Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Representation of Teacher in Andrea Hirata’s Novel Guru Aini: A Study of Literary Psychology Evi Chamalah; Reni Nuryyati; S. T. Nurbaya
Journal of Advanced Multidisciplinary Research Vol 1, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.929 KB) | DOI: 10.30659/jamr.1.2.121-132

Abstract

Novel is one of literary works that is quite enjoyed by people. Novel has an important position in describing the reality of life through its storylines. One of them is Guru Aini novel by Andrea Hirata. The novel, which was just published in 2020, told about a teacher who workedin a remote island in Indonesia. The author's view of the teacher as an educator who could be represented by this literary work is constructed in a novel. Based on this, the study aimed to determine the representation of teachers in the Guru Aini novel by Andrea Hirata. The analysis in the research was conducted through the dimensions of literary psychology. The analysis in this study focused on the role of the teacher as an educator in a literary work. The results in this study indicated that the teacher in the novel Guru Aini by Andrea Hirata was represented in a positively charged construction. In this study, it was found that several teacher representations appeared in the novel, namely the representation of the teacher as an individual status, the representation of the teacher as the status of the teaching force, the representation of the teacher as an educator in the community, the representation of the psychological condition of the teacher, and the representation of the teacher's personality in the novel Guru Aini by Andrea Hirata.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH DAN MEDIA VIDEO ANIMASI PERISTIWA SOSIAL BERMUATAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYUSUN TEKS EKSPLANASI Yuni Dewi Shinta; Evi Chamalah; Meilan Arsanti
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4253.611 KB) | DOI: 10.17977/um007v1i22017p059

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan peningkatan keterampilan menyusun teks eksplanasi menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah dan media video animasi peristiwa sosial bermuatan pendidikan multikultural pada peserta didik kelas VIII J SMP Negeri 3 Mranggen. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, maka diketahui bahwa peserta didik kelas VIII J SMP Negeri 3 Mranggen mengalami peningkatan dalam keterampilan menyusun teks eksplanasi pada siklus II.
KETERAMPILAN MENULIS POSTER DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN MEDIA GAMBAR BERTEMA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Vita Nur Aliyah; Evi Chamalah; Meilan Arsanti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i1.5484

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis poster dengan model pembelajaran kontekstual dan media gambar bertema iklan layanan masyarakat pada siswa kelas VIII G SMP N 1 Pringapus, (2) mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis poster denganmodel pembelajaran kontekstual dan media gambar bertema iklan layanan masyarakat pada siswa kelas VIII G SMP N 1 Pringapus, dan (3) mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas VIII G SMP N 1 Pringapus setelah mengikuti pembelajaran menulis poster dengan model pembelajaran kontekstual dan media gambar bertema iklan layanan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Prosedur penelitian tindakan kelas dilakukan dalam empat siklus yaitu prasiklus, siklus I, siklus II, dan siklus III. Berdasarkan hasil tes peningkatan keterampilan menulis poster diketahui dari hasil tes Prasiklus, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Nilai rata-rata kumulatif pada prasiklus mencapai 56 dengan kategori kurang. Nilai rata-rata kumulatif setelah dilakukan tindakan siklus I mencapai sebesar 67,37 dengan kategori cukup. Terjadi peningkatan sebesar 11,43%. Pada prasiklus ke siklus I. Nilai rata-rata kumulatif setelah dilakukan tindakan siklus II mencapai sebesar 74,62 dengan kategori cukup. Terjadi peningkatan sebesar 7,25% dari siklus I ke siklus II. Nilai rata-rata kumulatif setelah dilakukan tindakan siklus III mencapai sebesar 79,12 dengan kategori baik. Terjadi peningkatan sebesar 4,5% dari siklus II ke siklus III. Perubahan perilaku siswa juga terlihat setelah siswa mengikuti pembelajaran. Sikap dan motivasi siswa dalam berperilaku positif tersebut dapat dibuktikan pada hasil observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil tes dan nontes nilai siswa semakin meningkat dan siswa lebih antusias untuk mengikuti pembelajaran menulis poster yang menggunakan model pembelajaran kontekstual dan media gambar bertema iklan layanan masyarakat. 
TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA BAK TRUK SEBAGAI ALTERNATIF MATERI AJAR PRAGMATIK Evi Chamalah
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.424 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4859

Abstract

Tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan di dalam tuturan itu. Tuturan-tuturan memuji, mengucapkan terima kasih, mengkritik, mengeluh, menyalahkan, mengucapkan selamat, menyanjung, termasuk ke dalam jenis tindak tutur ekspresif. Tuturan tersebut dapat diekspresikan melalui media lisan dan media tulis. Ada juga yang berupa iklan seperti yang tertulis pada alat-alat transportasi di antaranya adalah pada bak truk.
HUMANISASI DALAM NOVEL PEMIMPIN YANG “TUHAN” KARYA EMHA AINUN NADJIB Helmi Nur Laily; Turahmat Turahmat; Evi Chamalah
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4100.064 KB) | DOI: 10.21831/hum.v24i1.27631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek etika profetik, yakni humanisasi yang terdapat pada novel Pemimpin yang “Tuhan” karya Emha Ainun Nadjib. Penelitian ini berlandaskan pada teori sastra profetik Kuntowijoyo. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif yakni mendeskripsikan dan menggambarkan gejala fenomena yang ada. Data yang digunakan berupa data kata, frasa, kalimat dalam kutipan yang memuat humanisasi dalam novel ini. Sumber data adalah novel Pemimpin Yang “Tuhan” karya Emha Ainun Najib. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Hasil klasifikasi etika profetik dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sastra ini berlandaskan pada terminologi-terminologi Islam dari alquran yang berjiwa transendental dan sufistik. Novel ini juga sarat dengan naura sastra profetik. Aspek humanisasi yang terkandung dalam novel tersebut ada sembilan, yaitu humanisasi dengan menyebarkan kasih sayang, humanisasi dengan menyelami kebijaksanaan, membangkitkan rasa percaya diri, toleransi, memperjuangkan tujuan pendidikan, menjaga keharmonisan, saling mengamankan, saling menyelamatkan, dan menyebarkan cinta kasih yang tercermin dalam 18 kutipan.HUMANISM IN “PEMIMPIN YANG "TUHAN" “, A NOVEL BY EMHA AINUN NADJIB: A PROPHETIC LITERARY CRITICISMThis study examines aspects of prophetic ethics, namely humanization contains in a novel entitled “Pemimpin Yang “Tuhan” ”, writen by Emha Ainun Nadjib. The analysis done within this study was based on Kuntowijoyo's prophetic literary theory. The nature of this study is descriptive qualitative as it describes the existed phenomena depicted in the novel. The data consisted of words, phrases, sentences as represented in quotes taken from the novel through in-depth reading and note taking techniques. The classification of prophetic ethics resulted that this piece of literature was mainly based on Islamic terminologies taken from the Holy Qur'an which has a transcendental and sufistic spirits. This novel is also heavily loaded with prophetic literature. There are nine aspects of humanization contained in the novel namely humanization by spreading  loves, nurturing wisdom, building self-confidence, being tolerance, striving for education, maintaining harmony, protecting and saving others, and  dispersing devotion to all living beings – all were reflected throughout the 18 quotes.
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA CAPTION COVID-19 DI MEDIA SOSIAL Leli Nisfi Setiana; Evi Chamalah; Cahyo Hasanudin
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.64 KB) | DOI: 10.32493/sns.v1i2.10823

Abstract

Peradaban manusia tidak lepas dari unsur penting yang terdapat di dalamnya yaitu kegiatan berkomunikasi. Bahasa merupakan alat komunikasi utama yang digunakan oleh manusia dalam berkomunikasi sehari-hari. Di Era Revolusi industri 4.0 yang semakin canggih, dimana semua hampir seluruh lapisan aktivitas manusia bersentuhan dengan dunia digital. Pandemi Covid-19 menjadikan masyarakat milenial kerap kali meluapkan ekspresinya dalam bentuk caption di media sosial. Beberapa media sosial yang kerap menjadi objek masyarakat dalam mengunggah caption Covid-19  yaitu di  Facebook, WhatsApp, Twiiter dan Instagram.  Semakin maraknya caption di media sosial tersebut yang menyoroti tentang Covid-19 menjadi salah satu alasan utama dalam melakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi realisasi tindak tutur ilokusi (asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi) pada caption Covid-19 di media sosial. Data penelitian ini diambil dari berbagai sumber di media sosial diantaranya WA, FB dan Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian ini merupakan mendeskripsikan tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam caption Covid-19 di media sosial. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan bahwa terdapat bentuk tindak tutur ilokusi pada caption di media sosial Twitter, WhatsApp, Facebook dan Instragam yaitu tindak tutur asertif terdapat 1 data, direktif terdapat 8 data, ekspresif terdapat 2 data, komisif terdapat 1 data, deklarasi terdapat 3 data dengan total keseluruhan adalah 18 data. Kata kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Caption, Media Sosial
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI DAN MEDIA VIDEO INTERAKTIF PADA SISWA KELAS XI MA Etina Sri Sajrina; Evi Chamalah; Meilan Arsanti
Edusentris Vol 3, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.355 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v3i2.218

Abstract

Peningkatan Literasi bagi Guru MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs Kota Tegal melalui Pendampingan Penulisan Artikel Evi Chamalah; Aida Azizah; Meilan Arsanti; Leli Nisfi Setiana; Turahmat; Oktarina Puspita Wardani
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i4.10460

Abstract

Selama pandemi covid-19, kemampuan literasi Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kota Tegal yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kota Tegal, tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya jumlah publikasi artikel ilmiah ataupun artikel populer. Padahal di sisi lain, kebutuhan guru untuk kenaikan kepangkatan terus meningkat. Oleh karena itu, dengan adanya tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan menulis artikel ilmiah dan artikel populer bagi Guru MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kota Tegal, dan meningkatkan budaya literasi guru dalam masa pandemi covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan cara pendampingan bagi guru MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs. di Kota Tegal. Hasil luaran yang diharapkan adalah (1) guru memiliki keterampilan dalam menulis artikel ilmiah dan artikel populer sebagai solusi meningkatkan literasi pada masa pandemi covid-19, (2) guru dapat menghasilkan artikel ilmiah dan artikel populer yang dapat dipublikasikan dan dapat digunakan untuk kenaikan pangkat.
Pelatihan Pembuatan Iklan berbantuan Aplikasi Canva di Desa Pringsari Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang sebagai Trik Market Online Oktarina Puspita Wardani; Meilan Arsanti; Evi Chamalah; Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.311 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2241

Abstract

ABSTRACTMarketing on social media is one way to promote an item. Promotion also needs the right content. The content provided by social media in the promotion process is able to attract buyers. For this reason, it is necessary to pay attention to the use of content in promoting a product on social media. Because the right content in a business can increase the income of business actors. This method of community service is in the form of training in making persuasive advertising media for online products with the help of the Canva application. Participants went through all stages of the training well, even though the training was carried out according to the conditions of the participants. Some participants also brought their children because they could not be left at home, but participants were still active in the training activities. This service activity is carried out in several steps, namely (1) situation analysis and socialization, (2) implementation, (3) mentoring and practice and (4) follow-up service. The result of community service activities is the design of advertisements for partner online sales. The ad design is tailored to the sales of each participant. The implementation team accompanies and guides how to create attractive ad designs Keywords: advertising, canva apps, pringapus village ABSTRAKPemasaran di media sosial merupakan salah satu cara untuk mempromosikan sebuah barang. Promosi juga butuh konten yang tepat. Konten yang diberikan oleh media sosial pada proses promosi mampu menjadi daya tarik pembeli. Untuk itu, perlu diperhatikan penggunaan konten dalam mempromosikan sebuah produk di media sosial. Karena konten yang tepat dalam sebuah bisnis mampu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha. Metode dalam pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan pembuatan media iklan persuasif produk online berbantu aplikasi canva. Peserta melalui semua tahap pelatihan dengan baik, waloupun pelatihan dilaksanakan menyesuaikan kondisi peserta. Beberapa peserta juga membawa anak karena tidak bisa ditinggal di rumah, tetapi peserta masih aktif dalam jalannya kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) analisis situasi dan sosialisasi, (2) penerapan, (3) pendampingan dan praktik dan (4) tindak lanjut pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ialah desain iklan untuk penjualan online mitra. Desain iklan disesuaikan dengan penjualan masing-masing peserta. Tim pelaksana mendampingi dan memandu cara pembuatan desain iklan yang menarik Kata Kunci: iklan, aplikasi canva, desa pringapus
Sosialisasi Pencegahan Speech Delay pada Anak Balita dengan Metode Terapi Wicara berbantu Media Video Edukasi kepada Ibu-Ibu Kelompok Pengajian Aisyiyah di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga Meilan Arsanti; Oktarina Puspita Wardani; Aida Azizah; Evi Chamalah; Leli Nisfi Setiana; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i2.2864

Abstract

ABSTRACTCases of speech delay in children under five in Indonesia have increased during the pandemic. Cases of increasing speech delay are not only in urban areas but also in rural areas. One of the causes of the increase in speech delay cases among toddlers in Panusupan Village, Rembang District, Purbalingga Regency is the number of mothers who provide their children with devices to listen to videos and play games. The use of gadgets in these children is not accompanied by their parents. When playing on mobile devices, children only focus on the screen so they don't interact with the environment. In addition, the use of gadgets in children is also not given a time limit. Because children lack interaction with other people and the environment, their speaking skills do not develop. This causes speech delay in toddlers. However, parents, especially mothers, do not realize that their children have speech  delays, so they assume that there is no problem giving their children a device to watch videos or play games. Therefore, it is necessary to disseminate speech delay prevention to mothers, especially the Aisyiyah recitation group in Panusupan Village, Kec. Rembang, Kab. Purbalingga. The purpose of this outreach is to provide an understanding of the dangers and ways to prevent speech delay in children under five. Speech delay can be prevented by utilizing the videos seen by toddlers on devices using speech therapy methods. Speech therapy methods with the help of educational video media can be used to train toddlers to talk to avoid speech delay. The socialization was carried out in 6 stages, namely 1) preparation (situation analysis), 2) planning (needs analysis), 3) developing materials (instruments), 4) implementation, 5) evaluation, and 6) reporting and dissemination. After participating in the PKM activities, the mothers of the Aisyiyah recitation group had knowledge about the dangers, causes, and ways to prevent speech delay in children under five. In addition, the mothers of the Aisyiyah study group have the skills to apply speech therapy methods with educational video media to prevent children under five from experiencing speech delay. Keywords: speech delay, speech therapy, educational video, aisyiyah mothers  ABSTRAKKasus speech delay pada anak usia balita di Indonesia meningkat selama pandemi. Kasus meningkatnya speech delay tersebut tidak hanya di daerah perkotaan, tetapi juga di daerah pedesaan. Salah satu penyebab naiknya kasus speech delay pada balita di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga adalah banyaknya ibu yang memberikan gawai untuk menyimak video maupun bermain game kepada anak-anaknya. Penggunaan gawai pada anak-anak tersebut tidak didampingi oleh orang tuanya. Ketika sedang bermain gawai anak-anak hanya fokus pada layar sehingga membuat kurang berinterkasi dengan lingkungan. Selain itu, penggunaan gawai pada anak juga tidak diberi batasan waktu. Oleh karena anak kurang berinterkasi dengan orang lain dan lingkungan maka keterampilan berbicaranya tidak berkembang. Hal tersebut yang menyebabkan speech delay pada anak balita. Akan tetapi, para orangtua khususnya ibu tidak menyadari bahwa anaknya mengalami speech delay sehingga menganggap bahwa memberikan gawai pada anak untuk menyimak video atau bermain game tidak ada masalah. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi pencegahan speech delay pada ibu-ibu khususnya kelompok pengajian Aisyiyah di Desa Panusupan, Kec. Rembang, Kab. Purbalingga. Tujuan sosilisasi tersebut untuk memberikan pemahaman tentang bahaya dan cara pencegahan speech delay pada anak balita. Speech delay dapat dicegah dengan memanfaatkan video-video yang dilihat balita di gawai dengan metode terapi wicara. Metode terapi wicara dengan berbantuan media video edukasi dapat dimanfaatkan untuk melatih bicara balita agar terhindar dari speech delay.  Sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan 6 tahap, yaitu 1) persiapan (analisis situasi), 2) perencanaan (analisis kebutuhan), 3) mengembangkan materi (instrument), 4) pelaksanaan, 5) evaluasi, dan 6) pelaporan dan diseminasi. Setelah  mengikuti kegiatan PKM ibu-ibu kelompok pengajian Aisyiyah memiliki pengetahuan tentang bahaya, penyebab, dan cara mencegah speech delay pada anak balita. Selain itu, ibu-ibu kelompok pengajian Aisyiyah juga memiliki keterampilan mengaplikasikan metode terapi wicara dengan media video edukasi untuk mencegah anak-anak usia balita mengalami speech delay. Kata Kunci: speech delay, terapi wicara, video edukasi, ibu-ibu aisyiyah