cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
snimed
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "SNIMed IV (2013)" : 13 Documents clear
Evaluasi Faktor-Faktor Kesuksesan Implementasi Sistem Informasi manajemen Rumah Sakit di PKU Muhammadiyah Sruweng dengan Menggunakan Metode Hot-Fit S, Andika Bayu; Muhimmah, Izzati
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) SNIMed IV (2013)
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Departemen Kesehatan RI telah mengeluarkan kebijakan yang menjadi pedoman bagi penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Peningkatan mutu ini berupa penerapan sistem informasi disetiap rumah sakit. Rumah sakit PKU Muhammadiyah Sruweng sebagai salah satu rumah sakit swasta di daerah Kebumen, saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mulai menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Penerapan SIMRS saat ini masih mengalami kendala dan hambatan ditingkat penerimaan pengguna. Masih banyaknya hal yang bersifat operasional dan manajerial, membuat penerapan SIMRS tidak berjalan dengan baik. Penelitian ini melakukan analisis terhadap hasil Evaluasi faktor-faktor kesuksesan penerapan SIMRS dengan menggunakan Model HOT-Fit (Human Organization Technology – Net benefits). Model ini dipilih karena model ini dapat memberikan penjelasan dan memberikan evaluasi faktor penerapan sebuah sistem dibidang pelayanan kesehatan dari sisi Teknologi (Technology), Manusia (Human), Organisasi (Organization) dan Net benefit. Model ini melibatkan delapan variabel yang terdiri dari System Quality (kualitas sistem), Information Quality (kualitas informasi), service Quality (Kualitas layanan), system Use (penggunaan sistem), user satisfaction (kepuasan pengguna), structure (struktur organisasi), environment (lingkungan organisasi) dan Net Benefits (manfaat sistem). Berdasarkan hasil penelitian terhadap data yang diperoleh dari RS PKU Muhammadiyah Sruweng, maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang mempengaruhi keberhasilan penerapan SIMRS adalah dari sisi variabel tehnology (teknologi) yaitu kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan, sedangkan dari sisi variabel human (manusia) yaitu kepuasan pengguna mempengaruhi penggunaan sistem, dari sisi variabel organization (organisasi) yaitu struktur sangat mempengaruhi lingkungan organisasi yang ada. Keberhasilan penerapan SIMRS di RS PKU Muhammadiyah Sruweng dipengaruhi oleh adanya dukungan dan dorongan dari pihak manajerial kepada para pengguna SIMRS serta tersedianya kondisi fasilitas yang memadai di lingkungan rumah sakit untuk menggunakan SIMRS.
Perancangan Sistem Pakar Medis Untuk Kasus Dermatomikosis Superfisialis Mahardhika, Galang Prihadi; Muhimmah, Izzati
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) SNIMed IV (2013)
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit adalah lapisan atau jaringan yang menutup tubuh dan melindungi tubuh dari bahaya yang datang dari luar. Sebagai jaringan yang melindungi tubuh, kulit manusia sangat rentan terhadap serangan penyakit. Penyakit kulit karena jamur yang umum (sering) ditemukan disebut dengan Dermatomikosis (Mikosis) Superfisialis. Dermatomikosis Superfisialis merupakan suatu pengetahuan yang juga harus dikuasai oleh dokter umum. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat membantu dokter umum dalam menegakkan diagnosis. Sistem pakar (Expert System) medis merupakan sistem yang dapat digunakan untuk membantu (mendukung) dokter dalam menegakkan diagnosis kasus Dermatomikosis Superfisialis. Penelitian ini akan memaparkan hasil perancangan sistem pakar pada kasus Dermatomikosis Superfisialis yang dikembangkan dengan metode Rule-based Reasoning (penalaran berbasis aturan) untuk basis pengetahuan serta metode Forward Chaining untuk pengembangan Inference Engine-nya.
Wireless Sensor Network Untuk Pengumpulan Data Bergerak Pada Sistem Informasi Medis -, Firdaus; -, Sudarman; Adinandra, Sisdarmanto
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) SNIMed IV (2013)
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem informasi yang handal membutuhkan dukungan sistem pengumpulan data yang handal pula. Sistem informasi medis di rumah sakit, selain mengolah data diam juga mengolah data bergerak, misal data kondisi alat kesehatan atau pasien yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Maka wireless sensor network (WSN) adalah solusi yang tepat untuk pengumpulan data bergerak tersebut. Pada penelitian ini berhasil membangun jaringan komunikasi nirkabel menggunakan transceiver TRW-2,4GHz untuk mengumpulkan data bergerak pada tiga titik berbeda. Data dikirim ke pusat data, kemudian diolah, ditampilkan dan disimpan pada PC server.
Klasifikasi Sel Serviks Menggunakan Analisis Fitur Nuclei pada Citra Pap Smear Kurniawan, Rahadian; Sasmito, Dinda Eling Kartikaning; Suryani, Fajar
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) SNIMed IV (2013)
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, kami mengevaluasi klasifikasi sel serviks dengan menggunakan analisis fitur yang diekstraksi hanya pada daerah nuclei dan tidak memperhitungkan fitur yang diekstraksi dari daerah sitoplasma. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pada citra Pap Smear yang kompleks nuclei dapat diekstraksi secara otomatis dari citra Pap smear, berbeda dengan segmentasi sitoplasma yang susah diekstrak jika sel tumpang tindih. Kami melakukanseleksi fitur terhadap 25 fitur pada daerah nuclei untuk digunakan sebagai fitur dalam proses klasifikasi menggunakan Fisher Criterion. Selanjutnya, kami membandingkan hasil kinerja dua metode klasifikasi yaitu K-Nearest Neighbor dan Backpropagation.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa analisis fitur dapat mencapai kinerja klasifikasi yang tinggi ketika kita menggunakan fitur hanya dari daerah nuclei.
Aplikasi Anthropometri Telapak Kaki Berbasis Pengolahan Citra Muhimmah, Izzati; Wigatning, Lestari H
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) SNIMed IV (2013)
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anthropometri telapak kaki diperlukan untuk terapi rehabilitasi medik pada penyandang cacat kaki. Pada penelitian ini digunakan citra telapak kaki, sehingga teknik Thresholding dibutuhkan untuk memisahkan objek dengan background. Dari hasil threshold didapatkan tepi objek dengan menggunakan algoritma canny. Dari hasil deteksi tepi dapat diketahui 4 titik acuan pada objek kaki, yang menjadi dasar untuk proses deteksi marker dan menghitung jarak antar marker sehingga panjang dan lebar telapak kaki dapat dihitung. Objek penelitian adalah citra telapak kaki orang dewasa ≥17 tahun yang memakai kaos kaki khusus yang telah diberi marker berupa kancing dan diambil gambarnya dari jarak tertentu dengan kamera digital. Dengan pengujian Paired Sample Test diketahui bahwa hasil pengukuran oleh aplikasi dengan hasil pengukuran secara manual adalah sama dengan tingkat kepercayaan kesalahan sebesar 0,05%, sehingga aplikasi dapat dinyatakan layak untuk digunakan.
Diagnosis EKG dengan Sistem Pakar menggunakan K-NN Prasojo, Ipin; Kusumadewi, Sri
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) SNIMed IV (2013)
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EKG sudah banyak digunakan di rumah sakit sebagai alat untuk merekam aktifitas kelistrikan jantung, dari rekaman EKG tersebut dokter ahli penyakit jantung dapat mendiagnosis penyakit apa yang diderita pasien. Masalah diagnosis bukanlah perkara mudah, hanya dokter ahli penyakit jantung atau orang yang berpengalaman saja yang dapat melakukannya dengan baik. Untuk memudahkan diagnosis maka diperlukan alat bantu diagnosis, alat bantu tersebut menggunakan program komputer yang menggunakan sistem pakar dengan dilengkapi data base penyakit jantung sebagai basis pengetahuan dan menggunakan K- Nearest Neighborhoot (K-NN) sebagai metode klasifikasinya. Pengguna tinggal memasukan nilai komponen dari rekaman EKG kedalam program komputer, selanjutnya komputer akan memberikan hasil diagnosisnya kemampuan sistem ini adalah dapat mengidentifikasi kondisi jantung sehat atau myocardial infarction dengan akurasi 80% dengan uji validitas menggunakan metode single decision threshold.
Sistem Pendukung Keputusan Klinis Anak Batuk Berbasis Algoritma MTBS Ekawati, Mamik Endang; Sanjaya, Guardian Y.; Laksono, Ida Safitri
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) SNIMed IV (2013)
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diagnosis memainkan peran penting dalam perawatan medis Keahlian tenaga kesehatan dalam mendiagnosis bervariasi dan berpeluang terjadinya kesalahan. Pasien harus memiliki jaminan bahwa pengobatan medis yang dijalaninya berjalan baik dan aman. Sistem Pendukung Keputusan Klinis (SPKK) dapat meningkatkan keamanan dan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Referensi menunjukkan Computerized physician order entry (CPOE) yang dipadukan dengan SPKK dapat mengurangi lebih dari 85% kesalahan medis serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan SPKK pada pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) anak batuk untuk meningkatkan akurasi klasifikasi dan terapi menggunakan algoritma MTBS bagi bidan di puskesmas. Pendekatan action research dilakukan pada penelitian ini. SPKK anak batuk dapat membantu bidan dalam mengklasifikasikan anak batuk, menilai status gizi, penghitungan dosis antibiotik pada kasus pneumonia, alert alergi antibiotik dan reminder jadwal imunisasi. Integrasi SPKK berbasis algoritma MTBS berpeluang besar meningkatkan akurasi klasifikasi dan terapi. Agar mata rantai tata laksana MTBS terus berkelanjutan maka perlu didukung sistem rujukan rujukan MTBS ke rumah sakit.
Asap Sebagai Salah Satu Faktor Risiko Kejadian TB Paru BTA Positif - Analisis Spasial Kasus TB Paru di Kabupaten Lombok Timur Sayuti, Jalaludin
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) SNIMed IV (2013)
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit TB paru merupakan masalah utama kesehatan masyarakat di Kabupaten Lombok Timur. Kecamatan Pringgabaya merupakan penyumbang terbanyak kasus TB paru BTA positif selama tiga tahun terakhir.Meningkatnya jumlah kasus TB paru BTA positif ini disebabkan oleh adanya faktor risiko yang memicunya seperti faktor risiko lingkungan, demografi, sosial ekonomi, dan perilaku.Analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis dapat mengidentifikasi distribusi dan clustering kasus, serta mengidentifikasi faktor risiko yang mempengaruhinya.Tujuan Penelitian untuk mengetahui distribusi spasial dan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB paru.Merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan case control menggunakan bantuan Sistem Informasi Geografis untuk memperoleh gambaran distribusi spasial dan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB paru.Hasil penelitian yaitu terdapat hubungan antara variabel ventilasi, merokok dalam rumah, tinggal serumah, dan penggunaan bahan bakar memasak dengan kejadian TB paru. Terdapat 2 cluster yang signifikan yaitu most likely cluster pada koordinat (-8,55877 LS dan 116,63217 BT) dengan radius 0,63 Km, dan secondary cluster pada koordinat (-8,573060 LS dan 116,60100 BT) dengan radius 0,60 Km. Analisis buffer terdapat cluster dengan radius 0 - 1.500 meter dari Puskesmas, dan radius 0 - 100 meter dari jalan. Kesimpulan: faktor risiko yang terkuat pengaruhnya yaitu penggunaan bahan bakar kayu untuk memasak (OR=4,176).
PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PATOLOGI KLINIS PADA PERANGKAT MOBILE UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT DENGAN GEJALA DEMAM Kusumadewi, Sri; Rosita, Linda
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) SNIMed IV (2013)
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah Model Sistem Pendukung Keputusan Patologi Klinis (SPKPK) yang mampu membantu para tenaga medis dalam memberikan keputusan diagnosis pada pasien yang akan diimplementasikan pada smartphone berbasis Android. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap: 1) melakukan kajian literatur; 2) analisis dan perancangan model sistem pendukung keputusan dengan mengambil data pada penelitian Tahun I; 3) membangun prototipe model SPKK berbasis Android; 4) mengujicoba sistem pada dokter pada rumah sakit yang menjadi rekanan peneliti. Bentuk produk akhir penelitian berupa prototipe aplikasi SPKPK berupa mobile application berbasis Android. Prototipe sudah berhasil dibuat dan diimplementasikan pada tablet. SPKPK mampu mendiagnosis sebanyak sepuluh penyakit berdasarkan sebelas gejala. Ada dua model basis pengetahuan yang dibangun, yaitu basis pengetahuan untuk diagnosis awal (BP1) dan basis pengetahuan untuk menentukan jenis item uji laboratorium klinik (BP2). Kedua basis pengetahuan tersebut direpresentasikan dengan menggunakan pohon keputusan. Selanjutnya dibuat juga model inference engine untuk melakukan penalaran. Ada dua inference engine yang dibuat, yaitu forward chaining untuk proses diagnosis awal (IE1) dan backward chaining untuk penentuan item uji laboratorium klinis (IE2). Proses pengujian telah dilakukan dan SPKPK ini telah berhasil menguji semua diagnosis awal dengan sempurna. Untuk selanjutnya akan dilakukan pengujian aplikasi ke dokter untuk mengukur seberapa besar kinerja dari SPKPK tersebut.
Pengaruh Percieved usefulness Dan Percieved easy of use Terhadap Perilaku Pemanfaatan Magnetic Resonance Imaging (MRI) Oleh Tenaga Medis Bahiyah, Nurul; Kusumadewi, Sri
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) SNIMed IV (2013)
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adopsi teknologi yang diterapkan di instansi kesehatan menimbulkan reaksi yang berbeda-beda oleh penggunanya.Seperti halnya adopsiTeknologi MRI yang tergolong baru diterapkan di rumah sakit tidak lepas darisikap dan perilaku pengguna yang beragam.Kecenderungan untuk menerima atau menolak dapat dilihat dari antusias pengguna terhadap niat/minat dalam memanfaatkan teknologi (intention to use). Analisis minat pemanfaatan MRI pada tenaga medis menggunakan pendekatan model TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM). TAM mempunyai dua konstruk penting yaitu persepsi kegunaan (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan (perceived easy of use). Pada penelitian ini didapat adanya pengaruh perceived usefulness terhadapintention to use MRIdan percieved easy of use terhadap perceivedusefulness.Uji statistic dilakukan dengan menggunakan metode regresi dengan alat analasis SPSS 19.

Page 1 of 2 | Total Record : 13