cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
BAHASTRA
ISSN : 02154994     EISSN : 25484583     DOI : 10.26555
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 35, No 2 (2016): Bahastra" : 14 Documents clear
A MODEL OF CHARACTER EDUCATION AS REFLECTED IN FUADY’S NEGERI LIMA MENARA Darmawan, Hendra
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.552 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4861

Abstract

Negeri Lima Menara oleh Fuady telah melanda bagi banyak pembaca. Novel ini bercerita tentang kehidupan di pesantren Islam. Kisah novel yang mencerminkan pengalaman penulis selama studi di Pondok Pesantren Darassalam Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1980. Madani Pesantren sebagai lembaga pendidikan utama di dalam menunjukkan peran dalam membangun karakter siswa dengan mengintegrasikan modernitas dan ajaran Islam pada saat yang sama .Fuady mencoba untuk menunjukkan model yang baik tentang bagaimana lembaga pendidikan (Madani Pondok Pesantren) dapat mendidik siswa untuk meningkatkan perkembangan pribadi mereka. Madani Pondok Pesantren memiliki sistem pendidikan yang baik dan tegas untuk bertanggung jawab atas perilaku siswa-nya dari dasar sampai dengan akhir proses pembelajaran.Artikel ini menganalisa peran Madani Pondok Pesantre dalam mengembangkan siswa bangunan karakter. penulis memperoleh beberapa temuan dari novel Negeri Lima Menara pada bagaimana pondok pesantren madani berhasil bisa mendidik siswa untuk memiliki karakter yang baik dengan mengoptimalkan peran guru sebagai motivator dan model yang baik bagi siswa; membangun ikatan emosional antara guru dan siswa; dan memberikan kesadaran dan nilai-nilai moral kepada siswa.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI MELALUI PERCAKAPAN TELEPON SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 3 DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE-OUTSIDE CIRCLE Dewi, Candra
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.782 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi melalui percakapan telepon Sekolah Dasar kelas 3 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle.Pelajaran Bahasa Indonesia dianggap sebagai pelajaran yang membosankan. Dalam pembelajaran siswa hanya mendengarkan penjelasan guru kemudian mengerjakan soal sehingga hasil belajar Bahasa Indonesia khusunya pada keterampilan berbicara tergolong masih rendah. Permasalahan pembelajaran tersebut memerlukan solusi supaya pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan yaitu pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe inside-outside circle. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Clasroom action research).Prosedur penelitian kelas dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang digambarkan dalam dua siklus dan tiap siklus terdiri dari beberapa langkah kegiatan yang harus dilakukan antara lain: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) pengamatan; dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi, wawancara dan tes. Penelitian ini menyimpulkan bahwa setelah dilaksanakan penelitian dengan 2 siklus, terjadi peningkatan keterampilan berkomunikasi melalui percakapan telepon. Hal ini dibuktikan dari adanya peningkatan prosentase ketuntasan hasil belajar dan rata-rata kelas pada setiap siklusnya. Terjadinya peningkatan keterampilan berkomunikasi dikarenakan diterapkan model pembelajaran kooepratif tipe inside-outside circle pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi percakapan telepon.
KRITIK SOSIAL SUKU DAYAK BENUAQ DALAM NOVEL API AWAN ASAP KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA MARXIS) Queena Hadi Putri, Nina
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.204 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4862

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan novel Api Awan Asap karya Korrie Layun Rampan ditinjau dari (1) protes sosial, (2)realisme sosial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya protes sosial yang ditujukan kepada masyarakat yang tidak mengetahui tradisi berhuma suku Dayak Benuaq;  perusahaan pertambangan, perusahaan perkebunan, HPH, dan HTI; perusahaan kelapa sawit, tebu, dan coklat; kepada “konglomerat”; perusahaan  penambangan emas dan batu bara. Bentuk realisme sosial menggambarkan masyarakat suku dayak Benuaq yang dituduh sebagai perusak alam; kerusakan lingkungan pada wilayah yang didiami oleh suku Dayak Benuaq; ketidaktahuan masyarakat mengenai hukum dan kepemilikan tanah; dan ketidaksiapan mental secara finansial masyarakat.
PERUBAHAN MAKNA DAN FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN MAKNA DALAM MEDIA CETAK Kustriyono, Erwan
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.848 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4858

Abstract

Bahasa jurnalistik dalam media cetak khususnya tabloid merupakan wujud bahasa sebagai alat komunikasi dalam bentuk tulis. Bahasa tabloid menggunakan ragam bahasa jurnalistik. Tabloid Nova  merupakan salah satu wujud nyata dari fungsi bahasa yang dipakai dalam media cetak. Kalimat serta kosakata yang digunakan dalam artikel media cetak dalam tabloid Nova dianalisis melalui  kajian semantik jurnalistik. Kajian semantik jurnalistik dalam tabloid Nova memperoleh tujuh jenis perubahan makna dan menemukan sebelas faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan makna. 
KLASIFIKASI KOSAKATA PERMAINAN RAKYAT MELAYU SAMBAS: PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK Rasyid, Sabhan
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.385 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4863

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pengamatan pada objek kebudayaan, yaitu permainan rakyat. Permainan rakyat yang dimaksud adalah permainan yang dimainkan oleh masyarakat yang sifatnya masih tradisional. Kegiatan pengambilan data dilakukan di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan menerjemahkan data kosakata permainan rakyat Melayu Kabupaten Sambas. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan etnolinguistik yang memandang hubungan bahasa dengan unsur budaya di dalam masyarakat Melayu Sambas. Analisis yang dilakukan peneliti terhadap data yang dikumpulkan adalah analisis jenis makna berdasarkan klasifikasi alat, teknik, nama pemain, dan nama permainan rakyat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti berhasil menghimpun 173 kata sebagai data penelitian. Keseluruhan data tersebut didapatkan dari proses wawancara dan perekaman yang dilakukan peneliti selama meneliti di Kabupaten Sambas. Keseluruhan data tersebut terdiri atas 30 jenis permainan rakyat dengan klasifikasi, yaitu 51 kata berupa klasifikasi alat, 44 klasifikasi teknik, 4 klasifikasi nama pemain, dan 30 klasifikasi nama permainan.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA BAK TRUK SEBAGAI ALTERNATIF MATERI AJAR PRAGMATIK Chamalah, Evi
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.424 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4859

Abstract

Tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan di dalam tuturan itu. Tuturan-tuturan memuji, mengucapkan terima kasih, mengkritik, mengeluh, menyalahkan, mengucapkan selamat, menyanjung, termasuk ke dalam jenis tindak tutur ekspresif. Tuturan tersebut dapat diekspresikan melalui media lisan dan media tulis. Ada juga yang berupa iklan seperti yang tertulis pada alat-alat transportasi di antaranya adalah pada bak truk.
DISKRIMINASI GENDER PEREMPUAN PAPUA DALAM NOVEL ISINGA KARYA DOROTHEA ROSA HERLIANY Rahman, Hasrul
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.287 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4860

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan diskriminasi gender dalam novel Isinga karya Dorothea Rosa Herliany. Pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel Isinga karya Dorothea Rosa Herliany. Metode yang digunakan adalah content analysis. Hasil penelitian ini menghasilkan hal-hal berikut. Pertama, menunjukkan adanya diskriminasi gender yang mencakup berbagai hal, baik fisik maupun seksual. Kedua, karakteristik kaum laki-laki dalam novel Isinga karya Dorothea Rosa Herliany.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA BAK TRUK SEBAGAI ALTERNATIF MATERI AJAR PRAGMATIK Evi Chamalah
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.424 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4859

Abstract

Tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan di dalam tuturan itu. Tuturan-tuturan memuji, mengucapkan terima kasih, mengkritik, mengeluh, menyalahkan, mengucapkan selamat, menyanjung, termasuk ke dalam jenis tindak tutur ekspresif. Tuturan tersebut dapat diekspresikan melalui media lisan dan media tulis. Ada juga yang berupa iklan seperti yang tertulis pada alat-alat transportasi di antaranya adalah pada bak truk.
DISKRIMINASI GENDER PEREMPUAN PAPUA DALAM NOVEL ISINGA KARYA DOROTHEA ROSA HERLIANY Hasrul Rahman
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.287 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4860

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan diskriminasi gender dalam novel Isinga karya Dorothea Rosa Herliany. Pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel Isinga karya Dorothea Rosa Herliany. Metode yang digunakan adalah content analysis. Hasil penelitian ini menghasilkan hal-hal berikut. Pertama, menunjukkan adanya diskriminasi gender yang mencakup berbagai hal, baik fisik maupun seksual. Kedua, karakteristik kaum laki-laki dalam novel Isinga karya Dorothea Rosa Herliany.
A MODEL OF CHARACTER EDUCATION AS REFLECTED IN FUADY’S NEGERI LIMA MENARA Hendra Darmawan
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.552 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4861

Abstract

Negeri Lima Menara oleh Fuady telah melanda bagi banyak pembaca. Novel ini bercerita tentang kehidupan di pesantren Islam. Kisah novel yang mencerminkan pengalaman penulis selama studi di Pondok Pesantren Darassalam Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1980. Madani Pesantren sebagai lembaga pendidikan utama di dalam menunjukkan peran dalam membangun karakter siswa dengan mengintegrasikan modernitas dan ajaran Islam pada saat yang sama .Fuady mencoba untuk menunjukkan model yang baik tentang bagaimana lembaga pendidikan (Madani Pondok Pesantren) dapat mendidik siswa untuk meningkatkan perkembangan pribadi mereka. Madani Pondok Pesantren memiliki sistem pendidikan yang baik dan tegas untuk bertanggung jawab atas perilaku siswa-nya dari dasar sampai dengan akhir proses pembelajaran.Artikel ini menganalisa peran Madani Pondok Pesantre dalam mengembangkan siswa bangunan karakter. penulis memperoleh beberapa temuan dari novel Negeri Lima Menara pada bagaimana pondok pesantren madani berhasil bisa mendidik siswa untuk memiliki karakter yang baik dengan mengoptimalkan peran guru sebagai motivator dan model yang baik bagi siswa; membangun ikatan emosional antara guru dan siswa; dan memberikan kesadaran dan nilai-nilai moral kepada siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 14