cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 2 (2015): BAHAS" : 18 Documents clear
ANALISIS KESALAHAN MENULIS (SCHREIBEN) KARANGAN DESKRIPSI BAHASA JERMAN MENGGUNAKAN GAMBAR Herlina Jasa Putri Harahap
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kesalahan mahasiswa dalam menguraikan pokok pikiran utama dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar (2) kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menulis karangan deskripsi berdasarkan koheresi kalimat, (3) kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menulis karangan deskripsi  berdasarkan tatabahasa Jerman dan  (4) penyebab terjadinya kesalahan mahasiswa dalam menulis karangan deskripsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif . Penelitian ini bersifat deskripsi, yaitu mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif  berupa data tulisan berupa karangan deskripsi mahasiswa. Yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IV angkatan 2007 yang berjumlah 30 orang. Mahasiswa yang dijadikan populasi adalah mahasiswa yang mengikuti matakuliah Schreibfertigkeit IV. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 30 buah karangan deskripsi mahasiswa dalam penelitian ini, 17 (56,66   %) buah karanga deskripsi dinyatakan lulus, sedangkan 13 (43,33%) buah karangan deskripsi  dinyatakan tidak lulus. Skor yang diperoleh mahasiswa dari 30 buah karangan yang lulus adalah 10-7  (yang tertinggi adalah 9 = 6 orang, skor 8 = 4 orang, skor 7 = 7 orang,   skor 6 = 5 orang, skor 4 = 6 orang, skor 3 = 1 orang, skor 0 = 1 orang). Kesalahan yang dominan dilakukan mahasiswa dalam menulis karangan deskriftip dengan menggunakan gambar adalah dalam hal kesalahan mengkonjugasikan  kata kerja, kesalahan meletakan kata kerja, kesalahan dalam Rechtschreibung, kesalahan membentuk kata benda jamak, kesalahan menentukan Kasus di dalam kalimat, kesalahan menentukan Artikel (kata sandang), Kesalahan Präpositionen (kata depan), kesalahan Adjektivdeklination. Kata Kunci: menulis, karangan deskripsi, gambar.  
PRODUK SENI KERAJINAN SEBAGAI CERMINAN POTENSI DAERAH MENJADI BAHAN APRESIASI BAGI LEMBAGA PENDIDIKAN Mesra Mesra
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5558

Abstract

Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) merupakan salah salah satu even Tingkat Provinsi yang dilaksanakan setiap tahun. Pada momen tersebut masyarakat dapat melihat dan menikmati berbagai suguhan pameran pada stand-stand setiap daerah Kabupaten/Kota. Keunggulan potensi daerah masing-masing dan capaian target-target pembangunan daerah dapat diketahui di PRSU, melalui informasi-informasi yang disajikan dalam bentuk benda-benda artifak, hasil produksi pertanian, perindustrian, kerajinan, katalog, buku, tayangan video, foto-foto, baliho dan  informasi lisan dari pemandu pada setiap stand. Produk-produk seni kerajinan yang disajikan sering berbeda-beda antara daerah kabupaten/Kota. Hal ini mencerminkan adanya perbedaan sumber daya alam dan sumber daya manusianya antar daerah tersebut. Sebagian produk kerajinan diolah secara hand made (kerajinan tangan) dan sebagian lagi sudah mendapat sentuhan mesin industri (Industri Kecil). Lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi siswanya dalam mata pelajaran kerajinan tangan, keterampilan PKK, seni budaya dan  prakarya. Selain guru dan buku pelajaran di sekolah tentu siswa dapat pula belajar melalui sumber lain seperti internet, perpustakaan, pameran dan di tempat pengerajin itu sendiri. Salah satu pusat sumber belajar (PSB) bagi siswa adalah stand-stand PRSU yang menyajikan bermacam-macam produk seni kerajinan. Kemudian pada tingkat perguruan tinggi jurusan seni rupa juga mengkaji, mendalami dan  mencipta karya seni kerajinan dengan memperhatikan potensi-potensi sumber daya alam di setiap daerah.   Kata Kunci : Seni Kerajinan, apresiasi lembaga pendidikan
“BAHASA SIMALUNGUN ATAS” CURRENT EXISTENCE AND ITS REVITALIZATION Willem Saragih
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5564

Abstract

There are at least three categories of language in the world wide: local language, national language and international language. Of the three categories, the least  attention  paid by the government is to its nation’s local languages. This lack of  care  results in language  endangerment which has been the focus of much attention over the past few decades, and as a result a wide range of people are now working to revitalize and maintain  local languages. Bahasa Simalungun Atas (BSA), a sub-dialect of Bahasa Simalungun which is used in the upper part of Simalungun territory,  is endangered too. Despite the not too many native speakers of the language it is an important asset to Indonesian people as a nation of over six hundred local languages, though. Therefore,  the language needs to be revitalized or it will gradually disappear. This paper attempts to provide some information about the situation and condition of Bahasa Simalungun Atas at present so as to draw more attention of the competent parties for its revitalization. For that purpose,  current existence of the language, some factors causing the language endangerment, as well as well as how the language can be revitalized are presented.   Key Words: language endangerment, Bahasa Simalungun Atas (BSA), existence, revitalization
PENGEMBANGAN KEBERAKSARAAN AKADEMIK MAHASISWA LINTAS MATA KULIAH Mutsyuhito Solin
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5554

Abstract

Pengembangan keberaksaraan akademik (academic literacy) pada dunia perguruan tinggi merupakan pusat pencapaian kesuksesan akademik. Menurut sejumlah penelitian keberaksaraan akademik merupakan landasan untuk mengembangkan kecakapan akademik mahasiswa. Oleh karena itu, pengembangan keberaksaraan akademik ini perlu dirajut dalam setiap mata kuliah atau dilaksanakan secara lintas kurikulum. Tulisan ini mengajukan kembali gagasan yang pernah dipromosikan oleh sejumlah peneliti untuk mengembangkan keberaksaraan akademik ini pada perkuliahan terutama pada tahun-tahun awal mahasiswa di perguruan tinggi. Praktik-pratik yang diajukan adalah menelaah beraneka ragam teks, mengkritis teks, mempraktikkan keberaksaraan ganda (paling tidak keberaksaraan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris), melatih penalaran dan menyusun argumentasi berdasarkan referensi.   Kata Kunci: keberaksaraan kademik, keberaksaraan kritis, aneka ragam teks, tulisan imiah.
ISU-ISU KRITIS TENTANG UNIT COST SISWA/MAHASISWA Lamhot Basani Sihombing
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5574

Abstract

Sistem biaya pendidikan merupakan proses di mana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah. Sistem biaya pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing negara seperti kondisi geografis, tingkat pendidikan, kondisi politik pendidikan, hukum pendidikan, ekonomi pendidikan, program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. Setiap keputusan dalam masalah pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Oleh karena itu perlu dilihat siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan, bagaimana mereka akan di didik, siapa yang akan membayar biaya pendidikan. Hal itu perlu dilihat dari faktor kebutuhan dan ketersediaan pendidikan, tanggung jawab orang tua dalam menyekolahkan versus social benefit secara luas, pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan.   Kata Kunci :      Sistem Biaya Pendidikan, Konsep Produksi Di Bidang Pendidikan
ANALISIS INTERFERENSI BAHASA BATAK TOBA PEMANDU WISATA DESA SIALLAGAN TOBA SAMOSIR Fitriani Lubis
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5559

Abstract

Bahasa Batak  Toba merupakan salah satu bahasa daerah yang menjadi kekayaan linguistik dan kultur Indonesia. Penelitian ini dibatasi pada masalah interferensi gramatis bahasa Batak Toba yang dilakukan oleh pemandu wisata desa Siallagan Toba Samosir. Interferensi gramatis mencakupi morfologis dan sintaktis. Dari analisis tersebut dapat kita simpulkan bahwa  bahasa kedua yaitu bahasa Indonesia yang diperoleh oleh  Masyarakat yang berbahasa Batak Toba terdapat  interferensi bahasa yaitu terjadinya Kesalahan kosakata, sintaksis, gramatikal.   Kata Kunci: interferensi, bahasa Batak Toba,
SOCIAL IDENTITY IN SECOND LANGUAGE ACQUISITION Mahmud Layan Hutasuhut
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5566

Abstract

Second Language Acquisition (SLA) is the interdisciplinary field of inquirey which investigates people’s capacity to learn a second language (L2) or subsequent languages (L3, L4, etc.) once the first language (L1) has been acquired. Thus, the onset of acquisition occurs at some time during the L2 learner’s late childhood, adolescent, or adulthood years in either naturalistic (informal) or instructed (formal) settings. When the inquiry into SLA began in the late 1960s it drew equally from what was known or theorised in the fields of linguistics, psychology, language teaching and child language acquisition. In the years that ensued, SLA developed ties with the fields of anthropology, education, bilingualism, psycholinguistics and sociology, and since the mid 1990s there has been a significant theoretical shift from what was once a near exclusive concern for psycholinguistics aspects of L2 learning, or ‘language in the mind’,  to a focus on the socio-pragmatic aspects of L2 acquisition, or ‘language as situated in social contexts’ (Ellis, 2012).     Kata Kunci :      Second Language Acquisition, linguistics, psychology, language teaching
KONSEP PROYEKSI DALAM PERSPEKTIF LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL (LSF) Zainuddin Zainuddin
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5555

Abstract

Konsep proyeksi dalam tulisan ini membicarakan aksi sebagai suatu aspek khusus dalam sustu teks yang direalisasikan dalam suatu peristiwa (fakta). Pembahasan didasarkan pada teori linguistic sistemik fungsional oleh Halliday (1994). Proyeksi terdiri dari dua jenis secara semogenesis yaitu proyeksi sintaksis (lexicogrammar) dan proyeksi semantik. Proyeksi sintaksis merupakan pemaparan kembali perkataan (wordings) ke dalam sistem linguistik. Dengan kata lain, merepresentasikan kembali pengalaman linguistic ke dalam linguistik yang lain. Kemudian pengalaman linguistik itu dapat diproyeksikan yakni orang lain mengatakannya kembali. Proyeksi semantik merupakan pemaparan arti secara kontekstual dalam pengalaman linguistik. Dalam proyeksi semantik hal ini merupakan proses pemroyeksi dalam proses mental seperti proses berpikir secara verbal. Dengan kata lain proyeksi semantik secara spesifik lebih menekankan kepada proses kepercayaan diri yang merupakan proses mental kognisi hal ini berarti bahwa bahasa digunakan sebagai alat berpikir dan tidak ada perkataan yang diproyeksikan. Dari dua jenis proyeksi seperti diuraikan di atas diturunkan dua jenis proses pemroyeksi yaitu proyeksi kutipan lokusi (verbal) dan laporan ide (mental).   Kata Kunci: Proyeksi, dalam linguistik sistemik fungsional

Page 2 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue