cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "No 74TH XXXVI (2009): BAHAS" : 11 Documents clear
MUSIK SEBAGAI SALAH SATU CARA UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK Wiflihani Wiflihani
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2513

Abstract

Tulisan ini membicarakan beberapa manfaat musik bagi tumbuh kembang anak dalam peningkatan kecerdasannya dan peran orangtua dalam mengenalkannya. Manfaat belajar musik adalah salah satunya untuk meningkatkan kecerdasan anak, hal ini dapat ditengarai dengan adanya dengan tumbuh kembangnya musikalitas anak dengan menggunakan lagu-lagu dan gerakan-gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak sang anak. Selain itu, musik juga bermanfaat untuk kecerdasan sosial yaitu mampu bersosialisasi dan melatih empati sang anak terhadap hal-hal yang bersifat psikologis. Ada empat hal yang penting yaitu (1) Musik memiliki efek yang mendalam dan positif pada perkembangan mental dan fisik anak, (2) Biasakanlah mendengarkan musik dari berbagai belahan dunia agar anak bisa mengenal tidak hanya dari sisi musikalitasnya saja, akan tetapi juga dari sisi bahasa, (3) Setiap anak dapat bermusik, (4) Mendengarkan musik memang bermanfaat, tetapi membuat musik tetaplah lebih baik.   Kata Kunci : musik, kecerdasan anak.  
HUBUNGAN BAHASA DENGAN OTAK Nurilam Harianja
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2504

Abstract

Bagaimanakah hubungan bahasa dengan otak dikaji secara ilmu Neurolinguistik?. Neurolinguistik adalah satu sains baru sebagai kerjasama diantara Neurologi, Ilmu Kedokteran (perobatan) yang mengkaji sistem syaraf dan penyakit-penyakitnya, dengan linguistik, ilmu yang mengkaji bahasa secara alamiah.   Kata Kunci : bahasa, Neurolinguistik  
KOMUNIKASI INTRUKSIONAL Muhammad Surip
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2509

Abstract

Komunikasi Intruksional merupakan proses memindahkan sebagian pesan (pengetahuan) pendidik kepada peserta didiknya. Materi pelajaran akan dapat dicerna dengan baik, jika materi yang disampaikan dapat dimaknai sama oleh peserta didik sebagaimana yang dimaksudkan oleh pendidik.     Kata Kunci : Komunikasi dan Intruksional
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DI DALAM KARANGAN MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA JERMAN FBS UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Linda Aruan
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2500

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan kesalahan yang terdapat di dalam karangan mahasiswa FBS – UNIMED dalam bidang morfologi, sintaksis, dan leksikal, dan mencoba menelusuri penyebab terjadinya kesalahan. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tulisan mahasiswa program studi bahasa Jerman. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskripsi dan metode analisis kesalahan serta klasifikasi didasarkan pada teori Carl James (1998) dan Xu Lan (1983). Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis kesalahan yang ditemukan pada bidang morfologi, yaitu kesalahan konjugasi kata kerja 33,06%, kesalahan deklinasi kata benda 18,89%, kesalahan deklinasi kata ganti 18,33%, kesalahan deklinasi kata sifat 11,94%, deklinasi kata depan 17,78%. Pada bidang sintaksis, yaitu kesalahan penempatan kata 55,75%, kesalahan reksi 28,57%, dan kesalahan kongruensi subyek dengan kata kerja 12,5%. Pada bidang leksikal, yaitu kesalahan pemilihan kata kerja 33,90%, kesalahan pemilihan kata benda 13,22%, kesalahan pemilihan kata sifat 15,93%, kesalahan pemilihan kata sambung 10,85%, kesalahan pemilihan kata depan 13,90%, dan kesalahan pemilihan kata sandang 12,20%. Kata Kunci: analisis kesalahan, aspek-aspek linguistik, bahasa Jerman
PENELUSURAN JENIS PEKERJAAN PARA ALUMNI JURUSAN BAHASA PRANCIS FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Siti Renggo Geni ZEN; Ninuk Lustyantie; Yusi Asnidar
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2514

