.
Pendidikan Pancasila ditinjau dari perspektif filsafat (aksiologi) Yassa, Sunarni
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.469 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v1i1.10442

Abstract

Pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional. Pendidikan itu harus sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia (ideologi) dan menjadi pedoman hidup, jiwa dan keperibadian bangsa Indonesia. Pancasila terkandung di dalamnya suatu pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis, mendasar, rasional, sistematis dan komprehensif, sehingga sistem pemikiran ini merupakan suatu nilai. Oleh karena itu, Pancasila memberikan dasar-dasar yang bersifat fundamental dan universal bagi manusia baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bila dijabarkan dalam kehidupan yang nyata pada masyarakat, bangsa maupun negara maka nilai tersebut dijabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas, yaitu norma moral dan norma hukum atau sistem perundangan yang berlaku di Indonesia. Dalam pemikiran filsafat aksiologi yang mengacu pada persoalan nilai, baik dalam konteks estetika, moral maupun agama, mengkaji dan menggali hakikat nilai itu. Maka melalui pendididkan Pancasila peserta didik diharapkan mampu memahami, menganalisis nilai-nilai Pancasila sebagai sumber acuan dalam menyusun etika kehidupan berbangsa bagi seluruh rakyat Indonesia dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya, dan menjawab masalah yang dihadapi secara berkesinambungan.
Peningkatan Penguasaan Materi Ideologi dengan Metode Debat Kelompok di SMK Muhammadiyah 2 Bantul Efrianti, Gustin; Susena, Susena
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.757 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v3i1.6408

Abstract

Penguasaan dalam pembelajaran mempunyai peranan penting dalam rangka memahami materi pada mata pelajaran tertentu. Dalam prakteknya proses belajar mengajar PKn masih bersifat konvensional yaitu sering terlihat guru mengunakan metode ceramah sehinga dianggap kurang menarik dan cenderung tidak meningkatkan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya penguasaan materi tidak maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat digunakan metode debat kelompok. Metode ini melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar serta berinteraksi antara anggota kelompoknya dalam menghadapi permasalahan yang ada. Tujuan penelitian adalah peningkatan penguasaan materi ideologi dengan metode debat kelompok pada siswa kelas XII di SMK Muhammadiyah 2 Bantul tahun ajaran 2012/2013.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif. Metode debat kelompok adalah penyajian dengan cara pemberian tugastugas untuk mempelajari sesuatu kepada kelompok-kelompok belajar yang sudah ditentukan dalam rangka mencapai tujuan. Metode ini melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar serta berinteraksi anataraangota kelompoknya dalam menghadapi permasalahan yang ada sehingga kegiatan belajar mampu menghadirkan kebersamaan dan kolaborasi untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam kerjasama dan kemampuan berkomunikasi serta kemampuan mengambil keputusan dapat dikembangkan dengan baik. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XII RPL di SMK Muhammadiyah 2 bantul. Data penelitian ini di peroleh dari hasil observasi dan tes. Teknik analisis data adalah dengan membandingkan hasil dari tes siklus I dan siklus II. Sehingga diperoleh hasil peningkatan dalam penguasaan pembelajaran.Adapun hasil penelitian ini adalah Siswa yang pada siklus I dengan nilai rata-rata 6,30 dan pada siklus ke II dengan nilai rata-rata 8,30. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti tentang peningkatan pemahaman siswa pada materi ideologi dengan menggunakan metode debat kelompok maka dapat disimpulkan bahwa metode debat kelompok terbukti dapat meningkatkan pengeuasaan materi ideologi oleh siswa.
Peranan Polisi Lalu Lintas dalam Meningkatkan Kedisiplinan Berlalu Lintas Pengguna Kendaraan Bermotor di Wilayah Kepolisian Resort Bantul Apandi, Giyan; Asmorojati, Anom Wahyu
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.841 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v4i1.6282

Abstract

Kondisi lalu lintas di Kabupaten Bantul belum menunjukkan ke arah yang lebih baik. Adanya pelanggaran lalu lintas kendaraan bermotor merupakan fenomena nyata yang masih terjadi. Masih banyak masyarakat yang tidak mentaati peraturan lalu lintas ketika mengendarai sepeda motor. Untuk mewujudkan kedisiplinan dalam berlalu lintas dibutuhkan Peranan penegak hukum yang dilaksanakan oleh polisi lalu lintas. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana peranan polisi lalu lintas dalam meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas bagi pengguna kendaraan bermotor di wilayah Kepolisian Resort Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan polisi lalu lintas dalam meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas bagi pengguna kendaraan bermotor di wilayah Kepolisian Resort Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah Polisi lalu lintas polres Bantul. Objek dalam penelitian ini adalah peranan Polisi lalu lintas dalam meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas. Metode Pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis data menggunakan reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, penarikan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagai pelindung, pengayom, dan pemberi pelayanan terhadap masyarakat, maka polres Bantul sangat berperan penting dalam mewujudkan warga negara yang baik yang bisa terwujud melalui memelihara ketertiban lalu lintas dengan 3 cara yakni pre-emtif (penangkalan), preventif (pencegahan) dan represif (penindakan), membina dan menyelenggarakan fungsi lalu lintas yang meliputi pendidikan masyarakat, penegakan hukum, dan pengkajian masalah lalu lintas, pelayanan administrasi registrasi dan identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor, pelaksanaan patroli jalan raya dan penindakan pelanggaran serta penanganan kecelakaan lalu lintas dalam rangka penegakan hukum dan kamseltibcarlantas di jalan raya, pengamanan dan penyelamatan masyarakat pengguna jalan. 
Pembentukan Sikap Demokratis melalui Fungsi Musyawarah pada Pengurus dan Anggota HMPS PPKn Universitas Ahmad Dahlan Periode 2013-2014 Rahman, Asmika; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.331 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v4i2.6271

Abstract

Musyawarah sebagai pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah bersama, merupakan corak demokrasi. Namun dalam kenyataannya yang terjadi di lingkungan mahasiswa, apabila diajak bermusyawarah masih banyak yang tidak memperhatikan, mengutamakan kepentingan pribadi, kadang ada mahasiswa yang memaksakan kehendaknya pada orang lain, kurang semangaat kekeluargaan, kurangnya itikad baik dan rasa tanggungjawab mahasiswa akan tugasnya antara lain pada saat diskusi tugas kelompok, rapat anggota HMPS dsb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan sikap demokratis melalui fungsi musyawarah pada pengurus dan anggota HMPS PPKn Universitas Ahmad Dahlan periode 2013-2014. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di HMPS PPKn Universitas Ahmad Dahlan. Subjek penelitian ini adalah pengurus dan anggota HMPS PPKn Periode 2013-2014. Sedangkan Objek penelitian ini adalah pembentukan sikap demokratis melalui fungsi musyawarah. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan seleksi data, klasifikasi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan sikap demokratis melalui fungsi musyawarah pada pengurus dan anggota HMPS PPKn Universitas Ahmad Dahlan periode 2013-2014 bisa terwujud melalui 3 faktor yaitu faktor presdiposisi berupa pengetahuan, manfaat musyawarah bagi diri sendiri dan HMPS PPKn, penyampaian pendapat tentang musyawarah yang demokratis, bentuk-bentuk sikap demokratis dalam musyawarah. Faktor pemungkin yaitu proses pembentukan sikap demokratis berupa penyikapan terhadap kondisi realita yang sering terjadi di HMPS PPKn, ketersediaan sarana dan prasarana, suasana kondusif dalam musyawarah, dan Faktor penguat berupa tersedianya kelengkapan administrasi HMPS PPKn, meliputi Undangan rapat atau musyawrah, roundown acara atau mekanisme rapat, tata tertib musyawarah dan lain-lain.
Perwujudan Nilai Sila Ke-4 Pancasila oleh Remaja Masjid di Dukuh Bamban Desa Lemahabang Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan Kunaeni, Kunaeni; Sumaryati, Sumaryati
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.045 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v3i2.10678

Abstract

Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, Pancasila dijadikan sebagai pedoman dalam bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat, dalam kehidupan bermasyarakat, manusia akan berkelompok dan berkumpul membentuk organisasi. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam berorganisasi, termasuk organisasi remaja masjid harus mewujudkan nilai-nilai Pancasila khususnya nilai sila ke-4 Pancasila yang berbunyi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Remaja masjid di dukuh Bamban belum sepenuhnya bisa mewujudkan nilai sila ke-4 Pancasila, maka peneliti akan meneliti “Bagaimana Perwujudan Nilai Sila ke-4 Pancasila oleh Remaja Masjid di Dukuh Bamban Desa Lemahabang Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan?”.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di dukuh Bamban dengan subjek penelitian remaja masjid di dukuh Bamban, dan objek penelitian adalah perwujudan nilai sila ke-4 Pancasila. Metode pengumpulan data adalah angket dan observasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, klasifikasi data, display data, dan pengambilan kesimpulan.Hasil penelitian ini adalah nilai sila ke-4 Pancasila selalu diwujudkan oleh remaja masjid di dukuh Bamban dalam berorganisasi. Adapunperwujudan nilai sila ke-4 Pancasila adalah musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan, sebagai warga negara Indonesia setiap manusia mempunyai kedudukan ha,dan kewajiban yang sama, musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur, tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain, menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah, mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama, di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan,dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima, dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
Persepsi Bhinneka Tunggal Ika pada Mahasiswa PPKn Angkatan 2008/2009 Universitas Ahmad Dahlan Muslimah, Citra Hepatica; Triwahyuningsih, Triwahyuningsih
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.956 KB)

Abstract

Bangsa Indonesia adalah merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa, adat istiadat, bahasa, agama dan lain sebagainya yang terangkum dalam Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman tersebut sering kali menimbulkan konflik yang menyebabkan perpecahan. Sekarang ini sering bermunculan berbagai konflik dan kasus yang dilakukan oleh mahasiswa yang konon katanya sebagai generasi penerus bangsa yang secara tidak langsung mensyaratkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika sudah mulai luntur. Adanya konflik yang terjadi selama ini menimbulkan persepsi yang berbeda-beda dari mahasiswa tentang Bhinneka Tunggal Ika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi Bhinneka Tunggal Ika oleh mahasiswa PPKn semester VIII angkatan 2008/2009 Universitas Ahmad Dahlan.Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PPKn semester VIII angkatan 2008/2009 Universitas Ahmad Dahlan dengan jumlah lima orang responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dengan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa persepsi Bhinneka Tunggal Ika oleh mahasiswa PPKn semester VIII angkatan 2008/2009 Universitas Ahmad Dahlan adalah baik. Hal tersebut terlihat pada hasil jawaban responden dari sisi istilah Bhinneka Tunggal Ika adalah baik. Semua responden sudah mengetahui konsep dari Bhinneka Tunggal Ika. Dari sisi penguasaan prinsip-prinsip Bhinneka Tunggal Ika adalah baik. Hal ini di buktikan oleh jawaban dari semua responden yang mengetahui manfaat, tujuan serta nilai-nilai yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika, sedangkan dari sisi implementasi Bhinneka Tunggal Ika adalah cukup baik.
Persepsi Masyarakat Mengenai Kinerja Aparat Pemerintah Desa Dalam Pelayanan Publik di Kelurahan Bangunharjo Sewon Bantul Mardiyasari, Diah Putri; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.4 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v4i2.6275

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai kinerja aparat pemerintah dalam pelayanan publik di Kelurahan Bangunharjo. Subyek penelitian ini adalah Masyarakat Desa Bangunharjo dan aparat Desa Bangunharjo. Obyek penelitian ini adalah Persepsi Masyarakat mengenai kinerja aparat pemerintah desa dalam pelayanan publik. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat mengenai kinerja aparat desa dalam pelayanan publik cenderung negatif. Persepsi masyarakat tentang pelayanan aparat desa masih berbelit-belit, masih ada satu atau dua aparat desa kadang tidak tepat waktu baik kedatangan maupun dalam pelayanan administratif. Sedangkan dalam tanggung jawab aparat desa sudah secara konsekuen dalam memberikan pelayanan kepada warga.

Page 6 of 16 | Total Record : 157