Abstract

Lulusan jurusan bahasa Prancis UNJ memperoleh pekerjaan di bidang pendidikan dan nonkependidikan misalnya pariwisata, perhotelan, sekretaris, alih bahasa dan interpreting (penerjemahan lisan). Hal ini terjadi karena terbatasnya lapangan kerja di bidang pengajaran apalagi akibat perubahan orientasi kurikulum di sekolah menengah untuk pelajaran bahasa asing kecuali Inggris, sebagian alumni terpaksa tidak bekerja di lapangan pengajaran bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif . Instrumen dalam penelitian ini adalah angket yang terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama (A) merupakan identitas responden dan bagian Kedua (B) merupakan aspek keadaan lulusan dan kurikulum Jurusan Bahasa Prancis. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data terkini mengenai lapangan kerja para alumni Jurusan Bahasa Prancis dan kaitannya dengan kurikulum Jurusan Bahasa Prancis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kompetensi yang dibutuhkan lulusan JBP saat ini di pasar kerja saat ini sangat bervariasi, yang berkaitan dengan kompetensi kebahasaan, kompetensi administrasi dan perkantoran, serta keahlian magerial, dan yang terakhir adalah kompetensi di bidang wiraswasta, yaitu usaha menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Kata Kunci : Jenis pekerjaan, alumni jurusan bahasa Prancis.
SENI KERAJINAN CENDERAMATA SEBAGAI SENI WISATA BERBASIS SENI ETNIS BATAK GUNA MENDUKUNG KEPARIWISATAAN DI SUMATERA UTARA Wahyu Tri Atmojo
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2519

Abstract

Salah satu komponen pengeluaran komunitas wisatawan adalah untuk belanja seni kerajinan cenderamata. Mereka menghendaki seni kerajinan cenderamata yang memiliki ciri khas dan hasil karya masyarakat setempat. Masyarakat setempat masih menjunjung tinggi terhadap benda-benda tradisional yang diyakini memiliki kekuatan magis. Komunitas wisatawan menghendaki seni kerajinan cenderamata yang berbasis tradisional dan sumber daya masyarakat setempat itu terjadi akulturasi sehingga muncul seni kerajinan cenderamata yang disebut sebagai seni wisata (tourist art) yang di dalamnya mencerminkan lima ciri khusus. Artikel ini merupakan implementasi hasil penelitian Hibah Bersaing Tahun Pertama. Pelaksanaan penelitian tahun pertama ditempuh melalui tiga tahap, yakni identifikasi, klasifikasi, dan eksplanasi. Tahap I adalah mengidentifikasi data yang telah dikumpulkan berkaitan dengan ornamen dan benda pakai tradisional di lima etnis Batak. Tahap ke II adalah mengklasifikasi terhadap jenis ornamen dan benda pakai tradisional etnis Batak. Tahap ke III adalah memberikan penjelasan secara komprehensip dan menentukan jenis ornamen maupun benda pakai tradisional etnis Batak sebagai bahan acuan merumuskan model seni kerajinan cenderamata sebagai seni wisata untuk mendukung kepariwisataan di Sumatera Utara.   Kata Kunci: Seni kerajinan cenderamata, seni wisata, dan seni etnis Batak
KONTEKS MAKNA DALAM PRASUPOSISI, IMPLIKATUR DAN INFERENSI Malan Lubis
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2510

Abstract

Dalam berkomunikasi pembicara dan pendengar dibatasi oleh beberapa hal. Dari segi pembicara ada faktor pendengar, pembaca, topik yang hendak dibicarakan, situasi atau kondisi, waktu kita mengucapkan ataupun menuliskan gagasan yang login kita sampaikan.Dari segi pendengar, aspek-aspek yang turut menentukan pemahaman pembicaraan itu ada tiga yaitu : (1) prasuposisi, (2) implikatur, (3) inferensi.   Kata Kunci : konteks makna, prasuposisi, implikatur, inferensi
GURU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN TUNTUTAN KOMPETENSI PROFESI Rumasi Simaremare
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2502

Abstract

Pendidikan Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi ganda, sebagai pengajar dan pendidik, maka guru secara otomatis mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mencapai kemajuan pendidikan. Yang pada umumnya, rendahnya hasil belajar siswa dalam bidang studi bahasa dan sastra Indonesia selalu dikaitkan kepada rendahnya kompetensi mengajar guru. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Depdiknas merumuskan kompetensi sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasan berpikir dan bertindak. Kompetensi seseorang guru terdiri dari (Hanalik, 2002) kompetensi kepribadian, kompetensi kemasyarakatan, dan kompetensi profesional. Ketiga jenis kompetensi tersebut saling berhubungan secara terpadu dalam diri dan karakteristik perilaku guru, dengan demikian akan mencerminkan potensi guru yang benar-benar tidak saja memiliki kemampuan mengajar dan memiliki kemampuan kegiatan sosial tetapi juga memiliki kepribadian yang baik dan mampu melakukan penyesuaian sosial dalam masyarakat. Guru bahasa dan sastra Indonesia yang berkompeten juga akan mampu menjadi seorang seniman dalam kelas. Guru harus mengembangkan ide-idenya berdasarkan keadaan dan situasi yang selalu berubah. Dengan dikembangkannya standar kompetensi guru kiranya harus digunakan sebagai acuan bagi penyelenggaraan pendidikan dalam melakukan pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran.   Kata Kunci : Guru Bahasa, Sastra dan Tuntutan Kompetensi
PENGEMBANGAN SENSITIFITAS DAN KREATIFITAS GURU BAHASA INGGRIS DALAM PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN: ANALISIS METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS TUGAS Berlin Sibarani
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2516

Abstract

Sensitivity refers to the teacher’s ability to find out instantly if learning has happened or not during the process of teaching and learning a second language while creativity to the ability to create improving teaching behaviors to overcome the learning failure happening during the teaching and learning activities. These competencies are very important and considered a key factor of effective teaching. Therefore they badly need to be developed. To develop these competencies, many related teaching variables must be mastered and one of these variables is language teaching method.  For the purpose of sensitivity and creativity development, a language teaching method should be correctly studied by studying its linguistic assumption and its learning principle thoroughly rather than by simply memorizing the methodological procedures proposed by a method and putting them into action as exactly as prescribed. The latter is very far from sufficient. In studying the task-based language teaching for the same purpose, the concept of task and its underlying learning principle-which is the same as that underlying the learning of first language-should be comprehensively mastered. The mastery of a language teaching method in a correct way tends to be more contributive to the development of creativity in the method application rather than to the development of sensitivity.   Key Words: sensitivity, creativity, language teaching, task  
KEMAMPUAN PRAGMATIK MAHASISWA TINGKAT II JURUSAN BAHASA PRANCIS, FBS-UNJ Asti Purbarini; Amalia Saleh; Ratna Ratna
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2507

Abstract

The objective of this study is to find out the information about pragmatics competence of second year student in the French Department, State University of Jakarta (UNJ) Jakarta. The writers believed that it is important to conduct this study, because pragmatics competence actually is not taught explicitly in the French Department. Meanwhile, pragmatics competence plays an important role both in oral and written communication. It is hope that this study can give the contribution to the French Department especially to French curriculum department. This study was conducted on July in 2007 in the French Department, UNJ Jakarta. It was conducted through descriptive analytical interpretative by analysing the result of students’ pragmatics competence test. The population of this study is 35 French students of UNJ Jakarta who have completely taken all language skills subject. The instrument of this study is the test of pragmatics competence, which consists of 40 questions in form of multiple choices. The process of pragmatics test designing was based on the themes that have been learnt during learning process. In the French Department, pragmatics is not taught explicitly but it is integrated in the language skills subject such as writing, reading, speaking and listening. The data showed that there are 10 questions which cannot be answered correctly by the students. It is because the number of errors done by the students ranges from 18 to 30. In contrast, there are 20 questions which can be answered correctly by the students. It is because the number of errors done by the students ranges from 1 to 8. The result of this study showed that the students already have a good understanding of pragmatics which is practically integrated in the language skills subject. In addition, student’s pragmatics competence relates thoroughly to his/her creativity. To summarize, if the student is creative, he/she will then be able to use the language relevant to the context occurred, or in other words, he/she understands well the pragmatics. It is therefore important for the teachers to develop students’ pragmatics competence by exposing them to practicing the language in various setting. Kata Kunci : kemampuan, prakmatik mahasiswa

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue